Nikah Paksa Pangeran!

Nikah Paksa Pangeran!
*25*


__ADS_3

"Cemburu kepada adikku? apa maksudmu." Tanya Mo Yang.


"Sikap mu berubah tadi semenjak Li Rui menghampiri kita tadi." Jawab Luna.


"Kamu terlalu banyak berfikir Luna, keluarlah." Usir Mo Yang, yang sudah ke 4 kalinya.


"Aku tidak mau!." Luna langsung berlari menuju kasur Mo Yang dan duduk disana.


"Kamu!." Mo Yang kesal dengan tingkah laku Luna.


"Haish, kamu kuno sekali. Aku tidak ada teman disini, hanya ada kamu jadi biarkanlah aku disini untuk sementara." setelah berkata seperti itu Luna tidur terlentang di kasur Mo Yang.


"Tan Luna jagalah sikap mu, ini adalah kamar ku." Tegur Mo Yang.


"Kenapa? aku hanya tidur seperti ini saja lagian kamu adalah suamiku." Kata Luna sambil berguling-guling di atas tempat tidur Mo Yang karena dia merasa nyaman.


Karena Mo Yang tidak ingin melanjutkan perdebatannya dengan Luna jadi dia membiarkan Luna berguling-guling di kasurnya lalu dia duduk sambil meminum tehnya dan membaca buku.


...~~...


Di sisi Anna.


Anna dia mencari tahu informasi tentang orang yang bisa meramal atau dukun itu seperti yang di instruksikan Luna.


Ketika sedang mencari informasi tersebut di tempat luar kediaman tiba-tiba dia di kejutakn oleh Fumo.


"Anna." Pangill Fumo.


"Untuk apa kamu disini?." Tanya Anna.


"Aku hanya sedang berjalan-jalan dan kamu?." Tanya Fumo balik.


"Aku sedang sibuk, bukan urusanmu ini." Jawab Anna setelah itu dia pergi dari tempat tersebut.


Fumo mengikuti Anna sampai Anna merasa risih kepada Fumo.


"Apa yang kamu mau? mengapa kami mengikuti ku terus?." Tanya Anna yang sedikit kesal.


"Aku hanya menemani mu." Jawab Fumo dengan enteng.


"Maksud mu?." Tanya Anna.


"Kamu sedang mencari orang yang bisa meramal kan? ikuti aku." Kata Fumo lalu dia pergi.


"Tunggu sebentar, apa maksudmu kamu tahu darimana?." Anna kebingungan darimana Fumo tau bahwa dia sedang mencari peramal?.


"Jelas aku tahu sedari tadi aku mengikutimu, cepatlah ikuti aku." Kata Fumo.


Anna dengan terpaksa mengikuti Fumo, karena dia tidak juga menemukan peramal yang diminta oleh Luna.


"Mengapa kamu membantuku?." Tanya Anna.


"Aku hanya kasihan kepadamu." Kata Fumo.

__ADS_1


"Terimakasih untuk bantuannya." Anna berterimakasih kepada Fumo.


"Sama-sama, ah iya kamu mencari orang seperti ini untuk apa?." Tanya Fumo kepada Anna.


"Nonaku yang memintanya selebihnya aku tidak tahu." Jawab Anna.


"Apakah ini penting sekali?." Tanya Fumo lagi.


"Ya , bisa dibalang seperti itu dimana tempatnya?." Mereka sekarang sudah berjalan sekita 10 menitan.


"Ini tempatnya." Akhirnya Fumo dan Anna sampai di tempat peramal itu.


Tempat itu berada di ujung kota dan terlihat biasa saja dan sangat sepi. Anna pun masuk ketempat itu ditemani oleh Fumo.


"Apakah kamu membutuhkan sesuatu?." Tanya seorang bapak-bapak


"Halo, aku Anna apakah kamu seorang peramal?." Tanya Anna.


"Apa yang kamu butuhkan nona?." Tanya peramal tersebut.


"Nonaku ingin meminta bantuan mu, bisakah kamu datang kekediaman Yang?." Tanya Anna.


"Lebih baik jika nonamu itu datang langsung kesini." Jawab peramal itu.


"Baiklah aku akan datang kesini 2-3 hari lagi terimaksih banyak." Kata Anna dan setelah itu Fumo dan Anna pun pergi dari tempat itu.


"Kediaman Yang bukankah itu kediaman pangeran?."


"Sepertinya aku akan mendapatkan banyak untung haha." Kata sang peramal itu.


"Anna dia terlihat sangat mencurigakan." Kata Fumo.


"Bukankah kamu yang merekomendasikannya?, mengapa kamu berbicara seperti itu?." Tanya Anna.


"Aku merekomendasikanya karena memang hanya dialah yang aku tahu, dan emang untuk apa itu? sepertinya sangat penting sekali." Tanya Fumo balik.


