Paman Nikahilah Ibuku

Paman Nikahilah Ibuku
Bab 5 Dia Sangat Cantik


__ADS_3

Nabila yang Cantik dan Calvin yang


benci Sayuran


"Paman akan mengambil tas dan beberapa


dokumen di dalam, setelah itu ita bisa


langsung berangkat ke rumah paman untuk


makan siang," kata lvan begitu mereka tiba di


depan kamar yang ditempati oleh lvan di Hotel


itu


"Oke Paman," seru Calvin bersemangat.


"Maaf Tuan Muda, sepertinya Anda harus


menunda makan siang Anda,' ucap Jafin yang


baru saja bergabung bersama mereka.


"Mengapa?"


gpa tanya lvan ke Jafin sambil


mengerutkan


Dia tidak mengerti mengapa dia harus


menunda jadwal makan siangnya bersama


Nabila dan Calvin.


"Bukankah ada beberapa dokumen yang


harus di selesaikan sekarang juga?" tanya Jafin


kembali mengingatkan lvan tentang


pekerjaannya.


Ivan menepuk jidatnya, dia baru teringat


dengan beberapa proposal yang harus segera


dia revisi.


"Aku hampir melupakan hal itu, terima kasih


Jafin karena sudah mengingatkanku," balas lvan


yang langsung di balas Jafin dengan senyuman.


Ivan lalu menoleh ke Nabila, "Nabila, maaf


tapi sepertinya kita harus menunda makan siang


kita, apakah tidak masalah jika kamu


menungguku menyelesaikan pekerjaanku


terlebih dahulu?" tanya Ivan.


Nabila tampak ragu menjawab pertanyaan


Ivan, dia takut Daryl akan kembali membuat


masalah jika dia tetap tinggal di hotel itu.


"Mungkin seba-"


Belum sempat Nabila menyelesaikan


ucapannya, Calvin yang sedang memegang


tangan lvan langsung menyela pembicaraan


mereka.


"Tentu saja tidak masalah Paman," seru


Calvin bersemangat.


Mengar ucapan Calvin, lvan langsung


membuka pintu kamarnya dan mempersilakan


Nabila dan Calvin masuk.


Dua pengawal lvan sendiri tidak ikut masuk


ke kamar lvan, mereka berdua duduk di sofa


yang berada di depan pintu masuk kamar lvan.


"Tungg-" Nabila hendak menghentikan


Calvin, sayangnya begitu pintu kamar terbuka,


Calvin langsung masuk ke dalam kamar lvan.


"Hah.. anak itu," keluh Nabila melihat Calvin


yang tanpa sungkan masuk ke dalam kamar lvan.


Hal itu membuanya mau tidak mau harus


ikut masuk ke dalam kamar lvan,


Nabila sangat terkejut ketika menginjakkan


kakinya ke dalam kamar Ivan


Walaupun kamar yang di tempat oleh lvan


sama dengan kamar yang di gunakan Daryl,


fasilitas dan ukuran kamar itu sangat jauh


berbeda.


Hal itu membuat Nabila mulai


bertanya-tanya tentang identitas lvan.


"Kalian bisa menungguku menyelesaikan


pekerjaanku di Sofa itu," ucap lvan sambil


menunjuk sofa putih yang berada di kamar itu.


Nabila mengangguk pelan, sedangkan


Calvin yang merasa sangat senang terlihat

__ADS_1


berlari mengelilingi kamar lvan.


"Calvin...jangan berlarian seperti itu, kamu


bisa mengganggu paman lvan yang lagi bekeria,"


Ivan tersenyum tipis, dia berkata, "Aku tidak


akan terganggu dari hal seperti itu," kata lvan


yang tidak melarang Calvin berlarian di


kamarnya.


lvan.


Tapi.." Nabila masih merasa tidak enak


kepada lvan, namun lvan kembali


menenangkannya dengan berkata."


"Tidak apa-apa, memang anak seusia Calvin


sudah sepantasnya bersikap seperti itu," jawab


"Hah... baiklah," kata Nabila sambil


menghela nafasnya pelan.


Ivan lalu pergi ke meja kerja yang juga


berada di kamar itu, sedangkan Nabila duduk di


Sofa yang tadi ditunjuk oleh lvan


Tak berselang lama, pintu kamar lvan di


ketuk oleh seseorang, ketika pintu kamar


terbuka, tampak seorang pelayan membawa


Troli makanan dengan berbagai hidangan di


atasnya.


Setelah menyerahkan Troli makanan kepada


Nabila, pelayan itu langsung izin pamit untuk


kembali bekerja.


Nabila ingin memanggil Ivan untuk


menyantap makanan, namun karena lvan terlihat


sangat serius bekerja, dia pun mengurungkarn


niatnya, sambil menemani Calvin yang sedang


asyik bermain, dia terlihat memandangi lvan dari


tempatnya duduk saat ini.


Rasa kantuk tiba-tiba datang


menghampirinya, tanpa sadar, Nabila akhirnya


tertidur di Sofa itu.


