Nesa

Nesa
Liburan 2


__ADS_3

"maaf kak" ujarnya pelan.


Aksa mengusrak pelan puncak kepala nesa tersenyum hangat.


"iya gak papa" jawabnya.


"oh my God, napa gua harus bersandar di bahu kak Aksa malu banget an**r. tapi, tadi tu apa, detak jantung kak Aksa kok kedengeran gak karuan ya? apa jangan-jangan... akh tau ah gak mungkin kak Aksa suka sama aku." batin Nesa. Tak lama yang lain ikut bangun. Aksa sengaja membangunkan nesa lebih dulu untuk menghindari yang lain menggoda mereka.


"Udah sampai ya?" tanya Aisyah.


"iya tante" jawab Aksa.


Ani segera menghunungi Adnan.


"Ad kita dah di depan gerbang nih" serunya.


"oh tunggu sebentar gua suruh orang buka gerbangnya." jawabnya.


Tak lama gerbang terbuka mereka takjub melihat vila di depan mereka yang mewah.


"wah besar banget" seru Mira kagum.


"Dari luar aja mewah apa lagi di dalamnya" seru Irda.


Mobil perlahan masuk dalam pekarangan vila dan terparkir depan vila. Mereka turun sambil mengagumi vila tersebut. Adnan datang tersenyum menyambut kedatangan teman-temannya.


"hai bro lo datang juga" sapa Adnan melambai tangan pada Aksa.

__ADS_1


"yuk masuk" serunya.


Mereka semakin kagum melihat interior vila yang tampak mewah.


"ini gak papa kita tempatin meqah banget soalnya?" tanya nesa.


"iya gak papa kan gua udah ijinin," jawab Adnan tersenyum menatap Nesa.


Aksa yang melihat itu jadi tau Adnan menyukai Nesa dia sedikit tidak nyaman karena Adnan punya kesempatan lebih dekat dengan Nesa. mreka sekelas sampai setahun kedepan bisa saja lebih akrab dan Nesa bisa saja membalas perasaan Adnan. Aksa menggelengkan kepala menepis fikiran itu.


"tidak Nesa hanya akan jadi milikku, jadi calon istri aku kelak tidak akan ada yang bisa merebutnya dari aku" batin Aksa.


"silahkan pilih kamar diatas ada 3 kamar di bawah 4 gua di ata kamar tengah sisanya kalian pilih sendiri." jelas Adnan.


Mira, Irda dan devi satu kamar di kamar bawah ujung kiri. Nesa, Ani dan Aisyah satu kamar di sebelahnya. Aksa disebelah kamar Nesa dan rinto di kamar ujung kanan.


Di kamar mandi nesa senyum senyum sendiri mengingat kejadian di mobil.


"duh kok gua malu-maluin banget sih tidur di bahu kak Aksa?" gumamnya.


"kak Aksa ganteng banget diliat dari deket gua jadi deg degan dibuatnya pas dia pasang seatbel. akh mana gua pake nge blush lagi. ah malu maluin kak Aksa gak liatkan muka gua merah tadi?" gumamnya sambil menutup muka dengan ke dua tangannya.


Di kamar Aksa juga senyum senyum memikirkan Nesa. Ani masuk tanpa mengetuk mengetahui kebiasaan kakak nya yang jarang mengunci pintunya.


"Acie yang lagi kasmaran" ledeknya membuyarkan lamunan Aksa.


"Apaan sih lo dek main masuk aja gak pake ketuk pintu dulu." tegurnya.

__ADS_1


"kak aku liat loh tadi kakak cium puncak kepala nesa." ledeknya.


"blush" pipi Aksa mendadak panas dan memerah.


"ha ha ha ha ha" tawanya pecah melihat wajah malu kakaknya.


"wajah kakak memerah lucu banget. Bisa juga ya kakak malu-malu kayak gitu" ledeknya pada sang kakak Aksa. sedang, yang di ledek berlalu pergi ke kamar mandi sangking malunya.


"eh kak kemana?"


"ke kamar mandi mo mandi dulu dek males ngobleol ma tukang ledek. Awas aja klo kamu ketauan naksir cowok aku juga bakal bales." ancam Aksa.


" ha ha ha... ye dendam nih orang yang lagi malu. acieh ya udah aku juga mau pergi mandi di kamar."


Selesai semuanya mandi dan istirahat sebentar mereka kumpul di halaman belakang bersiap untuk BBQ an. para perempuan menyiapkan bahan dan bumbu. Nesa dan kawan kawan memotong sayur dan daging lalu mencucinya. Aisyah menggiling bumbunya. laki laki menyoapkan alat alat yang di sediakan dan manyalakan api untuk bakar bakar.


"Gimana udah siap apinya? nih bahan dan bumbunya sudah siap." tanya Ani.


"Bawa sini biar om yang bakar saja," tawar Rinto di angguki Ani. Ani dan Irda menyerahkan sayur dan daging pada Rinto untuk di bakar. Tak lama Nesa dan yang lain datang membawa minum dan cemilan serta buah.


" nih minum dulu sama ada buah dan cemilan buat pengganjal kalo udah keburu laper." seru Nesa. yang lain mulai mendekat. Aisyah melihat Rinto sendiri membakar membawakan sirup dan cemilan.


"makan dulu ini mas biar saya bantu bentar bakar bakarnya." tawarnya.


"iya makasih mbak biar saya saja" jawab Rinto.


"gak papa lah selesain dulu minum ma makan ini dulu biar gak lemes. jangan panggil mbak ih mas kan lebih tua dari saya panggil nama aja." tegurnya.

__ADS_1


"ya udah aku panggil adek aja yah" tawar Rinto. aisyah mengangguk mengiyakan.


__ADS_2