Paman Nikahilah Ibuku

Paman Nikahilah Ibuku
Bab 20 Memperkenalkan Nabila


__ADS_3

Ratusan karyawan yang bekerja di Grup


Barata Cipta Abadi berkumpul di lantai 10 Tower


Barata Corp.


Lantai 10 di tower itu memang


diperuntukkan sebagai aula tempat acara


pertemuan di adakan, beberapa karyawan


terlihat saling berbisik mereka mencoba


menebak alasan Ivan tiba-tiba meminta semua


karyawan untuk berkumpul.


Frieska yang juga telah hadir di Aula itu


hanya bisa menunduk lemas, benaknya terus


membayangkan wajah lvan yang tadi melirik nya


dengan tatapan dingin, namun bukannya


mengoreksi diri, dia malah melemparkan semua


kesalahan kepada Nabila.


"Ini semua karena kemunculan si Nabila..!!"


batinnya sambil mengepalkan kedua tangannya.


Di lantai 8, Nabila sedang menunggu lvan


menyelesaikan urusannya bersama tamu pria


yang tadi dia temui, sambil menunggu lvan


selesai, Jafin dan Billy yang sedang bersama


Nabila memberitahu Nabila tentang perbuatan


Frieska yang sudah menyebarkan cerita buruk


tentang dirinya kepada seluruh karyawan.


Nabila yang mendengar itu langsung terlihat


cemas, apalagi dia juga diberitahu oleh Jafin jika


Ivan sudah memberitahu semua karyawannya


untuk berkumpul dilantai 10, Nabila langsung


bisa menebak jika alasan lvan mengumpulkan


semua karyawan ada hubungannya dengan


perbuatan Frieska.


"Jafin, Billy, kalian berdua sudah lama


bersama lvan jadi kalian tentu sudah sangat


mengetahui karakter lvan, menurut kalian apa


alasan lvan mengumpulkan semua karyawan di


lantai 10?" tanya Nabila ke Jafin dan Billy.


Jafin terdiam selama beberapa saat,"


Mungkin untuk memperkenalkan Nona Nabila


sebagai sekretaris baru Tuan lvan, atau bisa jadi


memperkenalkan Nona Nabila sebagai calon istri


Tuan lvan.." jawab Jafin sambil tertawa kecil.


Nabila tertawa mendengar Jafin,


menurutnya tidak mungkin lvan


memperkenalkan dirinya sebagai calon istri


didepan semua karyawannya.


"Hahaha, Jafin, untuk yang pertama aku


setuju, namun untuk bagian memperkenalkanku


sebagai calon istri, aku rasa itu sudah berlebihan


.!" seru Nabila sambil tertawa kecil.


"Nona Nabila sepertinya lupa senekat apa


Tuan lvan.?!" sela Billy mengingatkan Nabila


tentang karakter lvan.


Nabila terdiam, wajahnya tercengang, apa


yang dikatakan Billy ada benarnya, jika berbicara


tentang lvan, memperkenalkan dirinya sebagai


calon istri di depan seluruh karyawan bukanlah


hal yang tidak mungkin.


"Ah.. kamu benar, sifat lvan memang


seperti itu, aku harus memintanya untuk


menahan diri..." kata Nabila sambil menghela


nafasnya.


Jafin dan Bily langsung tertawa, beberapa


saat kemudian, lvan akhirnya keluar dari ruang


tunggu bersama tamunya.


"Pak lvan, Terima kasih karena sudah


meluangkan waktu untukku," ujar Pria tersebut.


"Sama-sama Pak, semoga kerjasama kita


bisa berjalan lancar," jawab lvan sambil berjabat


tangan dengan pria di depannya.


Pria itu lalu tersenyum ramah kepada Nabila,


Jafin darn Billy yang sedang menunggu lvan di


depan ruang tunggu, setelah itu dia pun pergi


menuju lift.


Begitu tamu Ivan memasuki lift, Nabila


segera menghampiri lvan, "lvan, tolong jangan


berbuat yang aneh-aneh di depan semua


karyawanmu.." pinta Nabila.


