
Ratusan karyawan yang bekerja di Grup
Barata Cipta Abadi berkumpul di lantai 10 Tower
Barata Corp.
Lantai 10 di tower itu memang
diperuntukkan sebagai aula tempat acara
pertemuan di adakan, beberapa karyawan
terlihat saling berbisik mereka mencoba
menebak alasan Ivan tiba-tiba meminta semua
karyawan untuk berkumpul.
Frieska yang juga telah hadir di Aula itu
hanya bisa menunduk lemas, benaknya terus
membayangkan wajah lvan yang tadi melirik nya
dengan tatapan dingin, namun bukannya
mengoreksi diri, dia malah melemparkan semua
kesalahan kepada Nabila.
"Ini semua karena kemunculan si Nabila..!!"
batinnya sambil mengepalkan kedua tangannya.
Di lantai 8, Nabila sedang menunggu lvan
menyelesaikan urusannya bersama tamu pria
yang tadi dia temui, sambil menunggu lvan
selesai, Jafin dan Billy yang sedang bersama
Nabila memberitahu Nabila tentang perbuatan
Frieska yang sudah menyebarkan cerita buruk
tentang dirinya kepada seluruh karyawan.
Nabila yang mendengar itu langsung terlihat
cemas, apalagi dia juga diberitahu oleh Jafin jika
Ivan sudah memberitahu semua karyawannya
untuk berkumpul dilantai 10, Nabila langsung
bisa menebak jika alasan lvan mengumpulkan
semua karyawan ada hubungannya dengan
perbuatan Frieska.
"Jafin, Billy, kalian berdua sudah lama
bersama lvan jadi kalian tentu sudah sangat
mengetahui karakter lvan, menurut kalian apa
alasan lvan mengumpulkan semua karyawan di
lantai 10?" tanya Nabila ke Jafin dan Billy.
Jafin terdiam selama beberapa saat,"
Mungkin untuk memperkenalkan Nona Nabila
sebagai sekretaris baru Tuan lvan, atau bisa jadi
memperkenalkan Nona Nabila sebagai calon istri
Tuan lvan.." jawab Jafin sambil tertawa kecil.
Nabila tertawa mendengar Jafin,
menurutnya tidak mungkin lvan
memperkenalkan dirinya sebagai calon istri
didepan semua karyawannya.
"Hahaha, Jafin, untuk yang pertama aku
setuju, namun untuk bagian memperkenalkanku
sebagai calon istri, aku rasa itu sudah berlebihan
.!" seru Nabila sambil tertawa kecil.
"Nona Nabila sepertinya lupa senekat apa
Tuan lvan.?!" sela Billy mengingatkan Nabila
tentang karakter lvan.
Nabila terdiam, wajahnya tercengang, apa
yang dikatakan Billy ada benarnya, jika berbicara
tentang lvan, memperkenalkan dirinya sebagai
calon istri di depan seluruh karyawan bukanlah
hal yang tidak mungkin.
"Ah.. kamu benar, sifat lvan memang
seperti itu, aku harus memintanya untuk
menahan diri..." kata Nabila sambil menghela
nafasnya.
Jafin dan Bily langsung tertawa, beberapa
saat kemudian, lvan akhirnya keluar dari ruang
tunggu bersama tamunya.
"Pak lvan, Terima kasih karena sudah
meluangkan waktu untukku," ujar Pria tersebut.
"Sama-sama Pak, semoga kerjasama kita
bisa berjalan lancar," jawab lvan sambil berjabat
tangan dengan pria di depannya.
Pria itu lalu tersenyum ramah kepada Nabila,
Jafin darn Billy yang sedang menunggu lvan di
depan ruang tunggu, setelah itu dia pun pergi
menuju lift.
Begitu tamu Ivan memasuki lift, Nabila
segera menghampiri lvan, "lvan, tolong jangan
berbuat yang aneh-aneh di depan semua
karyawanmu.." pinta Nabila.
"Aneh-aneh? Sayang, aku tidak mengerti apa
yang kamu bicarakan..?" balas lvan sambil
mengernyitkan alisnya.
