ORANG TUA DADAKAN?

ORANG TUA DADAKAN?
BAB 21


__ADS_3

jasvin menceritakan semuanya hingga mereka menjalin sebuah kontra untuk menjadi orang tua asuh untuk bayi yang mereka temukan.


"jadi seperti itu Pi ceritanya" ujar jasvin.


"lalu mengapa kalian menyembunyikannya?"


"karena kami takut" kali ini Yasmin berbicara.


"kenapa kalian harus takut, kan bisa cari solusi untuk masala ini" ujar mommy.


"papi Memutuskan agar kalian berdua menikah dan menjadi orang tua sesungguhnya untuk bayi ini" ujar sang papi,mendengar itu keduanya langsung terkejut.


"menikah?" pekik keduanya secara bersamaan.


"Pi kami hanya menjadi orang tua asuh, mana mungkin kami menikah" ujar jasvin.


"tentu karena kalian berdua tinggal dalam satu tempat Tampa ikatan pernikahan apalagi kalian berdua tinggal bersama seorang bayi" jelas mommy.


"tapi Pi kami tidak ngapa-ngapain Pi"


"memang kalian tidak melakukan apa-apa, tapi kalian tidak tahu tentang pikiran orang-orang yang tinggal di unit gedung ini"


"terserah papi saja" ujar jasvin pasrah.


"bagaimana denganmu sayang?" tanya mommy diana pada Yasmin.

__ADS_1


"bisakah kami di beri waktu untuk memikirkannya Tante?" tanya yasmin.


"baiklah, kami akan datang besok. kebutuhan kalian libur kita bisa bicarakan semua besok. dan tante akan datang bersama dengan nenek mu" ujar mommy, yang hanya dibalas anggukan pelan oleh Yasmin.


mom Diana menggendong baby javin lalu menyerahkannya kembali pada Yasmin. kedua pasangan paru baya itu pamit dan meninggalkan apartemen jasvin.


Yasmin membaringkan Beby Avin di sofa, kedua orang tua dadakan itu langsung bernapas lega saat orang tua jasvin sudah keluar meninggalkan apartemen mereka.


"bagaimana sekarang?" tanya jasvin.


"entahlah aku juga sedang pusing" Yasmin memegangi kepalanya,"bagaimana mereka bisa tahu?"


"mana ku tahu" kesal jasvin,"lebih baik kita menikah"


"iya gue gila karena kita sudah ketahuan"kesal jasvin.


"apa tidak ada cara lain lagi?" tanya Yasmin frustasi.


"ada, ,kita kembalikan bayi itu ke sana"


"ko Lo jahat banget"


"lalu gue harus bagaimana, gue udah bilang sama Lo dulu" terik jasvin yang mulai putus asa.


yasmin menghelang nafasnya ia kemudian menatap kearah baby Avin yang sedang bermain sendiri.seketika sebuah senyuman terpancar di wajah Yasmin.

__ADS_1


'sepertinya ini yang terbaik' batin Yasmin dalam hati.


"jasvin?" panggil Yasmin, kepada pria yang penampilannya sudah acak-acakan.


"hmm" hanya dhem yang di balas kan jasvin, pikirannya sekarang sedang sangat kacau.


"kita menikah saja, aku rasa kita mungkin kita tidak bisa menemukan orang tua javin" ujar Yasmin.


jasvin yang mendengar itu langsung menatap kearah Yasmin, lalu ia kemudian menatap kearah javin yang sedang memainkan bajunya, jasvin bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati javin.


"hey son, mulai sekarang kau panggil aku Dady mu dan akan selamanya menjadi Dedy mu" ujar jasvin, ia mencium kepala javin.


Yasmin yang melihat itu merasa terharu dengan Sisi lain jasvin, seorang bed boy sekolah ternyata memiliki sisi lain yang sangat baik.


keduanya kembali ke kamar masih-masing, malam ini giliran jasvin yang menjaga Beby Avin.


jasvin menatap langit-langit kamarnya, ia masih belum bisa tidur. sedangkan malam sudah semakin larut, entah apa yang sedang di pikirkan oleh sang bed boy.


oekk...oekk..


suara tangisan Avin membuyarkan lamunan jasvin, pria itu segera bangun dan membawa Avin kedalam gendongannya. jasvin berjalan kearah jendela, ia perlahan membuka tirai jendela yang menutupi kamarnya.


jasvin memperhatikan jalan raya yang masih di penuhi kendaraan tapi tidak terlalu ramai.jasvin menimang-nimang baby javin sambil memegang botol dot. dengan perlahan bayi mungil itu menutup matanya dengan mengisap susu dari dotnya. sepertinya bayi itu sangat nyaman dalam pelukan jasvin.


saat merasa javin tertidur pulas, jasvin segera membaringkan tubuh mungil itu di ranjang lalu ia juga ikut berbaring di sampingan sambil menarik selimut dan tertidur bersama anaknya.

__ADS_1


__ADS_2