"Aneh-aneh? Sayang, aku tidak mengerti apa


yang kamu bicarakan..?" balas lvan sambil


mengernyitkan alisnya.


"Ini tentang alasan kamu mengumpulkan


semua karyawanmu, aku takut kamu akan


mengumumkan jika aku adalah calon istrimu di


depan mereka semua." terang Nabila.


Ivan terdiam, dia memang bermaksud


menyampaikan itu kepada seluruh karyawannya,


dengan begitu lvan bisa memastikan jika tidak


akan ada lagi karyawannya yang berani


menggunjing Nabila.


"Bagaimana Nabila bisa tahu apa yang


sedang aku rencanakan?" batin lvan.


Matanya langsung melirik ke Jafin dan Billy


yang berada di belakang Nabila.


"Ah.. ini pasti ulah mereka berdua...!" seru


van dalam hati.


Begitu lvan menatap mereka berdua, Jafin


dan Billy langsung memalingkan wajahnya tak


berani beradu tatapan dengan lvan.


"Ja... Jafin bagaimana hasil pertandingan


liga Spanyol tadi malam?"tanya Billy gugup.


"Pertandingan antara Persija dan Persib


Bandung berjalan sengit, sayang aku tidak


menonton pertandingan itu sampai selesai,"


jawab Jafin gelagapan.


"Aduh Goblok." batin Billy begitu


Mendengar jawaban Jafin.


"Oh, aku baru tahu jika Persija dan Persib

__ADS_1


Bandung sekarang bermain di liga Spanyol,"


sindir lvan sambil menyilangkan kedua


tangannya menatap tajam Jafin dan Billy.


"Liga Spanyol? Bukannya liga Indonesia?"


tanya Jafin.


"Hah... sudahlah....!! " keluh Billy lesu pasrah.


Nabila yang tidak mengerti pembicaraan


ketiga pria itu hanya bisa terdiam, namun dari


gelagat mereka bertiga, Nabila tahu jika lvan


sedang menyalahkan Jafin dan Billy terkiat


permintaannya kepada lvan.


"Ivan.. tidak usah menyalahkan mereka


berdua, sekarang berjanjilah, jika kamu tidak


akan mengumumkan hal itu di depan semua


karyawanmu," ucap Nabil menatap mata lvan.


"Hmm... baiklah sayang, aku janji tidak akan


mengumumkan jika kamu adalah calon istriku."


balas lvan sambil menghela nafasnya pelan.


Dikawal Jafin dan Billy, lvan dan Nabila lalu


pergi menuju aula yang berada di lantai 10.


Ting!


Suara lift berbunyi, suasana di aula yang


tadinya ramai mendadak menjadi sepi, semua


mata karyawan langsung tertuju ke pintu lift


yang terbuka.


lvan keluar dari lift, disusul Nabila yang


dikawal oleh Jafin dan Billy.


"Woah, siapa wanita cantik itu?" seru salah


satu karyawan pria lvan kepada temannya.


Para karyawan pria tampak terpesona


dengan kehadiran Nabila, sementara para


karyawan wanita yang sudah mendengar


desas-desus tentang Nabila mulai saling


berbisik pelan.


Ivan tersenyum menyapa semua


karyawannya, sementara Nabila terlihat sedikit


menundukkan pandangannya begitu melihat


tatapan sinis dari beberapa karyawan wanita.


Begitu tiba di panggung, Ivan segera menuju


podium, Jafin dan Billy berdiri di sisi kanan dan


kiri lvan, sementara Nabila yang masih


menunduk berdiri agak sedikit jauh di belakang


Ivan.


"Sebelum aku menyampaikan pengumuman


penting, pertama-tama aku akan meminta maaf


kepada kalian semua karena sudah menyita


waktu jam istirahat kalian, dan terima kasih aku


ucapkan kepada kalian yang sudah berkenan


hadir di tempat ini.." seru lvan membuka


pembicaraannya.


