
perdebatan antara jasvin dan Yasmin terus terjadi di dalam mobil sepanjang perjalan karena mereka bingung ni bayi mau di bawah kemana?
"kalau tidak tahu mau di bawah mana nih bocah, lalu kenapa Lo ngajak gue ngurus ni bocah?" ujar jasvin dengan nada tinggi.
"Lo punya rasa kemanusiaan ngga sih jasvin?" ujar Yasmin dengan tak kalah tingginya.
oekk..oekk..oekk...
tangisan bayi yang mereka temukan itu berhasil menghentikan perdebatan Yasmin. tadinya bayi itu tertidur pulas, mungkin ia bangun karena suara Yasmin dan jasvin yang berteriak sehingga membuat Sang baik menangis kencang.
dengan cepat Yasmin menenangkan sang bayi dengan memeluknya. ia menggendong bayi itu layaknya seorang ibu yang cemas saat anaknya menangis.
"adu jangan menangis ya bayi, maaf..maaf kalau suara kami membangunkan mu" Yasmin, mengusap pelan pucuk kepala sang baik, tidak ada suara keras hanya ada suara yang lembut dari Yasmin.
"Lo udah cocok jadi emak-emak hhh.." ejek jasvin.
Yasmin memutar bola mata malasnya, ia malas merespon jasvin. yasmin lebih sibuk menenangkan sang bocah daripada meladeni jasvin.
"mungkin kau lapar ya cil" Yasmin mengusap pelan perut bayi itu.
"Vin kita mampir ke supermarket dulu yah, untuk beli susu sama popok untuk ni bocah" ujar Yasmin.
__ADS_1
bisa di lihat dari wajah Yasmin ia terlihat sangat khawatir pada bayi yang baru berusia satu hari, padahal mereka saling berteriak karenanya.
"baiklah" jawab jasvin.
demi apa pun jasvin lebih suka berhadapan dengan Yasmin yang hobi berteriak, mengumpat bahkan mengajak dirinya bertengkar daripada di hadapkan dengan yasmin yang serius seperti sekarang ini.
jasvin menghentikan mobilnya di depan sebuah supermarket, perkelahian kecil pun terjadi lagi keduanya berebutan untuk masuk ke supermarket.
Yasmin yang tidak mau jasvin ikut masuk karena keduanya masih mengenakan seragam sekolah dan selain itu juga tidak ada yang menjaga bayi itu. jika mereka membawanya masuk apa kata orang,walaupun bocah itu bisa masuk tapi tidak dengan jasvin dan Nayla yang mengenakan seragam sekolah.
"Vin gue yang masuk, gue titip ni bocah" ujar Yasmin.
"astaga Vin, di titip Bentar masa ngga bisa. emang kamu tahu apa-apa yang mau di beli?" tanya Yasmin.
jasvin membuang nafas kasarnya, ia mengala pada Yasmin karena ia tidak tahu sama sekali tentang perlengkapan bayi. jadi biarkan saja Yasmin yang masuk membelinya.
"yasudah masuk sana, cepat tidak pakai lama"
"ck! iya bawel" Yasmin menyerahkan bayi itu ke jasvin.dan ia segera keluar dari mobil.
tersisala jasvin dan bayi mungil yang saat ini sudah berada di gendongannya. jasvin bingung ia juga takut bayi mungil ini jatuh karena ia terus menggeliat di gendongan jasvin.
__ADS_1
"eh..bocah ku mohon tenang jangan banyak goyang"
seolah paham dengan yang di ucapkan jasvin, bayi mungil itu langsung diam dan melihat kearah jasvin. bayi mungil itu tertawa seolah jasvin sedang menceritakan lelucon yang sangat lucu.
"ko malah tertawa apa ada yang lucu dari ucapan ku?" tanya jasvin.
bayi mungil itu terus menatap kearah jasvin,dan ia terus memasukan tangannya kedalam mulutnya, tangan mungilnya sudah basah di penuhi air liur bayi itu,jasvin yang melihat itu merasa sangat jiji.
"baby, kamu lapar. kita tunggu mami dulu,dia sedang beli susu untukmu" ujar jasvin, ia terus melihat kearah bayi mungil itu, tidak ada wajah tegang dan jiji yang di tunjukan oleh jasvin, hanya ada senyuman dan rasa gemas.
"cil, kalau di lihat-lihat Lo gemesin juga yah"
tanpa jasvin sadari ia mulai menerima kehadiran bayi mungil itu. ia sangat menikmati bermain dengan bayi mungil itu. dan tiba-tiba saja jasvin memasang wajah sendu menatap kearah bayi mungil itu.
"gue sangat bingung cil, kenapa orang tua Lo ngebuang Lo, Mak Lo aja tidak mau Lo bawah pulang. apalagi gue bisa-bisa mommy gantung gue di pohong singkong"
bayi mungil itu menggeliat ia seolah paham curhatan hati seorang bad boy SMA GARUDA PANCASILA yang paling terkenal.
"lah Lo, gila ya jasvin, gak-gak" jasvin memukul pipinya sebelah kirinya.
"kalau Yasmin maminya, berarti gue dong papinya?" tanya jasvin pada dirinya sendiri.
__ADS_1