Paman Nikahilah Ibuku

Paman Nikahilah Ibuku
Bab 3 Pertolongan Pria Asing


__ADS_3

"Berengsek!" teriak lvan yang langsung


berlari menuju Daryl.


Tanpa bertanya dia langsung melompat dan


menendang wajah Daryl yang terperangah


melihatnya.


Duakk!


"Acckk!" Pekik Daryl yang terhempas ke


meja kecil yang berada di dekat tempat tidur.


Setelah menendang Daryl, lvan dengan


cepat melepas jas yang dia kenakan untuk


menutupi tubuh bagian atas Nabila.


Nabila sendiri masih terdiam dan tampak


kaget melihat kemunculan seorang pria asing di


kamar ini.


Ivan bernafas lega, dalam hati dia berkata, "


Untunglah aku tidak terlambat."


Sewaktu dia masuk ke dalam kamar, dia


mendapati Daryl yang berada di atas tubuh


Nabila, walau keadaannya terlihat buruk, lvan


sedikit bersyukur karena Daryl masih


menggunakan boxernya.


Nabila pun sama, walau kemejanya sudah


terlepas, Nabila masih menggunakan branya,


bagian roknya pun masih belum terbuka, karena


itulah lvan langsung dengan cepat menerjang


Dery yang tampak terkejut melihat


kemunculannya yang tiba-tiba.


"Tolong rapikan pakaianmu, biar aku yang


mengurusi pria berengsek ini" ucap lvan sambil


terus menatap Daryl yang meringis kesakitan.


Bukannya melakukan apa yang dikatakan


pria asing didepannya.


"Putraku.." Nabila masih mengkhawatirkan


Calvin, setelah melihat Daryl menendang


putranya, kepalanya terus memikirkan keadaan


Calvin.


"Kamu tidak usah khawatir, dia anak yang


hebat, dia juga yang memintaku untuk


menolongmu." jawab van sambil tersenyum


kepada Nabila.


"Siapa kamu? Mengapa kamu mencampuri


urusanku," teriak Daryl dengan suara lantang.


Mendengar pertanyaan Daryl, Ivan kembali


teringat ketika dia pertama kali bertemu dengan


Calvin beberapa saat yang lalu, dia masih


mengingat jelas ketika Calvin memanggilnya


ayah untuk menarik perhatiannya, dari situ


sebuah ide muncul di kepalanya.


"Aku ayah Calvin," jawab lvan sambil tertawa


kecil.


"Oh, jadi kamu adalah pria yang telah


menghamili Qalia, dasar pria berengsek," umpat


Daryl, perlahan dia bangkit dan bersiap untuk


menyerang lvan.


"Qalia?" van langsung mengambil


kesimpulan jika Ibu Calvin yang sedang dia


tolong bernama Qalia.


Namun ketika dia menoleh ke ibu Calvin, dia


sedikit bingung dengan tatapan terkejut dari


Nabila.


"Berarti kamu adalah mantan pacar Kak


Qaila?" tanya Nabila terperangah.


"Mantan pacar?" Saat lvan sedang


kebingungan dengan apa yang terjadi, Daryl yang


sudah berdiri tak jauh dari tempatnya tiba-tiba


menyerangnya.


Dengan sigap lvan menghindari serangan


demi serangan yang di lancarkan Daryl


kepadanya.


"Hah... aku sedang bingung, bisakah kita

__ADS_1


menunda perkelahian ini dulu," kata lvan sambil


menghindari dan menangkis serangan Daryl.


"Jangan banyak bicara, kamu sudah


mengganggu kesenanganku, akan kupastikan


untuk menghajarmu sampai babak belur," teriak


Daryl.


"Hah..." van menghela nafasnya, dari


serangan Daryl yang sangat kacau, dia sudah


bisa menebak jika Daryl bukanlah seorang


petarung walau Daryl memiliki tubuh kekar dan


berotot.


sangat amatir saat menverangnya


ran memasukkan lengan kirinya ke oalan


edek lva


Daryl semakin emosi mendengar lvan


mengejeknya, dia semakin cepat melayangkan


tinjunya ke wajah lvan.


cepat dia mermhalas


pukulan uppercut ke dagu Daryl.


