ORANG TUA DADAKAN?

ORANG TUA DADAKAN?
BAB 24


__ADS_3

hari ini Yasmin dan jasvin kembali ke sekolah karena keduanya izin beberapa hari saja.


Yasmin bangun lebih dulu dari jasvin, Yasmin melirik kearah jasvin yang masih tertidur pulas bersama Avin. Yasmin masuk ke kamar mandi dengan membawa pakainya masuk tidak mungkin kan jika ia keluar kamar mandi menggunakan kimono masuk keruang ganti pakaian.


Yasmin kini sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai pakaian seragam sekolah lengkap. ia melirik kearah ranjang ternyata jasvin masih tertidur. Yasmin berjalan mendekati sisi ranjang dan ia kemudian menjepit hidung jasvin.


"arkk.." seketika jasvin langsung terbangun, ia langsung memegangi hidungnya.


"kenapa kau menekan hidungku!" kesal jasvin.


"habisnya kau tidur seperti kebo" ujar Yasmin, ia kemudian berjalan sisi lain kasur, lalu mencubit gemas javin.


jasvin, segera bangun dan masuk kemar mandi untuk membersikan diri. setelah beberapa menit jasvin keluar dari kamar mandi dengan handuk yang terlilit di perutnya.


Yasmin yang melihat itu susah paya menelan Salivanya. perut yang sama yang ia liat tempo hari.


jasvin tersenyum menyeringai,"lap liur mu itu"


dengan bodohnya Yasmin mengikuti apa yang di katakan jasvin, ia segera melap bibirnya dengan tangan.


"hahhhh...mau aja aku bohongi" jasvin tertawa keras.


Yasmin yang melihat jasvin tertawa, langsung melemparkannya dengan bantal. ia sangat kesal karena jasvin mempermainkannya.


tidak ada bantal lagi yang bisa di lempar, Yasmin segera berdiri di atas kasur. saat ia baru mau berjalan tiba-tiba saja kakinya kesandung Selimut. jasvin yang melihat Yasmin yang akan jatuh segera berlari dan menahan pinggangnya. dan refleks saja Yasmin langsung memegang pundak jasvin.


hening keduanya terdiam, manik mata keduanya beradu. hingga tangisan dari Beby Avin menyadarkan mereka.


Yasmin langsung menjauhkan tubuhnya dari jasvin, ia segera duduk dan membawa javin dalam pangkuannya untuk menenangkan bayi mungil itu.


*


*


Mobil jasvin sudah terparkir, kedua makhluk yang berada di dalam mobil segera keluar. saat keduanya berjalan masuk tiba-tiba saja ada seseorang yang langsung memeluk jasvin.


"Vin, aku merindukanmu" ujar gadis itu.


"Cantika?"

__ADS_1


"ya Cantika" gadis itu tersenyum lebar, ia kemudian merangkul tangan jasvin dan mergeliat manja.


Yasmin yang melihat itu hanya memutar bola mata malasnya, "sangat merepotkan" ia segera pergi meninggalkan jasvin dan gadis itu.


jasvin yang melihat Yasmin pergi langsung melepas kasar tangan Cantika.


"kenapa Lo disini?" ujar jasvin dingin.


"ya karena aku merindukanmu beb"


"ck! jiji gue dengarnya" jasvin segera pergi meninggalkan Cantika yang terlihat sangat kesal.


semantara itu Yasmin sudah berada di dalam kelasnya, ia segera mengeluarkan buku matematika karena semalam ia tidak sempat belajar karena lelah.


Bahkan ia tidak ingat kapan Avin dan jasvin masuk ke kamar dan bergabung bersama di atas kasur. waktu ia terbangun ia terkejut dengan jasvin yang tidur di sisi lain ranjang dan Avin berada di tengah.


"pagi pengantin baru" sapa sara yang langsung duduk di bangkunya.


Yasmin menatap tajam kearah Sara, yang di tatap mala terkekeh. untungnya belum ada siswa yang masuk kelas.


"kenapa tuh muka, ko di tekuk gitu?" tanya sara.


Yasmin membuang nafas kasarnya, "oiya sar, Lo tahu tentang Cantika?"


"Cantika?"


sara mengakar sebelah alisnya, "kenapa cemburu?"


"ck! siapa yang cemburu"


"tenang aja sepupu ipar, gadis centil itu hanya mentan pacar jasvin waktu tinggal di Bandung" ujar sara.


"manta pacar?"


"Yap"


"tunggu tadi Lo manggil gue apa?"


"sepupu ipar"

__ADS_1


"jadi Lo?"


"sepupunya jasvin"


Yasmin terkejut dengan apa yang dikatakan oleh sara. "ko bisa?"


"ya tentu saja, dong sayang kan bokap gue saudara sama mom nya jasvin" ujar sara.


"jadi Lo anak nya kepala sekolah?"


"betul"


"lalu kenapa Lo tidak jujur Ama gue"


"ya, gue takut Lo ngga mau temanan sama gue. pas gue tahu Lo sama jasvin jadi gue mutuskan buat rahasianya" jelas sara.


"Sudah lupakan saja, karena Lo sepupunya jasvin. nanti Lo temani gue di mansion gue bosan sendiri di sana" ujar Yasmin dengan wajah memalasnya.


"sekarang Lo tinggal di mansion utama jasvin?" tanya sara.


Yasmin mengangguk.


"baiklah gue ke sana nanti sore sama Kevin. oiya Smin gue masih penasaran kenapa Lo sama si jasvin bisa menikah? bukanya Kalian musuh bebuyutan?" tanya sara, yang masih penasaran apa yang menyebabkan dua rival ini menikah.


SKATMAT.


Yasmin menelan Salivanya, ia langsung membuang nafas kasar. "entar gue jelasin di mansion"


Jasvin masuk kedalam warkop, hari ini ia Sangat kesal. ia melempar tasnya ke sofa yang sedang di duduki Haikal.


"Napa Lo Vin?" tanya Evan.


"kenapa Kalian tidak memberitahu kalau Cantika pinda kesini" kesal jasvin.


"tunggu-tunggu maksud Lo, cantika manta Lo itu?" tanya Haikal.


"menurut kalian?" jasvin mengangkat sebelah alisnya.


"wa..wah.. sepertinya akan ada CLBK nih" goda key.

__ADS_1


jasvin langsung menatap tajam kearah temanya itu sedangkan yang di tatap malah asik tertawa.


"keluarlah dulu gue mau bicara berdua dengan Kevin, dan kalian harus cari cara agar Cantika tidak dekat-dekat denganku"


__ADS_2