"Sudah ku bikang ini untuk non-AAAAAAKKKK.... eh." Disaat Anna berbicara dia menunduk kebawah jadi dai tidak melihat kearah depan.


Didepan Anna tiba-tiba ada orang yang berlari sehingga menyerempet Anna sampai kehikabgan keseimbangan, untungu sekali disitu ada Fumo jadi dia menamgkap Anna agar tidak jatuh ketanah.


Mereka saling bertatap-tapan tetapi setelah itu mereka pun tersadar.


"Te-terimakasih banyak." Kata Anna dengan canggung dan terbata-bata.


"Sama-sama perhatikanlah jalanmu." Kata Fumo kepada Anna setelah itu mereka pun pulang dan diperjalanan tidak ada yang berbicara diantara mereka berdua.


...~~...


Tidak terasa buku yang di baca Mo Yang sudah selesai, setelah itu dia beranjak berdiri untuk keluar kamar. Akan tetapi dia menyadari sesuatu, dia sadar bahwa Luna sekatang tertidur dikasurnya.


Mo Yang menghampiri Luna dan dia duduk disebelah Luna, Luna tidur sambil terlentang Mo Yang melihat hal itu dia tersenyum kecil karena itu lucu menurutnya.


Mo Yang mendekatkan wajahnya kepada Luna dan berkata.

__ADS_1


"Kamu sangat tenang jika tertidur." Setelah berkata itu dia tersenyum kecil.


Disaat Mo Yang diposisi yang sangat dekat dengan Luna itu tiba-tiba Luna memeluk Mo Yang dan menariknya sehingga bibir mereka menjadi bersentuhan, Mo Yang sangat terkejut akan hal itu.


Luna yang sedang tidur dia tidak sadar melakukan itu kelada Mo Yang, disaat itupun juga Luna merasakan sesuatu berada dibibirnya. Luna pun membuka matanya dan betapa terkejutnya dia disaat membuka matanya.


dia sedang mencium Mo Yang dan setelah tersadar dia langsung mendorong Mo Yang menjauh darinya dan langsung berteriak.


"XU MO YANG APA-APAAN KAMU?!." Teriak Luna.


"Kamu yang menciumku terlebih dahulu untuk apa kamu yang berteriak?." Tanya Mo Yang kepada Luna, karena memang benar Mo Yang adalah korban dan mengapa sang oelaku ysng berteriak?.


"Aku?, aku menciummu terlebih dahulu?." Tanya Luna balik.


"Tidurmu terlalu nyenyak Permaisuri." Kata Mo Yang dan langsung berdiri.


"Hehe iyaya?, kalu begitu maaf ya, maaf kan aku 🥺." Luna memasang pupy eyes keoada Mo Yang agar Mo Yang memaafkannya.


"Perhatikanlah sikapmu kedepannya." Setelah berkata seperti itu Mo Yang langsung pergi meninggalkan Luna.


"Kamu mau kemana?." Tanya Luna.


"Bukan urusanmu." Setelah itu Mo Yang pergi meninggalkan Luna.


"TUNGGU AKU!." Luna mengejar Mo Yang.


...~~...


"Mo Yang tunggu lah aku." Panggil Luna kepada Mo Yang, yangs ekarang berada didepannya.


Sekarang mereka berada ditaman, Luna mengikuti Mo Yang pergi karena dia merasa tidak punya teman dan merasa gabut.


"Pangeran, Permaisuri." Anna dan Fumo baru saja tiba dikediaman dan memberi hormat kepada mereka berdua.


"Xu Mo Yang jalan mu cepat sekali, Anna kamu sudah pulang bagaimana kamu menemukannya?." Tanya Luna dengan sangat bersemangat.


Anna yang mendengar pertanyaan Luna itu dia hanya diam saja dan menunduk. Luna mengerti bahsa tubuh Anna, dia tidak berani menjawab karena ada Mo Yang disana.


"Ah, Anna tubuhku sangat gatal dan ini juga sudah menjelang sore aku ingin mandi. Ayo siapkan air hangat untukku." Kata Luna yang mengalihkan pembicaraannya.


"Baiklah nona, pangeran aku permisi." Anna memberi hormat dan langsung pergi.


"Aku akan mandi jadi, sampai jumpa pangeran bye-bye hihi." Setelah itu Luna langsung menyusul Anna.


Mo Yang melihat kelakuan Luna tadi hanya tersenyun kecil.


"Jadi bagaimana?." Tanya Mo Yang kepada Fumo.


"Sudah dipastikan peramal itu untuk Permaisuri tetapi detailnya aku tidak di beritahu."


"Mereka berdua akan kesana dalam waktu 2-3 hari lagi." Lapor Fumo krpada Mo Yang.


"Ikutilah terus mereka dan laporkan kepadaku, juga untuk masalah ibuku." Kata Mo Yang kepada Fumo.

__ADS_1


"Baiklah yang mulia." Jawab Fumo.


__ADS_2