
"Mengapa semua orang membuat aku sangat kesal sekali!." Grutu Luna dalam hati.
Kini dia sekarang ada di depan pintu tempat pertemuan.
"NONA TUNGGU NONA!." Teriak Anna.
"Anna? ah aku harus lari lagi." Kata Luna.
Dan luna pun kembali berlari... dan disaat ia berlari.
*BUKKKK.*
"Ahhh awww." Luna terjatuh ke tanah ia terpental karena ia menabrak seseorang di depan nya, disaat berlari ia tidak memperhatikan sekelilingnya.
"Awww kamuuu!!." Luna berteriak marah.
"Tuan Putri." Fumo pun membungkuk.
"Nona, nona, bangun nona." Anna membantu Luna bangun.
"Aww... kamuu! ish taulah ah dasar." Luna sangat kesal sekali karena ia menabrak Mo Yang ia menjadi terpental ke tanah.
"Kau sangat tidak berhati-hati." Kata Mo Yang dengan santai.
"Kamu yang mengahalangi jalan ku, dasar! kamu sangat menyebalkan benar-benar sangat menyebalkan!." Luna sangat marah kepada Mo Yang.
Sebenar nya bukan hanya marah karena jatoh ke tanah. Luna juga marah karena ia akan menikah dengan Mo Yang ia tidak mau menikah.
Yang ia inginkan hanyalah pulang, ujian untuk naik semester, kerja dan membayar hutang! bukan pernikahan dan terlempar ke zaman dahulu.
"Kalian semua liat aja aku bakal balas kalian!." teriak Luna lagi.
"Nona anda tidak boleh seperti itu kepada Pangeran." Anna memberitahu kepada Luna dengan sangat berhati-hati, ia takut kepada Mo Yang dan juga Luna.
Seketika pandangan Luna berubah melihat sesuatu di depannya.
"Awas-awas." Luna menepis Mo Yang ke pinggir dan ia langsung berlari kepada benda yang menarik perhatian ia tersebut.
"Nona tunggu!." Anna menyusul kepergian Luna.
"Maaf yang mulia tapi saya mendengar bahwa seperti itulah kelakuannya setelah Kejadian semalam." Kata Fumo sambil berbisik kepada Mo Yang karena tidak mau di dengan orang lain.
"Benarkah? pakah dia menjadi gila karena tidak ingin menikah?." Tanya Mo Yang.
"Maaf yang mulia, apakah anda yakin?." Kata Fumo, karena ia sungguh tidak yakin dengan perilaku Luna yang aneh sekarang.
"Tenang la semua sudah di atur." Jawab Mo Yang.
...~~...
Di sisi Luna
"Ah delman! ada delman disini." Luna sangat kegirangan ia melihat tranportasi dia berfikir bahwa ini tetap bisa membawa dia pulang.
Yang ada di fikirannya sekarang adalah pulang,pulang,dan pulang. Ia tidak mau menikah apalagi dengan orang yang tidak ia kenal.
"Hallo pak." Sapa Luna kepada orang yang menjaga delman tersebut.
__ADS_1
"Selamat siang yang mulia." Pelayan tersebut menunduk kepada luna tanda memberikan hormat.
"Ah bisa kah kamu mengantar ku pulang? aku sangat tidak betah disini aku ingin pulang!." Perkataan tersebut justru membuat pelayan itu bingung ia tidak tau apa yang Luna biacarakan.
Dan berarti benar rumor bahwa Putri Luna menjadi gila itu benar ada nya.
"Maaf yang mulia tapi anda telah berada di rumah anda." jawab pelayan itu yang masih membungkuk.
"Nona sudahla nona jangan seperti itu ini adalah kereta Pangeran anda tidak boleh memakai nya sembarangan." Kata Anna.
Tapi Luna tetep kekeuh dan ngeyel ingin membawa kereta tersebut pergi.
"Ada apa ini?." Mo Yang datang melihat keributan di kereta kudanya.
"Maaf yang mulia." Anna membungkuk ketika Mo Yang datang.
"Ooh jadi ini kereta mu? hmm.. ah aku ingin sekali naik delman, eh engga-engga maksud ku kereta kuda" Jawab Luna.
Dan tiba-tiba.
Mo Yang mengkabedon Luna kepada keretanya dan itu membuat semua orang kaget.
