
"Ah iya menonton, maksud mu menonton opera?." Tanya Mo Yang.
"Ah iya benar-benar contoh nya seperti itu, tapi menonton televisi atau bioskop itu lewat layar besar." Jawab Luna.
"Apakah kamu mau melihat nya?." Tanya Mo Yang kepada Luna.
"Ah melihat opera, hm... seperti nya tidak aku ingin berjalan-jalan saja." Jawab Luna.
"Baiklah kalau seperti itu jalan saja." Kata Mo Yang.
"Oke." Jawab Luna sambil memakan jajanan nya.
"Apa itu oke?." Tanya Mo Yang lagi.
"Haihhh... oke itu artinya baiklah dari bahasa inggris, dan jangan kamu bertanya apa itu inggris aku sedang makan ini." Kata Luna geram karena ia tidak jadi akan memakan makanan nya.
Mo Yang hanya tersenyum melihat kelakuan Luna.
"Mo Yang apakah hidup mu sangat enak?." Luna teeus saja berbicara dan bertanya mulut nya tidak bisa berhenti.
"Bisa iya bisa tidak." Jawab Mo Yang.
"Mengapa seperti itu?." Tanya Luna lagi.
"Banyak yang aku lakukan dan juga tanggung." Kata Mo Yang dan Luna mendengar jawaban tersebut hanya ber oh ria.
Tak lama seperti itu Luna kembali bertanya lagi, mulut Luna ini memang lah tidak bisa diam.
"Ah iya kamu akan menjadi Kaisar sebentar lagi, benarkan?." Tanya Luna.
"Hm iya." Jawab Mo Yang.
"Apakah enak menjadi orang besar?." Tanya Luna lagi.
"Apa maksud mu?." Tanya nya.
"Maksud ku, apakah enak menjadi pemimpin? dan siapa yang akan meneruskan tahta mu nanti bila kamu mati?." Tanya Luna dengan enteng.
Mendengar kata-kata yang keluar dari Luna itu Mo Yang sedikit terkejut. Mengapa Luna menanyakan hal seperti itu?.
"Kamu ingin aku mati? kamu mau membunuh ku?." Sindir Mo Yang.
"Hush! apa maksud mu? aku hanya bertanya, aku bertanya bagaimana kamu tiba-tiba meninggal sebelum naik tahta atau kamu meninggal setelah naik tahta itu saja."
"Ku beritahu di dunia tidak ada yang abadi semua nya akan tiada." Kata Luna.
"Jika aku meninggal, ya jelas anak ku yang akan meneruskan tahta." Jawab Mo Yang.
Luna yang mendengar kata "ANAK" sedikit terkejut sampai terbatuk-batuk.
"Uhuk... uhuk.."
__ADS_1
"Makan lah dengan pelan." Kata Mo Yang.
"Hehe itu, apabila kamu tidak punya anak siapa yang akan meneruskan nya?." Tanya Luna dengan berhati-hati.
"Adik ku, dan mengapa kamu bertanya seperti itu?." Tanya Mo Yang.
Setelah mendengar pertanyaan dari Luna tadi ia sedikit curiga kepada Luna karena ia tiba-tuba menanyakan seperti itu.
Padahal itu adalah pertanyaan bodoh dan pertanyaan asal yang keluar dari mulut Luna.
"Ah iya apakah kamu mau ini? ini enak sekali, nih coba lah." Luna menyodorkan jajanan nya kepada Mo Yang.
"Aku tidak makan yang seperti itu." Tolak Mo Yang.
"Coba lah satu saja ini sangat enak!." Kata Luna yang mencoba untuk menggoda Mo Yang supaya tergoda oleh makanan nya.
"Tidak singkirkan itu." Mo Yang tetap menolak nya.
"Coba lah satu saja ini sangat enak, cepat buka lah mulutmu suami ku." Entah mengapa Mo Yang mendengar perkataan Luna yang menyebut diri nya adalah "Suami" nya,membuat ia meneruti perkataan Luna.
Luna pun tidak tau mengapa ia bisa berkata seperti itu kepada Mo Yang.
Sekarang Mo Yang membuka mulut nya dan Luna menyuapi makanan itu kepada Mo Yang dengan segara ia pun mengunyah nya.