Beberapa saat kemudian, Calvin akhirnya


sampingnya, melihat itu, Calvin lalu


menghampiri lvan yang sedang bekerja.


"Paman," kata Calvin memanggil lvan.


Ivan menoleh ke Calvin, "Ada 'Nak?" tanya


Ivan dengan suara lembut.


"Maaf paman, sepertinya ibuku sedang


tertidur di Sofa,"


"Di sofa?" tanya lvan yang sedikit terkejut,


dia lalu menoleh ke tempat Nabila tertidur.


"Jam berapa sekarang?" gumamnya sambil


mengecek jam tangannya.


"Astaga..."' ucapnya, karena terlalu asyik


bekerja, ia sampai melupakan Calvin dan Nabila


yang juga berada di kamar itu.


"Paman, bagaimana jika kamu membawa


ibuku ke tempat tidur itu, dia sepertinya sangat


kelelahan," kata Calvin sambil menunjuk tempat


tidur Ilvan.


Ivan terdiam sejenak, dia tidak masalah


dengan permintaan Calvin, dia hanyantakut


Nabila berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya


jika Nabila terbangun saat dia menggendongnya,


namun karena terus di desak oleh Calvin, diapun


akhirnya pasrah dan mengiuti perkataan Calvin.


Dengan perlahan, dia menganggkat tubuh


Nabila yang sedang tertidur di Sofa, dia terus


berdoa semoga Nabila lelap dalam tidurnya dan


tidak terbangun saat dia membawanya ke Sofa.


Ditemani Calvin, lvan membawa Nabila


menuju tempat tidur.


Setelah membaringkan tubuh Nabila dengan


perlahan, lvan tampak memandangi wajah


Nabila dengan seksama.

__ADS_1


"Dia benar-benar cantik," batin lvan, namun


karena terus memandangi wajah Nabila, dia


akhirnya teringat kembali sewaktu dia menolong


Nabila.


Tubuh putih bersih Nabila yang hanya


menggunakan dalaman kembali terlintas di


benaknya, dia dengan cepat menggelengkan


kepalanya beberapa kali untuk menendang


pikiran itu jauh-jauh dari kepalanya.


"Calvin, apakah kamu sudah makan?" tanya


Ivan ke Calvin yang ikut bersamanya.


itu


Calvin menjawab dengan menggelengkan


kepalanya, melihat itu, Ivan langsung meraih


tangan Calvin dan menariknya menuju Troli


makanan.


"Sebaiknya kamu makan dulu," kata lvan


pelan, dia lalu mengatur hidangan yang berada di


Troli ke meja makan yang juga berada di kamar


Calvin yang melihat ada beberapa jenis


sayuran di meja langsung menutup mulutnya


dengan kedua tangannya.


"Pa... Paman aku belum lapar," kata Calvin


beralasan, dia memang tidak menyukai sayuran,


sangat berbanding terbalik dengan lvan yang


sangat menyukai sayuran.


Ivan menoleh ke Calvin dia tertawa kecil


melihat Calvin yang sedang menutup mulutnya


sambil menatap hidangan sayuran di meja.


"Walaupun kamu belum merasa lapar, kamu


tetap harus mengisi perutmu, ini sudah siang,


kamu bisa masuk angin jika kamu tidak mengisi


perutmu,"jelas lvan.


Calvin kembali terdiam matanya


memandang ke langit-langit, dia mencari ide


agar bisa terhindar dari memakan sayuran yang


terlihat begitu mengerikan di matanya.


"I.. Ibu, aku biasa di suapin oleh ibu,


bagaimana jika aku makan ketika ibu sudah


bangun," kata Calvin kembali memberikan


alasan.


Ivan tertawa dalam hati, dia sudah


mengetahui jika Calvin tidak menyukai sayuran


dari cara Calvin menatap hidangan di atas meja,


hal yang menurutnya lucu, karena Calvin


membawa ibunya sebagai alasannya.


"Kalau begitu, Paman yang akan


menyuapimu, sekarang kamu duduk di kursi,"


perintah lvan dengan nada lembut.


Calvin menunduk lesu, alasannya tidak


bekerja, dia terpaksa menuruti perintah lvan.


Ketika lvan mengarahkan sendok berisi


sayuran ke mulutnya, Calvin langsung menutup


matanya, namun setelah sayuran itu menyentuh


lidahnya mata Calvin membuka lebar, dia tidak


percaya dengan rasa sayuran yang baru saja


masuk di mulutnya.


"Paman, ini enak sekali," seru Calvin, dia


sangat terkejut karena sayuran bisa memiliki


rasa seenak itu.


Ivan tertawa kecil melihat ekspresi lucu


Calvin, sambil kembali menyuapi Calvin dia


berkata, "Sayuran tidak mengerikan bukan?"


Calvin mengangguk setuju, baru kali ini dia


memakan sayuran yang sesuai dengan selera


lidahnya, tentu saja itu semua berkat Koki yang


memasak sayuran itu, Ivan yang dulunya Juga


membenci sayuran akhirnya sekarang menyukai


sayuran berkat kelihaian Koki di hotel itu

__ADS_1


mengolah sayuran.


__ADS_2