Nesa

Nesa
sah


__ADS_3

Setelah makan siang bersama mereka duduk santai di ruan Tv.


"eh kak kebaya sama baju yang dari butik kak Astrid udah nyampe tadi."


"ya udah buka terus kasih mama biar di coba kan kalo gak cocok ukurannya masih sempat di rombak. masih 4 hari ini sebelum hari H." jelas Aksa.


"ngebahas apa sih kok mama di sebut sebut?" tanya Aisyah yang baru muncul dari dapur membawa minuman dan camilan buat teman ngobrol.


"Ada deh bentar juga tau." jawab Nesa berlalu ke kamarnya.


Neta keluar dari kamarnya membawa 3 paper bag di tangannya.


"apa itu sayang?" Aisyah


"Nih ma buat mama. liat aja sendiri." Nesa


Aisyah membuka paper bag dan mengeluarkan isinya


"surprise... mama suka?" tanya Nesa saat Aisyah mengangkat kebayanya.


"cantik banget nak." puji Aisyah


"untuk mama pakai hari H nanti. Dari kami berdua sebagai hadiah." jelas Aksa.


"makasih nak." jawab Aisyah tersenyum bahagia.


"Nah ini...


"ting tong ting tong" suara bel tiba tiba menghentikan kalimat Nesa. Nesa segera bangun dari duduknya dan pergi membuka pintu.


Ternyata ke 3 sahabatnya minus Devi yang datang.


"eh elu bertiga toh yuk masuk."


"Assalamu alaikum tante!"


"Assalamu alaikum ma." salam mereka kompak lalu satu persatu mencium punggung tangan Aisyah.


"lu yah tadi gua bukain pintu gak di ucapin salam nah udah di dalem rumah malah salam." protes Nesa.


"khilaf sorry." Mira

__ADS_1


"eh kebaya buat akad ya ma? cantik banget." seru Ani antusias


"iya kado dari tuh pasangan." jawab Aisya sambil menunjuk Nesa dan Aksa.


"Wah nyari kado gak ngajak ngajak." protes Ani


"sekalian kencan kita. masa kencan bawa ekor sih." jawab Aksa


"itu apaan?" Ani


"Baju couple kita dong." Aksa


"Aku mana?" Ani


"Nanti ke butik milik kak Astrid aja sekalian sama temenmu minta seragam kembar aja." jawab Aksa


"Di bayarin nih ceritanya?" Mira


"Iya dong kan kak Aksa yang nyuruh" Ani


"yeah" Mira dan Irda.


"gak usah liat biar jadi kejutan aja." Aksa


"ih pelit" Ani


"biar" Aksa


"Sebel ih" Ani


4 Hari Kemudian


Setelah lama di tunggu tunggu akhirnya hari pernikahan sudah tiba. Aisyah tampakcantik dan anggun menggunakan kebaya hadiah Aksa dan Nesa.


"Gugup ya ma?" tanya Nesa melihat mamanya sedikit gelisah.


"Tenang semua akan baik baik saja." sambungnya menenangkan.


"mama cuma takut papamu datang merusuh." jawab Aisyah karena sebelum ini Danu sudah beberapa kali datang ingin menemui dirinya tapi selalu berhasil di halau oleh orang suruhan Aksa yang selalu stay di tempat Aisyah untuk melindungi Aisyah terutama saat Nesa tak ada di rumah.


"Tenang ma kak Aksa udah memperketat penjagaan," jelas Nesa membuat Aisyah sedikit legah.

__ADS_1


Rinto sudah tiba di tempat yang di sediakan untuk Akad nikah. Dia tampak gagah menggunakan kemeja warna cream dan dilapis jas hitam.


penghulu sudah tiba kini saatnya Aisyah keluar kamarnya. Saat Aiayah keluar semua mata menatap kagum padanya terutama calon pengantinnya. Bagaimana tidak dia tampak lebih cantik dengan riasan simple dan kebaya yang terlihat serasi dan seolah di buat memang khusus untuknya.



ini ilustrasi gambar kebaya yang di kenakan Aisyah


Aisyah di dampingi Nesa yang tak kalah mempesonanya dengan Aisyah. setelah Aisyah duduk di sebelah Rinto, Nesa segera kebelakang duduk di samping Aksa yang menggunakan baju senada dengan Nesa. Mereka tampak serasi berdua.



ini baju couple Nesa dan Aksa


Setelah semua siap pak penghulu memulai proses akadnya.


"apakah Nak Rinto bersedia dan ikhlas ingin menikahi nak Aisyah?" tanya pak penghulu dan Rinto menjawab dengan tegas


"saya bersedia."


"apakah Nak Aisyah bersedia dan ikhlas ingin menikah dengan nak Rinto?" tanyanya lagi pada Aisyah.


"saya bersedia."


"Bimillahhirrohmanirrohim."


"Rinto bin kodir saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan aisyah binti mustafa dengan mas kawin emas seberat 15 gram dan uang tunai 12 ringgit dan 2019 dollar dibayar tuunai."


"saya terima nikah dan kawinnya Aisyah binti mustafa dengan mas kawin tersebut tunai." Rinti menjawab dalam 1 tarikan nafas.


"Bagaimana saksi, sah?"


"sah"


"alhamdulillah"


Aisyah lalu mencium punggung tangan Rinto dan Rinto mencium kening Aisyah. Nesa menangis haru melihat itu.


"akhirnya mama mendapatkan kebahagiaannya. semoga kebahagiaan mama bertahan hingga akhir. Aamiin" batin Nesa.


Aksa yang melihat Nesa menangis memegang tangan kekasihnya meyakinkan semua akan baik baik saja.

__ADS_1


__ADS_2