Nikah Paksa Pangeran!

Nikah Paksa Pangeran!
*20*


__ADS_3

Di pagi hari.


Seperti biasa Luna bangun siang, ia susah sekali untuk di bangun kan.


"Luna, bangun lah Pangeran menunggu mu! LUNA!." Anna membangunkan Luna dengan teriak sambil menarik-narik Luna.


"Ah, Anna tunggu ini masih pagi banget huaaahh...." Luna menguap sambil menggeliat.


"Luna kamu akan sarapan dengan Pangeran ayo cepat bangun." Mendengar perkataan Anna tersebut, Luna langsung teduduk bangun.


"Mo Yang menunggu aku?." Tanya Luna.


"Aku tidak yakin, tapi kamu emang sudah seharus nya makan dengan Pangeran ayo cepat lah bersiap." Kata Anna.


"Hmm... baiklah." Jawab Luna


Setelah itu Luna langsung bersiap dan setelalah ia siap, ia langsung menuju ke tempat Mo Yang untik bermakan bersama.


...~~...


"Dimana dia?." Tanya Mo Yang kepada Fumo.


"Tuan Putri seperti nya ia lagi bersiap." Jawab Fumo.


"Semalam aku berbincang sedikit dengan nya, sebenar nya aku tidak yakin ia gila."


"Tapi ia terus mengeluarkan kata-kata yang aneh dam tidak aku mengerti." Kata Mo Yang.


"Jadi bagaimana menurut mu yang mulia?." Tanya Fumo.


"Seperti nya kita memang perlu sampai waktu itu datang kepada kita." Kata Mo Yang.


Sedang berbicara seperti itu Luna datang bersama Anna.


"Hallo selamat pagi." Sapa Luna dan ia langsung duduk di depan Mo Yang.


"Wahhh makan nya banyak sekali." Kata Luna.


Luna langsung saja tangan nya menyosor untuk mengambil salah satu dari makanan itu, tapi di tepis tanga nya oleh Mo Yang.


"Aww.. kamu! ish sudahlah pagi-pagi saja sudah buat emosi ku naik huh." Grutu Luna.


"Seperti nya kamu sadar di saat malam hari saja." Kata Mo Yang kepada Luna.


"Kamu! ish." Luna geram.


"Luna sudah lah , tidak baik marah-marah di depan makanan." Tegur Anna.


"Ah yasudah lah aku makan saja." Setelah itu Luna pun langsung menyantap makanan nya dan di susul oleh Mo Yang.


Beberapa menit kemudian makanan itu sudah habis.


"Ah kenyang sekali." Kata Luna.


"Bantu lah aku untuk menggiling tinta." Kata Mo Yang.


"Untuk apa?." Tanya Luna.


"Tidak usah banyak tanya." Setelah itu Mo Yang langsung pergu ke ruang baca.


"Ribet sekali." Grutu Luna.


"Luna sana cepat, menggiling tinta mudah saja hanya di putar-putar." Kata Anna.


"Hm ya aku tau itu." Jawab Luna.


Setelah itu Luna langsung menyusul Mo Yang dengan berjalan malas-malasan

__ADS_1


...~~...


"Aku datang." Kata Luna dan langsung duduk di samping Mo Yang.


Ia langsung memulai aktifitas nya yaitu menggiling tinta.


"Hidup kalian semua sangat membosankan." Kata Luna secara tiba-tiba.


"Apa maksud mu?." Tanya Mo Yang.


"Ya kalian hanya menulis, makan, tidur, itu saja kan? tidak ada shoping menonton dan lain nya." Kata Luna.


"Seperti apa itu shoping? menonton?." Tanya Mo Yang.


"Ah itu, shoping itu berbelanja dan menonton itu ya seperti menonton televisi, bioskop ya seperti itu." Kata Luna.


"Mo Yang semakin bingung dan aneh dengan apa yang di bicara kan Luna.


"Bisakah kamu menunjukan kata-kata ku itu?." Tanya Mo Yang.


"Apa? shoping? menonton? ya tentu bisa." Jawab Mo Yang.


"Baik lakukan lah." Kata Mo Yang.


"Yaudah ayok berangkat." Kata Luna sambil berdiri.


"Mau kemana?." Tanga Mo Yang.


"Kamu inigin shoping itu kan kata mu? ayo ikut aku, ah iya dimana pusat perbelanjaan disini?." Tanya Luna.


"Ayok ikut aku." Kata Mo Yang.


Ya seteleh itu mereka berdua pergi naik kereta untuk berbelanja sekalian berjalan-jalan.


