
Setelah selesai mengobrol Rinto pamit.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya dek." pamit Rinto pada Aisyah.
" oh iya masalah pak Hilman sudah kamu kerjakan belum Nes soalnya lusa mereka sudah mau hasilnya.
"sudah beres kok om nanti aku kirim ke email om saja yah?" jawab Nesa.
"oh ya udah om tunggu laporannya biar bisa di susun dan di serahkan pada beliau." kata Rinto lalu pamit sejali lagi dan pergi.
Nesa tetap merasa ada yang janggal di hatinya. Akhirnya dia mencoba mencari tau semua tentang wanita itu. Dari data yang dia dapatkan tidak ada apapun yang mencurigakan.
Data yang di dapat
Nama :sri angelista wiria
anak sulung keluarga wiria pemilik wiria group. Menikah dengan wira kurnia jaya putra tunggal dari pemilik jaya group. memiliki seorang putra bernama Daniel kurnia jaya. Yang membuat dia mengernyit adalah tanggal lahir dan tempat lahir Daniel sama dengannya.
"apa karena itu ya tuh ibu ibu ngira gua anaknya dalam mimpi gua. akh ngomong apa sih gua? au ah sabodo dah cape gua." gumamnya lalu berbaring dan terlelap dalam sekejap. lagi lagi dia harus bangun karena memimpikan wanita itu. Akhirnya dia memutuskan untuk berkunjung ke kantor PT. JAYA GROUP untuk mencari jawaban dari mimpi mimpi dirinya di malam hari yang mengusik ketenangan hati dan fikirannya bahkan sampai mengganggu kegiatannya di sekolah.
flash back on
Di sekolahnya Nesa sering sekali termenung membuat teman temannya heran. Bahkan di kelas dia sampai di hukum karena ketahuan tidak memperhatikan pelajaran.
"Nesa, Nesa.... NESA PUTRI KIRANA BERDIRI KAMU!" teriak bu jenni diikuti gebrakan meja membuyarkan lamunan Nesa.
"iya saya bu." jawab Nesa refleks berdiri.
"Habis kelas kamu ke kantor saya." perintah bu jenni tanpa bantahan lalu berlalu pergi.
"lo kenapasih ngelamun mulu?" tanya Ani. Sedang yang lain termasuk Adnan siap mendengar sambil menatap Nesa.
__ADS_1
"jangan sekarang oke? Nanti kalau gua udah siap bakal gua kasih tau gak sekarang. sory gua harus ke kantor dulu." jawab Nesa. sedang temen temennya hanya pasrah karena memang dalam kamus persahabatan mereka tak ada yang namanya paksaan membagi masalah. Mereka hanya menunggu sampai si empunya masalah mau menceritakannua sendiri.
Di kantor ruang BK (bimbingan konseling) Nesa sudah berhadapan dengan bu jenni selaku guru BK dan pak Burhan selaku wali kelas Nesa dikelas 3.
"Nesa sebenarnya kamu itu kenapa nak kata bu Jenni kamu tidak fokus dalam kelas?" tanya pak Burhan lembut.
"kamu itu murid yang cerdas dan selalu paham dengan cepat kalau belajar. kamu kebanggaan kelas kita. Tidak biasanya kamu kaya gini ada apa nak?" lanjutnya bertanya.
"Maaf pak, buk saya memang salah saya kurang fokus karena ada sedikit masalah yang mengganggu fikirab saya yang tidak bisa saya ceritakan karena oni masalah pribadi. saya janji kedepannya tidak akan terjadi lagi." jawab Nesa.
"huff baiklah Nesa kalau kamu tidak mau menceritakan pada kami. Ibu harap kedepannya hal ini ridak terulang lagi. walau kamu sudah minta maaf tetap harus terima hukuman. Tidak adil bagi yang lain." tegas bu Jenni di angguki oleh Nesa.
"pergi ke lab komputer dan bersihkan ruangan di sana." titah bu Jenni dan Nesa segera pamit dan bergegas ke ruang yang di maksud.
flash back off
Di rumah Nesa Aisyah sedang duduk di ruang tengah sambil menonton drakor kesukaannya seorang diri. karena Nesa izin keluar dan Rinto katanya masih setengah jam lagi baru sampai dari tempat dia bertemu kliennya yang membutuhkan bukti kecurangan dan skandal dari perusahaan rivalnya.
saat asik menonton tiba tiba saja bel rumah berbunyi.
"iya tunggu sebentar....!" teriaknya agar yang di luar tau orang di dalam sudah dengar dan berhenti memencet bell. saat pintu di buka Aisyah terbelalak kaget karena yanf datang adalah Danu mantan suaminya yang kejam.
