Nikah Paksa Pangeran!

Nikah Paksa Pangeran!
*17*


__ADS_3

Mo Yang duduk di depan Luna dan memperhatikan Luna yang sedang makan dengan lahap sekali.


"Ah ini enak sakali!." Kata Luna ia semakin lahap memakan makanan nya tersebut.


"Jika kamu lapar kenapa tidak makan tadi?." Tanya Mo Yang.


"Aku sedang sibuk tadi." Jawab Luna tanpa melihat Mo Yang.


"Aku ingin bertanya." Kata Mo Yang.


"Sudah ku duga, kata kan lah mau apa aku akan mendengar nya." Kata Luna sambil melahap makanan nya.


"Bagaimana pandangan mu kepada adikku sekarang?." Tanya Mo Yang.


"Adik mu? siapa adik mu?." Tanya Luna datar.


"Xu LiRui, apa maksud mu mencoba pura-pura lupa? iya?." Tuduh Mo Yang.


"Siapa yang pura-pura lupa, hmm.. ah iya aku mengingat nya ada apa emang kenapa?." Tanya Luna.


"Bagaimana pandangan mu kepada nya?." Tanya Mo Yang lagi.


"Biasa saja, tidak ada yang special, dia sama-sama menyusahkan dan tidak juga membantu." Jawab Luna lalu ia memakan makanan nya lagi.


"Kamu sudah melupakan nya?." Tanya Mo Yang lagi.


"Melupakan nya? hmm🤔.. perasaan aku hanya bertemu dengan nya sekali saja setelah aku mencoba melompat lagi dari atap kediaman ku."


"Ah iya dan juga, dia sama seperti Anna juga keluarga ku dia mirip seseorang dari zaman ku nama nya Rui sedikit sama bukan?." Kata Luna kepada Mo Yang.


Luna hanya menjawab seadanya yang ia tahu dan tidak berbohong karena itulah kenyataan nya.


Mo Yang mencoba mencerna semua perkataan aneh Luna.


"Ah mengapa kamu bertanya seperti itu? eh iya kemarin saat ia menghampiri ku ia meminta maaf kepada ku karena tidak bisa menjaga ku. Apa maksud nya itu?." Tanya Luna polos kepada Mo Yang.


Ia berbicara seperti itu karena ia tidak tau bahwa hubungan antara Tan Luna dengan Xu LiRui sangat rumit.


"(..Eh tunggu-tunggu apa jangan-jangan, ia memiliki hubungan masa lalu dengan Tan Luna? ah sebodo apa peduli ku..)" Tanya Luna di dalam hati dan ia melanjut kan makan nya lagi.


Dengan perkataan Luna yang seperti itu ia semakin curiga dan semakin heran.


"Jadi kamu tidak ada hubungan lagi dengan nya?." Tanya Mo Yang.


"Hm.. kurasa tidak tapi ia adalah adik mu dan aku menikah dengan mu, berarti ia adalah adik ipar ku ya jelas kami memiliki hubungan saudara sekarang." Jawab Luna datar.


"Hanya itu saja?." Tanya Mo Yang lagi.


"Kurasa iya." Jawab Luna datar.


Setelah itu tidak ada yang membuka suara lagi, Luna ia menyantap makanan nya sampai habis, dan Mo Yang ia hanya menatap Luna yang makan dengan sangat lahap.

__ADS_1


"Ahh sudah habis, kenyang nya hihi enak sekali makanan ini. Ini pasti ada puluhan ribu kalau beli di kafe dekat taman huh." Kata Luna sambil membersihkan mulut nya.


"Apa itu kafe?." Tanya Mo Yang.


"Ck kuno sekali, kafe itu adalah tempat membeli makanan dan minuman dan yang pasti hya menyediakan WIFI gratis hihi." Jawab Luna dengan cengiran.


"Apa itu WIFI." Tanya Mo Yang lagi.


"Haisshh kamu ini banyak tanya sekali, WIFI itu adalah jaringan internet and STOP! bertanya apa itu internet oke? aku sudah kenyang sekarang tidak ingin banyak berbicara nanti akan ku jelaskan." Jawab Luna kepada Mo Yang.


"(..Apakah dia benar-benar gila atau hanya berpura-pura?..)" Tanya Mo Yang dalam hati nya.


"Aku akan pergi." Mo Yang pun berdiri.


"Mau kemana?." Tanya Luna.


"Bukan urusan mu." Jawab nya.


