Nikah Paksa Pangeran!

Nikah Paksa Pangeran!
*1*


__ADS_3

Pada suatu hari yang cerah ada seorang mahasiswi berumur 20 tahun.


Bisa di bilang ia merupakan tulang punggung


keluarga. Bernama An Luna, ia adalah gadis yang sangat periang dan penuh semangat.


Tetapi sekarang ia sedang kesusahan uang untuk membayar kuliahnya karena ayahnya sakit, jadi gaji paruh waktu nya di berikan semuanya kepada keluarganya untuk membayar pengobatan ayahnya.


"Bagaimana ini?,kalau begini aku tidak bisa ujian." Luna sangat gelisah sekali.


Disaat Luna sedang gelisah, datanglah teman dekat Luna yang sangat baik sekali kepada nya bernama Jinna.


"Luna?kamu kenapa?."


"Hai Jinna, ini๐Ÿคง." Luna memberikan kertas yang sedang di pegang olehnya.


"Ah ini, bukannya kamu baru gajian 2 minggu yang lalu?." Tanya jinna.


"Jinna ayah ku sakit, aku mengirimkan semuanya pada minggu lalu kepada orang tuaku" kata luna.


"Ah yasudah kamu pakai saja uang ku dulu." Kata Jinna kepada Luna.


"Ah jinna?benarkah? Ah tidak-tidak" Luna sangat tidak enak sekali kepada Jinna.


"Tidak Luna kamu tenang saja, aku tidak ingin kamu tidak mengikuti ujian." Jinna sangat tidak tega melihat Luna.


"Jinna benarkah? Makasih banyak Jinna." Luna menangis sambil memeluk Jinna.


"Ah kamu tenang saja luna, aku tidak apa-apa malah aku sangat senang bisa bantu kamu." Kata Jinna.


"Kamu memang sahabat terbaik ku Jinna." Luna sangat terharu.


"Hehe tenang aja, yauda kalau gitu aku mau pergi dulu ya." Jinna Pamit pergi.


"Ah iya Jinna hati-hati ya." Jawab Luna.


Dan Jinna pun pergi.


Selepas peningggalan Jinna, Luna pun pergi untuk pulang kerumahnya. Di perjalanan Luna mendapatkan telepon dari mamanya.


*Mama is calling*


Mama : Hallo Lunna?.


Luna : Iya ada apa ma?.


Mama : Kamu sedang apa?.


Luna : Aku, otw pulang kerumah ada apa?.


Mama : Kamu kapan gajian?.


Luna : Gajian? baru kemarin kan aku gajian dan aku kirim semua nua kepada kalian.


Mama : Luna sekarang ini kita sedang butuh sekali untuk pengobatan ayah mu lagi.


Luna: Uang yang kemarin?.


Mama : Tidak cukup Luna.


Luna : Lina? bukan kah ada Lina?.


Mama: Ia tidak bekerja,ia fokus untuk pendidikannya.


Luna : Ma dia adalah kakak ku, Mengapa aku bekerja Sedangkan Dia tidak?.


Mama : Luna kalian berbeda.


Luna : Mengapa mama sangat pilih kasih, kalian tau aku hampir tidak bisa ikut ujian karena tidak ada uang untuk bayar kuliah ku, aku memakai uang teman ku untuk bayar kuliah ku.


Mama : Jadi kamu tidak rela uang kemarin kami pakai?.


Luna : Bukan begitu ma tap-..


*Mama Luna mematikan teleponnya.*

__ADS_1


Di sisi Luna.


"Ah mengapa menjadi seperti ini?." Luna berjalan sambil menangis, air matanya berlinang.


Tiba-tiba ada yang menghampiri Luna.


"Luna?." Sapa lelaki itu.


"Rui?" Sapa luna balik.


"Kengapa kamu nangis?."


"Ah enggak, aku enggak nangis kok." Jawab Luna berbohong.


"Jangan berbohong Luna aku tau kamu nangis." kata Rui karena ia tau Luna berbohong.


"(..Jika aku berkata aku ada masalah dengan uang, Nanti aku akan menyusahkannya..)" Kata Luna berkata di dalam hati.


"Ah iya hehe aku menangis,karena.." Kata Luna.


"Kenapa ada apa?." Rui bertanya dengan sedikit cemas.


"Ah sebenarnya hanya masalah sepele saja, aku belum mengumpulkan tugas hehe." Kata Luna.


Luna tidak berbohong karena selain sedih memikirkan uang ia juga lagi sedih karena, banyak sekali tugas yang belum ia kumpulkan.


