Paman Nikahilah Ibuku

Paman Nikahilah Ibuku
Bab 10.Nabila Kamu sangat Cantik


__ADS_3

"Dia benar-benar cantik," batin lvan sambil


menatap Nabila yang sedang tersenyum


menemani Calvin bermain action figure.


Ivan yang sudah tiba di depan ruangan,


langsung berhenti begitu melihat senyuman


Nabila yang begitu cantik.


Setelah memanjakan matanya dengan


kecantikan Nabila selama beberapa saat, dia pun


dengan lembut memanggil Nabila.


"Nabila..." panggil lvan lembut.


Nabila menoleh ke pintu ruangan itu, dia


melihat Ivan yang sudah berganti pakaian


sedang tersenyum kepadanya.


"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan,"


kata lvan.


Nabila beranjak dari duduknya, lalu berjalan


menuju lvan


"Ada apa?" tanya Nabila penasaran.


"Aku ingin meminta nomor ponselmu,"


jawab Ivan santai.


Ivan ingin meminta nomor ponsel Nabila


dan memberikan nomor Nabila kepada


temannya yang bernama Clarissa yang


mempunyai beberapa butik di Jakarta.


Nabila yang sedikit terkejut karena Ivan


tiba-tiba meminta nomor ponselnya tampak


mengangkat kedua alisnya, dengan suara


lembut dia balik bertanya.


"Nomor ponsel?"


Melihat ekspresi bingung Nabila, lvan


menjadi salah tingkah. Dengan gugup lvan


menjelaskan alasan dia meminta nomor ponsel


Nabila.


"Ah.. itu aku mau memberikannya kepada


temanku," balas lvan.


"Menberikan nomor ponselku ke temanmu.


hmm," Nabila menyilangkan kedua tangannya,


alasan yang baru saja lvan katakan terdengar


cukup aneh di telinganya.


Ivan yang sadar sudah memberikan jawaban


yang kurang baik segera mengoreksi ucapannya.


"Maaf, bukan itu maksudku..."


"Tuan lvan ingin memberikan nomor ponsel


Nona Nabila ke temannya yang memilikį butik,


dia ingin membeli pakaian ganti untuk Nona


Nabila dan Tuan muda Calvin," sela Inah yang


sudah ada di belakang Ivan.


"Nah.. itu maksudku," ucap lvan sambil


tersenyum.


"Huftt..!" hela nafas lvan.


"Pffttt." Nabila tertawa kecil, siapapun akan


merasa aneh ketika mendengar jawaban Ivan


tadi.


Nabila yang sudah mengetahui alasan Ivan


yang sebenarnya meminta nomor ponselnya,


tidak langsung memberikan nomor ponselnya.


"lvan, kamu tidak harus melakukan itu, kami


berdua bisa tidur dengan pakaian kami yang


sekarang," ucap Nabila yang merasa tidak enak


dengan kebaikan yang terus diberikan lvan.


"Tidak apa-apa, kalian berdua akan merasa


tidak nyaman dengan pakaian seperti itu, dan


apakah kamu lupa jika pakaian Calvin kotor


karena bekas sepatu Daryl?" terang lvan.


Nabila mengangguk pelan, dia kembali


mengingat insiden kurang menyenangkan yang


tadi menimpa dirinya.


"Ah. itu..


"Nabila, kamu saat ini menginap di rumahku,


jadi tolong biarkan aku menjamu tamuku

__ADS_1


dengan baik." sela lvan.


Nabila menghela nafasnya pelan.


"Hmm..Baiklah," ucapnya sambil


memberikan nomor ponselnya kepada lvan.


Setelah mendapatkan nomor ponsel Nabila,


dia lalu mengirim nomor Nabila ke Clarissa, tak


lupa lvan menjelaskan maksudnya yang ingin


membelikan pakaian untuk Nabila dan Calvin.


Sesaat setelah Ivan mengirim pesan, bunyi


notifikasi pesan masuk terdengar di ponsel


Nabila.


Setelah mengecek ponselnya, Nabila


langsung berbalas pesan dengan teman lvan


yang bernama Clarissa.


Clarissa meminta ukuran pakaian Nabila


dan Calvin, setelah mendapatkan semua


informasi yang dibutuhkan, Clarissa mengakhiri


dengan mengirim pesan yang berbunyi.


[Clarissal Kami akan mengirimkan pesanan


Ivan segera.


Setelah menerima pesan itu, Nabila kembali


bergabung dengan lvan dan Calvin, sambil


menunggu pesanannya tiba, mereka


menghabiskan waktu bersama menemani Calvin


yang terus tersenyum bahagia sambil


memainkan action figure kesukaannya.


Setengah jam kemudian, sebuah mobil


putih dengan tulisan Clarissa Boutique, tiba di


kediaman Ivan, Inah pun bergegas memanggil


Nabila.


"Nona Nabila, pesanan Nona sudah tiba."


ucap Inah kepada Nabila.


"lya Bi Inah," jawab Nabila.


"Aku ke depan dulu ya.?" pamit Nabila


kepada Ivan dan diangguki oleh lvan.


