ORANG TUA DADAKAN?

ORANG TUA DADAKAN?
BAB 10


__ADS_3

tidak seperti yang diharapkan, jasvin dan Yasmin kini Tengah berdiri di tengah lapangan menghadap sang merah putih tidak lupa tangan hormat dan Mendongak ke atas.


tidak hanya itu Yasmin yang belum sempat sarapan tadi merasa menyesal karena harus di jemur seperti pakaian basah hari ini. jangan khawatir jika gadis itu akan pingsang, Yasmin bukan tipe gadis seperti yang lainya kena Matahari sedikit langsung pingsang. walaupun Yasmin pingsang ada jasvin KA. yang bisa membawanya ke UKS.


"tumben Lo telah biasanya siswa peringkat 1 murid kesayangan guru selalu tepat waktu datangnya dan tidak perna telat" sindir jasvin.


"------"


tidak ada respon dari Yasmin, menurutnya akan sangat merepotkan jika beradu mulut dengan jasvin di bawah teriknya matahari pagi ini. jadi untuk menyelamatkan kewarasan serta tubuhnya, Yasmin memilih untuk diam dan tidak menanggapi.


jasvin yang tidak mendapatkan respon ia semakin gencar menggoda Yasmin. ia tidak habis-habisnya bertanya pada Yasmin, mulai dari hal penting hingga hal-hal yang tidak penting ia tanyakan.


"menurutmu Lo, gue tampan tidak?" tanya jasvin.


"sudah mesum, menyebalkan, tidak waras, gila. aku rasa ini anak memang paket lengkap sudah pas di buang ke kandang buaya" umpat Yasmin dalam hati.


"tentu saja gue memang tampan,karena---"


"stop!" terik Yasmin langsung menatap tajam kearah jasvin.


lelaki itu langsung terkejut, tetapi di detik berikutnya ia langsung tertawa melihat wajah Yasmin yang sudah memerah seperti kepiting rebus🦀

__ADS_1


"bisa tidak mulut Lo itu dia dulu? gue lagi pusing tahu tidak? gue benci banget sama Lo JASVIN MAHENDRA!" terik Yasmin untuk yang kedua kalinya.


"gue juga Benci sama Lo YASMIN ADELIA!" balas jasvin yang ikut berteriak.


"hey..kalian berdua! ibu hukum kalian biar kapok bukan mala adu berteriak di situ" Bu Sri sudah berdiri berkacak pinggang menatap tajam kearah jasvin dan Yasmin.


jasvin dan yasmin susah paya menelan Salivanya, mereka berdua terdiam tidak ada yang berani berbicara. dan masala hukuman pasti mereka mendapatkan hukuman tambahan dari Bu Sri sang guru BK.


*


*


dan untuk sekarang keduanya sedang membersikan depan perpustakaan disaat teman-temannya yang lain sudah pulang.


Meraka membersikan dedaunan kering yang jatuh, seperti ini belum perna di berisikan sejak pagi tadi. Bu Sri pasti sudah memerintahkan tukang bersih-bersih sekolah untuk tidak usah membersikan halaman.


"huff, capek.." Yasmin mendesah panjang sambil duduk di bawah pohon besar, Sama halnya dengan jasvin ia mendudukkan bokongnya untuk duduk di atas rumput-rumput samping Yasmin.


hari sudah hampir sore Namun, kedua remaja itu belum juga pulang.


"sudah selesai ayok pulang" ajak Yasmin yang kini tengah berdiri.

__ADS_1


Namun, jasvin justru terdiam lebih tepatnya lelaki itu tengah menajamkan Indra pendengarannya. ia tidak peduli dengan tatapan aneh dari Yasmin, ia langsung menarik kembali gadis itu untuk duduk dan meletakan jari telunjuknya di depan bibirnya.


"oekk..oekk..oekk.."


sontak keduanya terkejut dan saling menata saat mendengar suara tangisan bayi.


"Lo dengar gak?" tanya jasvin.


"iya, gue dengar, kayanya dari arah belakang taman perpustakaan" ujar Yasmin.


jasvin langsung berdiri meninggalkan Yasmin. gadis itu ingin menyusul namun, ia teringat pada tas mereka yang masih tertinggal di teras perpustakaan. ia segera berdiri mengambil tas Meraka.


"dasar merepotkan!" kesal Yasmin, namun tangannya tetap mengambil tas jasvin dan miliknya.


sesampainya di belakang taman, Yasmin begitu terkejut saat menemukan jasvin yang tengah menatap kearah dalam kardus.


jasvin berjongkok di samping yasmin dan melihat kedalam kardus, Yasmin langsung membulatkan matanya saat melihat isinya.


"Vin gue tidak salah liat kan?" tanya yasmi yang masih terkejut, ia langsung menatap kearah jasvin.


"Lo ngga salah liat Smin.."

__ADS_1


__ADS_2