"Ini tentang alasan kamu mengumpulkan
semua karyawanmu, aku takut kamu akan
mengumumkan jika aku adalah calon istrimu di
depan mereka semua." terang Nabila.
Ivan terdiam, dia memang bermaksud
menyampaikan itu kepada seluruh karyawannya,
dengan begitu lvan bisa memastikan jika tidak
akan ada lagi karyawannya yang berani
menggunjing Nabila.
"Bagaimana Nabila bisa tahu apa yang
sedang aku rencanakan?" batin lvan.
Matanya langsung melirik ke Jafin dan Billy
yang berada di belakang Nabila.
"Ah.. ini pasti ulah mereka berdua...!" seru
van dalam hati.
Begitu lvan menatap mereka berdua, Jafin
dan Billy langsung memalingkan wajahnya tak
berani beradu tatapan dengan lvan.
"Ja... Jafin bagaimana hasil pertandingan
liga Spanyol tadi malam?"tanya Billy gugup.
"Pertandingan antara Persija dan Persib
Bandung berjalan sengit, sayang aku tidak
menonton pertandingan itu sampai selesai,"
jawab Jafin gelagapan.
"Aduh Goblok." batin Billy begitu
Mendengar jawaban Jafin.
"Oh, aku baru tahu jika Persija dan Persib
__ADS_1
Bandung sekarang bermain di liga Spanyol,"
sindir lvan sambil menyilangkan kedua
tangannya menatap tajam Jafin dan Billy.
"Liga Spanyol? Bukannya liga Indonesia?"
tanya Jafin.
"Hah... sudahlah....!! " keluh Billy lesu pasrah.
Nabila yang tidak mengerti pembicaraan
ketiga pria itu hanya bisa terdiam, namun dari
gelagat mereka bertiga, Nabila tahu jika lvan
sedang menyalahkan Jafin dan Billy terkiat
permintaannya kepada lvan.
"Ivan.. tidak usah menyalahkan mereka
berdua, sekarang berjanjilah, jika kamu tidak
akan mengumumkan hal itu di depan semua
karyawanmu," ucap Nabil menatap mata lvan.
"Hmm... baiklah sayang, aku janji tidak akan
mengumumkan jika kamu adalah calon istriku."
balas lvan sambil menghela nafasnya pelan.
Dikawal Jafin dan Billy, lvan dan Nabila lalu
pergi menuju aula yang berada di lantai 10.
Ting!
Suara lift berbunyi, suasana di aula yang
tadinya ramai mendadak menjadi sepi, semua
mata karyawan langsung tertuju ke pintu lift
yang terbuka.
lvan keluar dari lift, disusul Nabila yang
dikawal oleh Jafin dan Billy.
"Woah, siapa wanita cantik itu?" seru salah
satu karyawan pria lvan kepada temannya.
Para karyawan pria tampak terpesona
dengan kehadiran Nabila, sementara para
karyawan wanita yang sudah mendengar
desas-desus tentang Nabila mulai saling
berbisik pelan.
Ivan tersenyum menyapa semua
karyawannya, sementara Nabila terlihat sedikit
menundukkan pandangannya begitu melihat
tatapan sinis dari beberapa karyawan wanita.
Begitu tiba di panggung, Ivan segera menuju
podium, Jafin dan Billy berdiri di sisi kanan dan
kiri lvan, sementara Nabila yang masih
menunduk berdiri agak sedikit jauh di belakang
Ivan.
"Sebelum aku menyampaikan pengumuman
penting, pertama-tama aku akan meminta maaf
kepada kalian semua karena sudah menyita
waktu jam istirahat kalian, dan terima kasih aku
ucapkan kepada kalian yang sudah berkenan
hadir di tempat ini.." seru lvan membuka
pembicaraannya.
"Untuk mempersingkat waktu, aku akan
langsung masuk inti dari apa yang ingin aku
sampaikan," sambung lvan.
