
Luna sedari tadi tidak habis berhitung berapa banyak yang ia terima sampai ia sadar hari sudsh semakin siang dan ia belum makan.
"Luna makan lah dulu, dari tadi kamu terus menghitung apakaah tidak lelah?." Tanya Anna kepada Luna.
"Tidak aku tidak lelah ini semua demi ini!." Kata Luna dengan penuh semangat.
"Luna ayolah makan dulu, nanti makanan nya keburu dingin. Lihat lah ada Ayam asam manis dan sup disini." Kata-kata Anna tersebut di abaikan begitu saja dengan Luna.
"Sabar lah Anna ini akan selesai sebentar lagi, jika kamu terus menganggu ini tidak akan selesai." Kata Luna kepada Anna demgan acuh.
"Baiklah aku taruh disini ya jika kamu merasa lapar makan lah ini." Kata Anna.
"Iya, iya kamu cerewet sekali." Balas Luna.
"Yasudah kalau seperti itu aku akan keluar dulu untuk membereskan pakaian mu." Kata Anna dan ia pun pergi ke luar.
...~~...
"Aish Luna susah sekali untuk di atur bagaimana jika ia sakit? dari pagi ia belum memakan apa pun." Kata Anna cemas sambil ia berjalan akan mengambil pakaian Luna.
Tanpa Anna sadari ada yang mendengar perkataan nya tersebut.
"Anna." Panggil seseorang.
"Iya?,eh Pangeran." Kata Anna sambil membungkuk memberi hormat.
Ya Anna karena cemas ia jalan tidak melihat kana kiri sambil berbicara sendiri karena mengkhawatirkan Luna yang belum makan.
"Aku mendengar semuanya, Luna belum makan?." Tanya Mo Yang kepada Anna.
"Menjawab Pangeran, ia nona ku belum makan dari tadi. Di saat sampai tadi ia langsung menghitung hadiah-hadiah pernikahan itu." Jawab Anna kepada Mo Yang.
"Ah iya aku juga sudah mengantar makanan nya sebanyak 2 kali karena aku memperbarui nya lagi yang tadi sudah dingin." Jawab Anna lagi.
"Dimana ia sekarang?." Tanya Mo Yang.
"Ia ada di kamar nya yang mulia." Jawab Anna.
"Baiklah lanjutkan kerjaan mu." Kata Mo Yang.
"Baik, permisi Pangeran." Setelah itu Anna pergi sebelum itu ia membungkuk dulu tanda memberi hormat.
"Apakah ia tidak pernah menemukan barang-barang itu di kediaman Tan?." Tanya Mo Yang kepada Fumo.
"Menjawab pangeran, aku rasa seharus nya ia sudah tidak asing lagi dengan yang seperti itu dan pasti ia telah menemukan yang lebih dari itu." Jawab Fumk sambil sedikit berbisik.
"Kamu benar, bukan kah ini hanya barang-barang kecil? aku yakin sekali ia memiliki semua tapi kenapa ini seakan-akan ia tidak pernah memiliki nya?." Kata Mo Yang lagi karena ia meresa heran.
__ADS_1
"Seperti nya ini akibat dari ia melompat itu yang mulia." Jawab Fumo.
"Aku telah menyelidiki semua prilaku nona Luna, kelakuan nya ini berubah semenjak ia melompat itu." Kata Fumk lagi.
"Ia adalah Putri yang sangat pendiam dan berbudi luhur, dan juga ia tidak pernah mengusir-." Kata- kata Fumo terhenti sektika.
"Mengusir siapa?." Tanya Mo Yang dengan penasaran.
"Mengusir Pangeran ke 2." Jawab Fumo dengan berhati-hati daj berbisik lagi.
"Apa maksud mu?." Tanya Mo Yang lagi, seperti nya ia belum mengerti.
"Setelah ia bangun setelah melompat itu ia bertemu dengan mu, setelah kita pulang ia melompat lagi." Kata Fumo.
"Apa maksud dari wanita itu?." Tanya Mo Yang heran.
"Aku mendengar ia melakukan itu agar ia pulang ke tempat asal nya." Jawab Fumo lagi.
"Tempat asal nya?." Mo Yang semakin tidak mengerti, begitu juga Fumo ia pun sama tidak mengerti.
