
"bercanda Lo tidak lucu kal," jasvin merai gelas ke empat dan meneguknya dengan rakus. ia tidak peduli dengan perutnya kembung karma terlalu banyak meminum air.
tanpa sepatah Kata jasvin berdiri dan meninggalkan teman-temannya yang sedang duduk di kantin.untuk makana yang ia makan ia sudah menyerahkan uangnya pada Kevin untuk membayarnya sekalian.
meskipun sisa makanya masih banyak. Namun mood jasvin sudah hilang, biarakan saja teman-temannya yang menghabis bakwan miliknya. tapi untuk baksonya sisa satu bola lagi baru habis.
"makanya jangan semua hal di bercandain" ujar Kevin yang berdiri di belakang mereka.
Haikal menghelang nafas kasarnya, ia tidak menyangka jika jasvin akan marah padanya. jika ia tadi berhati-hati mungkin hal seperti ini tidak mungkin terjadi. karena jika si bed boy itu ketika marah ia akan mendiami satu tongkrongan.
"Lo sih Kal, jadi gagal deh buat Nemu informasi yang buat hebo seluruh planet" ujar Evan yang ikut menyesal sembari memakan bakwan yang di tinggalkan jasvin, daripada mubasir lebih baik di makan.
*
*
Yasmin saat ini sedang berada di toko buku, ia sedang mencari bahan referensi untuk proposal nya yang batas pengumpulan tiga hari lagi.
__ADS_1
Yasmin tidak peduli jika matahari hampir terbenam, ia masih fokus mencari bahan referensi untuk pembuatan proposal nya.
saat Yasmin fokus membuka-buka buku lembaran demi lembaran tiba-tiba Yasmin teringat akan javin, bayi mungil itu pasti sudah menunggu kepulangannya.
bicara soal javin, Yasmin dan jasvin sepakat untuk menyewa pengasuh untuk menjaga javin dari jam 7 pagi hingga jam 1 siang dan sisanya Yasmin dan jasvin yang mengurusnya. karena tidak mungkin kan jasvin dan Yasmin meninggalkan javin di Apartemen sendirian, apalagi tidak mungkin mereka membawanya ke sekolah bisa gawat dong.
"astaga gue lupa sekarang kan ada javin. gue harus pulang sekarang"
Dengan tergesa-gesa Yasmin segera membawa beberapa buku lalu membayarnya, ia segera meninggalkan toko buku tersebut dan pulang secepat mungkin.
untungnya masih ada angkutan umum yang sejalur dengan tempat yang ingin dia tuju, Yasmin segera masuk kedalam angkutan umum tersebut, tidak peduli orang-orang yang menatap yasmin dengan penuh keheranan.
dan sialnya lagi jasvin tidak membalas pesannya, bahkan saat Yasmin menelponnya ia tidak menjawabnya. Yasmin benar-benar khawatir dengan javin.
"jasvin si**an kau" gerutu yasmin dalam hati.
saat merasa sudah dekat dengan area apartemen jasvin, Yasmin segerah menghentikan angkutan yang ia naik lalu membayarnya dan bergegas turun.
__ADS_1
Yasmin berada pada pusat kota, di mana kawasan apartemen elit. Yasmin segera masuk kedalam life dan menekan tombol menuju lantai 25, karena apartemen jasvin berada di lantai 25.
sesampainya di depan apartemen jasvin, Yasmin segera memasukan password yang sudah di berikan oleh jasvin beberapa hari yang lalu.
"JASVIN?" Teriak Yasmin saat ia sudah berada di dalam apartemen.
Yasmin segerah mengganti sepatunya dengan sandal rumah dan segera mencari keberadaan dua lelaki yang terpaut usia yang berbeda jauh itu.
"mereka di mana sih!" ujar Yasmin panik.
padanya Yasmin berhenti tepat di depan pintu berwarna putih yang merupakan pintu kamar milik jasvin, dengan cepat Yasmin berjalan kearah pintu itu dan membukanya.
seketika Yasmin membuang nafas leganya, ternyata dua pria yang ia cari sedang tertidur pulas.
entah kenapa rasa panik dan lelah Yasmin seketika hilang melihat pemandangan tersebut. Yasmin mendekati javin yang sedang tertidur pulas, dengan bantal yang di simpan samping kiri dan jasvin tertidur di samping kanan javin, ternyata sudah ada botol susu, minyak bayi dan berbagai perlengkapan bayi lainya. sepertinya jasvin baru saja memandikan javin.
Yasmin naik keatas ranjang dan melihat javin dari dekat, rasnya yasmin ingin memakan javin yang sangat menggemaskan itu.
__ADS_1
saat Yasmin menolek kearah jasvin, ternyata lelaki itu juga sedang menatapnya. tatapan dari keduanya seolah terkunci Yasmin bisa melihat wajah tampan jasvin dari dekat.
jangan lupa tinggal jejak untuk author 😘 salam hangat dari author.