
"Apa maksud mu tiba-tiba berubah menjadi seperti ini?, aneh sekali." Gerutu Luna di depan Mo Yang.
Mo Yang melihat hal tersebut hanya melirik sekali kepada Luna setelah itu lanjut membaca lagi.
"Xu Mo Yang kamu benar-benar sangat menjengkelkan, aku tidak tahu jalan pikiran mu dan juga jangan menyalahkan aku ats semua ini karena aku tidak ada salah!." Ketus Luna.
"Kembalilah ke kemar mu, kamu hanya menganggu saja disini." Kata Mo Yang kepada Luna.
"Kamu!, sudalah sudahla aku tidak ingin berdebat dengan mu." Setelah itu Luna beranjak berdiri dan pergi meninggalkan Mo Yang.
Mo Yang hanya melihat Luna pergi menjauh dari nya, dia tidak mencegah sama sekali Luna untuk pergi.
"Yang mulia bagaimana?." Tanya Fumo yang baru datang.
"Kita tidak bisa menebak pemikiran dan tindakannya."
"Untuk itu, yang kita lakukan adalah hanya menunggu hari itu datang sebentar lagi." Jawab Mo Yang.
"Baiklah aku mengerti."Kata Fumo sambil membungkuk.
...~~...
"Aku kesal, aku kesal!." Gerutu Luna sendiri sambil berjalan.
"Luna, apa yang kamu lakukan disini?." Tanya Anna sambil membawa beberapa camilan.
"Aku sangat kesal!." Jawab Luna sambil mengambil satu camilan dari Anna kemudian memakannya.
"Makanlah perlahan Luna, kamu akan tersedak jika tidak makan perlahan-lahan." Baru saja Anna memberi peringatan kepadanya, Luna sudah tersedak.
"Uhuk.. uhuk.." Luna batuk sambil memukuli dada nya.
"Luna, Luna apakah kamu baik-baik saja? aku kan sudah memperingati untuk makan secara perlahan agar tidak tersedak." Kata Anna sambil cemas kepada Luna.
"Sudahlah, aku sungguh tidak ada mood di hari ini aku tidak ada teman juga aku butuh teman." Gerutu Luna kembali sambil cemberut.
"Aku kan ada, kamu ingin teman yang seperti apa?." Tanya Anna.
"Ah sudahla lupakan, aku tidak tahu aku harus bagaimana sekarang sungguh tragis nya diriku." Kata Luna sambil menghelas nafas nya.
"Sabarlah Luna." Anna mencoba untuk membuat Luna tenang.
Disaat mereka sedang berbincang-bincang mereka di hampiri oleh salah seorang pelayan.
"Maaf menganggu yang mulia." Kata Pelayan tersebut lalu menunduk tanda memberi hormat.
"Ada apa? cepat katakan." Tanya Luna kepada orang tersebut.
"Nyonya Tan sedang di perjalanan akan menuju kesini." Kata Pelayan tersebut.
"Ibuku? buat apa dia kemari?." Tanya Luna heran.
__ADS_1
"Mungkin Nyonya rindu kepada mu Luna." Jawab Anna.
"Tidak mungkin, aneh ini sangat aneh pasti ada yang dia inginkan." Kata Luna.
Luna mengetahui fakta bahwa tidak di dunianya tidak disini ibunya menghubungin Luna karena pasti ada maunya.
"Yasudah kita akan sambut mereka ayo, eh tunggu sebentar kalian duluan lah ke depan aku akan menyusul." Kata Luna sambil melirik ke arah ruang baca.
"Baiklah, ayo cepat." Ajak Anna kepada Pelayan yang tadi dan sekarang mereka pergi terlebih dahulu bersama ke depan meninggalkan Luna.
"Bukan kah aku harus mengajak seseorang?." Tanya Luna kepada dirinya sendiri dan langsung berjalan menuju ruang baca.
...~~...
Sesampai nya di ruang baca.
"Ibu ku datang hari ini, aku tidak tahu apa yang dia inginkan." Kata Luna kepada Mo Yang dengan dingin.
"Lalu?." Tanya Mo Yang.
"Kamu tidak menyambut nya bersama ku?." Tanya Luna.
"Aku sedang tidak enak badan, pergilah dan sampaikan salam ku kepadanya." Jawab Mo Yang lalu dia berdiri dan pergi melewati Luna menuju kamar nya.