"Untuk apa lagi kamu kesini?" tanyanya ketus.
Danu langsung meraih tangan Aisyah tapi langsung di tepis oleh Aisyah.
"Jangan pegang pegang. ingat kamu bukan lagi suami saya." peringatnya.
"Tolong maafkan mas syah mas menyesal sudah percaya kebohongan kedua Ja***g itu. mas mau kita rukun kwmbali demi Nesa." pintanya pada Aisyah membuat Aisyah memicingkan mata tersenyum sinis mengejeknya.
"Demi Nesa huh? Kenapa tidak kemarin sebelum mengenal mereka kamu fikirkan Nesa. Sekarang sudah terlambat. kami baik baik saja tanpa kamu di sini." jawab Aisyah ketus. Danu berusaha memeluk Aisyah dan Aisyah menghindar.
__ADS_1
"Mas mohon maafkan mas. Mas tau kamu masih cintakan sama mas. kamu cuma masih kecewa saja sama mas." pintanya tak peduli.
"Cinta kamu bilang heh. Rasa itu sudah hilang untuk mu saat kamu menolak anak ku dan menganggapnya anak haram jadi jangan harap." tolak Aisyah lagi. Danu langsung mendorong Aisyah masuk kerumah dan membanting pintu di belakangnya. Tanpa ba bi bu dia langsung memeluk dan memaksa mencium bibir Aisyah.
"Kamu gak akan bisa lepas dari mas. Di kehidupan ini kamu hanya bisa jadi milik mas." katanya sambil men***** tubuh aisyah di bawahnya dan berusaha mencium bibirnya.
"Akh... dasar ja***g" umpatnya karena Aisyah menggigit bibirnya hingga berdarah.
"plak" tamparan di layangkan pada pipi Aisyah. Danu merobek baju yang dikenakan Aisyah dan mencium serta menggigit leher dan bahu Aisyah meninggalkan bekas ke merahan.
"tolong.... tol emm emmm. teriakannya terhenti karena bibirnya di bungkam oleh bibir Danu. Aisyah hanya bisa meneteskan air matanya.
"mas Rinto tolong aku mas" batin Aisyah.
"Bugh" tubuh Danu terpental mendapat tendangan dari Rinto.
"mas..." Aisyah tersenyum dalam tangianya berhambur memeluk Rinto. Rinto lantas memakaikan jas pada tubuh Aisyah. Danu bangkit dan memaki.
"Bang*** lo siapa hah ganggu urusan gua" makinya.
"gua calon suami Aisyah" jawab Rinto. Akhirnya oerkelahian tak terelakkan. Awalnya Danu kalah tapi anak buah Danu datang dan mengeroyok Rinto.
"Mas Rinto" teriak Aisyah saat Rinto kena pukul. ke dua tangan Rinto di pegang dan Danu bersiap memukul Rinto tapi tiba tiba
"bugh bak buk bruk" tubuh Danu dan anak buahnya terbaring di lantai mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya. Ternyata Neta datang dan segera menyerang mereka. Masih ada kilat amatah di matanya saat melihat kondisi ibunya dia kembali menyerang mereka dan segera di cegah oleh Aksa. Ya Aksa datang tepat waktu untuk mencegah Nesa menjadi pembunuh. karena kondisi mereka semua sudah sangat mengenaskan jika di serang lagi bisa bisa mereka mati. Nesa mencoba melepaskan cekalan Aksa sontak aksa memeluk tubuh mungil Nesa dan mengelus kepalanya untuk menenangkannya.
"Sudah ya serahin mereka pada pihak yang berwenang jangan sampai kamu yang jadi tersangka pembunuhan kasihan mama kamu." bisik kembut Aksa menenangkan Nesa membuatnya menangis meraung dalam dekapan Aksa. Tak lama polisi dan ambulans datang mengamankan Danu dan anak buahnya dan nembawa Rinto dan Aisyah ke rumah sakit.
Di Rumah sakit
Setelah tenang Nesa mulai bertanya pada Aksa.
__ADS_1
"kakak kok bisa ada di rumah aku tiba tiba sih?" tanyanya. posisi Nesa saat ini ada dalam rangkulan Aksa.
"Aku sengaja menyuruh beberapa orang mengawasi kamu sama mama kamu saat dengar Danu di jamin keluar oleh seseorang yang tidak bisa ku lacak identitasnya. Aku takut Danu menyerang kalian nantinya dan saat anak buah aku melihat danu datang bersama beberapa orang aku bergegas ke sana. Anak buah aku berhasil mencegah beberapa tapi 3 orang termasuk Danu brhasil masuk." jelasnya.