"Ck, jangan lupa janji mu pada ku." Kata Luna sambil berdiri.


"Jika kamu menginginkan nya, datang lah temui aku nanti." Setelah berkata seperti itu Mo Yang pun meninggalkan Luna.


Luna terdiam sejenek mencerna kejadian yang baru saja terjadi.


"Dia menipu ku?." Tanya Luna kepada diri sendiri.


"XU MO YANG KAMU LIHAT SAJA NANTI!." Teriak Luna kesal.


"Pangeran cabul itu mengerjai ku lagi." Jawab Luna.


"Jangan memanggil nya dengan sebutan seperti itu." Kata Anna.


"Kenapa? dia memang cabul, tapi sangat tampan hihi." Kata Luna sambil tertawa kecil.


"Kamu menyukai nya Luna?." Pertanyaan Anna tersebut membuat Luna berfikir.


"Hmm.. seperti nya biasa saja tapi aku mengakui jujur bahwa ia sangat tampan seperti Oppa-oppa .. Oppa saranghae hihi." Jawab Luna kepada Anna.


"Apa itu Oppa saranghae?." Tanya Anna.


"Ck kalian banyak tanya sekali, nanti aku akan menjelaskan nya sekarang aku ke kenyangan huaaa." Teriak Luna.


"Aku akan mengantar bekas makan ini kedapur tunggu lah disini." Kata Anna.


"Ah iya Anna, tadi Mo Yang menyuruhku untuk menemui nya." Kata Luna.


"Untuk apa?." Tanya Anna heran.


"Mengambil lebih banyak perhiasan, cari tau lah dia sekarang ada di mana dan kita akan kesana." Titah Luna.


"Baiklah, tunggu disini jangan kemana-mana." Kata Anna dan ia pergi meninggalkan Luna.

__ADS_1


"Haishh tadi disaat Mo Yang bertanya-tanya mengapa aku merasakan perasaan yang aneh ya?, dan juga orang seperti apa Tan Luna ini?, ah aku akan menanyakan kepada Anna nanti. Sekarang aku akan membereskan hadiah-hadiah ini dulu." Kata Luna dan langsung membereskan semua barang-barang nya itu.


...~~...


"Berarti rumor yang tersebar itu benar ada nya?." Tanya Fumo kepada Mo Yang.


"Hm, di satu sisi aku percaya karena dia terus mengucapkan kata-kata yang sangat aneh,tetapi di satu sisi aku juga tidak begitu yakin bahwa dia telah gila."


"Bila ia gila bukan kah ini akan mempercepat pergerakan kita?." Jawab Mo Yang kepada Fumo.


"Betul sekali Pangeran, jadi selanjut nya apa lagi yang akan kita lakukan?." Tanya Fumo Lagi.


"Kita hanya akan menunggu waktu itu datang sendiri kepada kita." Jawab Mo Yang.


"MO YANG AKU DATANG!!." Jawab seseorang dari luar yang tiba-tiba teriak.


Di saat sedang fokus berdiskusi berdua di ruang baca tiba-tiba mereka di kejutkan.


"Luna apa yang kamu lakukan?." Tanya Mo Yang kepada orang yang baru datang itu.


Ya mereka di kejutkan oleh Luna yang datag secara tiba-tiba dan teriak Memanggil Mo Yang dengan keras.


"Hehe, bukan kah kamu yang menyuruhku untuk menemui mu? ini aku sudah datang." Dan Luna pun duduk di samping Mo Yang.


"Apa yang kamu mau?." Tanya Luna.


"Bibir mu belum kering mengatakan nya tetapi kamu sudah lupa saja!." Jawab Luna sambil mengusap bibir Mo Yang dengan ibu jari nya.


"Lancang sekali!." Kesal Mo Yang sambil berdiri.


"Siapa yang lancang? aku hanya menghapus tinta yang ada di bibir mu seharus nya kamu berterima kasih kepadaku!." Protes Luna.


"Itu tetap lancang sekali!." Ke kesalan Mo Yang sudah di puncak.


"Siapa yang lancang?."


Mereka ber 4 yang berada di ruangan tersebut di kejutkan oleh suara seseorang dari arah pintu.


"(..Siapa dia?..)" Tanya Luna di dalam hati.


.......


.......


.......


.......


.......


...TO BE CONTINUED....

__ADS_1


...LIKE NYA JANGAN LUPA YA😉👌....


__ADS_2