
"Berengsek!" teriak lvan yang langsung
berlari menuju Daryl.
Tanpa bertanya dia langsung melompat dan
menendang wajah Daryl yang terperangah
melihatnya.
Duakk!
"Acckk!" Pekik Daryl yang terhempas ke
meja kecil yang berada di dekat tempat tidur.
Setelah menendang Daryl, lvan dengan
cepat melepas jas yang dia kenakan untuk
menutupi tubuh bagian atas Nabila.
Nabila sendiri masih terdiam dan tampak
kaget melihat kemunculan seorang pria asing di
kamar ini.
Ivan bernafas lega, dalam hati dia berkata, "
Untunglah aku tidak terlambat."
Sewaktu dia masuk ke dalam kamar, dia
mendapati Daryl yang berada di atas tubuh
Nabila, walau keadaannya terlihat buruk, lvan
sedikit bersyukur karena Daryl masih
menggunakan boxernya.
Nabila pun sama, walau kemejanya sudah
terlepas, Nabila masih menggunakan branya,
bagian roknya pun masih belum terbuka, karena
itulah lvan langsung dengan cepat menerjang
Dery yang tampak terkejut melihat
kemunculannya yang tiba-tiba.
"Tolong rapikan pakaianmu, biar aku yang
mengurusi pria berengsek ini" ucap lvan sambil
terus menatap Daryl yang meringis kesakitan.
Bukannya melakukan apa yang dikatakan
pria asing didepannya.
"Putraku.." Nabila masih mengkhawatirkan
Calvin, setelah melihat Daryl menendang
putranya, kepalanya terus memikirkan keadaan
Calvin.
"Kamu tidak usah khawatir, dia anak yang
hebat, dia juga yang memintaku untuk
menolongmu." jawab van sambil tersenyum
kepada Nabila.
"Siapa kamu? Mengapa kamu mencampuri
urusanku," teriak Daryl dengan suara lantang.
Mendengar pertanyaan Daryl, Ivan kembali
teringat ketika dia pertama kali bertemu dengan
Calvin beberapa saat yang lalu, dia masih
mengingat jelas ketika Calvin memanggilnya
ayah untuk menarik perhatiannya, dari situ
sebuah ide muncul di kepalanya.
"Aku ayah Calvin," jawab lvan sambil tertawa
kecil.
"Oh, jadi kamu adalah pria yang telah
menghamili Qalia, dasar pria berengsek," umpat
Daryl, perlahan dia bangkit dan bersiap untuk
menyerang lvan.
"Qalia?" van langsung mengambil
kesimpulan jika Ibu Calvin yang sedang dia
tolong bernama Qalia.
Namun ketika dia menoleh ke ibu Calvin, dia
sedikit bingung dengan tatapan terkejut dari
Nabila.
"Berarti kamu adalah mantan pacar Kak
Qaila?" tanya Nabila terperangah.
"Mantan pacar?" Saat lvan sedang
kebingungan dengan apa yang terjadi, Daryl yang
sudah berdiri tak jauh dari tempatnya tiba-tiba
menyerangnya.
Dengan sigap lvan menghindari serangan
demi serangan yang di lancarkan Daryl
kepadanya.
"Hah... aku sedang bingung, bisakah kita
__ADS_1
menunda perkelahian ini dulu," kata lvan sambil
menghindari dan menangkis serangan Daryl.
"Jangan banyak bicara, kamu sudah
mengganggu kesenanganku, akan kupastikan
untuk menghajarmu sampai babak belur," teriak
Daryl.
"Hah..." van menghela nafasnya, dari
serangan Daryl yang sangat kacau, dia sudah
bisa menebak jika Daryl bukanlah seorang
petarung walau Daryl memiliki tubuh kekar dan
berotot.
sangat amatir saat menverangnya
ran memasukkan lengan kirinya ke oalan
edek lva
Daryl semakin emosi mendengar lvan
mengejeknya, dia semakin cepat melayangkan
tinjunya ke wajah lvan.
cepat dia mermhalas
pukulan uppercut ke dagu Daryl.
