
"GA MUNGKIN, INI GA MUNGKIN!." Luna sangat tidak percaya dengan apa yang dia alami sekarang.
"Bagaimana aku bisa pulang π." Luna menangis sejadi-jadinya.
"πππ."
"AK-AKU MAU PULANG ππ."
"TISSUE MANA TISSUE?!." Luna meminta tissue kepada Anna.
Tetapi tidak ada Tissue di sana, jadi ia memberikan kain polos untuk Luna.
"π€§π€§π€§π€§π€§."
Luna masih mecemaskan dirinya sendiri yang terlempar ke masa lalu, Ya Zaman Dinasti.
"Nona, anda kenapa nona."
"Nona ceritakan kepada ku nona."
"Nona kumohon jangan nangis seperti ini nona." kata Anna sambil mencemaskan Luna.
"Hoho aku tidak tau aku harus berbuat apa, api Anna aku minta maaf. Aku-aku bukan nona mu." Luna mengatakan bahwa sebenarnya dia bukan lah nonanya.
"Anna aku adalah An Luna bukan Tan Luna."
"Dan keluarga ku namanya, benar-benar sama, ya itu nama keluarga ku!."
"Tapi An bukan Tan." Luna benar-benar meyakinkan Anna bahwa dia bukan Tan Luna.
"Jadi dimana Nona ku?π₯Ί." Anna bertanya kepada Luna dengan mata nya yang berkaca-kaca.
"Ak-aku tidak tau." Jawab Luna.
"Nona ku dimana nonaku ππ." Kali ini anna bertanya kepada Luna sambil menangis.
"Ssuuttt, jangan menangis.. harusnya aku yang menangis karena aku berada di masa lalu ππ" Luna menangis.
Dan dua-duanya pun menangis.
"AKU INGIN PULANG!!πππ." Luna menangis semakin keras dan semakin menjadi-jadi.
"LUNA!." Bentak Lina yang baru datang.
"Apa?!." jawab luna dengan ketus.
"Kamu! sudahla aku tidak ingin meladeni mu hari ini, cepat ganti baju mu Pangeran akan segera tiba!." Setelah berkata seperti itu Lina langsung pergi meninggalkan kamar Luna.
"Ish Pangeran-pangeran apa hubunganya dengan ku?!." Jawab Luna.
"Tapi Nona, anda harus menemui Pangeran sekarang, Ia akan melamar mu." Kata Anna.
"Ish, cuman lamaran doang ribet banget sih."
"HAH?! LAMARAN?!." Jawaban enteng Luna seketika menjadi jawaban yang sangat mengagetkan.
"Kan kita sudah membicarakanya." Jawab Anna.
"Ah, sial udahla kelempar ke masa lalu, sekarang Aku di paksa nikah lagi.. ah sial." Luna mengumpat dengan sangat lancar π.
"Maaf nona, sial itu apa?." Jawab Anna polos karena ia tidak mengerti.
"... Sial tu sebutan adalah kata umpatan jika kita sedang tidak beruntung, seperti aku ini!." Jawab Luna.
Dan Anna hanya ber oh ria.
Luna dan Anna perasaan mereka sama-sama tidak jelas sekarang Luna menangis kencang dan tiba-tiba berhenti karena pikiran konyol nya itu.
Begitu juga dengan Anna ia menangisi nona nya tetapi yiba-tiba berhenti sendiri karena menjawab pertanyaan-pertanyaan aneh dari Luna.
Jadi suasana diantara Luna dan Anna adalah sangat campur-campur Juga Anna ia sangat heran dengan perlakuan,gaya dan bahasa-bahasa yang di keluarkan oleh Luna.
"Ah iya Pangeran itu bentuknya bagai mana?." Tanya Luna.
"Apakah ia tampan? kaya? ber-otot? ada roti sobek seperti oppa-oppa?." Tanya Luna yang kembali bertubi-tubi.
"Ah nona anda tidak boleh berbicara seperti itu." Jawab Anna.
"Mengapa? Itu adalah pertanyaan biasa saja." Jawab Luna enteng.
