
Luna berlari langsung dan mencari halaman belakang dengan cepat sekali.
Ia mencari cari terus tanpa menyerah halaman belakang rumahnya.
"Ah pasti ini , iya aku yakin pasti ini!!." Kata Luna dengan ngos-ngosan cape karena ia lari-lari dari tadi menghindari Anna yang mengejarnya.
"Gimana cara naiknya?." Luna melihat lihat sekitar dan ia menemukan tangga.
"Ah itu tangga, pasti jatuhnya disini aku yakin sekali!." Kata Luna dan ia mengambil tangga itu.
Setelah itu Luna pun langsung memanjat naik ke atas atap rumah menaiki tangga yang ia lihat tadi.
"NONA TURUN NONA!." Anna telah sampai ke halaman bekakang dan ia berteriak untuk memberhentikan Luna naik ke atas Rumah!.
"NONA TURUN NONA!." teriak Anna lagi.
"Sudahlah Anna tidak apa apa mari kita selesai kan semua ini!, aku yakin nanti disaat aku jatuh aku akan terbangun di dunia ku!." Jawab Luna kepada Anna yang berada di bawah.
"TOLONG TOLONG!." Teriak Anna.
Dan beberapa saat kemudian datang lah para Pengawal dan para Pelayan disana.
Mereka menyaksikan luna yang akan loncat dan mereka pun khawatir sekali kepada Luna.
Dan mereka pun yang menyaksikan itu semua nya mencoba memanggil Luna agar ia membatalkan niat untuk melompat dari atap lagi.
"NONNA TURUN NONA!."
"NONA TURUN LAH NONNA!."
"NONA HIDUP MU HANYA SEKALI NONA!."
"NONA KU MOHON TURUN LAH NONA."
"NONA JANGAN LAH ANDA MELAKUKAN PERBUATAN SEPERTI INI!."
"NONA AYOK TURUN LAH NONA, KAMI SANGAT MENYAYANGI MU NONA!."
"NONA KU MOHON NONA!."
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜.
Anna sangat sedih dan menangis melihat Luna seperti itu.
Ya Anna adalah pelayan Tan Luna mereka telah bersama sejak kecil jadi ia tidak pernah membiarkan Tan Luna kesakitan.
Ya walaupun ia tau itu bukan nona nya tapi setidaknya siapapun itu ia sedang memakai tubuh nonanya.
"Ah kalian ini berisik sekali." Teriak Luna dari atas.
"Oke sekarang hanya harus melompat dari sini."
"Aku yakin ini akan sakit tapi.. "
"Ah sudah la demi pulang aku akan melakukan semua nya!."
"Aku yakin setelah ini aku akan terbangun di dunia ku!."
"Oke .. 1 2 3." Luna berlari tapi setelah itu ia berhenti dan melihat kebawah terlebih dahulu.
"Wuuu,wauww, ternyata tinggi juga hoho"
Melihat ketinggiannnya luna berfikir 2 kali untuk terjun kebawah, tapi sayangnya keputusannya sudah bulat dan ia sudah nekat untuk melakukan ini semua.
__ADS_1
"Tidak tidak jika ingin pulang hanya ini aku harus mencobanya!."
"Baiklah.. 1... 2... 3..."
"AKKKKKKKKK".
Dan Luna pun melompat. 😌😌
...~~...
"AAKKKKKKKK." Luna tersadar dan berteriak.
"Aww.. sakit." Ringis Luna memegang tangannya.
Ya tangannya cedera karena ia jatuh dari atap tadi.
"Nona anda sudah sadar!." Teriak Anna.
"Eh, aku aku?." Luna bingung.
"AKU MASIH ADA DISINI?!!." Luna terkejut bukan main karena ternyata rencananya ini tidak berhasil!.
Ia sangat kebingungan kenapa rencananya tidak berhasil padahal ia telah yakin bahwa cara ini akan berhasil.
Karena ia lihat di drama-drama yang ia tonton jika mereka seperti ini, itu hanyalah mimpi.
Dan cara untuk menyadarkan nya itu dengan cara membangunkan mimpi tersebut dan siapa sangka ternyata cara ini tidak berlaku untuknya.
"Gawat gawat gawat." Kata Luna.
"Anna? kamu Anna? masih Anna?." Tanya Luna.
"Iya nona aku Anna, aku mohon jangan lah melakukan seperti itu lagi." Jawab Anna yang sangat menghawatirkan Luna.