Nabila segera beranjak dari duduknya, di


membawa pakaian yang dipesan oleh lvan.


"Mengapa sebanyak ini?" tanya Nabila yang


terkejut melihat beberapa paper bag bertuliskan


Clarissa Boutique.


Inah hanya bisa tertawa melihat ekspresi


wajah Nabila, setelah membantu Nabila


membawa paper bag ke ruang keluarga. Dia


langsung mohon pamit untuk kembali


melanjutkan tugasnya.


Nabila segera mengecek paper bag itu satu


persatu, total ada 20 pakaian untuk Calvin dan


juga 20 pakaian untuk Nabila.


Ada tiga piyama tidur untuknya, tujuh belas


pakaian lainnya adalah gaun indah yang bisa


dipakai sehari-hari, tak lupa beberapa dalaman


wanita juga ada diantara pakaian itu.


"Oh my.. dia tidak perlu membeli sebanyak


ini," ucap Nabila lirih ketika dia kembali


memandangi tumpukan pakaian itu.


"Apakah pakaiannya sudah tiba?" tanya lvan


yang ikut menyusul Nabila ke ruang keluarga.


"Ah..iya. Terima kasih.." kaget Nabila


dengan kemunculan lvan tiba-tiba.


"Tapi Ivan, bukankah ini berlebihan?" tanya


Nabila balik sambil menunjukkan tumpukan


pakaian yang berada di sampingnya.


"Hmmm. aku tidak tahu seperti apa


selaramu, makanya aku meminta temanku untuk


memilihkan beberapa pakaian untuk mu dan


Calvin."


Menepuk keningnya, "Aku benar-benar tidak


mengerti bagaimana cara berpikir orang kaya


sepertimu !" seru Nabila sambil mengangkat


paper bag berisi pakaian.

__ADS_1


Ivan segera membantu Nabila, mereka


berdua lalu berjalan menuju kamar tamu yang


dipersiapkan untuk Nabila dan Calvin.


Setelah menaruh semua pakaian itu di


kamar, Ivan lalu memanggil Calvin dan


mengantarnya ke kamar tamu tempat Nabila


berada.


Setelah itu dia kembali menuju ruang


keluarga untuk menonton televisi sambil


menunggu Nabila dan Calvin selesai berganti


pakaian.


Beberapa menit kemudian, Nabila dan


Calvin telah selesai mandi dan berganti pakaian,


mereka berdua terlihat kompak mengenakan


piyama berwarna putih.


Saat mereka berdua menuruni tangga, lvan


yang langsung menoleh ke arah mereka berdua


sontak terdiam, Nabila yang sudah berganti


pakaian terlihat sangat cantik walau tanpa


menggunakan riasan di wajahnya.


Calvin yang turun terlebih dahulu segera


berlari menuju lvan, dia lalu naik ke sofa di


sebelah kiri Ivan dan membaringkan tubuhnya di


sofa, dengan menggunakan paha lvan sebagai


alas kepalanya.


Ivan masih terus menatap Nabila yang


berjalan ke arahnya, hal itu membuat Nabila


sedikit kebingungan.


"Apakah pakaian ini tidak cocok untukku?"


tanya Nabila yang mengira jika pakaian itu tidak


begitu bagus dipakai olehnya.


Ivan menggelengkan kepalanya, sambil


terus menatap Nabila, dia tanpa sadar berkata. "


Nabila, kamu sangat cantik..!"


Deg


Nabila yang mendengar pujian spontan dari


lvan langsung tersipu malu dengan wajah


kemerahan. Dia tidak tahu bagaimana harus


bersikap mendengar pujian yang keluar dari


mulut van.


"Benar Paman, ibuku sangat cantik," seru


Calvin yang langsung membuat kesadaran lvan


kembali.


"Ah... Nabila maafkan aku, aku tidak


memiliki maksud apapun ketika mengatakan itu


kepadamu," ujarnya yang kembali gugup karena


menyadari ucapannya tadi.


Nabila yang wajahnya masih kemerahan


tersenyum lembut kepada lvan, dia lalu duduk


disamping lvan.


"Apa kita bisa menonton siaran kartun


Network ? Calvin sangat menyukai siaran itu,"


seru Nabila yang mencoba mencairkan suasana


canggung.


"lya Paman, aku ingin menonton siaran


kartun network !! seru Calvin bersemangat.


Nabila yang masih merasa malu mencoba


mengalihkan pembicaraan, dia juga tahu jika


Ivan tidak memiliki niat apapun saat memuji


kecantikannya.


"Hufftt..." kembali lvan menghela nafas.


Ivan bernafas lega karena Nabila tidak salah


paham dengan ucapannya tadi, dia lalu


mengambil remot dan mengganti saluran


televisi ke saluran kesukaan Calvin.


"Hari ini sepertinya aku terlalu banyak


menghembuskan nafas..!" batin Ivan.


Calvin yang sedang asyik menonton Televisi


perlahan mulai mengantuk, tidak lama kemudian


Calvin pun tertidur di samping lvan yang terus

__ADS_1


mengelus kepalanya dengan lembut.


__ADS_2