
mobil terus terus melaju, jasvin terus fokus sedangkan Kevin menuju arah.
"sekarang!" teriak Kevin.
jasvin menginjak rem dan membelokan setir secara bersama mengindari mobil putih yang akan menabraknya, untuk urusan mengemudi mobil jasvin lah ahlinya.
mobil putih tersebut terus melaju mereka tidak mengetahui jika di depan ada jurang, belum sempat menginjak rem, mobil putih tersebut sudah masuk kedalam jurang, detik berikutnya.
Boom....
terdengar suara ledakan yang begitu kencang, jasvin menurunkan kaca mobil, dan melihat kobaran api yang menyala dari dalam jurang tidak lupa dengan azab tebal yang keluar dari kobaran api, Kevin juga melihat kearah yang sama.
"inalillah" ujar keduanya bersamaan.
jasvin mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.
"bersihkan kekacauan area hutan selatan" perintah jasvin kepada seorang dari seberang sana.
jasvin mematikan sambungan dan menyimpan kembali ponselnya, ia menutup kembali kaca mobil lalu melanjutkan mobil meninggalkan tempat tersebut.
"sangat mengerikan" ujar kevin.
"kau tahu itu"
mobil yang di Kendarai jasvin melaju memasuki hutang, dan berhenti di sebuah rumah yang sangat mewah dan besar di tengah hutang.
(gambaran markas tengah hutan)
orang yang menjaga pintu gerbang segera membukakan pintu saat melihat mobil jasvin. dengan segera jasvin memasukan mobilnya kedalam sana.
ia langsung memberhentikan mobilnya tepat di pintu masuk, dan segera keduanya keluar dari mobil.
sementara di mansion utama Yasmin dan sara sibuk bermain dengan beby Avin.
keduanya sangat asik hingga jam menunjukkan pukul 8 malam.
__ADS_1
"sar, kira-kira jasvin sama Kevin kemana yah?" tanya Yasmin yang penasaran.
"entahlah aku juga tidak tahu" sara mengedipkan bahunya. "kaya mereka menyimpan banyak rahasia deh"
"mungkin saja"
tok tok tok.
"nona makan malam sudah siapa" panggil pelayang dari balik pintu.
"baiklah Bi kami akan segera turun"
"baik non, saya permisi"
"iya"
"ayok kita makan malam dulu" Yasmin menggendong baby Avin, dan berjalan keluar kamar bersama dengan sara. keduanya turun untuk makan malam.
"sepertinya kita hanya akan malam berdua saja" Ujar Yasmin meletakan baby Avin di kursi makan khusus untuk bayi.
lalu ia kemudian menarik kursi untuknya yang berhadapan dengan kursi sara.
jasvin naik ke lantai tiga disan sudah ada para bawahannya. dan ada seorang pria yang sedang duduk di sofa.
jasvin dan Kevin menghentikan langkanya dan menatap tajam kearah pria yang sedang duduk.
"kapan kau datang?" tanya Kevin.
"tiga tahun yang lalu"
"ck!Lo masih saja bercanda, cepat katakan tugas yang ku berikan sudah selesai?"
"tentu saja, jika belum mana mungkin aku ada di sini" pria itu berdiri dan berjalan kearah jasvin dan Kevin dengan gaya cool nya.
saat pria sudah berdiri di hadapan jasvin, langsung menjitat kepala pria itu.
"arkk..hey sakit tahu" pria itu meringis dan langsung memegangi kepalanya yang dijitat oleh jasvin.
__ADS_1
"makanya jangan tampilkan wajah tengil mu itu padaku" jasvin berjalan kearah sofa meninggalkan dua sahabatnya.
"katakan apa yang kau temukan?" tanya jasvin.
namun pria itu masih sibuk dengan mengusap kepalanya. jasvin yang melihat itu langsung melempar bantal sofa.
"hey kenapa kau melempar ku juga" kesal Kevin.
"sorry karena salah sendiri siapa suruh berdiri di sampingnya"
"hhhhhh...kalian berdua lucu sekali"
"Evan!" Kevin langsung menarik Evan kearah sofa, dan mendukungnya di sofa samping jasvin.
pria yang di maksud adalah Evan sahabat jasvin. hanya Evan dan Kevin sahabatnya yang tahu tentang markas ini, ketiga pria tampan ini sudah bersahabat sejak kecil.
"hentikan...gue geli" Evan terus tertawa karena kedua sahabatnya terus menggelitik nya.
"aku moho-n ok gue ngomong sekarang hhh.."
Kevin dan jasvin langsung berhenti menggelitik Evan.
"katakan?"
"penurut penyelidikan yang gue lakukan,ada yang membocorkan rahasia tentang tantangan yang di buat malam itu, padahal hanya kita dan anak-anak di besken yang tahu" jelas Evan.
"sepertinya ada salah satu penghianat di antara kita" ujar Kevin.
"gue setuju,tapi siapa?" jasvin menyandarkan punggungnya di sofa. ia kemudian menatap kearah Evan begitu juga dengan Kevin ia juga menatap kearah Evan.
"kenapa kalian melihatku seperti itu, bukan aku pelakunya" Evan mengakar tanganya ke udara.
lagi-lagi jasvin memukul evan. "kapan otakmu bisa bekerja sempurna"
"habisnya Kalian berdua menatap seperti itu" Evan mengedit ngerih.
"kami tidak menuduh mu bego, kami mau kau lanjutkan penyelidikan itu sebabnya kami menatap kearah mu" jelas Kevin.
__ADS_1
"kirain"