
"Udah dong Smin, ganti yang lain Napa?"
"Janji adalah hutang" sindir Yasmin dengan nada sinis.
"Ais tidak bisa aku pukul itu cowok, bisa-bisa aku di serang balik oleh para penggemarnya, aku mah kalau main keroyokan tidak bisa smin"
"Halah..basi bilang aja karena jasvin cowok yang kamu suka"
"Bukan suka sih, tapi.."
"Tapi apa? Mau ngeles lagi. Aku tidak mau dengar apa-apa lagi, kalau kamu tidak mau pukul tuh cowok, lebih baik kita break aja"
Dan begitulah Yasmin hanya diam, tidak menanggapi ocehan sara. Sedangkan sara yang mulai jenuh dan tidak mendapatkan tanggapan dari Yasmin mulai diam dan mendengarkan penjelasan guru, seperti yang di lakukan Yasmin.
∆∆∆
"Hei! Dasar kurang ajar, maksudmu apa foto-foto temanku di toilet?" Tanya sara marah.
"Oh..jadi kamu temanya tuh cewek?" Jasvin yang sedang bermain PS bersama Kevin tanpa peduli pada sepupunya itu yang sebentar lagi akan meledak karena ulahnya.
"Jasvin, kamu ingatkan kalau aku selalu juara satu lomba silat"
__ADS_1
Bulu kuduk jasvin seketika berdiri, bagaimana tidak baru saja gadis itu berbisik di telinga jasvin dengan senyum menyeramkan alah dirinya sendiri. Biasa kalau tersenyum begitu orang-orang mulai paham jika sara sudah mulai tersenyum seperti itu.
"Eee...beruang kutub, kenapa kamu ini datang marah-marah tidak jelas" ujar Kevin.
"Lah..ini bocah ngapai juga disini"
"Apa kamu bilang, Bocah? bocah-bocah gini bisa ngehamili orang lho" ujar Kevin menyeringai.
"Ha..diam kalian berdua selalu saja berdebat kalau bertemu" kesal jasvin.
"Aku tidak mau tahu ya jasvin, gimana pun caranya kamu harus minta maaf sama dia. Jadi cowok harus gentle, bukan kabur dari masalah kaya gini, jadi banci ajah kamu sana?"
"Ya..tapikan..."
"Ck! Baiklah aku akan minta maaf besok" ujar jasvin dengan malas.
Daripada wajahnya babak belur dan badangnya sakit, jasvin lebih memilih untuk mengiyakan ucapan sepupu gilanya itu terlebih dahulu ia tidak menjamin jika dirinya benar-benar minta maaf pada Yasmin.
"Ok bagus kalau begitu"
Setelah merasa tidak ada yang penting lagi, sara membanting keras pintu rumah jasvin tanpa mempedulikan tuan rumahnya itu marah. Jika jasvin marah tinggal mengasuh ke mamanya sara dan berakhir sepupunya itu yang di ceramai.
__ADS_1
Jasvin menghembuskan nafas secara kasar.ternya ulah cerobohnya membawah dampak yang cukup besar. Sebenarnya ia sendiri juga menyesal apalagi ekspresi dari gadis itu benar-benar terlihat marah walaupun jasvin sudah menjelaskan maksudnya.
Menyesal sudah pasti, tetapi untuk minta maaf sepertinya jasvin belum bisa. Terlebih lagi gadis itu sudah menghancurkan ponselnya, terpaksa jasvin harus membeli ponselnya seasat pulang sekolah tadi.
Jasvin ia benar-benar butuh saran dari seseorang sekarang. Namun, yang menjadi masalah ia tidak mungkin bercerita kepada mamanya. Bisa-bisa jasvin langsung di pindahkan ke London tempa kakeknya seperti janji mamanya.
Naira, mamanya jasvin mengancam akan memindahkannya ke London jika ia berbuat ulah lagi. Hal itu di lakukan Naira agar jasvin segera sadar akan perbuatanya yang selalu membuat pusing kepala sara maupun Erik, papahnya.
Di tenga berpikirnya , sebuah layar memperlihatkan panggilan Vidio call dari sahabat lucknnya Haikal. Ah, jasvin belum bercerita pada sahabatnya tentang inseden memalukan di toilet itu tadi.
"Halo?"sapa jasvin terlebih dahulu.
"Hai, tumben tidak nokrong?semua anak-anak pada nyari kamu di markas?"
"Aku lagi di rumah sama Kevin, aku habis bikin masalah masah masih ingat nokrong sih?"
Terdengar gelak tawa dari seberang sana, semua teman-temannya sedang mengolok-olok dirinya. Karena sebagain dari mereka sudah tahu tentang insiden tadi.
"Emang kamu bikin masala apa pak bos?" Tanya Danil sambil merebut ponsel Haikal.
"Aku habis masuk di toilet cewek, terus hampir foto dia di dalam bilik itu"
__ADS_1
"Sesuai dugaan jasvin, suara teman-temannya tertawa semakin kencang beriringan dengan Kevin yang langsung meletak stik game dengan kasar di meja. Memang hanya Kevin lah yang waras.
"Kamu udah minta maaf?" Tanyanya tanpa basa-basi.