
"AAAKKKKKKK." Teriak Luna akhirnya Luna terbangun dari pingsang nya.
"Nona kau sudah sadar." Kata orang yang berada di samping Luna.
"Eh, dimana aku?." tanya Luna bingung dan melihat ke sekeliling nya.
"Nona kamu ada dirumah,kamu sudah sadar kamu pingsan dari semalam."Jawab orang yang berada di samping Luna.
"Eh, Jinna? kenapa? kenapa pakaian kamu dan rambut kamu seperti ini?." Tanya Luna bingung.
Sebelum menjawab pertanyaan Luna, tiba-tiba ada 3 orang masuk kekamar Luna.
"Luna kamu sudah sadar." Kata salah seorang dari ke 3 orang tersebut.
"Ayah?,Mama?,Kak Lina?."Luna sangat bingung karena mengapa keluarganya ada disini? karena Luna dan keluarganya tinggal di beda kota.
"Dan kalian mengapa memakai pakaian kuno seperti itu?." Tanya Luna heran.
"Nona jika mereka tidak memakai pakaian seperti itu,mereka harus memakai pakaian seperti apa?." jawab orang di samping Luna lagi..
"Hah?." Luna semakin bingung dengan semua Ini.
"Eh, Wait."
"Mengapa?,kenapa aku memakai baju seperti ini?."
"Dan mengapa aku tidur di tempat tidur kayu?." Tanya Luna bertubi-tubi karena dia sangat terkejut dan heran.
Sekelilingnya tiba-tiba berubah dia sangat kaget.
"Sejak kapan aku memiliki tempat tidur kayu?."
"Ini bukan di rumah sakit kan?, mana infusannya mana?." Tanya Luna semakin heboh, panik dan bingung.
"Luna bicara apa kamu ini?!." Kata salah satu orang yang sedang berdiri.
"Mama, apa yang terjadi? mengapa kalian bisa disini?." Tanya Luna.
Luna belum memahami kondisi apa yang ia hadapi sekarang ini, dia sangat terkejut dan bingung harus bagaimana.
Tempat ini sangat serasa asing bagi Luna karena ia tak pernah datang/menginjak tempat yang seperti ini.
"Mama? mama siapa mama? aku ini ibu mu." jawab orang yang di berikan pertanyaan oleh Luna.
Ya, dia adalah mama Luna.
"Iya mama itu Ibu, itu maksudku.", jawab Luna disini ia semakin bingung.
Luna terdiam sebentar dia mencoba untuk memahami situasinya ini karena dia sangat bingung, ada apa dengan semua ini.
"(..Ada apa ini?, mengapa semuanya seperti ini? aku dimana? rumah ku?, Ini bukan rumah ku!..)" Tanya Luna di dalam Hati.
"Luna! apa maksudmu?!." Tanya Lina kakak dari Luna.
"Ah aku tidak apa-apa, bisakah kalian keluar? Aku hanya ingin beristirahat." Luna mengusir mereka secara halus agar ia bisa mencerna semua ini.
"Baik istirahatlah kami akan menemui mu lagi nanti." Dan ke 3 orang tersebut pun pergi.
Setelah 3 orang tersebut pergi Luna semakin bingung ada apa dengan semua orang ini.
"Mengapa semua orang begitu formal, dan aneh?." Luna masih heran.
__ADS_1
"Nona apakah ada masalah?, dan namaku Anna bukanlah Jinna." Jawab orang di samping Luna.
Ya orang itu juga sangat mirip dengan teman baik Luna yang meminjamkan uangnya untuk bayar kuliah Luna.
"Anna? Anna? Bukan Jinna?." Luna sangat bingung sekali.
"Hari apa ini?." Tanya Luna.
"Hari ini hari ke 4 setelah perayaan Lampu." Jawab Anna.
" Perayaan lampu?, perayaan lampu setiap hari Minggu berarti hari ini hari Jumat." Kata Luna.
"Ah iya ini tahun berapa?."Tanya Luna lagi.
"Tahun, memasuki tahun penghujan." Jawab Anna lagi.
Luna semakin binggung disini ia tak mengerti semuanya.
"Ga mungkin, ga mungkin.", Kata Luna sambil panik.
"Ada apa nona, ada apa?." Jawab Anna cemas.
"Siapa aku?." Tanya Luna kepada Anna.
"Ah, kamu adalah nona ku. Tan Luna." Jawab Anna.
"Tan? Tan Luna?." Luna sangat terkejut, karena nama nya adalah An Luna bukan Tan Luna.
"Tapi namaku An Luna bukan Tan Luna." Luna berkata sambil meyakinkan Anna.
