
setelah kepergian Danu dan Wanti, Nesa mengobati pipi mamanya yang bengkak dan ada sedikit berdarah di sudut bibirnya.Nesa mengmpres dan mengoles salep pada pipi Aisyah. Nesa ikut meringis tatkala aisyah sedikit mendesis saat dikompres.
"ma jangan khawatir Nesa bakal buat semua orang yang pernah nyakitin mama menderita, mereka akan merasa menyesal telah hidup di dunia ini. aku janji sama mama hanya ada kebahagiaan di hidup mama kedepannya batin Nesa.
setelah selesai mengobati luka Aisyah, Nesa mulai bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
"ma gimana ceritanya kok Danu bisa memukul mama sampai begini?" tanyanya. Pasalnya selama ini Danu hanya sering mengabaikan mereka tak pernah berusaha main tangan. Karena itu Nesa bertanya.
"sayang jangan seperti itu biar gimana juga dia itu papa kamu. kamu jangan panggil nama kayak gitu gak sopan kedengerannya." tegur Aisyah.
"iya iya mamaku sayang, kok papa bisa main tangan sama mama?" pasrah nesa.
Aisyah mulai menceritakan semua dari awal dimana Wanti menelepon, tentang kejadian di hotel xxx, tentang kebohongan Wanti semua kejadian sampai Nesa sampai di sana. Nesa mengepalkan tinju matanya memancarkan kilat kebencian.
"ya udah mama istirahat di kamar ya biar Nesa bantu," tawar nesa di angguki oleh Aisyah.
Setelah membantu Aisyah kekamar Nesa kedapur mengambil makanan buat Aisyah karena dia tau mamanya pasti belum makan. Karena udah kebiasaan Aisyah menunggunya pulang makan siang bareng. setelah membantu menyuapi mamanya Nesa masuk kekamarnya dan mulai mengaktifkan komputernya. Tidak ada yang tau selai rinto tangan kanannya kalau Nesa adalah jenius komputer. Rinto adalah gelandangan yang di tolong Nesa saat di keroyok massa dikira mencuri. Setelah menyelamatkan Rinto mereka kenalan dan Rinto mulai menxeritakan kisahnya. Dia adalah seorang pengawal sekaligus asisten pribadi bosnya namun karena fitnah dia di pecat dan semua jalan usahanya di blokir. Akhirnya dia jadi gembel. Setelahnya Nesa membantu menyelidiki masalahnya dan ternyata itu ulah rekan kerja yang iri padanya. Setelah terbukti tak bersalah bosnya memintanya kembali bekerja. Namun dia tolak dia lebih memilih jadi asisten Nesa sebagai tanda terimakasih.
"tapi om Nesa gak bisa gaji om sebesar di perusahaan tempat om kerja. Nesa cuma hecker gak punya kantor." jelas Nesa.
"gak apa nak om bakal bantu apapun yang om bisa untuk ungkapan terimakasih," ujarnya.
"gimana kalau kita gunakan rumah om sebagai kantormu?" tawar Rinto. Karena sebenarnya Rinto punya rumah tapi sekalu di teror sama orang bosnya dulu dia jadi meninggalkan rumahnya.
"om bantu kamu soal data-data yang kamu butuhkan gak masalah tentang gaji itu soal gampang. Om masih bisa ambil kerjaan sampingan."
"terserah om aja deh." pasrah Nesa. semenjak itu mereka bekerja sama. Nesa banyak job bahkan bukan hanya hecker mereka jadi semacam detektif untuk membongkar skandal dan kecurangan di kalangan para pengusaha. Nesa gak pernah tampil di muka umum walau dia adalah otak dari kerjaan itu.
Dari kerjaan itu Nesa mencukupi kebutuhannya sehari-hari dan sekolah dia tidak pernah meminta uang orang tuanya. Alasan dia part time di perpus jadi punya uang jajan sendiri. mamanya sih ngelarang cuma xia bilang mau belajar mandiri dan bisa sekalian belajar di sana. Bahkan tabungan Nesa lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhannya dan mamanya kedepan.
"om coba cek cctv di hotel xxx mulai dari halaman sampai ke depan kamar no xxx dari pagi sampai sekarang. Cari gambar orang -orang ini. itu pesan yang di kirim beserta foto Wanti dan Risti ibunya. karena dia yakin ini pasti ulah wanita itu.
"siap laksanakan" setelah itu Nesa mulai mencari semua bukti buat ngancurin hidup nereka ber 3. mulai dari hp masing-maaing mereka dia heck semua pesan gambar dan video yang ada termasuk rekam pembicaraan yang pernah berlangsung dari hp tersebut. Di situ terbukti kalau pria di kamar hotel adalah sugar daddynya Wanti yang mau bantu dia di bayar dengan pelayanan di atas kasur. Ada juga bukti perselingkuhan Risti dengan beberapa orang kaya tua. bahkan banyak fotonya bertelanjang dengan beberapa pria berbeda. Mungkin di pakai buat morotin uang mereka. Ada juga bukti kecurangan Danu di perusahaan tempat dia kerja. Ternyata Danu menjual info ke perusahaan lawan. Ada vidio syur dari Wanti maupun Risti.