Bukkl
Satu serangan telak menghantam dagu
Daryl, penglihatannya menjadi gelap, ia pun
tersungkur ke l dengan tidak sadarkan diri.
amatir'" seru van sambil memandangi waja
Daryl yang tertidur lelap di lantai kamar it
Dia lalu menoleh ke Nabila yang ikut terkejut
egar suala lembut dia berkata, "Nona Qaila,
"Qaila?" tanya Nabila balik karena tidak
mengerti mengapa lvan memanggilnya denga
nama mendiang Kakaknya.
an mengibaskan ta
"Ah.. bukankah pria tadi menyebut nama
ellar va
sendi
Calis.ngandengan sikap
pria yang menolongnya ini bukanlah pria yang
biologis Calig kakaknya dan juga ayah
Denar-benar tidak mengerti apa yang terjadi di
tempat ini," van menggaruk kepalanya sambil
ini kemampuanmu?"
bagian atasnya yang hanya mengenakan bra
terlihat oleh lva
berani memandangi tubuh putih Nabila yang
tertawa k
tubuhnya yang begitu putih dan mulus.
Maaf aku tidak sengaja melihat itu,"
kata lvan dengan suara terbata- bata.
Nabila yang bingung melihat sikap van
ya tersadar dengan apa yang baru saja dia
orane hran tdak banememalinnlan wiob
saat melihat tubuhnya, van juga me
atas sesuatu yang bukan kesalahann,
selesai dia pun meminta lvan untuk
membalikkan wajahnya.
"Aku sudah selesai, Tuan.." Nabila yan
Delum mengetanui nama pria yang te
van yang mendengar itu langsung berbalik,
sambil mengulurkan tangannya dia pun
memperkenalkan dirinya.
"Aku lvan, salam kenal Nona Qaila," kata
van dengan penuh percaya diri
Nabila dengan
kepalanya
mendiang kakaknya, dia pun memperkenalkan
dirinya dengan sopan kepada lvan
memperk
Nabila.
"Aku bukan Qaila, namaku Nabila, salam
ia akhirnya sadar jika
Kena uan ivan, can terina kasn teen
__ADS_1
a mengambil kemejayelah
untuk me
"Nabila?" van kembali menggaruk
Va sehingga tubuh
mereka berdua berjalan m
kelancanganku.
Jasnya.
a kuli
Nabila sedikit terkejut ketika lvan
saku Jasnya.
ints bron
saat yang lalu Daryl
sapu tangan miliknya.
Tolong jangan tanyakan m
a saku jasku, kata lvan
berantakan karena baring di tempat tidur
Nabila terdiam, sambil tersenyum tipi
in sebut ibu malah
lrkan sisir kecil dari saku
matanya tampak berkaca-kaca, lvan terus
Nabe seteian
Nabila secara bergantian.
nama Nabila
cantik," sambung lvan.
"Bukankah saku jas ini seperti kantong
doraemon," kata lvan kembal bercanda untuk
yang berada di meja dan menuangkannyal
Kita sebaiknya merapikan penar
kepada
kamar
Dengan lembut dia membersihkan maskar
Nabila yang tampak meluber karena airmata
Calvi
menunggumu," ucap lvan
anak vang cerdas, aku takut dia akan khawatir
pintu dengan perlahan.
bercanda,
jika melihat kondisimu berantakan seperti tadi;
nyeka kedua mata
et
sanu tangan dari
Mendapat perlakuan seperti itu, Nabila tak
kuasa menahan airmatanya.
Dengan lembut lvan menyeka kedua pipi
ia juga i
sekarang kamu terlihat sangat
ed deliga ioujarinya, Jangan menangis lagi,
temui Calvin, dia pasti sedang cemas
Tanl
enndalilhan oirmatanva, dia pun membuka
"lbut' teriak Calvin begitu melihat Nabila
baik-ba
membuka pintu, dia langsung memeuk tb
.neion dia ingin menangis. dia berusaha
menahannya karena tidak ingin membuat
putranya khawatir.
"Apakah ibu baik-baik saja?" tanya Calvin
mndoiennen paman van *" jawab Nabila sambil
berusaha tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
Calvin lalu menoleh ke lvan yang berada di
van berkata kepada Calvin.
dan menunjukkan telapak tangannya kepada
raman, apakah kamu berhasil
Calvin langsung mengetahui maksud
sambut senyuman bahagia oleh Calvin
sud Ivan
u saja Nak, dia bahkan tidak membuat
paman berkeringat," kata Ivan yang langsung di
dega
meN.
__ADS_1
tahu ini tidak sopan, jadi mohon maafkan
can mengapa aku