
"Apa maksud mu berbicara seperti itu Luna?." Tanya Anna kepada Luna.
"Tadi Mo Yang masih baik kepada ku, kami masih saling berbicara juga tadi dia masih makan jajanan ku. Mengapa tiba-tiba dia menarik ku untuk pulang dan tidak berbicara apa-apa di perjalanan tadi?." Luna sangat heran.
"Itu pasti ada kesalahan Luna." Balas Anna kepada Luna.
"Ah iya tadi kami bertemu dengan LiRui." Luna dia baru mengingat nya.
"Gawat Luna, pasti itulah penyebab Pangeran menjadi seperti ini." Kata Anna.
"Ah iya sepertinya gara-gara LiRui, Anna apakah hubungan mereka serumit ini? aku merasakan mereka tidak cocok sebagai adik dan kakak." Luna sangat bingung sekarang ia bingung harus berbuat apa untuk masalah kali ini.
"Entah lah Luna, menurut ku mereka bertolak belakang. Tadi memangnya Pangeran ke dua berbicara apa?." Tanya Anna.
"Tadi dia menghampiri ku dan Mo Yang saat kami sedang makan jajanan kami, setelah itu dia menghampiri kami dan dia berkata maaf karenantidak hadir ke pesat pernikahan kami kemarin."
"Setelah itu aku dan Mo Yang berkata tisak masalah, dan setekah itu aku berkata bahwa ini adalah pertemuan ke dua aku dengan LiRui."
"Terus dia berkata bahwa nanti dia akan mengunjungi aku ke, kediaman Yang ini." Jelas Luna kepada Anna.
"Sebenar nya Anna aku berkata bahwa ini pertemuan ke dua aku dengan LiRui aku hanya ingin mengenalkan diri ku itu saja, aku tidak meminta dia utnuk mengunjungi ku." Tambah Luna lagi.
"Sepertinya mereka salah mengartikan kata-kata mu Luna." Kata Anna.
"Haish, aku bingung dengan jalan pikiran mereka. Yang satu terlalu percaya diri dan yang satunya lagi dia sangat curiga." Luna dia harus berhadapan dengan masalah lain selain masalah yang dia alami sebelum nya.
"Ah iya Luna, tadi kamu kemana saja? kalian pergi sangat mendadak dan tidak bilang terlebih dahulu." Tanya Anna.
"Ah tadi aku belanja makanan dan hanya jalan-jalan saja." Jawab Luna.
"Anna aku lelah sekali ayo kita ke kamar saja." Ajak Luna kepada Anna.
"Baiklah ayo." Setelah itu mereka ber dua pergi menuju kamar Luna.
...~~...
"Seperti nya kita akan bersiap karena pertunjukan akan dimulai sebentar lagi." Kata Mo Yang kepada Fumo.
"Baiklah aku paham yang mulia." Balas Fumo dengan membungkuk.
Mereka sekarang sedang di ruang baca, Mo Yang melihat keluar jendela dan memperhatikan Luna yang sedang berlari-lari menuju kamar nya.
"Aku rasa kita hanya perlu duduk dan nikmati saja, sisanya baru kita yang urus." Kata Mo Yang lagi.
"Baik aku paham apa maksudmu yang mulia." Sehabis berkata seperti itu Fumo pergi meninggalkan Mo Yang seorang diri.
__ADS_1
...~~...
"Ah Anna aku lelah sekali, berjalan-jalan membuat aku lelah." Gerutu Luna sambil memukuli kakinya.
"Mari sini aku bantu." Anna duduk di bawah untuk memijit kaki Luna.
"Ah enak sekali ini, Anna kamu sangat berbakat hahaha." Kata Luna dan di akhri dengan tertawa.
"Aku selalu memijit nona ku disaat sedang kelelahan, dan di hukum." Jelas Anna.
"Hukuman apa yang di berikan orang itu kepadanya?." Tanya Luna.
"Mereka menghukum dengan cara menyuruh nona ku untuk bersimpuh memberi hormat di halaman, entah hujan maupun panas mereka tidak peduli." Jawab Anna dan bisa terlihat dari raut wajah Anna yang sedih menceritakan itu.
"Jahat sekali mereka!, aku sangat kasihan mendengar nya itu pasti sangat berat kan Anna." Luna merasa iba mendengar itu semua karena itu sangat kejam sekali.
