ORANG TUA DADAKAN?

ORANG TUA DADAKAN?
BAB 7


__ADS_3

"ngga apa-apanya? gadis udah ngibarin bendera perang sama di jasvin" ujar Haikal yang saat ini sedang merokok.


jasvin diam, ia hanya menatap lurus ke depan kearah Prapatan. netra nya menangkap seorang gadis yang ia kenal tengah di hadang dua preman bertubuh kekar, untuk memastikan matanya tidak buram, jasvin berdiri dari kursinya dan berjalan keluar dari warkop.


Haikal yang melihat jasvin berdiri dan mengarah keluar pintu langsung bertanya pada jasvin, "Mau kemana Vin?"


"keluar cari angin" jawab jasvin langsung keluar dari warkop, ia berjalan menyebrang jalan, untungnya jalan area ini sepi. perumahan warga area sini berjarak tidak. saling berdampingan sehingga banyak pepohonan yang tubuh.


(seperti itu contoh areanya)


hanya tersisa beberapa langka lagi jasvin akan sampai, kedua preman itu mendapatkan sinyal jika ada seorang pahlawan kesiangan yang akan menghampiri mereka.


"wah..wah..sepertinya ada mau nolongin ni" ucap salah satu dari mereka.


jasvin menghentikan langkahnya tepat di depan para prema yang sudah menatap kearahnya, jasvin hanya mengakar sebelah alisnya.


"kalian butuh berapa sih, miskin Amet sampai minta ke cewek lagi" ujar galeng, menggulu lengan bajunya.


"eh bocah tengil, jangan songong kamu" tunjuk pria gondrong.


"kan gue nanya" ucap jasvin dengan santai.


"eh bocah ingusan,apa orang tuamu tidak mengajarkan sopan santu menghormati orang yang lebih tua" ujar pria bertato.

__ADS_1


"eh.. abang-abang seharusnya aku bertanya, apa abang-abang tidak di ajarkan sopan santung" jawab jasvin tanpa meras takut.


pria bertato itu merasa geram ia hendak memukul jasvin, namun temanya menghentikan aksinya. "3 juta, punya tidak? kalau tidak ada mending pulang dan tidur di bawah selimut tidak usah ikut campur"


bukanya takut jasvin malah terkeke sinis, nominal yang disebutkan tadi adalah jumlah uang sakunya selama dua hari. sangat konyol bukan jika jasvin tidak mampu memberikannya.


jasvin mengeluarkan dompet dari sakunya, dan mengelurkan kartu debit dan melemparkannya kepada kedua prema itu begitu saja, "nih, kartu ini ada isinya 8 juta, lain kali kerja ya bang. dunia uda tua, banyakin bertobat" ujarnya.


kedua prema itu langsung mengambil kartu tersebut tanpa basa-basi kedua prema itu segera pergi dengan hati yang puas. Namun, sebelum mereka benar-benar pergi salah satu dari mereka mengedipkan mata kearah sang gadis.


"ngapain Lo nolong gue?Lo ngga perlu nolongin gue" sentak Yasmin.


bukanya menjawab, jasvin malah berbalik dan bersiap untuk pergi. Yasmin yang kesal karena pertanyaan tidak di jawab menahan lengan kekar jasvin. niatnya agar lelaki itu tidak pergi sebelum menjawab pertanyaannya.


jasvin langsung berbalik kembali dan menatap kearah Yasmin.


gadis cantik itu, belahan ingin munta. "apa sih rasanya gue mau muntah"


"kalau Lo mau munta ketoilet sana, janga munta disini malu"


"sombong banget!" gumamnya,"dengar baik-baik, gue ngga butuh pertolongan dari Lo ,yang gue butuh minta maaf Lo JASVIN MAHENDRA!" Yasmin menatap tajam kearah jasvin yang malah mengamatinya.


"Lo dengar tidak?" bentak Yasmin.

__ADS_1


"ternya Lo cantik juga kalau lagi marah, padahal kita udah kenal lama" ujar jasvin Tampa sadar.


hari ini juga rasanya Yasmin ingin membuang jasvin ke jurang. ia muak dengan kata-kata gombalan yang keluar dari mulut pria itu. mungkin para penggemar jasvin yang berada di posisi Yasmin, mereka pasti akan tersenyum malu-malu layaknya orang bodoh.


jangan harap hal itu akan terjadi pada Yasmin. karena gadis itu sudah menempatkan jasvin di urutan pertama pria paling breng**k yang perna ia temui. karena Yasmin dan jasvin tidak perna akur jika keduanya bertemu.


"gue tidak peduli apa yang Lo omongin itu.intinya gue mau Lo minta maaf sama gue"


jasvin membuang nafas panjang. "gue sudah bilang, ganti dulu ponsel gue. setelah itu gue akan minta maaf sama Lo"


Yasmin mencak-mencak sendiri di tempatnya. gadis itu dengan brutalnya mencubit perut jasvin hingga sang empunya meringis kesakitan.


"Lo itu nyebelin banget sih! uang 8 juta ajah punya masa ganti hp saja ngga bisa" teriak Yasmin hingga mengundang tatapan aneh dari warga yang sedang berjalan-jalan dua area tersebut.


sedangkan di warko fauna coffe semua teman-teman jasvin sedang menontong melalui jendela kaca di samping tempat mereka. menonton aksi kedua remaja yang saling bermusuhan sambil menikmati kopi dan bakwan sangatlah menyenangkan. terkecuali Kevin, lelaki itu sibuk dengan ponselnya.


"hei Bocil,Lo yang nyebelin. sudah ngerusakin hp gue,masa pas di suruh ganti ngga mau" balas jasvin tidak mau kalah.


"Lo memang menyebalkan" umpat Yasmin.


tanpa ba-bi-bu Yasmin langsung melengos pergi meninggalkan jasvin. Yasmin tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang merasa citranya akan hilang pada dirinya.yasmin berdoa agar neneknya tidak tahu apa yang terjadi padanya.


jasvin yang melihat itu hanya mendengus kesal, bukan tak mungki jika diriny tidak meminta maaf. tetapi pastikan dulu Yasmin mengganti ponsel miliknya.

__ADS_1


"bukan gue yang salah toh? orang gue tidak sengaja juga. disuruh ganti hp gue tidak mau, malah nyolot lagi" gumam jasvin.


sedangkan di sepajang perjalan Yasmin terus mengumpat jasvin tanpa henti. moodnya jadi hilang karena bertemu dengan jasvin.


__ADS_2