"ternyata mereka ja***g yang menggunakan tubuh untuk dapat uang. Tidak hanya menjual tubuh meraka juga memeras uang dengan video dan foto absurd mereka. cih" ujarnya berdecih jijik melihat kelakuan ibu anak itu. Tak lama Rinto menelepon kalau semua yang di butuhkan telah siap. Dia bergegas keluar di periksanya kamar mamanya dan ternyata telah tertidu lelap. di tulis pesan tempel di pintu kulkas.
"ma aku keluar dulu sebentar ada tugas sekolah yang harus aku selesaikan di perpus." bohongnya.
__ADS_1
Di rumah Rinto
"bagaimana om udah semua? tanya nesa.
"udah semua ada dalam situ. membuka file komputer yang menyimpan gambar dan video kejadian di hotel xxx ternyata benar Risti di sana sebelumnya bahkan Wanti datang bersama pria itu sambil berangkulan. setelah dari rumah nesa ternyata Wanti juga kembali kesana masuk ke kamar itu yang masih ada pria itu.
"cih menjijikkan" seru nesa.
"om atur semua masukkan di internet termasuk bukti yang ada di flasdisk ini. oya dan kirim bukti kecurangan papaku di dalamnya ke perusahaannya!" perintahnya.
"baik jangan khawatir akan om lakukan. kamu sebaiknya pulang saja kerumah kasian mama kamu pasti butuh kamu. tinggal tunggu kabar dari om," saran Rinto.
"baik om, oh iya gunakan langkah dan kode ini supaya post yg om buat tidak bisa di hapus dan jangan sampai terlacak tidak baik kalo bos-bos mesum itu tau tentang kita,"
peringatan darinya di angguki oleh Rinto.
Setelah itu Nesa pulang ke rumah.
Di rumah Nesa
"assalammu alaikum...!" salam nesa tak terbalas.
Dengan hati-hati Nesa membuka pintu kamar, ternyata mamanya udah bangun dan tidak di kamar.
"mama kemana?" gumamnya lagi.
"ma.... mama...!" seru Nesa.
"iya nak mama di dapur sini" saut Aisyah.
"oh di dapur toh" gumamanya sambil menghela nafas lega.
Sesampainya di dapur nesa langsung memeluk mamanya dari belakang.
"masak apa ma kok harum banget?" tanyanya.
"ini makanan kesukaan kamu udang asam mani," jawbnya.
__ADS_1
"mama emang paling the best deh" seru nesa ceria.
"ya udah gih mandi ganti baju udah bau kecut" ledek Aisyah sambil menutup hidungnya. Nesa sontak membaui ketiaknya.
"ih mama gak bau ah harum malah" sungut Nesa cemberut.
"ha ha ha hha" tawa aisyah pecah.
"iya iya anak mama emang selalu wangi. tapi tetep harus mandi sana buruan ini sudah beres semua nih" kata Aisyah.
Selesai makan mereka sempat berbincang-bincang tentang rencana mereka kedepan dalam menghadapi perubahan dalam hidup mereka setalah kejadian itu.
"Nes kayaknya mama gak bisa berhenti dari kerjaan mama dulu deh," ujar Aisyah.
"loh kenapa ma?" tanya nesa.
"kan kamu tau papa udah pasti gak bakal kasih kita uang bulanan, jadi mama harus tetap cari uang untuk kelangsungan kita," jelas mamanya.
"kalo itu mama gak usah khawatir. sebenernya selama ini nesa ada kerjaan yang lumayan kalau hanya untuk kita berdua," terang nesa. Aisyah mengernyit heran.
"kamu kerja nak kerja apaan kalo cuma jaga perpus mana cukup kita nak," protes Aisyah.
"bukan ma nih tabungan Nesa," Aisyah terbelalak melihat saldo rek anaknya.
"massya Allah nak banyak amat!" serunya kaget.
"kamu kerja apaan sih nak jangan bikin mama khawatir deh!" lanjutnya.
"halal kok ma gak ganggu sekolah nesa juga soalnya jam kerjanya fleksible. ini berhubungan sama komputer. Nesa bantuin beberapa orang mendapat info dengan mengheck komputer dan hp yah semacam itulah dan nesa dapet bayaran" jelasnya.
"tapi mama gak mau cuma bergantung sama kamu nak." kata Aisyah sendu.
"gini aja deh ma itu uang mama pake modal usaha yang mama kuasain dan gak bikin mama terlalu capek gimana?" tawar nesa.
"oh iya mama jualan kue secara online aja ya nak kan mama tetep di rumah lagian mama hobinya masak" tanya Aiayah.
"ya udah terserah mama aja yang penting mama jangan terlalu maksain diri ada Nesa yang bisa bantu mama," terang nesa.
__ADS_1
Aisyah menangis haru mendengar perkataan putrinya yang amat menyayanginya.