
"Anna bukan kah ini sangat rumit sekali?." Tanya Luna kepada Anna.
"Ya kamu benar ini rumit." Jawab Anna.
"Jadi seperti itu ya tentang nona mu, baiklah aku sudah mendapatkan gambaran nya aku mengerti." Kata Luna.
"Ah iya ceritakan lah tentang Mo Yang." Pinta Luna kepada Anna.
"Ah Luna bukan kah itu tidak baik menggosipkan Pangeran?." Tanya Anna.
"Aku hanya ingin mengetahui nya itu saja pelit sekali." Kata Luna.
"Mengapa kanu tidak mencoba untuk meminta Pangeran menceritakan kepada mu secara langsung?." Tanya Anna.
"Anna entah apa yang kamu fikirkan itu, ya susah jelas sekali Mo Yang tidak akan menceritakan nya kepada ku kamu ini ada-ada saja." Kesal Luna.
"Baiklah aku ceritakan tapi sedikit saja ya." Kata Luna, ia juga tidak mau menbuat Luna marah.
"Oke, cepat ceritakan." Kata Luna dengan sangat penasaran.
"Pangeran pertama dan ke dua adalah adik kandung dengan ibu dan bapak yang sama."
"Ke dua nya memang tidak terlalu dekat karena mereka di didik secara berbeda, Pangeran pertama ia di didik untuk menjadi calon Kaisar dari kecil dan Pangeran ke dua sebalik nya."
"Tapi bisa di bilang ia lebih bebas dari pada Pangeran pertama." Kata Anna.
"Ah iya tunggu, tidak kah keluarga kerajaan tau bahwa aku adalah anak ke dua?." Sela Luna yang bertanya kepada Anna.
"Seperti nya keluarga kerajaan tidak terlalu memperhatikan ini Luna." Jawab Anna.
"Ah seperti itu, baiklah lanjutkan ceritakan semua tentang keluarga Mo Yang." Pinta Luna.
Setelah itu Anna melanjutkan kembali perkataan nya.
"Baiklah, setelah itu ibu kandung mereka yaitu Permaisuri Shi Hua meninggal dunia karena ada yang membunuh nya." Kata Anna.
"Wait, tunggu sebentar siapa nama ibu nya Mo Yang dan siapa yang membunuh nya?. Kurang ajar sekali orang itu!." Luna geram saat mengetahui fakta tersebut.
Entah mengapa Luna merasakan marah di saat tau alasan kematian ibunda Mo Yang.
"Sabar lah Luna, ia meninggal karena ada yang membunuh nya dimalam hari ada yang menyelinap ke dalam istana." Jawab Anna.
"Ah benar kah? bukan kah istana di jaga dengan ketat?." Tanya Luna heran.
"Entah lah tapi banyak rumor yang berkata bahwa yang melakukan ini adalah orang dalam." Jawab Anna.
"Siapa?." Tanya Luna lagi penasaran.
"Aku tidak tau, ah iya nama nya adalah Ratu Xu Shi Hua ia sangat cantik dan baik sekali dan disaat ibu nya meninggal Pangeran pertama ber usia 14tahun dan Pangeran ke dua ber usia 12tahun." Jawah Anna.
__ADS_1
"Ah berarti itu 2 tahun setelah Pangeran ke dua mengenal nona mu?." Kata Luna.
"Benar sekali." Jawab Anna.
Luna yang mendengar semua itu ia merasa pusing, ia merasa bahwa dunia ini sangat rumit dari pada dunia nya.
"Ah iya Luna saat itu Kaisar hanya memiliki 1 Permaisuri dan 1 selir." Kata Anna secara tiba-tiba.
"Siapa selir nya?." Tanya Luna.
"Orang yang memberikan mutiara kepada mu kemarin." Jawab Anna.
"Xu Li Zhi?." Tanya Luna lagi.
"Bukan kah aku sudah memberi tahu mu?." Tanya Anna balik.
"Ah iya aku melupakan nya, eh apa jangan-jangan dia ada di ba-." Sebelum Luna menyelesai kan pembicaraan nya, Anna memotong nya terlebih dahulu.
"Hushhh Luna kamu tidak boleh berfikir seperti itu, aku tau fikiran mu jangan yang berfikir macam-macam nanti kamu akan kena hukum." Luna yang mendengar kata-kata "HUKUM" saja sudah bergidik ngeri jadi ia memilih untuk tidak melanjutkan omongan nya lagi.
