Nikah Paksa Pangeran!

Nikah Paksa Pangeran!
*24*


__ADS_3

"Ibu tenang lah aku hanya berbicara fakta yang terjadi saja." Kata Luna dengan enteng.


"Kamu!, sudahla sudala ini kediaman Yang aku memaafkan mu kali ini." Kata Tan Xing yang masih saja kesal.


"Terimakasih ibu, hatimu sangat baik seperti bidadari." Puji Luna sambil menyindir.


Tan Xing yang mendengar itu hanya melirik Luna dengan sinis sedangkan Luna dia hanya tersenyum.


"Sudahlah aku sudah selesai disini aku hanya ingin memperingati mu soal itu saja."


"Aku harap kamu mengerti dan memahami ucapanku itu, aku tidak bermain-main Luna. Kamu telah memiliki suami." Kata Tan Xing.


"Baik ibu, aku paham itu tenang saja aku tahu batasan ku."


"Aku tidak menyukai Li Rui sekarang, yang dahulu lupakan saja. Aku memberitahu mu bahwa aku tidak menyukainya lagi."


"Tapi jika dia masih menyukaiku jangan salahkan aku, berbiacara lah kepada nya bu." Kata Luna kepada ibunya itu.


"Luna aku pegang omongan mu aku harap kamu serius tentang ini." Kata Tan Xing.


"Bukan kah aku selalu serius bu?." Tanya Luan sambil menyindir.


"Aku akan pulang sekarang, jagalah dirimu dengan baik disini dan juga layani lah Pangeran."


"Dia adalah suami mu, ingatlah itu." Kata Tan Xing.


"Aku sangat mengerti bu, dan maaf aku tidak bisa mengantar mu kedepan karena aku akan mengurus Pangeran seperti yang dikatakan oleh ibu." Kata Luna sambil membungkuk.


Setelah itu Tan Xing langsung pergi untuk pulang dan meninggalkan kediaman Yang.


"Eh, Luna dimana nyonya?." Tanya Anna yang baru datang dari dapur.


"Dia sudah pulang kamu telat." Kata Luna sambil duduk dan meminum tehnya.


"Pulang?, sangat cepat sekali apa yang dia katakan?." Tanya Anna.


"Benar sekali dugaan ku, ibuku menemuiku pasti untuk meminta sesuatu." Kata Luna dengan dingin.


"Sekarang nyonya meminta apa kepadamu?." Tanya Anna.


"Dia memintaku untuk menjauhi Li Rui, Anna kamu tahukan bahkan aku bertemu dengan Li Rui hanya baru dua kali."


"Sekarang dia memintaku untik menjauhi Li Rui, sangat tidak jelas sekali." Gerutu Luna.


"Pasti yang nyonya maksud itu kepada nonaku." Kata Anna.


"Ah iya, pasti maksud nya bertujuan untuk menegur nonamu." Kata Luna.


"Bagaimana ya kabar nonaku sekarang Luna." Kata Anna lalu duduk dan menunduk di depan Luna.


"Aku tidak tahu, apa jangan-jangan nonamu sudah tiada?." Jelas perkataan tersebut membuat Anna marah.


"Apa maksudmu?." Tanya Anna dengan nada yang sedikit tinggi.

__ADS_1


"Tidak-tidak aku hanya berandai-andai saja, aku hanya berkata asal."


"Sudahla Anna kitakan masih mencari cara suapaya bisa memulangkan aku ke duniaku dan mencari cara agar nonamu kembali." Kata Luna.


"Tapi bagaimana caranya?." Tanya Anna.


"Aku tidak tahu, tapi kita akan mencari tahu." Jawab Anna.


"Kemana Luna? kita harus bertanya pada siapa?." Tanya Anna lagi.


"Hm.. biar aku berpikir sebentar, oh iya apakah ada orang seperti dukun?." Tanya Luna.


"Apa itu dukun?." Tanya Anna karena dia tidak tahu apa yang di maksud dengan dukun.


"Dukun itu seperti orang yang mempunyai kekuatan bisa melihat masa depan bisa di bilang peramal." Jelas Luna.


"Aku tidak tahu tapi aku akan mencari tahu itu." Kata Anna.


"Yasudah tunggu apalagi, cepat cari nanti beritahu aku jika sudah ketemu oke?." Kata Luna dengan sanagt bersemangat.


"Baiklah." Setelah itu Anna meninggalkan Luna sendirian.


"Mengapa aku baru ingat sekarang, ini kan zaman dahulu pasti ada orang yang bisa meramal seperti dukun disini." Kata Luna.