"Nona seperti nya kamu hilang ingatan."
"Biar aku panggil Tabib." Kata Anna sambil berdiri.
"Eh eh, jangan - jangan." Luna sangat takut ada apa-apa.
"Nona kemarin malam anda mencoba mengakhiri hidup anda nona." Kata Anna yang membuat Luna sangat terkejut.
"APA?! MENGAKHIRI HIDUP?!." Luna sangat kaget mendengar kata-kata itu.
"Suuuttt, jangan berisik Nona, jika kamu membuat masalah kamu akan di hukum." Kata Anna sambil menaruh jari nya di bibir Luna.
"Hah? dihukum? apa-apaan ini." Luna semakin bingung dan belum menyadari semuanya.
Luna sedang memutar otaknya agar mengingat, ada apa yang bisa membuat semua orang menjadi aneh seperti ini.
mengapa orang-orang begitu formal, sopan dan juga sangat kuno.
Luna terdiam sebentar, dan Anna nampak khawatir kepada Luna.
"Aku, aku tidak pernah mencoba untuk mengakhiri hidup ku." Kata Luna penuh dengan keyakinan.
"Walaupun aku sedang susah tetapi semangat hidup ku sangat tinggi!." Kata Luna lagi.
"Tapi kemarin malam anda melompat dari atap rumah nona." Luna mengeritkan dahinya dan mencoba mengingat sesuatu.
"AHH IYA AKU INGAT!."Teriak Luna dan membuat Anna kaget.
"Ada apa, kenapa?." Tanya Anna penasaran.
"Kemarin malam aku mencegah orang yang akan melompat, iya benar." kata Luna penuh yakin.
__ADS_1
"Tapi aku terjatuh saat menolong dia, dan setelah itu aku bangun dan ada disini?" Kata Luna.
Anna pun semakin bingung, karena emang dia tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Luna.
"Kacau, kacauuu!." Grutu Luna.
"Nama ku, Tan Luna?." Tanya Luna lagi.
"iya, nama mu Tan Luna." Jawab Anna dengan penuh keyakinan.
"Dan juga nama ayah mu Tan Gu, nama Ibu mu Tan Xing, nan nama kakak mu Tan Lina." Anna memberitahukan semuanya.
"Nama nya semua sama dengan nama keluarga ku juga, tapi Tan?." Tanya Luna karena dia sangat heran.
"Nama keluarga ku harusnya An bukan Tan." Kata Luna lagi.
"Maaf nona tapi emang itu keluarga mu." Anna berusaha tetap meyakinkan Luna.
Luna semakin bingung, dia sangat stres sekarang tidak tau harus berbuat apa.
Luna seperti orang gila sekarang, bahkan dirinya saja tidak yakin dengan dirinya sendiri.
Luna juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan, Luna adalah orang yang memiliki 1001 cara hal yang tidak bisa menjadi bisa, tapi kali ini entah bagaimana dia tidak bisa Apa-apa.
"Nona ada apa nona?, aku sangat mencemaskan mu dari semalam." Tanya Anna panik.
"Akupun tidak tau ada apa dengan semua ini." Jawab Luna.
"Ah iya Anna, kamu tau penyebab aku aku loncat?." Tanya Luna dengan sangat hati-hati ia takut menyinggung Anna.
"Anda melompat karena anda akan menikah dengan Pangeran pertama, Ia calon Kaisar." Jawab Anna
"Ah dinikahin aja sampai melompat, hahaha it's so funny." Jawab Luna dengan enteng.
Tetapi 5 detik kemudian ekspresi nya berubah 180 derajat.
Luna terkejut bukan main,ia menganga kan mulutnya karena ia tidak percaya sangat tidak percaya kepada yang di omongkan oleh Anna.
"NIKAH?APA? AKU AKAN NIKAH?!!." Tanya Luna dengan sangat keras.
"Sutt, nona anda jangan teriak-teriak aku takut anda di hukum." Anna sangat menghawatirkan Luna.
"Apa-apaan ini, Kaisar? Kaisar apaan?dinikahin? hahahaha zaman apa ini? Ini seperti zaman kuno!." jawab Luna.
Tapi seketika muka Luna berubah kembali, Ia menyadari apa yang ia ucapkan barusan.
"Wait, Kaisar? dinikahin? in-ini ZAMAN DULU?!... AK-AKU ADA DI ZAMAN DULU?!!." Luna sangat terkejut mengetahui Bahwa ia Ada di zaman dulu.
Ya ia berada di ZAMAN DINASTI
.......
.......
.......
.......
.......
...TO BE CONTINUED....
__ADS_1
...LIKE NYA JANGAN LUPA YA😉👌....