Luna yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya terdiam saja, karena dirinya juga tidak tahu apa yang harus di lakukan dan mengapa Mo Yang tiba-tiba berubah menjadi dingin.
"Dia benar-benar membuatku kesal, sabarlah Luna sekarang aku akan mengurus ibu dulu." Lalu Luna langsung pergi kedepan untuk menyambut ibu nya.
"Bersikplah dengan baik ya." Bisik Anna kepada Luna.
"Aku tahu itu." Jawab Luna dengan bermalas-malasan.
Tak lama setelah itu tibalah kereta dan pelayan-pelayan dari kediaman Tan bersama dengan ibunya Luna. Setelah kereta berhenti Tan Xing langsung turun dari kereta itu.
Setelah turun semua orang yang menyambutnya menunduk tanmda memberi hormat tak terkecuali oleh Luna, sambil mereka berkata.
"Selamat datang Nyonya Tan." Secara serentak.
"Ah terimakasih atas sambutan nya semua, Luna apa kabarmu ibu sangat merindukanmu." Kata Tan Xing kepada Luna.
"Hehe ibu aku baik-baik saja mari masuk." Kata Luna dengan tawaan hambarnya, ia menggandeng ibunya lalu masuk bersama di ikuti oleh Anna dan pelayang Tan Xing dari belakang.
"Ibu sangat merindukanmu Luna."
"Aku juga sama ibu, aku tahu alasan kedatangan mu pasti ada sesuatu yang kamu mau kan bu? katakanlah." Jawab Luna langsun to the point.
"Luna apa maksud mu aku datang kesini hanya ingin menemuimu karena aku merindukanmu." Kata Tan Xing.
"Baiklah jika seperti itu." Kata Luna.
"Kemana Pangeran?." Tanya Tan Xing.
__ADS_1
"Ah dia sedang tidak enak badan jadi dia istirahat." Jawab Luna.
"Luna apakah kamu merewatnya dengan baik? bagaimana dia bisa sakit?." Kata Tan Xing.
"Iya ibu, aku merawatnya dengan baik, wajar saja bila dia sakit Pangeran pun hanya manusia biasa dia bisa sakit dan juga mati." Kata Luna kepada ibunya.
"Luna, jaga bicaramu." Tegur Tan Xing.
"Tapi aku berbicara dengan fakta bu." Jawab Luna.
"Kamu!,sudahla sudahla jaga dia dengan baik dan juga aku bawa aku untuk duduk." Minta Tan Xing.
"Baiklak." Jawab Luna.
Dan mereka pun duduk di taman belakang, duduk di tempat seperti bale-bale dan duduk berhadapan. Luna menuangkan teh untuk dirinya dan juga ibunya.
"Anna tolong ambilkan beberapa makanan untuk ibuku." Minta Luna kepada Anna.
"Baiklah nona." Setelah itu Anna pun pergi untuk mengambil beberapa makanan di dapur.
"Luna ada yanh aku ingin bicarakan kepadamu." Kata Tan Xing setelah meminum teh nya.
"(..Benarkan dugaan ku..)" Feeling Luna benar bukan?.
"Kan sudah ku bilang ibu, jangan sungkan bila denganku langsung saja tidak usah banyak basa-basi aku sudah biasa dengan yang seperti ini." Jawab Luna enteng dan tentu saja perktaan Luna tersebut membuat Tan Xing emosi.
"Kamu!, sudahla bila kamu berkata seperti itu aku akan berterus terang sekarang."
"Jauhi Xu LiRui, kamu telah mempunyai suami dan sekarang kamu masih suka kepadanya bagaimana jika Kaisar tau?." Kata Tan Xing yang berterus terang.
"Bukankah memang itu hak aku untuk bersama dengan LiRui?." Tanya Luna.
"Luna!, apa maksudmu?kamu telah memiliki suami dia adalah seorang calon Kaisar!." Kata Tan Xing dengan nada tinggi.
"Bukan kah seharusnya Lina yang menikahi Xu Mo Yang?." Tanya Luna lagi dengan enteng.
"TAN LUNA!, KAMU KURANG AJAR SEKALI!." Bentak Tan Xing kepada Luna.
.......
.......
.......
.......
.......
...TO BE CONTINUED...
...Likenya Jangan Lupa🥲...
__ADS_1