"Nona kita tidak di perbolehkan membahas itu, itu dinamakan menggosip." Jawab Anna.
Ya pada zaman dahulu emang orang-orang di larang bergosip itu sama dengan menyebarkan rumor yang tidak jelas.
__ADS_1
Apalagi untuk pelayan-pelayan.
"Mengapa? ah tenang aja ada aku, gak akan ada yang berani sama kamu! cepet bilang." Kata Luna dengan penuh penasaran dan semangat.
"Ah jadi begini, ada rumor yang mengatakan bahwa Pangeran."
"Pangeran."
"Pangeran ia."
"Cepat bilang tidak usah gugup!." Kata Luna meyakikan Anna.
"Ia tidak lurus." Anna berbicara sambil berbisik kepada Luna.
"Tidak lurus bagaimana?."Jawab Luna bingung.
"Iya menyukai sesama jenis!." Perkataan Anna tersebut membuat Luna terkejut
"OH MY GOD!." Luna langsung menutup mulutnya.
"Jadi aku harus menikah dengan pria GAY?!." Kata Luna dengan nada keras.
"Sutt nona jangan keras-keras, nanti ada yang dengar." Kata Anna berhati-hati.
"Ah iya iya?, oo iya kamu dapat berita ini dari mana?." Luna berbicara berbisik dan sangat penasaran.
"Hmm.. rumor ini sudah banyak tersebar karena ia tidak memiliki selir, dan juga selalu sibuk dengan urusan Negara." Jawab Anna.
"Ahh seperti itu.. mmπ€." Luna sangat ingin melihat pangeran tersebut.
"Baiklah nona mari kita siap-siap sekarang." Anna mempersilahkan Luna untuk berias karena Akan menghadap pangeran.
Luna mandi terlebih dahulu, setelah itu ia di bantu merias rambut dan wajahnya oleh Anna.
Dan tak memakan waktu lama riasan itupun selsai.
"Baiklah sudah selesai Nona." Anna berbicara sambil tersenyum karena ia melihat nona nya yang sangat cantik.
Luna berkaca, kacanya tidak jelas tapi ia bisa melihat wajahnya yang sangat cantik setelah di rias.
"Ah cantik sekali aku huhu." Puji Luna kepada diri nya sendiri.
"Baiklah kalau begitu nona mari kita keluar" ajak Anna.
"Okee" jawab Luna.
"Ah nona, ayah mu adalah seorang pejabat istana dan kepercayaan kaisar, jadi sudah jelas jika kamu di jodohkan olehnya." Jawab Anna.
Luna hanya ber oh ria mendengar jawaban itu.
" Tapi Nona seharusnya yang men-."
Sebelum Anna melanjutkan perkataannya Lina kembali datang.
"Luna! cepat lah kau lambat sekali!." setelah itu ia lamgsung pergi lagi.
"Iya bawel! bawel banget sih dasar." Grutu Luna.
"Eh Anna, apa seharusnya apa tadi? lanjutin." Luna sangat penasaran.
"Ah tidak nona itu tidak penting, ayo cepat kita sudah di tunggu." Jawab Anna.
"Heuh.. yauda yauda ayok." Luna terpaksa memenuhi permintaan itu karena itu adalah acaranya.
Mereka menunggu kedatangan pangeran di tempat pertemuan Keluarga Tan.
"Anna mengapa ini sangat lama sekali?." Tanya Luna sambil berbisik kepada Anna yang berada di belakangnya.
"Luna jaga sikap mu!" Tegur Tan Xing /mamanya Luna/.
"(..Ish rese banget sih orang-orang disini, ga asik..)" Grutu Luna di dalam hatinya.
Dan tak lama setelah itu.
"PANGERAN DATANG." teriak seseorang dari luar.
Dan datang lah orang yang sedang di tunggu-tunggu.
"Selamat datang yang mulia." Semua nya serentak berkata seperti itu kepada Pangeran dan membukuk.
Kecuali dengan Luna, ia sangat kebingungan ketika orang-orang seperti itu.
"(..Mengapa orang-orang ini membungkuk?..)" Tanya nya dalam hati.