"Setelah lompatan yang ke dua kali itu ia bangun tetapi sifat nya masih sama seperti ini, dan disitu lah Pangeran ke 2 mengunjungi nya." Kata Fumo.
"Tetapi tidak lama kemudian ia mengusir Pangeran ke 2 bukan kah ini sangat aneh?." Kata-kata Fumo tersebut Mo Yang cerna semua nya.
"Aku tidak tau apa jalan fikir nya sekarang, jika ia benar-benar berubah kita akan mencoba nya." Kata Mo Yang.
"Tunggu dan liat saja, kita akan mendapat kan 2 ikan sekaligus." Kata Mo Yang.
"Baiklah Pangeran aku mengerti." Jawab Fumo.
"Pergi lah aku akan mengunjungi nya." Setelah itu Fumo pergi dan Mo Yang ia ke kamar Luna untuk memeriksa gadis itu.
...~~...
Benar yang di katakan Anna, Mo Yang melihat dengan mata kepala nya sendiri. Luna sedang berkutat dengan sempoa dan jari nya itu.
Ia juga melihat makanan yang tidak di sentuh oleh Luna berada di meja dan masih utuh.
Mo Yang mendekati Luna yang sedang fokus menghitung itu.
"Sampai kapan ini akan selesai?." Tanya Mo Yang, ia mengagget kan Luna.
"Kamu!.. ck kamu membuat ku terkejut, sebentar lagi ini akan selesai katakan ada apa?." Tanya Luna kepada Mo Yang.
"Kamu belum makan dari tadi pagi." Kata Mo Yang.
"(..Ck pasti Anna mengadu..)" Grutu nya dalam hati.
__ADS_1
"Kau belum lapar dan juga ini sangat tidak bisa di tinggal kan ini sangat penting." Kata Luna lagi dan ia langsung melanjutkan aktivitas nya kembali.
"Apakah kamu tidak pernah menemukan yang seperti ini di kediaman mu? apakah keluarga Tan semiskin itu?." Tanya Mo Yang kepada Luna.
"Apa maksud mu?." Tanya Luna kepada Mo Yang.
"Makan lah." Kata Mo Yang.
"Aku tidak mau aku belum selesai." Jawab Luna.
Mo yang mendekatkan wajahnya kepada Luna, karena ia merasakan ada sesuatu di dekat nya ia pun menoleh dan sekarang mereka pun bertatap-tatapan dengan sangat dekat dan berkata.
"Aku tidak mau Permaisuri ku menderita kelaparan dan sakit, ayah ku akan marah pada ku." Kata Mo Yang kepada Luna.
Dengan jarak yang sangat dekat seperti itu Luna merasakan setruman listrik dan jantungnya seperti yang sudah berlari dengan kencang sangat dag-dig-dug.
Di tambah lagi Luna mendegar perkataan Mo Yang seperti itu Luna muka Luna menjadi memerah juga.
Jadi bisa di lihat Luna memang sudah terhipnotis dengan wajah tampan Mo Yang ini dan ia sangat lemah setiap Mo Yang memperlakukan nya seperti ini.
"Aku akan memberikan mu lebih dari ini, tapi makan lah makanan mu." Tambah Mo Yang lagi sambil menjauh kan dirinya dari Luna.
Luna yang mendengar perkataan tersebut menjadi sangat senang.
"Benarkah?! Oke! aku makan hihi." Setelah itu Luna pun langsung meninggalkan aktivitas nya dan langsung menyantap makanan nya dengan sangat lahap.
Mo Yang melihat kelakukan Luna tersebut hanya tersenyum kecil karena ia merasa Luna sangat lah aneh.
"Kamu mau? Ah tidak-tidak ini punya ku." Ada-ada saja Luna menawarkan kepada Mo Yang tetapi ia meralat kata-kata nya lagi.
"Oh iya ingat lah janji mu kepada ku itu." Kata Luna sambil mengunyah.
"Habis kan lah makanan yang ada di mulut mu itu." Jawab Mo Yang.
.......
.......
.......
.......
.......
...TO BE CONTINUED....
...LIKE NYA JANGAN LUPA YA😉👌....
__ADS_1