ORANG TUA DADAKAN?

ORANG TUA DADAKAN?
BAB 6


__ADS_3

entah apa yang di mimpikan yasmin tadi malam sehingga ia harus bertemu dengan jasvin, ia hampir di tabrak oleh jasvin karena berjalan di area parkiran sekolah. yang ingin memarkirkan mobilnya.


adu mulut antara jasvin dan Yasmin sempat terjadi. hingga yasmin memimilih untuk mengakhirinya ia rasa tidak penting berlama-lama denga jasvin di tempat yang menyebalkan ini.


"hey yas-min" panggil sara namun, Yasmin tidak menghiraukannya gadis cantik yang gemar belajar itu, mengeluarkan buku bahasan Indonesian nya dan mengulang materi tadi malam. meski terbilang cukup pintar, Yasmin tidak perna menunda-nunda hal-hal yang berkaitan dengan pelajaran.


apalagi bermalas-malasan seperti teman-temannya yang lain, yang sibuk dengan ponsel mereka masing-masing. bagaimana mungking mereka bisa sesantai itu sedangkan ujian tidak lama lagi.


"Smin, masa kamu marah benaran marah sih? gue udah temui jasvin semalam" ujar sara.


Yasmin menatap kearah sara, "terus? Lo bilang apa dan dia jawab apa?" Tanya Yasmin.


mata sara langsung berbinar melihat Yasmin mau meresponnya, ia Samapi uring-uringan karena Yasmin benar-benar marah padanya.


"ya aku bilang, jasvin harus minta maaf hari ini. kalau tidak aku bakalan hancurkan muka tampannya itu"


"bagus aku maafin kamu, jadi kita temanan sekarang" Yasmin melipat kedua tangannya.


sara tidak bisa berkata apa-apa sangking senangnya. "yes akhirnya sahabatku mau memaafkan ku" ujar sara tidak sadar.

__ADS_1


"berisik banget sih! orang mau belajar" pekik heril sang ketua kelas.


"Lo mau gue pukul?"


heril tersenyum sini. "tidak seimbang nona, karena kita seorang pelajar. adu otak bagaimana? aku dengar kau suka matematika gimana?"


"kenal kan" batin Yasmin, ia mencoba menahan tawanya saat melihat sahabatnya tidak bisa berkutik.


"hee..tidak terimakasih, aku tidak suka bahasa Inggris apalagi matematika"


"dasar otak udang" cemooh heril yang masih bisa di dengar oleh sara.


"sar udah, malu di liatin semua orang. lagian kamu yang salah sih, ngapain jerit- jerit tidak jelas" Yasmin menarik tangan sara untuk kembali duduk agar masalah tidak semakin bertambah.


"jadi gimana Smin, aku benaran di maafinkan?"


Yasmin mengangguk, ia memaafkan sara karena gadis itu sempat berpihak pada jasvin si ikan mola-mola. tapi untuk memaafkan jasvin tidak semuda itu.


akhirnya Bu Arin masuk, semua siswa kembali fokus pada pelajaran. henting itu yang terjadi jika itu mata pelajaran Bu Arin tidak siswa berani bersuara,karena Bu Arin terkenal sangat tegas dan Galak.

__ADS_1


*


*


sore ini jasvin tengah berkumpul dengan teman-temannya di warkop flora coffe. warkop yang baru buka beberapa bulan yang lalu. ia sangat suka nongkor bersamaan teman-temannya disini bahkan mereka memiliki tempat khusus di dekat jendela yang bisa memperlihatkan langsung memandangan jalan raya.


walaupun terlahir dari keluarga yang kaya raya. namun, jasvin tidak perna sombong buktinya ia masih mau bergaul dengan teman-temannya yang tidak sekalang dengannya, hanya Kevin saja di antar mereka yang sekalang dengan jasvin.


"kenapa brader? masih galau mikirin tu cewek?"


"Emm...aku.."


" tentu saja dia saja belum minta maaf samtu cewek" sela Kevin sebelum jasvin melanjutkan ucapannya.


hanya ingin memberitahu Kevin ini adalah tipe pria yang bertanggung jawab, jadi oleh karena itu sangat kesal mengetahui jika jasvin belum meminta maaf pada gadis malang itu.


"santai aja bro, kaya itu cewek keliatan santai-santai saja" ujar Evan memamakan bakwanya.


jangan lupa dukung cerita author agar semangat up nya. jangan lupa tinggalkan jejak yah...

__ADS_1


author sayang kalian..


__ADS_2