Nesa

Nesa
eps 24


__ADS_3

Aksa kemudian tersenyum jahil pada Nesa.


"Tapi, jika kamu bersikeras ingin berterima kasih maka tunjukkan ketulusanmu itu melalui tidakan. Misalnya dengan, ini" goda Aksa sambil menyentuhkan ujung telunjuknya pada bibirnya sendiri dan tersenyum menatap Nesa. Hal itu membuat Nesa menahan napas gugup. Aksa mendekatkan wajahnya pada wajah Nesa mempersempit jarak Antaranya. Hingga bibir mereka sudah sangat dekat karena tak tahu harus berbuat apa membuat Nesa akhirnya memejamkan matanya. Aksa tersenyum melihat reaksi kekasih tercintanya itu. Dia akhirnya mendaratkan bibirnya pada kening kekasihnya itu. Setelahnya dia mengusap pelan pucuk kepala Nesa. Merasakan benda hangat yang kenyal di keningnya Nesa merasa bahagia karena Aksa menghargainya. Dia merasa beruntung memiliki Aksa yang selalu peduli dan mengerti dirinya.


"kak Aksa" Nesa belum menyelesaikan kalimatnya Aksa sudah memotong dengan protesnya.


"Aku rasa panggilanmu itu sudah harus di ganti deh." protesnya membuat Nesa bingung.


"apa yang salah dengan panggilanku?" fikirnya.


"kamu itu sudah bukan sekedar teman adikku saja. Tapi, kamu sekarang kelasihku. Jadi, panggilan kakak tidak cocok bagaimana kalau panggil sayang aja yank?" tanyanya.


"boleh aja sih. Tapi, panggilnya pas kita berdua aja ya?" tawarnya membuat Aksa heran apa bedanya ada orang sama gak ada akan sama ajakan dia tetap kekasih seorang Aksa.


"Emang kenapa yank?"


"yank, sebenernya aku belum mau hubungan kita ini di ketahui banyak orang dulu. setidaknya sampai sekolah aku selesai dan masalahku ini terpecahkan bolehkan?"


"kamu malu yank punya pacar aku?"


"Bukan, bukan begitu malah aku itu merasa sangat beruntung punya pacar seorang Aksa wijaya kusuma."


"Darimana kamu tau nama belakang aku yank dan sejak kapan kamu tau itu?"


"sebenernya, ada satu hal yang pasti kamu belum tau tentang aku yang."


"Apa itu?"


"Apa kamu pernah dengar heackers dan detektif dunia maya miss joe?"


(Aksa lantas mengangguk)


"lalu, apa hubungannya miss joe dengan ini?"

__ADS_1


"Ada karena miss joe itu aku yank."


(Aksa membulatkan mata terkejut)


"kamu miss joe yang banyak menguak kasus skandal dan korupsi itu?"


"ya itu aku. Tapi, selain om Rinto dan ibu tak ada yang tau identitas miss joe dan sekarang kamu yang ke 3 tau."


"Om Rinto juga tau?"


"Ya. Bukan karena dia calon suami mama. Tapi karena om Rinto itu adalah asisten aku yang selalu mewakili aku bertemu klient."


"lalu?"


"Aku penasaran semenjak kejadian papa menyerang rumah. Kenapa orang dengan status biasa aja bisa memerintahkan begitu banyak orang mengawasi aku selalu dan itu dalam waktu yang lama. jadi, aku mulai mencari tahu semua data tentangmu. Kamu gak marah kan yank aku udah lancang mencari tahu identitasmu tanpa izin darimu?"


"Mana mungkin aku bisa marah sama kamu yank. Justru aku takutnya kamu yang marah aku gak jujur soal identitas aku."


"Aku gak marah kok. Aku paham pasti sulit kalau setiap orang tau identitas kamu. Soalnya banyak yang pasti ingin mendekatimu dengan maksud tertentu."


( wajah Nesa memerah di puji)


"Aku khawatir identitas dan masalah aku ini tidaklah mudah. karena dengan kemampuanku ini pun aku sulit menembus info tentang 2 orang yang ku curigai di keluarga itu."


"Kamu mencurigai siapa?"


"sebenarnya tentang orang-orang kakak aku sudah tau keberadaan mereka sejak lama tapi aku gak tau kalau itu kakak yang utus. sedang mereka aku juga sudah cari tau. Mereka berasal dari Wira kurnia jaya dan Daniel kurnia jaya. Bapak dan anak ini aku mau tau sebenarnya siapa yang menyerang dan siapa yang melindungi aku."


"Dan kamu dengan gegabahnya ingin menjadikan tubuhmu sendiri menjadi umpan? jangan ulangi lagi oke?"


"Ada satu hal yang harus kakak lihat." Nesa mengeluarkan hpnya dan memperlihatkan gambar seseorang pada Aksa.


"Apa wajah ini familiar buat kakak juga?" Aksa mengangguk mengiakannya.

__ADS_1


"Dia adalah Daniel yang identitasnya masih di rahasiakan dari publik karena orang tuanya takut banyak yang berusaha mencelakainya. Mengingat status keluarga mereka yang sangat terkenal." jelas Nesa membuat Aksa takjub akan kemampuan menggali info dari kekasihnya ini.


"ya. perusahaan mereka banyak mengakusisi perusahaan lain. Tentunya banyak yang akan dendam pada mereka."


"wajah ini lebih mirip dengan papamu." seru Aksa kaget.


"Dan perlu kakak tau yang menjamin kebebasan papa adalah Daniel ini."


"wajah kamu mirip istri dari wira dan Daniel mirip dengan Om Danu. jangan jangan kalian tertukar."


"Itu juga yang jadi fikiran aku tapi aku harap itu hanya dugaan tak benar."


"Tapi kalau memang benar begitu berarti kalian sengaja di tukar soalnya jenis kelaminnyakan beda."


"ya kalau memang benar begitu kenyataannya berarti itu adalah alasan tertukarnya kami."


"kalau begitu besar kemungkinan yang berusaha mencelakaimu adalah Daniel."


"Ya itu juga dugaan aku."


Nesa tak sengaja melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan Aksa.


"Ya ampun yank udah sore. mama pasti cemas nyariin aku."


"Ya udah aku antar oke biar motor kamu di bawa anak buahku. kamu gak niat rahasiain ini sama mama kamu jugakan?"


"Tidak kok. Aku sama mama itu selalu terbuka meski itu hal pribadi kami masing masing."


"ya udah ayo aku antar pulang. Aku juga mau minta izin langsung sama mama kamu."


"Ye.. yang ada tuh izin dulu baru jadian ini mah bukan izin tapi ngasih tau doang sayangku."


"ha ha ha iya kamu benar urutannya muter rupanya."

__ADS_1


"ya udah ayo nanti tambah telat pulangnya."


__ADS_2