
tepat pada pukul 07:30, Yasmin akhirnya Sampai, nafasnya yang ngos-ngosan karena berlari tadi. ternya dugaannya benar, terlihat pak Hendi Tenga berjaga di depan gerbang yang mungkin sudah di tutup lima belas menit yang lalu.
"pagi pak satpam, bolehkan saya masuk?" tanya Yasmin sopan ia berusaha menyembunyikan kegugupannya.
terhitung-hitung sudah hampir dua tahu lebih Yasmin bersekolah di SMA GARUDA PANCASILA, yasmin benar jarang atau belum perna bertemu dengan satpam sekolah ketika pagi hari, sampai hari ini ia harus bertemu dengan satpam sekolah.
menurut cerita dari siswa-siswi SMA GARUDA PANCASILA katanya satpam kali ini berbeda dengan satpam yang dulu yang bernama pak Amin. pak Hendi ini sangat galak melebihi polisi.
"lebih baik sekarang kamu pulang. sekolah ini tidak menerima siswa atau siswi yang terlambat dan kamu sudah terlambat lebih dari lima belas menit" tolak pak Hendi mentah-mentah.
dengan berat hati Yasmin menjauhkan tubuhnya dari pintu gerbang, saat ini ia sangat frustasi. bukan,buka sedih karena tidak di izinkan masuk. melainkan ia sedang memikirkan cara bagaimana caranya ia bisa masuk, per-setangan dengan hukuman yang ia akan dapatkan jika nekat masuk kedalam, tentu saja Yasmin tidak akan peduli, yang utama saja Yasmin tidak akan alpa dan membuat kehadirannya berkurang di absensi kelas.
__ADS_1
saking seriusnya Yasmin, ia sampai tidak sadar ada mobil sport berwarna hitam Tenga berhenti di belakangnya. terlihat si pengemudi merasa kesal karena objek di depannya tidak bergerak ataupun menepi.
Pi..Pi..Pi..(anggap saja suara klakson mobilðŸ¤)
suara klakson mobil membuat Yasmin tersadar dan kaget, ia mengelus dadanya karena terkejut di pagi hari yang sangat apes ini. Yasmin menggeser dan memberi jalan untuk mob tersebut lewat, Yasmin terus memandang kaca sang pengemudi berharap menemukan seseorang yang sudah membuatnya terkejut.
"pagi pak bisa di buka gerbangnya?"
suara itu adalah Suara makhluk yang sering ia dengar akhir-akhir ini sebagai sumber dari emosi Yasmin. perlahan ketika kaca di turunkan muncul wajah sumringah khas ikan mola-mola si pria mesum jasvin Mahendra.
Yasmin pun langsung melabrak pak Hendi ia langsung berdiri di depan mobil sport berwarna hitam itu agar jasvin tidak bisa masuk sebelum ia menyelesaikan urusannya dengan pak Hendi.
__ADS_1
"maksud bapak apa ya? saya tadi minta masuk tidak bapak izinkan,sedangkan di yang notabennya yang lambat lebih dari 30 menit malah bapak bukakan gerbang?" tanya Yasmin dengan emosi.
"bukan urusanmu sekarang minggir lah nak jasvin mau masuk"
bukanya menyingkir Yasmin Mala bertemu tangan dan tersenyum sinis. "oh apa karena dia keponakan pak Bima jadi bapak bisa kasih akses dia masuk?" ujar Yasmin.
pak Hendi sebenarnya sudah mulai terlihat panik, namun ia tetap kuat pada pendiriannya. ia tidak akan mengijinkan Yasmin masuk, padahal yang di katakan gadis itu memang benar.
sekarang yasmin benar-benar kesal, dengan pak Hendi, mentang-mentang jasvin keponakan kepala sekolah bisa melakukan seenaknya saja itu tidak adil bukan. baru saja Yasmin ingin berbicara tiba-tiba saja mendengar suara jasvin angkat bicara.
kalau pun tadi itu siswa lain mungkin sudah dari tadi dia pergi, namun ini adalah Yasmin dia akan berjuang demi keadilan.
__ADS_1
"maaf pak, dia teman saya jadi boleh dia masuk dengan saya?" jasvin akhirnya membuka suara menghentikan perdebatan keduanya, karena ia sudah jengah berada disini.
jasvin dan yasmin saling bertatapan, melihat dari tatapan Yasmin seolah ingin membunuhnya, namun akhirnya ia masuk ke mobil jasvin dan duduk di samping kemudi dengan membanting pintu mobil secara kasar. membuat jasvin kaget dan tersenyum miring lalu menggeleng kepala karena aksi gadis itu.