Nikah Paksa Pangeran!

Nikah Paksa Pangeran!
*15*


__ADS_3

"Ah aku sangat tidak sabar sekali huhu." Kata Luna.


"Apakah kamu berfikir itu milikmu semua?." Tanya Mo Yang secara tiba-tiba.


"Apa maksudmu?." Tanya Luna kebingungan.


"Yang menikah disini bukan kamu saja, kamu melupakan ku?." Tanya Mo Yang kepada Luna.


"Ah iya ya, aku lupa." Kata Luna.


"Jadi berarti hadiah pernikahan itu milik mu juga ya?." Tanya Luna kepada Mo Yang.


"Menurut mu?." Tanya nya balik.


"(..Ah iya juga kalau aku ga nikah sama dia, aku ga akan dapat hadiah sebanyak itu..)" Kata Luna di dalam hati nya.


"Ah hehe aku melupakan mu." Kata Luna dengan cengengesan.


"Ah Pangeran." Kata Luna sambil pindah duduk ke samping Mo Yang.


"Apa?." Mo Yang sedikit terkejut keran Luna tiba-tiba pindah ke sampingnya.


"Hehehe, kamu adalah seorang Pangeran dan seorang calon Kaisar apakah kamu masih membutuhkan hadiah pernikahan itu?." Tanya Luna kepada Mo Yang.


"Aku yakin harta mu lebih dari itu masa ia kamu tega tetap mengambil hadiah pernikahan itu." Tanya Luna sambil memasang puppy eyes.


πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί.


Mo Yang melihat perlakuan Luna tersebut, ia merasa Luna sedikit menggemaskan.


"Kamu ingin mengambil semuanya?." Tanya Mo Yang.


"Ya ya ya!." Jawab Luna dengan penuh semangat.


"Baiklah." Jawab Mo Yang.


"Ahh benarkah? AAAAAKK! kamu baik hati sekaliil hihihi." Karena Luna sangat senang sekali ia sampai memeluk Mo Yang, ia tidak sadar karena ia sangat senang sekali.


"Ekhem..." Mo Yang memberikan isyarat kepada Luna.


"Eh,eh maaf ya hehe aku terlalu senang hihi." Kata Luna kepada Mo Yang.


"Sebenar nya aku bisa memberikan lebih dari itu kepada mu." Kata-kata Mo Yang tersebut sangat membuat Luna terkejut.


"Wahh.. benar kah?!." Tanya Luna kepada Anna.


"Tentu saja asalkan...." Mo Yang mendekati muka Luna, dan sekarang mereka bertatapan kembali jarak mereka hanya 5 CM saja!


"A-asalkan a-apa?." Tanya Luna gugup.


"Lahirkan lah anak untuk ku." Kata Mo Yang kepada Luna sambil mengeluarkan smirk nya.


Sontak perkataan Mo Yang tersebut membuat Luna terkejut, di dalam hati nya ia langsung bertanya.


"(..Apa maksud nya berbicara seperti itu?!..)". Tanya Luna di dalam hati.


"A-apa maksud mu?." Tanya Luna lagi.


"Apakah perkataan ku kurang jelas tuan Putri?." Tanya Mo Yang kepada Luna.

__ADS_1


"Lahir kan lah seorang anak dan akan kuberi apa yang kamu mau." Kata Mo Yang dan ia menjauhkan diri nya dari Luna.


"Jadi maksud mu aku harus melahirkan anak dan kamu akan bayar dengan permintaan apa saja yang aku mau?. DASAR GILA KAMU!, DASAR PANGERAN CABUL! APAKAH KAMU KIRA AKU ADALAH WANITA MURAHAN?!." Teriak Luna marah kepada Mo Yang.


"Apakah pita suara mu tidak putus? setiap hari kamu berteriak dengan sangat keras." Kata Mo Yang kelada Luna.


"Xu Mo Yang! Kamu sangat menyebalkan! dengar baik-baik aku tidak akan memberikan tubuh ku kepada dirimu! karena aku tidak mengenali mu!."


"Dan juga ingat! aku bukan lah wanita murahan! aku suka dengan ke kayaan tapi aku bukan orang yang gampangan seperti itu! ingat itu!."


"Apa reaksi para warga mu jika mereka tau, mereka memiliki Pangeran cabul seperti mu!." Kata Luna lagi dengan kesal.


"Kamu adalah istri ku sekarang dan kamu adalah milikku seutuh nya, jadi dimana salah ku?." Tanya Mo Yang dengan santai.


"(..Ah betul juga πŸ€”..)" Kata Luna di dalan hati.


" Ya-ya tapi tetap saja tidak boleh kita belum dekat dan belum saling mengenal." Kata Luna.


"Kamu duduk di samping ku sekarang bukan kah kita sangat dekat, dan kamu mengetahui nama ku begitu juga sebalik nya bukan kah kita sudah saling mengenal?." Sontak mendengar perkataan Mo Yang tersebut Luna duduk di tempat asal nya lagi yaitu di depan Mo Yang.