Bukkl


Satu serangan telak menghantam dagu


Daryl, penglihatannya menjadi gelap, ia pun


tersungkur ke l dengan tidak sadarkan diri.


amatir'" seru van sambil memandangi waja


Daryl yang tertidur lelap di lantai kamar it


Dia lalu menoleh ke Nabila yang ikut terkejut


egar suala lembut dia berkata, "Nona Qaila,


"Qaila?" tanya Nabila balik karena tidak


mengerti mengapa lvan memanggilnya denga


nama mendiang Kakaknya.


an mengibaskan ta


"Ah.. bukankah pria tadi menyebut nama


ellar va


sendi


Calis.ngandengan sikap


pria yang menolongnya ini bukanlah pria yang


biologis Calig kakaknya dan juga ayah


Denar-benar tidak mengerti apa yang terjadi di


tempat ini," van menggaruk kepalanya sambil


ini kemampuanmu?"


bagian atasnya yang hanya mengenakan bra


terlihat oleh lva


berani memandangi tubuh putih Nabila yang


tertawa k


tubuhnya yang begitu putih dan mulus.


Maaf aku tidak sengaja melihat itu,"


kata lvan dengan suara terbata- bata.


Nabila yang bingung melihat sikap van


ya tersadar dengan apa yang baru saja dia


orane hran tdak banememalinnlan wiob


saat melihat tubuhnya, van juga me


atas sesuatu yang bukan kesalahann,


selesai dia pun meminta lvan untuk


membalikkan wajahnya.


"Aku sudah selesai, Tuan.." Nabila yan


Delum mengetanui nama pria yang te


van yang mendengar itu langsung berbalik,


sambil mengulurkan tangannya dia pun


memperkenalkan dirinya.


"Aku lvan, salam kenal Nona Qaila," kata


van dengan penuh percaya diri


Nabila dengan


kepalanya


mendiang kakaknya, dia pun memperkenalkan


dirinya dengan sopan kepada lvan


memperk


Nabila.


"Aku bukan Qaila, namaku Nabila, salam


ia akhirnya sadar jika


Kena uan ivan, can terina kasn teen

__ADS_1


a mengambil kemejayelah


untuk me


"Nabila?" van kembali menggaruk


Va sehingga tubuh


mereka berdua berjalan m


kelancanganku.


Jasnya.


a kuli


Nabila sedikit terkejut ketika lvan


saku Jasnya.


ints bron


saat yang lalu Daryl


sapu tangan miliknya.


Tolong jangan tanyakan m


a saku jasku, kata lvan


berantakan karena baring di tempat tidur


Nabila terdiam, sambil tersenyum tipi


in sebut ibu malah


lrkan sisir kecil dari saku


matanya tampak berkaca-kaca, lvan terus


Nabe seteian


Nabila secara bergantian.


nama Nabila


cantik," sambung lvan.


"Bukankah saku jas ini seperti kantong


doraemon," kata lvan kembal bercanda untuk


yang berada di meja dan menuangkannyal


Kita sebaiknya merapikan penar


kepada


kamar


Dengan lembut dia membersihkan maskar


Nabila yang tampak meluber karena airmata


Calvi


menunggumu," ucap lvan


anak vang cerdas, aku takut dia akan khawatir


pintu dengan perlahan.


bercanda,


jika melihat kondisimu berantakan seperti tadi;


nyeka kedua mata


et


sanu tangan dari


Mendapat perlakuan seperti itu, Nabila tak


kuasa menahan airmatanya.


Dengan lembut lvan menyeka kedua pipi


ia juga i


sekarang kamu terlihat sangat


ed deliga ioujarinya, Jangan menangis lagi,


temui Calvin, dia pasti sedang cemas


Tanl


enndalilhan oirmatanva, dia pun membuka


"lbut' teriak Calvin begitu melihat Nabila


baik-ba


membuka pintu, dia langsung memeuk tb


.neion dia ingin menangis. dia berusaha


menahannya karena tidak ingin membuat


putranya khawatir.


"Apakah ibu baik-baik saja?" tanya Calvin


mndoiennen paman van *" jawab Nabila sambil


berusaha tersenyum dengan mata berkaca-kaca.


Calvin lalu menoleh ke lvan yang berada di


van berkata kepada Calvin.


dan menunjukkan telapak tangannya kepada


raman, apakah kamu berhasil


Calvin langsung mengetahui maksud


sambut senyuman bahagia oleh Calvin


sud Ivan


u saja Nak, dia bahkan tidak membuat


paman berkeringat," kata Ivan yang langsung di


dega


meN.

__ADS_1


tahu ini tidak sopan, jadi mohon maafkan


can mengapa aku


__ADS_2