Nikah Paksa Pangeran!

Nikah Paksa Pangeran!
*8*


__ADS_3

"Nona apakah kamu tidak lelah terus berbicara?." Tanya Anna kepada Luna.


"Ah kalian sungguh kuno sekali." Ketus Luna kepada Anna.


"Ah iya Anna, Mo Yang adalah calon Kaisar?." Tanya Luna kepada Anna.


"Ah iya benar." Jawab Anna.


"Hmm 🤔 kalau seperti itu berapa banyak ke kayaan nya?." Tanya Luna dengan sangat bersemangat.


"Husssh.. Luna kamu tidak boleh bertanya seperti itu." Tegur Anna kepada Luna.


"Mengapa aku hanya bertanya biasa pelit sekali." Luna berbicara dengan setengah marah.


"Sebenarnya Kaisar ia memiliki segala, Yang Ai adalah miliknya semua." Anna berkata seperti itu karena tau bahwa Luna marah jadi ia menjawab pertanyaan Luna.


"Benarkah?! Wah wah wah wah... hihi ah senang nyaaa, tapi tapi.. engga aku juga harus bisa cari cara agar cepat pulang selain menikmati kekayaan disini." Kata Luna.


"Luna apakah kamu sangat ingin pulang?." Tanya Anna kepada Luna.


"Iya lah aku mau pulang, ngapain aku lama lama disini." Jawab Luna dengan santai.


"Sebenar nya aku menyukai diri mu." Kata-kata Anna tersebut membuat Luna terkejut dan geli.


Ya fikiran nya terbang jauh kemana mana haha.


"Apa maksud mu?! ANNA AKU ADALAH WANITA NORMAL!." Teriak Luna kepada Anna.


"Eh bukan bukan begitu maksud aku , aku menyukai dirimu yang sangat tangguh dan kuat, aku sangat senang selama ini nona ku selalu tertindas dan ia selalu mengalah." Perkataan Anna tersebut Jelas membuat Luna terharu.


Ia menyadari bahwa Tan Luna dan An Luna dirinya sangat berbeda, ia sangat tidak mudah untuk di remehkan dan untuk di tindas sedang kan Tan Luna ia sangat mudah di tindas dan juga rapuh.


"Tenang lah Anna selama aku disini aku berjanji bahwa tidak akan yang berani menindas ku!. Dan kamu juga aku janji akan melindungi mu jadi jangan khawatir oke!." Luna sangat bersemangat dan sangat percaya diri sekali.


Sampai-sampai ia lupa, Bahwa ia sebentar lagi akan melaksanakan pernikahan.


"Eh mengapa berhenti?." Tanya Luna kepada Anna.


"Kita telah sampai ayo turun." Ajak Anna kepada Luna dan anna pun turun dari kereta.


"Ah sudah sampe ternyata ,huhh cepat sekali." Dan Luna pun turun.


"WAHH BESAR SEKALI!!!." Luna berteriak karena kaget istana itu sangat besar dan mewah sekali.


Karena teriakan nya itu semua orang yang ada disana melihat kepada nya.


"Apa kalian liat liat?!." Tanya Luna ketus.


"Nona jagalah sikap mu, dan ini pakai lah." Anna memakai kan tutup kepala merah kepada Luna.


"Ah ribet sekali." Grutu Luna kesal.

__ADS_1


"Tuan Putri apakah anda sudah siap?." Tanya seorang pengawal.


"Siap ga siap sudah lah cepat aku haus sekali!." Jawab Luna ketus.


"Baiklah silahkan masuk, dan perhatikan jalan anda berhati hatilah." Kata Pengawal tersebut dan di balas oleh bungkuk kan olehnya tanda memberi hormat.


"Nona silahkan." Ajak Anna.


Setelah itu Luna pun berjalan menuju Aula Kerajaan.


Disana sudah banyak sekali anggota-anggota kerajaan yang menunggu.


Disana sangat megah dan ramai sekali dekorasi serba merah dan juga ada bunga-bunga hiasan yang sangat Indah.


Di pinggir-pinggir nya terlihat beberapa orang musisi yang sedang memainkan alat musik tradisional juga di iringi tarian menyambut pengantin.


Luna ia bisa merasakan betapa ramai di sekelilingnya. Walaupun ia memakai tutup kepala tapi ia mengetahuinya.