"Untuk mempersingkat waktu, aku akan


langsung masuk inti dari apa yang ingin aku


sampaikan," sambung lvan.


Billy segera menghampiri Nabila, dia lalu


meminta Nabila untuk berdiri tepat disamping


"Nona Nabila silahkan," ucap Billy pelan


yang langsung dibalas senyuman oleh Nabila.


Begitu Nabila berada di samping lvan,


suasana yang tadinya hening mulai menjadi


ramai, para karyawan mulai saling berbisik


tentang identitas wanita cantik yang berada di


samping CEO


mereka.


Frieska yang juga berada di antara para


karyawan hanya bisa berdecak kesal, Nabila


tidak hanya merebut posisi yang sudah dia incar


selama ini, para karyawan bahkan diwajibkan


berkumpul oleh lvan hanya untuk menyambut


Nabila sebagai sekretaris pribadi Ivan.


"Oke, karena wanita cantik ini sudah berada


di dihadapan kalian, dengan ini aku


mengumumkan jika mulai hari ini aku sudah


tidak jomblo lagi." seru lvan dengan senyum


merekah.


Suasana ruangan sontak menjadi ramai,


para karyawan pria tampak bersorak


memberikan selamat kepada CEO mereka.


"Selamat Pak!" teriak beberapa karyawan


pria di iringi gelak tawa mereka.


Clap... Clap... Clap.


Bunyi tepuk tangan menggema di seluruh


ruangan, sebagian dari karyawan tertawa, dan


beberapa diantara mereka bersiul dengan keras.


Jafin dan Billy juga tidak bisa menahan


tawa mereka, sambil bertepuk tangan mereka


mengagumi kecerdikan lvan menyampaikan


status Nabila kepada seluruh karyawan yang


hadir di tempat itu.


"lvan!" teriak Nabila dalam hati. Wajahnya


menunduk malu, dia tidak menyangka jika lvan


menggunakan cara ini untuk memperkenalkan


dirinya.


Ivan memang tidak melanggar janjinya,


namun dengan memintanya berdiri disamping


Ivan sembari mengumumkan jika dia tidak


jomblo lagi, itu sudah menjadi kode keras


kepada seluruh karyawannya jika pasangan yang


dimaksud oleh lvan adalah wanita yang berdiri di


sampingnya.


"Selamat Pak lvan, kalian berdua pasangan


yang serasi," teriak Karyawan pria lainnya.


Frieska yang juga mendengar pengumuman


itu hanya bisa membelalakkan matanya dengan


mulut terbuka, dia yang sudah menyukai lvan


sejak pertama kali bergabung dengan


perusahaan ini semakin sakit hati kepada Nabila.


"Married! Married! married!" seruan dari para

__ADS_1


karyawan.


Terdengar yel-yel para karyawan pria


menggema di seluruh ruangan, wajah Nabila


semakin memerah, sementara Ivan tertawa


sumringah melihat aksi kocak para karyawannya.


"Hahaha, oke kalian bisa berhenti, aku akan


menyampaikan pengumuman berikutnya..!!"


sela lvan.


Suasana aula itu kembali menjadi hening,


Ivan yang tadinya tertawa kini memasang


ekspresi wajah yang cukup serius.


"Wanita cantik ini bernama Nabila, mulai


hari ini ia resmi menjadi sekretaris pribadiku,


sayangnya dihari pertama dia bekerja, dia


terpaksa menerima desas-desus miring tentang


kehidupan pribadinya," terang lvan.


Ivan lalu melanjutkan, "Aku sebenarnya


sudah mengetahui tentang berita tidak jelas ini,


dan jujur itu membuatku marah, selama ini aku


selalu memperlakukan para karyawanku seperti


keluargaku sendiri, tidak pernah sekalipun aku


memberikan surat peringatan kepada karyawan,


jika karyawan itu malas ataupun berbuat


kesalahan, aku akan memerintahkan divisi HRD


untuk membina dan mendidik mereka, namun


ada satu hal yang paling aku tidak sukai, dan itu


adalah fitnah." seru lvan dengan nada serius.


