
"Luna ada apa?." Anna mendengar teriakan Luna tadi dan ia langsung masuk setelah Mo Yang pergi.
"Xu Mo Yang! dia sangat menyebalkan Anna, aku ingin pulangggg huaaa." Rengek Luna kepada Anna.
"Luna tenang lah ... hhh." Jawab Anna lalu menghela nafas
"Ah iya tadi kalian." Kata Anna sambil memainkan jari nya.
"Ish kamu ini.. husshh jangan berfikiran negatif hm.. tadi .. tadi .. itu hanya sebuah kecelakaan." kata Luna sambil tersipu malu.
"Wuu Luna.." Kata Anna menggoda Luna.
"Anna kamu!.. ish sudah la sudah la, ah iya aku mengakui memang Mo Yang sangat tampan hehe." Kata Luna sambil cengengesan.
Disaat Luna dan Anna sedang asik berbicara tiba-tiba Fumo masuk.
"Tuan Putri." Kata Fumo sambil membungkuk.
"Hm ya? Ada apaa?." Tanya Luna.
"Ini sudah waktu nya untuk menghadap kepada Kaisar."Jawab Fumo.
"Hm baiklah aku akan bersiap." Kata Luna.
"Baiklah." Kata Fumo ia membungkuk memberi salam dan langsung pergi.
"Ahh.. ribet sekali." Grutu Luna.
"Luna ayo bersiap, ah iya ingat ya di depan kaisar bersikaplah sopan." Anna memberi peringatan kepada Luna.
"Oke👌, aman itu kamu tenang aja aku juga bisa menempatkan diri ku." Kata Luna.
"Baiklah." Sahut Anna.
Setelah itu mereka ber dua langsung menuju Istana untuk menghadap kepada Kaisar.
Sesampai nya disana Mo Yang telah menunggu di depan pintu Istana untuk menunggu Luna.
"Nona masuk lah bersama Pangeran aku akan menunggu di sini." Kata Anna kepada Luna.
"Baiklah." Jawab Luna setelah itu Luna mendekekati Mo Yang.
"Tunggu apa lagi? Ayo masuk." Ajak Luna kepada Mo Yang.
"Tunggu sebentar." Cegat Mo Yang.
"Apa?." Tanya Luna.
"Dengar di dalam bersikaplah wajar dan memberi hormat, kamu sekarang adalah seorang permaisuri." Jawab Mo Yang.
"Hm.. oke-oke tenang aja." Jawab Luna dengan enteng.
"Oke?, Apa itu?." Tanya Mo Yang.
"Ah oke itu artinya.. baik lah kalian kuno sekali ah iya ini kan Zaman dahulu." Jawab Luna.
__ADS_1
Setelah itu mereka bergandengan dan memasuki Istana.
Setelah sampai di sana mereka langsung membungkuk untuk memberi hormat dan salam.
"Kami memberi salam kepada yang mulia Kaisar." Kata Luna dan Mo Yang secara bersamaan.
"Bangun lah kalian bangun lah." Titah Kaisar kepada mereka berdua.
"Terimakasih yang Mulia." Jawab mereka berdua secara bersamaan sambil membungkuk.
"Selamat atas pernikahan kalian berdua, aku berharap pernikahan kalian akan sejahtera dan damai." Kata Kaisar.
"Terimakasih yang Mulia." Jawab mereka bersama lagi sambil membungkuk lagi.
"Mo Yang, setelah pernikahan ini aku sudah bisa sedikit tenang. Aku sudah tua aku berharap aku bisa segera menimang cucuk hahaha." Perkataan Kaisar tersebut membuat ke dua nya terkejut terutama Luna, ia melirik Mo Yang.
"Kami pun berharap seperti itu ayah." Kata Mo Yang menjawab perkataan Kaisar.
Jelas saja perkataan tersebut membuat Luna terkejut Luna dan langsung menatap tajam Mo Yang.
"Hahaha, Luna sekarang kamu adalah anakku juga, jika Mo Yang melakukan mu dengan tidak baik lapor lah langsung kepada ku." Kata Kaisar kepada Luna.
"Baik yang Mulia terimakasih banyak." Jawab Luna sambil membungkuk.
"Juga Mo Yang, aku sudah memerintah negri ini selama 35 tahun aku rasa ini sudah waktu nya kamu melanjutkan ini." Jelas kata kata Kaisar mengejutkan semua orang disana.
"(..Mo Yang akan menjadi kaisar secepat ini?..)" Tanya Luna di dalam hati.
"Maaf Ayah apakah ini tidak terlalu cepat?." Tanya Mo Yang kepada Kaisar.