"Anna kamu membuat aku takut setiap kali mendengar kata hukuman." Kata Luna.
"Ya makanya berhati-hati lah dan Luna, jagalah sikap mu ya." Kata Anna kepada Luna.
"Tenang saja Anna aku bisa menempatkan diri ku." Jawab Luna enteng.
Hari semakin sore jadi mereka memutuskan untuk mengakhiri jalan-jalan mereka dan setelah itu Luna dan Anna kembali ke dalam kamar.
...~~...
Luna sekarang merasa bosan ia melihat keluar kamar nya dan terlihat lah Mo Yang, ia sedang menatap langit sendirian.
Luna pun menghampiri nya.
"Kamu sendirian saja?." Pertanyaan Luna tersebut sedikit mengejutkan Mo Yang.
"Kamu belum tidur?." Tanya Mo Yang balik.
"Aku tidak bisa tidur." Luna pun duduk di samping Mo Yang.
"Gaun tidur mu sangat tipis, apakah kamu kedinginan?." Tanya Mo Yang.
"Tidak, ah kamu perhatian sekali hihi." Kata Luna sambil tertawa kecil.
"Aku hanya tidak ingin terkena marah ayah dan nenek ku jika kamu sakit."Jawab Mo Yang.
Dan Luna menjawab nya hanya dengan berkata oh.
"Ahhh.. aku rindu sekali kepada keluarga ku." Kata Luna sambil menatap langit.
__ADS_1
"Kamu ingin pulang ke, kediaman Tan?." Tanya Mo Yang.
"Tidak, bukan mereka ah mungkin iya entahlah."
"Yang jelas aku merindukan tempat ku dan dunia ku, tidak pernah terpintas dan terfikir oleh ku bahwa aku akan mengalami hal aneh seperti ini di hidup ku."
"Aku kadang bertanya kepada diri ku sendiri, aku ini terlempar ke masa lalu? atau aku sekarang sudah mati dan berada di surga?."
"Aku sungguh bingung dengan diriku sekarang. Aku bertemu dengan mu, aku menjadi seorang Permaisuri dan kaya. Aku, aku tidak menyangka ini semua terjadi." Kata Luna.
Mendengar perkataan Luna tersebut Mo Yang tidak paham dan merasa sangat aneh dan asing bagi nya.
Tapi entah mengapa ia yakin sekali bahwa istri nya ini tidak gila.
"Apa maksud mu?." Tanya Mo Yang, ia kebingungan.
"Kamu tidak akan paham." Jawab Luna singkat.
"Rumor mengatakan kamu gila setelah melompat dari atap kediaman mu, apakah benar?." Tanya Mo Yang kepada Luna secara langsung.
"Kalian tidak mengerti, begini jika aku katakan bahwa aku bukan lah Tan Luna apakah kamu akan percaya." Tanya Luna kepada Mo Yang.
"Ak-aku tidak tau, tapi jujur aku tidak yakin bahwa kamu gila." Kata Mo Yang.
"Ck aku memang tidak gila, aku akan memberitahu mu aku bukan Tan Luna aku adalah An Luna dari tahun 2021."
"Aku yakin kamu tidak mempercayai ku kan ya sudah jangan buang-buang waktu mu untuk mendengar kan cerita ku, dan aku juga tidak akan membuang-buang tenaga ku untuk bercerita kepada mu."
"Ah sudah mulai malam seperti nya, aku akan makan beberapa makanan ringan dan tidur."
"Kamu masuk lah jangan lupa untuk mencuci kaki sebelum tidur dan gosok gigi. Aku masuk kamar dulu, bye-bye." Setelah berkata seperti itu Luna pun pergi masuk ke kamar nya meninggalkan Mo Yang sendiri.
Mo Yang, yang di perhatikan seperti itu oleh Luna merasa tersentuh ternyata istri nya yang barbar dan lincah bisa selembut dan perhatian seperti itu kepada nya.
Ia benar-benar tersentuh atas perlakuan Luna barusan.
"(..Apakah yang di bicarakan nya benar?..)" Tanya Mo Yang di dalam hatinya.
.......
.......
.......
.......
.......
...TO BE CONTINUED....
__ADS_1
...LIKE NYA JANGAN LUPA YA😉👌....
...and jangan lupa untuk baca cerita aku yang lain nya juga terimakasih🖐...