"Luna! apa maksudmu? kamu ingin bunuh
diri lagi?." Tanya Tan Gu.
"Tidak! aku hanya ingin mencoba pulang aku ingin pulang!." Jawab Luna.
"Luna kamu tidak usah seperti ini lagi! terima saja pernikahan mu ini, jika tidak kita semua akan kena hukum!." Kata Tan Xing.
"Apa? di hukum?." Tanya Luna.
"Iya nona kita akan di hukum jika anda tidak menikah dengan Pangeran." Jawab Anna.
"Gawat, gawat." Cemas Luna.
"(..Aku sudah terjebak di dunia ini dan aku akan di hukum jika aku tidak melakukan ini, apa boleh buat sekarang hanya bisa bertahan hidup disini!..)" Cemas Luna dalam hati.
"Hmmm." Luna hanya berkata seperti itu.
"Luna kamu sangat menyebalkan!." Teriak Lina.
Dan tiba tiba.
"Ada apa ini?." Tanya seseorang yang datang.
Semua orang menoleh kepada orang yang bertanya seperti itu.
"Selamat datang Pangeran." Semua orang berkata seperti itu saat melihat orang tersebut.
"RUI!." Teriak Luna.
__ADS_1
Sekarang yang di liat Luna adalah Rui yang membantunya mengerjakan tugas sebelum ia terlempar ke dunia ini.
"Luna tenang lah Luna " Kata nya.
"Biasakah Kalian semua keluar?." Tanya Luna.
Dan semua orang keluar hanya menyisakan mereka berdua.
"Rui,rui!."
"Ini aku Rui, Luna!."
"Rui ayok ajak aku pergi dari dunia ini Rui."
"Rui aku,aku gatau kenapa aku bisa terjebak didunia ini Rui ayok pulang!." Luna melontarkan perkataan secara bertubi-tubi dan membuatnya bingung.
"Tenang lah Luna. Aku LiRui sejak kapan kamu memanggilku Rui?." Tanya orang tersebut.
"LiRui? gawat, gawat kamu bukan Rui sama seperti Anna yang bukan Jinna." Kata luna kaget.
"Luna maaf kan aku Luna aku tidak bisa menepati janji ku, kamu harus menikah dengan kakak ku Mo Yang." Kata LiRui merasa bersalah.
"Kakak mu? Mo Yang kakak mu?." Jawab Luna kaget.
"Kenapa kamu? Iya kamu udah tau semua nya dia adalah kakak ku." Jawab LiRui.
"Gawat gawat gawat, emang benar kamu buka Rui Pergi lah kamu sama saja tidak membantu sama sekali." Kata Luna kepada LiRui karena ia sangat marah dengan semua ini.
"Tapi Luna?." Kata LiRui lagi.
"Sudah, stop jangan berbicara lagi aku tau kamu seperti mereka juga kamu tidak bisa membantu ku untuk pulang." Kata Lunna dan ia tampak mundar-mandir gelisah sekarang.
"Lun tenang lah Luna, ini rumah mu Luna kamu mau pulang kemana lagi?." Tanya LiRui
"Ah kamu tidak mengerti, sudah aku bilang kamu sama seperti mereka." Jawab Luna
"Keluar lah aku ingin sendiri." Usir Luna.
"Tapi Luna aku khawatir kepada mu, kamu masih tidak sehat dan kamu baru saja terjatuh lagi Luna." LiRui sangat mencemas kan nya.
"Ah aku tidak apa-apa dan terimakasih telah mecemaskan ku dan juga terimakasih banyak telah membantu ku mengerjakan tugas." Kata Luna.
"(..Ah iya jika aku ikut Rui pulang dengan nya aku pasti sekarang tidak ada disini, pasti aku sudah ujian sekarang..)" Grutu Luna dalam hati.
"Keluar lah aku ingin sendiri, aku butuh waktu sendiri apakah kamu tidak kasihan kepada ku?." Tanya Luna dengan logat yang malas.
"Baiklah kalau seperti itu." Setelah itupun LiRui pergi.
"Sial sekali aku ini, apa salahku tiba-tiba nasibku menjadi seperti ini?." Tanya Luna kepada dirinya sendiri.
"Yang aku ingin kan menyelesaikan masalah ku, bukan nya terlempar ke masa lalu!." Grutu Luna ia sangat kesal sekali.
.......
.......
.......
.......
.......
...TO BE CONTINUED....
__ADS_1
...LIKE NYA JANGAN LUPA YA😉👌....