"Hahaha, Luna kamu bisa saja hh..." Kata kaisar kepada Luna dan menghela nafas.
"Umur ku akan menginjak 55 tahun di tahun ini, juga aku naik tahta sebagai kaisar menggantikan kakek mu dari umur ku 20 tahun. Aku sama seperti mu baru saja menikah dengan mendiang Ibumu aku langsung Naik tahta." Kata Kaisar kepada Mo Yang dan di dengar oleh semua orang yang berada disana.
"(..Jadi Ibu Mo Yang udah engga ada?..)" Tanya Luna dalam hati nya.
"Baiklah aku mengerti." Jawab Mo Yang.
"Aku akan mengatur pertemuan kembali nanti untuk menyelesaikan ini. Untuk sekarang kalian beristirahat lah besok kalian kan akan kembali ke kediaman Yang." Kata Kaisar.
"Mo Yang ingat kamu harus memperlakukan Istrimu dengan baik ia adalah Permaisuri dan Ratu dimasa depan." Kata Kaisar lagi kepada Mo Yang.
"Baik ayah, tenang saja." Jawab Mo Yang.
Setelah itu mereka memberi salam dan langsung kembali ke kamar mereka.
Kamar mereka berada di halaman belakang istana disitu emang adalah kamar Mo Yang.
Jika tidak tinggal di kediaman Yang, Mo Yang tinggal di istana.
Di perjalanan menuju sana Mo Yang dan Fumo berjalan duluan sedangkan Luna dan Anna berjalan di belakang mereka.
"Anna hari ini aku lelah sekali." Kata Luna kepada Anna.
"Sabar Lah Luna, setelah ini kamu akan istirahat." Kata Anna menenangkan Luna.
__ADS_1
"Tapi aku sudah tidak kuat huaaa... baju nya berat sekali." Kata Luna, ia tiba tiba langsung berheti berjalan dan langsung berjongkok.
"Luna ayok bangun lah jangan seperti ini sebentar lagi akan sampai." Kata Anna kepada Luna.
"Tapi Anna aku sudah tidak kuat lagi mengangkat berjalan memakai baju ini juga mengangkat riasan kepala ini, sungguh sangat berattt." Kata Luna.
Fumo melihat kelakuan Luna.
"Pangeran lihatlah kebelakang."Kata Fumo kepada Mo Yang.
"Seperti nya ia kelelahan." Kata Fumo lagi.
"Menyusahkan sekali." Kata Mo Yang.
"Anna aku sudah tidak ku-AAAAAKK." Luna terkejut karena Mo Yang secara tiba tiba menggendong nya.
"Mo Yang apa apaan ini? Cepat turunin aku mau turun!." Grutu Luna kesal.
"Sudah diam lah." Setelah itu Mo Yang membawa Luna ke kamar nya.
Ia menggendong Luna sampai kamar, karena ia tau Luna kelelahan.
"Istirahatlah jangan banyak bertingkah." Kata Mo Yang, ia menurunkan Luna di kasur.
Setelah itu Mo Yang akan pergi lagi tetapi.
"Eh tunggu.. kamu mau kemana?." Tanya Luna dan Mo Yang berbalik menghadap Luna lagi.
"Aku akan keluar, kenapa? Kamu ingin aku disini menemani mu? Atau.. Kamu ingin cepat cepat bermalam pengantin dengan ku?." Tanya Mo Yang ia semakin mendekatkan kepala nya kepada Luna dan mengeluarkan Smirk nya.
Luna yang dapat perlakuan seperti itu jelas dia tekejut ia memandangi wajah Mo Yang dengan detail, di saat Mo Yang memajukan mukanya kepada Luna.
"Eh.. Engga engga, percaya diri sekali aku hanya bertanya." Luna tersadar ia langsung memalingkan wajahnya.
Muka Luna sekarang sangat merah, ia tersipu malu. Luna beberapa kali berkata jujur bukan bahwa Mo Yang sangat lah tampan!.
Mo Yang pun berdiri tegak dan mengeluarkan Smirknya.
"Beristirahat lah, besok kita akan kembali ke kediaman ku." Setelah berkata seperti itu ia langsung pergi meninggalkan Luna sendiri.
"Ah.. Aku tidak mau Munafik tapi."
"Tapi dia Tampan sekali, dia seperti Oppa-oppa. Apakah aku harusnya senang? aku mempunyai suami seorang calon Kaisar yang sangat tampan dan juga kaya. Bukan kah ini adalah impianku dari kecil?." Tanya Luna kepada dirinya sendiri.
.......
.......
.......
.......
.......
...TO BE CONTINUED....
__ADS_1
...LIKE NYA JANGAN LUPA YA😉👌....