__ADS_1
Dan tambah lagi Luna menatap dengan sangat intens Pangeran dari ujung kaki sampai ujung kepalannya.
"(..Wah dia ganteng banget! oppa? omgπ₯Ί..)" Luna sangat mengaggumi Pangeran karena ketampanannya dan tanpa ia sadari, ia senyum-senyum sendiri ke arah pangeran.
Setelah di tatap seperti itu.
"Apakah ada masalah Putri?." Kata Pangeran mendekati Luna dan menarik dagu Luna dengan satu jari.
"Ah-Ah ti-tidak." Jawab Luna gugup karena ia bertatapan langsung dengan Pangeran!
Setalah itu ia melangkahkan kakinya kebelakang dan menjauhi Pangeran.
"Luna jaga sikapmu!." tegur Tan Xing sambil berbisik kepada Luna.
"Hehe." Luna hanya membalas dengan nyengiran.
"Ah yang mulia, Ini-inilah Luna yang akan menjadi calon istrimu." Tan Gu /Ayah Luna/ berusaha mencairkan suasana agar tidak tegang.
"Hello, im Lunaπ." Luna meng-winkkan matanya kepada Pangeran.
"Aku kuliah semester 4."
"Aku bekerja di tempat pengiriman paket nomer 1 di wilayah ku!π." Perkataan Luna tersebut jelas sangat aneh di dengar oleh orang-orang yang ada disana.
"Ekhem.. Luna." Tegur Tan Gu.
"Ehehe sorry-sorry."
"Ahh.. yang mulia silahkan duduk." Ayah Luna mencoba untuk mencairkan suasana aneh tersebut.
"Aku tidak akan lama disini." Jawab Pangeran
"Ekhem.. maaf tuan Gu kami kesini hanya ingin menyampaikan bahwa pernikahan akan di adakan besok." Kata Fumo, Fumo adalah Pengawal yang selalu ada di samping Pangeran.
"Baik yang mulia baik." Jawab Tan Gu.
"Baiklah kalau begitu kamu akan pulang."
Sebelum mereka meninggalkan ruang pertemuan tersebut Luna memanggil pangeran.
"Eh kamu, maksudku pangeran!." Panggilan Luna tersebut membuat Pangeran dan Fumo berhenti melanjutkan jalannya.
"Maaf nona, anda tidak tau nama Pangeran?." Tanya Fumo
"Iya, aku tidak mengetahui namanya dari tadi kalian selaku menyebutnya pangeran atau yang mulia." Jawab Luna enteng.
"LUNA!." Lina menegur Luna disana tetapi Luna hanya acuh saja.
"Nama ku, Xu Mo Yang." Jawab Pangeran dan ia langsung pergi disusul dengan Fumo.
"Oh namanya Xu Mo Yang, hmm.. Yangyang? Hihi." Jawab Luna dengan enteng.
"Luna! kamu sangat tidak sopan!." Tegur Tan Gu.
"Aku hanya menayakan tidak ada salahnya lagian juga aku beneran ga tau namanya." Lagi-lagi Luna menjawab dengan enteng pertanyaan tersebut.
"LUNA, KAMU SANGAT TIDAK SOPAN! MASUK KAMAR MU DAN INGAT BESOK KAMU AKAN MENIKAH BERBUATLAH DENGAN WAJAR JANGAN SEPERTI INI!." bentak Tan Xing.
"AKU MENIKAH BESOK?! KALIAN GILA HAH? AKU AJA GA KENAL SAMA DIA!." Jawab Luna yang tak kalah keras dengan ibunya.
"LUNA KAMU BENAR-BENAR MASUK KAMAR MU!." bentak Ayahnya.
"Kalian bener-bener freak tau ga! ga asik." Setelah berkata seperti itu Luna langsung lari keluar.
dan disusul oleh Anna.
"Luna!" Teriak Lina
"Sudahlah sudah biarkan saja dia" Jawab Tan Xing.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
...TO BE CONTINUED....
...LIKE NYA JANGAN LUPA YAππ....