Luna di pegangngi oleh Anna yang mengantar kannya kedepan Pangeran Mo Yang, yang telah menunggu nya.


"Luna perhatikan jalan mu ya." Bisik Anna kepada Luna.


"Hm, kamu tuntunlah aku jangan sampai jatoh! aku akan malu sekali jika jatuh!." Kata Luna kepada Anna.


Tetapi.


"Maaf Putri Anda harus berjalan sendiri kedepan tanpa di temani oleh pelayan mu." Cegat seorang pengawal memberhentikan jalan Luna dan Anna.


"Ah nona sebenarnya ini adalah tradisi, kamu berhati hati lah." Kata Anna kepada Luna dan ia langsung pergi ke belakang.


"Anna! Ah kamu! awas aja!." Grutu Luna kesal.


"Silahkan tuan putri." Kata pengawal tersebut menyuruh Luna untuk melanjutkan perjalanan.


"Sudah lah sudah lah, aku harus berhati-hati agar tidakk jaAAAAAAAAAAA-tuh."


Baru saja ia mau bilang tidak Jatuh tetapi ternyata Luna terjatuh.


Ia tidak mengetahui dua langkah kedepannya adalah tangga jadi ia jatuh saat mau menaiki tangga.


Ia sangat malu sekali penutup wajahnya Jatuh dan ia melihat dengan jelas semua orang berdiri menatap nya.


"Awwww.. yaakkk kalian!" Kata Luna dengan Marah.


"Nona anda tidak apa apa?." Anna langsung berlari dan membantu Kuna juga membantu Luna memakai kan penutup kepala nya kembali.


"Ah kamu! sudah la sudah la cepat bantu aku kedepan aku malu sekali!." Kata Luna kepada Anna.


"Baiklah." jawab Anna.


Luna tidak menghiraukan perkataan pengawal tadi dan adat pernikahan ia jalan di dampingin Anna agar tidak terjatuh lagi.

__ADS_1


Dan Luna sampai di depan Dan sekarang ia berhadapan dengan Mo Yang.


Setelah itu mereka pun melakukan upacara pernikahan. Luna hanya mengikuti saja gerakan gerakan yang di lakukan oleh Mo Yang, yang berada di samping nya.


Ia melihat gerak gerik Mo Yang melalu celah kainnya yang sedikit tembus pandang.


Ia juga dapat melihat jelas bahwa Mo Yang sangat tampan, gagah, dan beribawa.


"Selamat kepada Putra ku Mo Yang dan juga Tan Luna yang sekarang menjadi Putri ku juga." Kata Kaisar memberi selamat kepada Mo Yang Dan Luna.


"Terimakasih yang mulia." Jawab Luna dan Mo Yang secara bersamaan.


Setelah itu selesai lah upacara pernikahan mereka sekarang mereka telah resmi menjadi pasangan suami dan istri.


Tetapi mereka harus juga melewati acara makan-makan dan juga perjamuan-jamuan yang lainnya.


Terutama untuk penganting pria ia harus menyambut tamu-tamu yang datang dan juga harus berbaur dengan yang lainnya.


Berbeda dengan Luna. Sekarang ia harus menunggu di kamar pengantin menunggu sampai acara itu selesai dan juga menunggu Mo Yang membuka penutup wajahnya itu.


Dan sekarang Luna sudah ada di dalam kamar pengantin di temani Anna.


"Ah lama sekali." Luna sangat kesal dan ia membuka penutup kepalanya.


"Luna pakailah kembali." Kata Anna kepada Luna.


"Sudah la sudah la... Tolong ambilkan aku minum aku sangat haus sekali!." Perintah Luna kepada Anna.


"Ini minumlah." Anna memberikan air minum kepada Luna.


Dan Luna meminum air tersebut.


"Ahhh... lega sekali aku sangat haus dari tadi! Semua ini menyebalkan aku sangat malu juga tadi!." Grutu Luna.


"Ah kenapa hidup ku ini menjadi seperti ini?! ish." Luna sangat kesal sekali.


"Luna jangan lah marah marah terus,mari makan buah ini agar menyejukkan dirimu." Kata Anna kepada Luna.


"Kamuu!." Kesal Luna.


.......


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


...TO BE CONTINUED....


...LIKE NYA JANGAN LUPA YA😉👌....


__ADS_2