Pacarku Polos Banget

Pacarku Polos Banget
part 1


__ADS_3

"Lo mau nggak, jadi pacar gue?" tanyaku pada seorang gadis pendek di depanku.


"Haa? Pagar?" tanyanya.


"Pacar!"


"Haa? Pasar?" Aku menepuk jidatku, lalu menarik nafas sejenak.


'Ni anak budeg, atau gimane sih!' batinku.


"Pacar, Nura! Bukan pasar!" Aku menegaskan sekali lagi. Harus ku akui, gadis ini memang sangat menyebalkan, polos, dan aneh.


"Oh, pacar. Kirain pasar," ucapnya sambil menganggukkan kelapanya eh kepalanya berkali-kali.


Aku mengangguk. "Lo mau kagak?" Gadis itu tampak berfikir sejenak, lalu dengan cepat mengangguki nya.


"Yaudah, aku mau," jawab nya dengan senyum manis khasnya.


"Bagus," ucapku lalu segera berlalu pergi dari hadapan nya. Jujur saja, aku menembak gadis itu bukan karna rasa sayang, atau kemauanku, melainkan karena suruhan dari teman-temanku. Aku harus berpacaran dengan nya sampai 4 bulan kedepan! Ah menyebalkan!


***


Zahira Nura Rifqa, gadis cantik, bertubuh pendek, berambut panjang, kulit putih, bibir merah ranum. Nura adalah seorang siswa pintar, yang baru kelas X SMA. Nura terkenal dengan kepolosannya, Nura juga berasal dari keluarga kaya.


Rangga Wijaya, cowok tampan, bertubuh tinggi, berkulit putih, alis tebal, dan hidung nya yang mancung. Rangga adalah seorang siswa kelas Xll SMA. Rangga juga berasal dari keluarga kaya, sama seperti Nura.

__ADS_1


***


"Gue udah turutin kemauan kalian," ucap Rangga dengan datar tanpa ekspresi.


"Lo beneran?" tanya Farell, Rangga pun mengangguki dengan malas.


"Bhahaha." Ketiga Rangga itu tertawa lepas.


"Wah, seru nih!" ucap Rian sambil terus tertawa.


"Seru pala lu bulet!" Rangga yang kesal kemudian menjitak kepala Rian.


"Eh, sakit jir! Lu maen jitak aja!" gerutu Rian sambil mengusap kepalanya yang Rangga jitak tadi, syukurin kau!


Rangga pun berjalan dan duduk di bangku nya, padahal Rangga sudah mempunyai pacar 5 orang, selingkuhan 10 orang, dan gebetan 15 orang, banyak bukan? Ya jelas!


Rangga masih kesal dengan trio kadal ini, wajahku saja masih cemberut.


"Ulu ulu, intan payung," Farell mencuil dagu Rangga, sambil berlagak imut seperti Fizi di film Upin dan Ipin.


Segera ku tepis tangannya. "Gue bukan Intan!" kesalku.


"Yaelah, gitu aja marah. Kita 'kan mau bantuin lo buat move on dari Gea,"


Brak! Ketiganya nampak terkejut, ketika Rangga memukul meja dengan cukup keras. Kesal? Itulah yang Rangga rasakan. Apa mereka kira move on itu mudah? Ya, memang mudah bagi mereka, tapi bukan bagiku!

__ADS_1


"Kalian itu gak tau apa-apa tentang gue dan Gea!" bentak Rangga disertai dengan tatapan tajam. Ketiganya hanya terdiam diri.


"Rangga! Kamu apa-apaan sih? Ngapain kamu nembak cewek lain? Kamu mau putusin aku?!" tiba-tiba saja, Putri pacar Rangga yang menghampiri, dan melontarkan pertanyaan tentang kejadian itu.


"Kalau iya kenapa? nggak suka?sekarang kita putus! Dan jangan pernah nunjukin wajah lo lagi!" tanpa Rangga sadari, kata-kata itu keluar dari mulutku. Ya, begitulah, ketika Rangga marah, Rangga pasti melampiaskan pada pacar-pacarnya. Terlihat jahat bukan? Tapi itulah Rangga.


***


Saat bel pulang berbunyi, Rangga, Farell, Rian, dan Arga berjalan menuju parkiran.


"Eh, bukannya itu Nura?" Rangga menoleh ke arah Nura, yang sedang berdiri di depan gerbang sekolah, sepertinya ia menunggu seseorang.


"Ho'oh, kasian beut dah, kek anak kecil yang nungguin emaknya," ucap Arga yang terus saja memperhatikan Nura.


"Lu samperin gih, kasian tau!" pinta Arga sambil menatapku. Rangga memutar bola matanya malas, kemudian berjalan menghampiri gadis tuyul nan polos itu.


"Lo ngapain?" Nura menatap ke arah Rangga, matanya beberapa kali berkedip seperti boneka.


"Lagi nungguin Kak Arya," Rangga menyerinyitkan dahi mendengar jawabannya.


"P-pulang bareng gue ma ...,"


"Mau!" Aku terkejut mendengar jawabannya. Belum sempat aku selesai bicara, Nura sudah memotong ucapanku.


'Nih anak bisa pacaran pikiran gue?' batin Rangga kini bertanya-tanya.

__ADS_1


"Ayo, Abang!" Nura menarik tangan Rangga menuju parkiran.


__ADS_2