Ya terutama Luna.
"Eh eh eh apa-apa an ini?!." Luna sangat terkejut ia terkejut juga ia sangat takut melihat ekspresi Mo Yang.
Tetapi selain takut juga ia merasa kagum melihat Mo Yang,ia sangat kagum kepada Mo Yang karena sangat tampan sekali.
"Sepertinya anda tidak sabar sekali tua Putri." Kata kata Mo Yang itu membuat Luna tersadar dari lamunan nya melihat Mo Yang.
"Awas kau sana!." Luna mendorong Mo Yang dari depan nya dan itu membuat semua orang lagi-lagi sangat kaget.
Karena ia lah orang pertama yang memperlakukan Mo Yang seperti itu. Karena Mo Yang adalah Pangeran sekaligus Putra Mahkota ia sangat di hormati.
Dan tidak ada satupun orang yang berani memperlakukan ia seperti itu seperti apa yang di lakukan oleh Luna tadi.
"Nona maaf anda tidak boleh memperlakukan Pangeran seperti itu." Tegur Fumo karena baru kali ini lah ia melihat Mo Yang di perlakukan seperti itu.
"Apa? apa peduli ku kalian semua sangat menyebalkan!!." Luna berteriak dan langsung berlari pergi masuk.
Juga disusul oleh Anna.
"Maaf yang mulia atas yang tadi, saya tidak bisa melakukan apa-apa." Fumo menunduk merasa bersalah sekaligus takut.
"Sangat berani sekali dia seperti itu." Kata Mo Yang.
"Sepertinya otaknya terganggu setelah ia jatuh itu, tak apa kali ini akan ku maaf kan." Kata Mo Yang lagi.
"Aku rasa kamu perlu menyelidiki lebih tentang nya, dab secelat nya laporkan pada ku." Titah Mo Yang kepada Fumo.
"Baiklah Pangeran aku akan menyelidiki nya dengan segera mungkin dan aku akan melapor kan kepada mu secepat nya." Jawab Fumo sambil membungkuk tanda memberi hormat.
Dan setelah itu mereka pergi kembali ke istana.
...~~...
Di sisi Luna.
__ADS_1
"Ah aku sangat marah sekali." Grutu Luna lagi.
"Maaf nona anda tidak boleh berlaku seperti itu lagi kepada Pangeran." Kata Anna.
"Apa peduliku." Jawab Luna enteng.
"Mengapa sangat menyebal kan sekali, aku tidak tahan disini aku ingin pulang." Rengek Luna.
"Apakah aku sedang bermimpi sekarang? Anna cubitlah aku." Kata Luna kepada Anna.
"Cubit?." Tanya Anna.
"Iya cubit aku seperti ini dengan kerasa, eh tapi jangan terlalu keras." Jawab Anna sambil mempergakan nya.
"Apakah anda yakin?." Tanya Anna karena ia ragu juga melakukan seperti itu kepada Luna bagaimana pun dia adalah nona nya walaupun Luna berkata bukan.
"Iya Anna cepat lah!." Kata Luna.
"Tapi, ah aku tidak bisa melakukan nya." Tolak Anna.
"Kamu sangat susah sekali coba lah hanya sekali saja cepat." Yakin Luna.
"Ah baiklah." Kata Anna.
Tanpa ragu karena ia disuruh oleh Luna, ia langsung mencubit Luna dengan Lumayan keras.
"AWWWWW, sakit sekali." Kata Luna meringis kesakitan.
"Maaf kan aku, maafkan aku aku patut di hukum." Kata Anna merasa bersalah.
"Ah sudahlah sudahlah." Jawab Luna.
Dan ia pun berhenti sejenak sampai akhirnya mendapatkan sebuat ide.
"Ah iya anna." Kata Luna
"Ada apa nona?." Jawab Anna.
"Kemarin aku terjatuh dimana?." Tanya Luna.
"Di taman belakang Nona." Jawan Anna.
"Oke." Setelah itu Luna bergegas lari mencari taman belakang.
"NONA APA YANG ANDA LAKUKAN??!." Teriak Anna.
.......
.......
.......
.......
...TO BE CONTINUED....
...LIKE NYA JANGAN LUPA YA😉👌....
__ADS_1