
"nikah aja kita yuk Smin"
"ha?Lo ngomong apa? nikah?" tanya Yasmin.
"ngga Lo salah dengar kali"
"oh yasudah"
saat Yasmin sibuk memberikan susu formula pada si bayi jasvin kembali membaringkan tubuhnya. begitu juga yang di lakukan Yasmin, setelah memberikan susu ia juga membaringkan tubuhnya. jarak pemisah mereka hanya bayi mungil itu yang berada di tengah.
keduanya berbaring sembari menatap langit-langit kamar, keduanya sibuk dengan pemikiran masih-masing.
"ni bayi sepertinya kita harus kasih nama biar keren dan gampang di panggil" celetuk jasvin.
Yasmin menolek kesamping dan tepat manik mata milik jasvin dan miliknya bertemu, jantung Yasmin berdegup sangat kencang. ia bisa melihat wajah tampan jasvin dari jarak yang dekat, Yasmin tidak munafik ia mengakui jika rivalnya ini memang benar-benar tampan.
"kamu ingin memberinya nama apa?" Tanya Yasmin.
jasvin terlihat sedang berpikir sembari memegang dagunya. ia menutup matanya, kali ini ia akan serius akan memberikan nama untuk bayi ini.
"bagaimana kalau javin Smit junior? Bayi itukan cowok jadi cocok dengan nama itu"
__ADS_1
Yasmin mengerutkan dahinya, "dapat inspirasi dari mana Lo?"
jasvin tersenyum, ia menatap kearah Yasmin. jasvin bangun dan mengubah posisinya menjadi duduk.
"Lo mau tahu aja mu tahu banget?"
Yasmin berdecak dengan kesal. bisa-bisanya laki-laki itu menganggap nya bercanda, tapi nama yang di berikan jasvin cukup bagus. tapi ia masih penasaran.
"udah deh Vin ngga usah mulai dulu, gue ngga punya tenaga ngajak Lo berdebat"
jasvin terkekeh pelan, "oke-oke maaf. jadi aku dapat inspirasi nama javin Smit junior itu dari kita"
"kita?"
Yasmin membulatkan matanya bisa-bisanya jasvin mengambil namanya separuh, tapi itu cukup bagus sih. ternyata jasvin hebat juga dalam mencarikan Nama.
"ternyata Lo jago juga memberikan nama" ujar Yasmin, mengaguk-angguk.
jasvin menaikan sebelah alisnya,"tumben Lo muji gue"
"Lo harusnya bersyukur karena gue muji-muji Lo"
__ADS_1
Yasmin membalikan tubuhnya membelakangi jasvin, menghindari tatapan membunuh jasvin. entah sejak kapan ia mengedip ngerih dengan tatapan jasvin.
jasvin bersandar di sandaran ranjang, dengan hati-hati ia mengakat bayi mungil yang sudah resmi di beri nama javin itu, ia menimang-nimang bayi mungil itu dengan sangat hati-hati.
"buset ni bocah udah molor aja, kaya kebo" jasvin mengelus Pelang puncuk kepala javin.
"Oky Beby boy, mulai hari ini gue resmi panggil kamu dengan nama Avin,bagus kan? tentu saja gue yang bikin" jasvin terkekeh pelan, ia mencubit pelan pipi chubby milik javin.
Yasmin berbalik ia melihat tingkah gemas jasvin. Yasmin tersenyum melihat jasvin yang sudah mirip seperti seorang ayah.
"dasar gila" umpat Yasmin dalam hati.
Yasmin bangun dari ranjang dan berjalan keluar kamar. melihat Yasmin berjalan keluar jasvin bertanya.
"mau kemana?" tanya jasvin.
"gue mau pulang ambil barang-barang sekalian minta ijin pada nenekku. dan Lo Jaga javin baik-baik" ujar Yasmin keluar dari kamar jasvin.
jasvin yang melihat itu hanya mengedipkan bahunya acuh. ia kembali fokus pada javin, karena javin sngat gemas dengan javin.
sementara di luar kamar, Yasmin berdiri di depan pintu yang sudah tertutup. ia tersenyum mengingat tingkah menggemaskan jasvin tadi.
__ADS_1
"seperti dia memang sudah cocok menjadi seorang papi" ujar Yasmin, ia berjalan pergi dari depan kamar jasvin.