Semua karyawan saling menatap mereka


bertanya-tanya siapa orang yang sudah


membuat CEO mereka yang terkenal ramah dan


baik hati menjadi marah seperti ini.


Frieska dan kelompoknya yang sudah


menyebar berita tentang Nabila kompak


menunduk lesu, mereka tahu jika lvan sedang


menyinggung perbuatan mereka.


"Pilihan untuk orang-orang yang terlibat


dengan kasus ini hanya tiga, yang pertama,


kalian bisa membuat surat permohonan maaf


yang sudah harus berada di meja ku sore ini,


yang kedua kalian bisa mengundurkan diri dari


perusahaanku... jika kalian masih merasa tidak


bersalah dan tidak mengakui perbuatan kalian,


pilihan yang ketiga, aku akan memecat kalian


dengan tidak hormat..! tegas lvan sambil


menatap Frieska yang tertunduk lesu.


"Pecat saja Pak..!" teriak salah seorang


karyawan pria lvan yang juga ikut marah.


"lya Pak, pecat saja orang-orang itu!" sahut


karyawan pria lainnya.


Ivan tersenyum kepada karyawan pria yang


duduk di bagian kanan aula itu.


"Hanya itu yang ingin aku sampaikan,


Terima kasih..." ujar lvan menutup


pembicaraannya.


Suasana ruangan kembali ramai, para


karyawan saling bertanya tentang permasalahan


yang terjadi, beberapa karyawan wanita yang


tidak ikut menggunjing Nabila melirik ke tempat


Frieska dan kelompoknya berada, dari awal


mereka sudah mengetahui jika kelompok yang


dimaksud oleh CEO mereka adalah Frieska dan


teman-temannya, mereka merasa bersyukur


karena tidak ikut terhasut oleh desas-desus,


yang dihembuskan Frieska dan teman-temannya.


Ivan, Nabila, Jafin dan juga Billy telah


sampai di lantai dasar, setelah mengatakan


kalimat penutup tadi, mereka berempat


meninggalkan ruangan menuju parkiran, Jafin


dan Billy langsung undur diri karena masih ada


pekerjaan lain yang harus mereka selesaikan,


sementara lvan tampak mesra memegang


tangan Nabila menuju mobilnya.


"Ivan, mengapa kamu mengatakan itu di


depan semua orang?" protes Nabila dengan


wajah cemberut.


Ivan yang sedang menyalakan mesin


mobilnya menoleh ke Nabila, "Aku tidak


melanggar janjiku, aku tidak mengumumkan


kepada mereka jika kamu adalah istriku," jawab


Ivan membela diri.


"lvan... dengan caramu tadi


memperkenalkan diriku, semua orang pasti tahu


jika aku adalah wanita yang sudah melepas


predikat jomblomu." keluh Nabila sambil


menekankan kata Jomblo kepada lvan.


"Benarkah? Aku rasa mereka tidak akan


berpikir sampai disitu." jawab lvan santai.


"lvan.." rengek Nabila manja.


Ivan tertawa terbahak-bahak, dia memegang


tangan kanan Nabila menggunakan tangan


kirinya.


"Sudahlah, toh itu juga sudah terjadi,


sekarang bagaimana jika kita makan dirumah,


baru beberapa jam berpisah, aku sudah sangat


merindukan putraku..!!" seru Ivan sambil


tersenyum genit.


"Putramu?!?" mata Nabila melotot tajam


memandanai waiah lvan


"Ah.. maaf, maksudku calon... calon putraku,


benar 'kan?" sela lvan dengan cepat.


"Hah... baiklah..!!" balas Nabila sambil


menghela nafasnya pelan dan menggeleng kecil


kepalanya.


Bisa-bisanya lvan langsung ingin


mempatenkan putranya itu menjadi putranya.


"Cantik sekali kekasihku ini..." gumam kecil


Ivan yang bisa di dengar Nabila. Yang membuat

__ADS_1


Nabila kembali tersenyum malu mendengar


gombalan lvan.


__ADS_2