ORANG TUA DADAKAN?

ORANG TUA DADAKAN?
BAB 14


__ADS_3

setelah perdebatan yang cukup lama itu, akhirnya keduanya sepakat untuk tinggal bersama di apartemen milik jasvin dengan persyaratan sebagai berikut :




Yasmin dan jasvin tidak boleh tidur satu kamar.




baik Yasmin atau jasvin tidak ada yang boleh membocorkan rahasia ke publik terutama ke teman-teman mereka.




jasvin tidak boleh pulang mam jika tinggal bersama di apartemen.




jasvin harus belajar untuk menenangkan bayi ketika menangis.




jasvin harus belajar mengganti popok bayi.




semua biaya di tanggu oleh jasvin.

__ADS_1




Yasmin harus bersembunyi jika ada teman-teman jasvin datang ke apartemen.




jasvin harus menghubungi Yasmin jika teman-temannya akan datang ke apartemen.




surat perjanjian sudah di tandatangani oleh kedua pihak. tidak ada yang keberatan dengan isinya, karena mereka berdua yang membuatnya sendiri.


"gue pulang bentar nanti, untuk ambil barang dan ijin ama nenek gue" ujar yasmi.


"Oky, gue akan jaga ni bayi"


"kenapa Lo?" tanya jasvin karena melihat Yasmin tiba-tiba berhenti di depan kamar mandi.


"gue ngga punya baju ganti" ujar Yasmin.


"mandi saja nanti gue Taru pakainya diatas tempat tidur" jawab jasvin.


Yasmin mengangguk ia segera masuk ke kamar mandi. saat Yasmin sudah masuk terdengar suara bel berbunyi. jasvin bangkit dari tempat tidur dan keluar membuka pintu.


"maaf tuan, ini pesanannya" ujar seorang pria menyerahkan sebuah paper bag kepada jasvin.


"terimakasih pak" jasvin. menerima paper bag tersebut.


saat pria itu sudah pergi jasvin segera menutup pintu apartemennya, ia kemudian masuk kembali kedalam kamar dan meletakkan paper bag tersebut di atas ranjang.


"Smin..gue letakan pakaian Lo di atas kasur" teriak jasvin, ia kemudian mengangkat bayi mungil itu ke gendongannya dan membawanya keluar dan tidak lupa menutup pintu kamar kembali.

__ADS_1


jasvin membawa bayi mungil itu masuk kedalam kamarnya, ia membaringkannya di atas kasur. bayi itu masi tertidur pulas, ia tidak terganggu sama sekali saat jasvin mencubit gemas pipinya.


*


*


Yasmin keluar dari kamar mandi dengan rambut yang sepenuhnya masih basah dengan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Yasmin menatap sebuah paper bag di atas kasur, kemudian berjalan dan mengambil paper bag tersebut.


setelah selesai berpakaian Yasmin keluar dari kamar, ia melihat jasvin sedang membuat sesuatu di dapur.


"sedang apa Lo?" tanya Yasmin.


"main piano"


"ck! gue serius nanya"


"gue lagi biking susu buat tu bayi, pasti dia sudah lapar" jelas jasvin.


"emang tuh bocah mana?"


"kamar gue"


Yasmin segera berjalan masuk ke kamar jasvin untuk melihat kondis bayi mungil itu.


"Ohh masih tidur yah.." ujar Yasmin saat ia sudah duduk di samping kiri bayi mungil yang masih tertidur.


Yasmin, melepaskan handuk bayi yang terdapat pada bayi mungil itu. sepertinya ia harus menggantikan pakainya, Yasmin mengambil perlengkapan bayi yang sudah di beli di supermarket tadi.


ada popok bayi, minyak telon, bedak Beby, susu bayi dan lain-lainnya, satu hal yang Yasmin belum beli, pakain bayi. karena tidak ada yang di jual dalam supermarket karena perdebatannya dengan jasvin ia lupa untuk singgah membelikan pakain untuk ni bocah.


jasvi masuk kedalam kamar dengan membawa sebotol dot susu bayi. jasvin kemudian menyerahkan botol dit itu pada Yasmin dan langsung membaringkan tubuhnya di samping kanan tu Bocil.


"gimana cara untuk memberikannya?" tanya Yasmin pada dirinya sendiri.


"halo, Beby bangun dulu waktunya minum susu" bisik Yasmin pada bayi mungil itu.


jasvin yang melihat aksi Yasmin berinisiatif untuk mengikutinya. ia bangun setengah dan menatap kearah bayi mungil itu, dengan perlahan jasvin menepuk-nepuk pipi chubby yang menggemaskan itu. berharap bayi itu bangun, aksi yang terbilang tidak benar Itupun berhasil membangunkan sang bayi. keduanya hampir berteriak kegirangan di tambah bocah mungil itu tidak menangis.

__ADS_1


"keren banget, udah cocok benar kita jadi orang tua Smin" jasvin bertepuk tangan heboh.


"kau benar, ia bahkan tidak menangis yeh.." Yasmin meloncat-loncat di depan ranjang layaknya seperti anak kecil, yang sialnya itu terlihat menggemaskan bagi jasvin.


__ADS_2