Luna yang melihat banyak jajanan itu ia sangat suka dan sangat bahagia. Walaupun ini semua nya sangat kuno bagia nya tapi ia rasa cukup untuk meyenangkan diri nya sendiri.


"Ambil lah yang kamu mau." Kata Mo Yang.


"Wah terimakasih banyak." Kata Luna.


Iya langsung mengambil semua makanan, minuman dan barang-barang yang ia mau dengan sangat senang, semangat dan bahagia."


"Pelan-pelan lah." Kata Mo Yang.


"Tenang saja aku bisa mengatasi ini." Jawab Luna.


"Ah ini berapa?." Tanya Luna.


"Hanya 3 koin saja." Kata pedagang tersebut.


"Mahal sekali 5 koin aku ambil 2." Dengan langsung cekatan Luna mengambil makanan tersebut dan langsung memberikan koin tersebut.


"Ah baiklah, baiklah." Jawab sang pedagang.


Mo Yang melihat Luna seperti itu bisa di biang ia sedikit kagum kepada Luna karena ia memiliki kemampuan tawar menawar yang bagus.


"Apakah kamu sering melakukan yang seperti tadi?." Tanya Mo Yang.


"Tentu saja,jika aku tidak menawar setiap yang aku beli mungkin aku akan bangkrut tapi tidak semua nya juga." Kata Luna.


"Jadi itu yang kamu maksud shoping?." Tanya Mo Yang.


"Ya iyalah shoping itu artinya berbelanja ya seperti ini, tapi ya lebih tepat nya shoping itu seperti berbelanja pakaian, sepatu di sebuah gedung besar."


"Itu nama nya shoping di mall, kalau seperti ini lebih ke jajan." Jawab Luna.


"Apakah kanu bahagia?." Tanya Mo Yang tiba-tiba.

__ADS_1


"Tentu saja, untuk sekarang ya tapi di saat aku rindu tempat ku, aku akan sedih." Kata Luna.


"Aku tau pasti kamu tanya-tanya sehabis ini, diamlah dan jangan bertanya sudah ayok liat yang lain nya lagi." Setelah itu Luna langsung pergi dan di susul oleh Mo Yang.


Di dalam Hati Mo Yang sekarang campur aduk, ya lebih tepat nya ia tidak memahami situasi ini.


...~~...


"Apa yang kamu lakukan?." Tanya seseorang.


"Masih memikir kan nya?, ia telah bersama dengan Pangeran pertama mengapa masih menunggu nya." Jawab seseorang.


"Aku tidak peduli Lina." Kata orang yang di awal lagi


Ya itu Lina dan Pangeran ke dua yang sedang berbicara di pinggir danau.


"Tapi ia sekarang sudah bersama dengan Xu Mo Yang, bahkan kemarin saja ia mengusir mu apakah kamu tidak sadar?." Tanya Lina.


"Aku sudah bilang aku tidak peduli." Kata LiRui.


"(..Aku selalu ada bersama mu, kenapa kamu tidak melihat ku? bahkan karena mu perjodohan dengan Mo Yang aku tukar kan dengan Luna..)" Kata Lina di dalam hati.


"Kamu sangat mencintai nya?." Tanya Lina.


"Tentu saja." Jawab LiRui.


"Bagaimana dengan ku, kamu tidak melihat diriku." Kata Lina berterus terang.


"Hanya ada dia di hati ku." Kata LiRui.


Lina yang mendengar perkataan itu hati nya langsung sakit karena Luna itu sudah menikah tapi LiRui tetap mencitai nya.


Juga bila seperti ini berarti tidak ada guna seperti nya dari pernikahan Luna ini.


Setelah itu Lina pergi meninggalkan LiRui sendirian.


...~~...


Lina pulang ke kediaman nya dan mengadukan semua nya kepada ibu nya.


"Ibu bantulah aku." Kata Lina sambil merengek.


"Ada apa?." Tanya Tan Xing.


"LiRui, ia masih mencintai Luna." Jawab Lina.


"Apa yang kamu mau?." Tanya Tan Xing lagi.


"Aku ingin menikah dengan nya, bantu lah untuk berbicara kepada ayah." Jawab Lina.


"Untuk kebahagiaan putri ku, aku akan mencobanya nanti." Kata Tan Xing.


"Ah terimakasih banyak ibu." Jawab Lina dengan bahagia.


.......


.......


.......


.......


.......


...TO BE CONTINUED....


...LIKE NYA JANGAN LUPA YA😉👌....

__ADS_1


...Jangan lupa juga baca cerita aku yang terbaru ya! judul nya Nikah Kontrak(18!)....


__ADS_2