OSIS BERANDAL

OSIS BERANDAL
Tentang Ini Itu


__ADS_3

"Arima, ya? Dia cewek yang cukup sederhana. Jujur aja, aku juga tertarik padanya." Celetuk Mona tiba-tiba.


"Bisa tidak, biarkan aku fokus dengan jalan dulu?" Tanya Gram pada Mona, yang mana saat itu Gram masih fokus ke jalan.


"Gram, ini perintah! Cari tempat nongkrong sebelum pulang!" Teriak Mona tiba-tiba.


"Hah?! Ngapain?!"


"Gram, ayo!"


"Iya-iya."


-


Gram mampir ke sebuah kafe, dengan keadaan masih berseragam, dan duduk berdua hanya dengan Mona.


"Liat-liat, kita udah kek anak-anak SMA yang lagi ngedate hahaha..." Ucap Mona, bersamaan ketika minuman mereka sampai.


"Apa maksudmu ingin mampir nongkrong?!" Kali ini Gram menunjukkan wajah serius pada Mona.


Mona seakan tidak terlalu menggubris perkataan Gram, ia langsung meminum minuman yang sudah ia pesan.


Setelah minum, Mona lalu mulai menjawab pertanyaan Gram.

__ADS_1


"Gram... Apa kamu serius, gak pengen pacaran sama Arima?" Tanya Mona.


"Aku lagi gak mau bahas Arima." Jawab Gram, lalu mulai meminum minumannya.


Kini Mona melihat ke sekitar mereka, melihat ke kiri-kanannya, entah apa yang sedang ia cari.


"Jujur aja, setelah kita gak ketemu beberapa tahun terakhir, dan ketika aku udah putus dengan pacarku, aku jadi kepikiran tentang mu, Gram." Ucap Mona, dengan pandangannya yang masih berpaling dari Gram.


"Emangnya, apa yang kamu pikir tentang ku?" Tanya Gram.


"Gak terlalu gimana-gimana sih, tapi ya aku merasa bersalah di masa lalu kita berdua. Kamu tau, kalaupun ujungnya nanti kita gak akan bersama-sama lagi, aku akan terus mengingat mu." Jawab Mona, kali ini pandangannya serius menatap Gram.


"Heh! Kamu pikir aku mau mati apa gimana? Bicara yang jelas, udah aku bilang kan? Aku gak suka sama Mona yang gak ceria, walaupun ceria mu ngeselin." Balas Gram.


"Lalu, mau kamu apakan ini si Arima?" Lanjut tanya Mona sambil cengengesan dan merangkul bahu Gram.


"Apaan sih kamu!" Jawab Gram kesal.


Singkat cerita, mereka melanjutkan perjalanan pulang mereka. Mona yang dibonceng sambil menggenggam dua buah minuman, yang satu ia sedot untuk ia sendiri, yang satu lagi milik Gram.


-


Di tengah perjalanan, di atas motor.

__ADS_1


"Jadi begitulah kira-kira, katanya sih aku bakal fix jadi OSIS nantinya." Ucap Gram, yang beberapa saat yang lalu telah menceritakan tentang OSIS pada Mona.


"Hmm? Sepertinya menarik juga, kalo mau jadi OSIS ya?"


"Menarik darimananya? Aku aja pusing kalo kepikiran itu Mon." Jawab Gram.


"Hadeh... Kamu jadi lembek gini ya, padahal gak sampe sepuluh tahun berpisah. Apa kamu perlu aku kasarin lagi, biar gak lembek?" Tawar Mona pada Gram.


"Kasarin apa sengaja menawarkan untuk pembulian lagi kamu?"


Mendengar jawaban Gram, Mona lalu tertawa lagi.


Singkat cerita lagi, mereka sampailah di rumah Gram. Gram turun dari motor, dan lalu Mona juga ikut turun, berniat untuk ikut masuk ke dalam rumah Gram.


"Lah-lah... Mau ngapain?" Tanya Gram pada Mona, dengan kedua tangannya seolah menghalangi.


"Mau mampir lah, gak boleh?" Tanya balik Mona pada Gram.


"Mau ngapain sih?" Tanya Gram lagi.


"Mau ngobrol serius dikit aja, ya? Plissss." Pinta Mona, dengan tangan berpose memohon, pada Gram.


Dengan berat hati, Gram pun mempersilahkan Mona untuk masuk ke rumahnya. Tapi, sebelum masuk ke rumah Gram, Gram menyuruh Mona untuk memarkir motornya di dalam rumah Gram.

__ADS_1


...•••...


__ADS_2