Karena luna banyak sekali bekerja paruh waktu disamping ia bekerja di toko pengiriman barang.


"Aku bisa membantu mu Jika kamu mau." Tawar Rui.


"Benarkah?!." Luna sangat senang sekali.


"Iya, mari kita berjumpa di kafe dekat taman oke? Aku menunggu mu jam 7 malam." Ajak Rui.


"Oke makasih ya." Luna sangat senang sekali.


"Kamu tenang saja Luna, baiklah kalau begitu aku akan pergi dulu." Dan Rui pun pergi.


"Baiklah rui gati-hati." Balas Luna.


Setelah itu Luna pun pulang ia akan mandi, dan bersiap pergi lagi untuk mengerjakan tugas tersebut dengan Rui.


...~~...


"Ah aku mau ngumpulin buku tugas yang mau di kerjain dulu, terus mandi." Kata luna.


"Yang Ini,ini,ini."


"Ah ini juga."


Setelah Luna memilih buku ia langsung bergegas mandi.


Setelah selesai semuanya Luna langsung bergegas berangkat lagi karena iya akan bertemu dengan Rui.


...~~...


"Ah Rui dimana?." Ia telah sampai di kafe.


"Sepertinya dia belum sampai." Luna pun duduk di di salah satu bangku di dalam kafe tersebut.


Hanya berselang 5 menit, yang di tunggu-tunggu pun akhirnya datang.


"Luna maaf kan aku lama." Kata Rui.


"Rui,engga apa-apa aku juga baru datang hehe " Kata Luna.


"Yaudah kalau gitu ayok kita kerjain langsung."


"Ayo,btw makasi banya ya udah mau bantuin aku " Luna berterimakasih kepada Rui.


"Iya Luna gapapa kok tenang aja."Jawab Rui.


Dan mereka pun mengerjakan tugas bersama-sama sampai jam 8 Malam.


...~~...

__ADS_1


"Ah akhirnya selesai juga, Rui makasih banyak." Luna benar-benar lega sekarang.


"Sama-sama Luna, ah iya kamu pulang sama siapa?." Tanya Rui.


"hmm.. aku jalan kaki saja." Jawab Luna.


"Ini udah malam Luna." Kata Rui.


"Tidak apa Rui aku bisa pulang sendiri, rumah ku dekat." Jawab Luna.


"Kamu Yakin Luna?" Rui mencemaskan Luna.


"Tidak aku tida apa apa." Jawab Luna.


"Ya sudah aku pulang dulu bye bye." Dan Luna pun meninggalkan Rui.


Luna pun pulang dengan jalan kaki karena emang tidak jauh dari rumah Luna.


(FYI: Luna tinggal di tempat seperti Apartemen kecil yang sangat sederhana.)


"Eh?."


"Apa itu?." Luna melihat sesuatu di atas, Ia melihat


ada orang yang seperti akan lompat dari atap rumah.


"HEI KAU TURUN!." Teriak Luna.


Luna pun langsung bergegas naik menaiki tangga yang ada disana.


Setelah sampai di atas.


"Hei, ada apa?apa masalahmu?." Tanya Luna kepada orang tersebut.


"...", Orang tersebut tidak menjawab ia hanya diam.


"Hei tenang dulu."


"Ceritakan, masalah mu ayo!." Luna mencoba mendapat kepercayaan orang tersebut.


"..." Namun orang itu juga hanya diam saja.


"Hei dengar kan aku, aku juga sedang susah."


"Susah sekali kau tau aku harus cari uang buat biaya ayah ku yang sedang sakit."


"Aku bayar kuliah pun meminjam uang teman ku."


"Gaji ku sebulan hanya 5 juta."


"1 juta untuk rumah, 1 juta lagi untuk makan, 2 juta untuk ku kirimkan kepada keluarga ku, sisanya aku simpan atau untuk bayar sekolah."


Disaat genting seperti ini Luna masih bisa-bisanya curhat kepada orang tersebut.


"Hei tenang lah, aku sangat susah sekarang benar - benar sangat susah tapi jiwa semangat hidupku sangat tinnggi."


Diam-diam luna menghampiri orang tersebut dan Luna mencoba menarik orang tersebut.


Ia berharsil menarik orang tersebut, akan tetapi..


"AAAKKKKKKKKKK." Ya, Luna terjatuh.


Luna terjatuh saat ia mencoba menarik Orang tersebut.


Apa yang terjadi kepada Luna selanjutnya?


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


...TO BE CONTINUED....


...LIKE NYA JANGAN LUPA YA๐Ÿ˜‰๐Ÿ‘Œ....


__ADS_2