"Tenang lah Anna selama ada aku, aku akan melindungi tubuh ini karena aku juga tidak mau diriku terluka." Tambah Luna lagi.
"Terimakasih banyak Luna." Anna berterimakasih kepada Luna.
"Sama-sama tenang saja Anna, ada aku semuanya akan aman, dan tentram hihi." Kata Luna sambil cengengesan.
Anna membalas Luna hanya dengan senyuman manis nya.
"Ah iya Anna apakah yang kamu ceritakan semua tentang keluarga Mo Yang sudah semua nya?." Tanya Luna.
"Ah iya apakah Kaisar memiliki anak dari Li Zhi?." Tanya Luna penasaran.
"Tidak mereka tidak punya anak." Jawab Luna.
"Kenapa? ah kayaknya Li Zhi mandul, jadi ga bisa punya anak soalnya mana mungkin Kaisar yang mandul orang dia punya Mo Yang sama LiRui kok." Luna menjawab pertanyaan nya sendiri.
"Luna apa itu mandul?." Tanya Anna karena tidak mengetahui arti dari jata mandul.
"Mandul itu sebuah penyakit, penyakit yang tidak bisa memiliki anak. Ya seperti Li Zhi sekarang seperti itu." Jawab Luna.
Anna yang mendengar jawaban Luna tersebut hanya ber-oh ria.
"Ah iya Anna berapa umur Li Zhi?." Tanya Luna lagi.
"Aku tidak tau pasti tapi seperti nya unur Ratu sekarang adalah 50?, ah aku tidak tau pasti."
"Dan juga Luna aku lupa memberitahu kepada mu bahwa Li Zhi adalah sahabat dari Permaisuri terdahulu, sahabat dari ibunda Pangeran." Perkataan Anna jelas membuat Luna sangat terkejut.
"What?!, wow ternyata mereka bersahabat. Sekarang setelah dia tiada Li Zhi yang menjadi Permaisuri menggantikan posisisnya." Kata Luna.
__ADS_1
Luna tampak sangat berfikir keras tentang semua ini. Ini sangat lah rumit jelas sangat rumit.
"Anna sudah lah sudah terimakasih telah membantuku kamu bisa istirahat sekarang." Kata Anna.
"Aku tidak apa-apa Luna, aku tidak lelah selama kamu pergi tadi aku tidak melakukan apapun." Jawab Anna.
"Aku takut kamu lelah." Kata Luna.
"Kamu sama seperti nonaku Luna, kamu sangat baikd an sangat perhatian." Puji Anna.
"Anna kamu bisa saja hehe, mungkin kalau tidak ada kamu aku tidak tahu apakah aku bisa bertahan disini atau tidak." Kata Luna sambil mengehelakan nafas nya.
"Tidak apa-apa Luna kamu adalah nonaku juga, aku sangat senang melihat tubuh nonaku ini tidak tersakiti lagi." Jawab Anna sambil tersenyum kepada Luna.
"Kamu tenang saja Anna, ah iya Anna aku ingin camilan bisakah kamu mengambilkannya?." Tanya Luna.
"Tentu saja tunggulah disini aku akan kembali." setelah berkata seperti itu Anna langsung pergi kedapur untuk mengambil camilan.
Setelah memastikan Anna pergi Luna pun keluar dari kamarnya dan berjalan-jalan sendiri.
"Ah aku bosan sekali, aku ingin bermain HP ku." Rengek Luna.
Luna melihat Mo Yang sedang berada di ruang baca dari jendela dan Luna pun menghampiri Mo Yang.
...~~...
"Halo." Kata Luna keoada Mo Yang, yang sedang fokus membaca buku.
Dari panggilan Luna tersebut Mo Yang hanya menoleh setelah itu kembali fokus kepada bukunya.
"Kamu sedang apa, fokus sekali." Tanya Luna sambil mendudukan badannya di depan Mo Yang.
Mo Yang tidak membalas pertanyaan Luna sama sekali ia masih fokus dengan bukunya. Merasa tidak di perhatikan dan di abaikan Luna sangat kesal.
"XU MO YANG KAMU SOMBONG SEKALI!". Teriak Luna kepada Mo Yang.
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
...TO BE CONTINUED....
...Jangan lupa Likenya 🤗...