"Beda ish... maksud ku bukan seperti itu, dengar kita baru kenal beberapa hari walaupun aku istri mu tapi ya itu rasa nya aneh sekali jadi aku tidak mau aku tidak mau!." Jawab Luna kepada Mo Yang.


Mendengar perkataan Luna tersebut Mo Yang hanya bisa mengehela nafas nya.


...~~...


5 menit kemudian kereta berhenti menandakan mereka telah sampai di kediaman Yang, Luna langsung turun duluan mendahului Mo Yang.


"Nona kita sudah sampai, ini lah kediaman Yang." Kata Anna kepada Luna.


"Wah besar juga, ini lebih besar bukan daripada kediaman Tan?." Tanya Luna kepada Anna.


"Iya benar sekali." Jawab Luna.


"Ah terimakasih semua hallo nama ku Luna πŸ˜‰." Lagi-lagi Luna meng-wink an mata nya lagi.


"Kami telah mendengar banyak sekali tentang mu tuan Putri dan kami sangat bahagia bisa bersama anda selalu di sini mulia dari sekarang." Jawab ketua Pelayan disana.


"Wah benarkah, hehe terimakasih semua nya terimakasih berarti aku sudah terkenal di mana-mana hihi." Kata Luna.


"Nona perhatikan lah sikap mu." Bisik Anna kepada Luna.


"Ah iya hehe." Kata Luna sambil cengengesan.


"Melihat kelakuan seperti itu Mo Yang hanya tersenyum kecil.


"Apkah kamu hanya ingin diam disini saja?." Tanya Mo Yang kepada Luna.


"Eh tidak-tidak ayo cepat masuk." Kata Luna kepada Mo Yang.


Dan mereka pun masuk.


Di kediaman Yang ini tentu saja sangat luas.


Disini ada 1 kamar utama, 3 kamar biasa, kamar pelayan dan pengawal, dapur, ruang membaca dan perpusatakaan, ruang rapat, ryang persenjataan, taman, Aula utama, tempat dan taman bermain dan lain sebagai nya.


Intinya fasilitas di kediaman Yang sangat lah lengkap.


"Wahhh sangat luas sekali!,dimana kamar ku?." Tanya Luna.

__ADS_1


"Eitsss tunggu, tunggu sebentar aku tidak sekamar dengan mu kan?" Tanya Luna lagi kepada Mo Yang.


"Apa yang kamu mau?." Tanya Mo Yang balik.


"Ya jelas aku tidak ingin sekamar dengan mu." Kata Luna sambil menyilangkan ke dua tangan nya ke dada.


"Jika seperti itu kamar anda ada di san-." Kata-kata Fumo di potong oleh Mo Yang.


"Tidur lah di kamar utama." Potong Mo Yang.


"Ah benarkah? pasti kamar nya sangat luas kan, dimana kamar nya?." Tanya Luna dengan penuh semangat.


"Itu tepat di depan mu nona." Jawab Fumo.


"Ah ini baiklah aku akan masuk bye-bye hihi, ayok Anna!." Setelah Itu Luna langsung lari memasuki kamar tersebut dan di susul oleh Anna meninggalkan Mo Yang dan Fumo.


"Apakah tidak masalah seperti ini yang mulia?." Tanya Fumo kelada Mo Yang.


"Bukan kah seperti ini akan mempercepat ia memberikan anak untuk ku?." Jawab Mo Yang.


"Tapi Pangeran apakah kamu lupa persoalan yang di awal itu?." Tanya Fumo.


Mo Yang, yang mendengar perkataan Fumo tersebut ia terdiam sejenak ia seperti nya sedang berfikir. Kemudian ia menjawab.


"Kita akan segera membereskan ini, lihat dan tunggu waktu yang pas saja." Kata Mo Yang kepada Fumo.


"Baik." Jawab Fumo sambil membungkuk.


...~~...


Di sisi Luna.


"WAAHHH BESAR DAN MEWAH SEKALI KAMAR INI!." Teriak Luna senang.


"Ahhh... kasur nya juga nyaman sekali." Kata Luna sambil berbaring di kasur.


"Luna jangan mengacak-acak kasur itu." Kata Anna kepada Luna.


"Tapi ini sangat nyaman sekali Anna." Kata Luna.


"Ah iya, bagaimana dengan hadiah-hadiah itu? cepat bawa kesini aku akan menghitung nya lagi." Kata Luna sambil mengangkat tubuh nya dan duduk.


"Ah iya sedang di ambilkan kesini tunggu lah sebentar." Jawab Anna.


"Oke, Ah enak sekali hidup ku disini hahaha." Kata Luna sambil tertawa lepas.


Anna yang melihat kelakuan aneh Luna tersebut ia hanya tertawa.


.......


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


...TO BE CONTINUED....


...LIKE NYA JANGAN LUPA YAπŸ˜‰πŸ‘Œ....


__ADS_2