Tanpa Luna sadari ada orang yang menguping pembicaraan Luna dengan ibunya, juga dengan Anna sedari tadi.


...~~...


"Lapor yang mulia." Kata Fumo sambil membungkuk memberi hormat.


"Nyonya Tan memibta untuk Luna menjauhi Li Rui, dan Luna mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan dan membuat nyonya Tan sedikit marah kepadanya." Ya, jadi orang yang menguping itu adalah Fumo.


"Jadi, apakah benar Luna masih mencintainya?." Tanya Mo Yang dia sungguh bingung dengan apa isi hati dan pikiran Luna.


"Tapi yang mulia, tadi Anna berkata teguran itu bukan untuk Permaisuri melainkan untuk nonanya." Tambah Fumo.


"Aku sungguh tidak mengerti, Luna pernah berkata bahwa dia bukanlah Tan Luna. Tapi aku tidak mengerti dengan semua ini." Mo Yang sangat tidak mengerti tentang keadaan ini.


"Juga yang mulia, Permaisuri mencari peramal." Tambah Fumo lagi.


"Peramal?, untuk apa." Tanya Mo Yang heran.


"Aku tidak paham juga yang mulia, tapi tadi mereka berkata mereka mencari cara untuk Permaisuri bisa pulang keduanianya." Kata Fumo.


"Apakah dia benar-benar gila?." Mo Yang semakin bingung.


"Tapi Anna membantunya, menurut ku mereka berkata yang sebenarnya karena Anna dia percaya kepada Permaisuri dan dia membantunya." Fumo pun bingung dengan keadaan ini.


"Aku tidak paham dengan semua ini, dekatilah Anna agar dapat informasi darinya." Titah Mo Yang kepada Fumo.


"Baik yang mulia." Jawab Fumo.


"Waktu pengungkapan Luna akan segera tiba, kita tinggal tunggu saja."

__ADS_1


"Tentang penyelidikan awal kita apakah ada perkembangan?." Tanya Mo Yang kepada Fumo.


"Oh iya, jika yang mulia sadari kejadian terjadi disaat Kaisar ada kunjungan ke Kerajaan tetangga bukan?." Tanya Fumo.


"Iya benar." Jawab Mo Yang.


"Aku mendapatkan info bahwa yang pertana tahu info tersebut adalah Kasim Yu, apakah kita perlu menyelidiki nya?." Tanya Fumo.


"Tanya lah langsung kepadanya, lakukan negosiasi dengan secara terbuka dengannya."


"Sekarang temui lah Anna cepat cari tahu informasi tentangnya." Tambah Mo Yang.


"Baik yang mulia." Fumo memberi hormat lalu dia pergi meninggalkan Mo Yang.


...~~...


"Halo." Kata Luna mengejutkan Mo Yang.


Setelah beberapa menit Fumo keluar dari kamar Mo Yang Luna menemui Mo Yang di kamarnya.


"Wah kamar ini bagus juga, tapi tetap kamarku lebih besar hihi." Kata Luna sambil tertawa kecil.


"Apa yang kamu lakukan disini?." Tanya Mo Yang kepada Luna.


"Kamu kan sedang tidak enak badan, aku disini untuk mengurus kamu. Katakan kamu ingin apa." Kata Luna.


"Aku tidak perlu bantuan mu pergilah." Kata Mo Yang dengan datar.


"Kenapa kamu ini? tidak ada angin tidak ada hujan kamu tiba-tiba bersikap dingin kepadaku." Tanya Luna kepada Mo Yang.


"Aku tidak apa-apa keluarlah dari sini aku ingin istirahat." Usir Mo Yang.


"Tidak aku tidak mau sebelum kamu bilang kepada ku kenapa kamu tiba-tiba bersikap seperti ini kepadaku."


"Aku tidak buat kesalahan, yang ingin pergi tadi adalah kamu."


"Sudah ku bilang aku hanya tidak enak badan, keluarlah." Usir Mo Yang lagi.


"Aku akan mengurusmu jika kamu tidak enak badan." Kata Luna yang tetap maksa untuk berada di kamar Mo Yang.


"Keluarlah Luna." Usir Mo Yang lagi, ini sudah ketiga kalinya Mo Yang mengusir Luna.


"Mo Yang, apakah kamu cemburu kepada Li Rui tadi?." Tanya Luna.


.......


.............


.......


.......


.............

__ADS_1


...TO BE CONTINUED....


......JANGAN LUPA LIKE YA🥲......


__ADS_2