"Enak kan hihi, kamu tidak percaya sih. Ah sudah habis ini yang terkahir untuk mu saja, cepat buka mulut mu." Luna menyuapi Mo Yang kembali dan ia menuruti nya.
Tanpa mereka sadari di saat Luna menyuapi Mo Yang seperti itu ternyata ada yang memperhatikan mereka dan jelas orang itu merasa cemburu.
"LiRui mengapa kamu disini?." Tanya Luna kepada orang yang menyapa tersebut.
Ya, yang memperhatikan mereka ialah Pangeran ke dua Xu LiRui.
"Aku hanya jalan-jalan saja kebetulan sekali." Kata LiRui.
"Ah iya maaf aku kemarin tidak hadir ke pernikahan kalian, maaf kan aku." Sambung LiRui.
"Tidak ada masalah." Jawab Mo Yang dingin.
"Ah tidak apa-apa LiRui kemarin sangat ramai sekali aku juga melupakan mu, ah iya bukan kah ini pertemuan ke dua kita?." Tanya Luna.
Sontak perkataan Luna tersebut di cerna oleh kaka beradik itu dengan arti yang berbeda.
"Aku akan menemui mu nanti di kediaman Yang, kita akan bisa banyak bertemu di masa depan." Kata LiRui kepada Luna.
Ya LiRui meng-artikan kata-kata Luna adalah sebuah isyarat bahwa ia ingin bertemu dengan nya kembali, jadi LiRui menyangka bahwa Luna masih memiliki hati kepada nya.
"Dia istri ku sekarang, kamu tidak menghargaiku?." Tanya Mo Yang ketus kepada adik nya.
"Ah LiRui, bukan-bukan maksud ku berkata seperti tu aku akan meng-."
"Kita akan pulang sekarang." Sebelum Luna menyelesaikan perkataan nya Mo Yang menyela perkataan Luna dan ia langsung menarik Luna pergi dari sana.
__ADS_1
Mereka berdua pun pergi.
LiRui yang melihat pemandangan tersebut ia hanya bisa terpaku diam karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Apakah rumor itu benar?, Luna telah gila?."
"Aku tidak peduli, aku akan tetap mencintai Luna dengan sepenuh hati ku meskipun Luna telah gila dan ia melupakan ku." Kata LiRui.
LiRui ia masih berharap bahwa ia memiliki Luna, ia juga telah berjanji untuk mencintai Luna dengan sepenuh hati nya sampai kapan pun itu.
...~~...
Di sisi Luna dan Mo Yang.
Sedari tadi di dalam kereta tidak ada yang berbicara satupun.
Luna? ia juga tidak berani untuk membuka pembicaraan ia bisa merasakan aura-aura kemarahan Mo Yang, ia sebenar nya tidak paham akan situasi ini.
Luna sangat bingung mengapa Mo Yang menjadi tiba-tiba berubah seketika setelah LiRui pergi, Luna ia mengingat perkataan Anna bahwa mereka berdua tidak dekat tetapi seperti ini bukan kah mereka berdua seperti saling bermusuhan dan saling membenci?.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di kediaman Yang.
Mereka berdua telah di sambut oleh Fumo dan Anna.
Mo Yang tanpa sepatah kata turun terlebih dahulu dan ia meninggalkan Luna begitu saja.
"(..Dia benar-benar aneh kenapa dia? apakah dia memiliki kepribadian ganda?..)" Tanya Luna dalam hati nya.
Ya benar ada-ada saja fikiran aneh Luna itu.
Setelah Mo Yang turun Luna pun mengikuti nya. Luna langsung di sambut senyuman hangat dari Anna dan juga tanda hormat dari Anna dan Fumo.
"Beristirahatlah." Kata Mo Yang dengan dingin dan secara tiba-tiba kepada Luna, setelah itu ia langsung masuk dan di susul oleh Fumo.
Luna mengerutkan dahi nya.
"Luna apakah kamu ada masalah?." Tanya Anna, ia bertanya karena melihat Luna mengerutkan dahi nya.
"Anna apakah Mo Yang memiliki kepribadian ganda?." Tanya Luna kepada Anna.
Sontak pertanyaan Luna tersebut membuat Anna terkejut dan heran mengapa Luna bertanya seperti itu?.
.......
.......
.......
.............
...TO BE CONTINUED....
__ADS_1
...LIKE NYA JANGAN LUPA YA😉👌....