Billy segera menghampiri Nabila, dia lalu
meminta Nabila untuk berdiri tepat disamping
"Nona Nabila silahkan," ucap Billy pelan
yang langsung dibalas senyuman oleh Nabila.
Begitu Nabila berada di samping lvan,
suasana yang tadinya hening mulai menjadi
ramai, para karyawan mulai saling berbisik
tentang identitas wanita cantik yang berada di
samping CEO
mereka.
Frieska yang juga berada di antara para
karyawan hanya bisa berdecak kesal, Nabila
tidak hanya merebut posisi yang sudah dia incar
selama ini, para karyawan bahkan diwajibkan
berkumpul oleh lvan hanya untuk menyambut
Nabila sebagai sekretaris pribadi Ivan.
"Oke, karena wanita cantik ini sudah berada
di dihadapan kalian, dengan ini aku
mengumumkan jika mulai hari ini aku sudah
tidak jomblo lagi." seru lvan dengan senyum
merekah.
Suasana ruangan sontak menjadi ramai,
para karyawan pria tampak bersorak
memberikan selamat kepada CEO mereka.
"Selamat Pak!" teriak beberapa karyawan
pria di iringi gelak tawa mereka.
Clap... Clap... Clap.
Bunyi tepuk tangan menggema di seluruh
ruangan, sebagian dari karyawan tertawa, dan
beberapa diantara mereka bersiul dengan keras.
Jafin dan Billy juga tidak bisa menahan
tawa mereka, sambil bertepuk tangan mereka
mengagumi kecerdikan lvan menyampaikan
status Nabila kepada seluruh karyawan yang
hadir di tempat itu.
"lvan!" teriak Nabila dalam hati. Wajahnya
menunduk malu, dia tidak menyangka jika lvan
menggunakan cara ini untuk memperkenalkan
dirinya.
Ivan memang tidak melanggar janjinya,
namun dengan memintanya berdiri disamping
Ivan sembari mengumumkan jika dia tidak
jomblo lagi, itu sudah menjadi kode keras
kepada seluruh karyawannya jika pasangan yang
dimaksud oleh lvan adalah wanita yang berdiri di
sampingnya.
"Selamat Pak lvan, kalian berdua pasangan
yang serasi," teriak Karyawan pria lainnya.
Frieska yang juga mendengar pengumuman
itu hanya bisa membelalakkan matanya dengan
mulut terbuka, dia yang sudah menyukai lvan
sejak pertama kali bergabung dengan
perusahaan ini semakin sakit hati kepada Nabila.
"Married! Married! married!" seruan dari para
__ADS_1
karyawan.
Terdengar yel-yel para karyawan pria
menggema di seluruh ruangan, wajah Nabila
semakin memerah, sementara Ivan tertawa
sumringah melihat aksi kocak para karyawannya.
"Hahaha, oke kalian bisa berhenti, aku akan
menyampaikan pengumuman berikutnya..!!"
sela lvan.
Suasana aula itu kembali menjadi hening,
Ivan yang tadinya tertawa kini memasang
ekspresi wajah yang cukup serius.
"Wanita cantik ini bernama Nabila, mulai
hari ini ia resmi menjadi sekretaris pribadiku,
sayangnya dihari pertama dia bekerja, dia
terpaksa menerima desas-desus miring tentang
kehidupan pribadinya," terang lvan.
Ivan lalu melanjutkan, "Aku sebenarnya
sudah mengetahui tentang berita tidak jelas ini,
dan jujur itu membuatku marah, selama ini aku
selalu memperlakukan para karyawanku seperti
keluargaku sendiri, tidak pernah sekalipun aku
memberikan surat peringatan kepada karyawan,
jika karyawan itu malas ataupun berbuat
kesalahan, aku akan memerintahkan divisi HRD
untuk membina dan mendidik mereka, namun
ada satu hal yang paling aku tidak sukai, dan itu
adalah fitnah." seru lvan dengan nada serius.
Semua karyawan saling menatap mereka
bertanya-tanya siapa orang yang sudah
membuat CEO mereka yang terkenal ramah dan
baik hati menjadi marah seperti ini.
Frieska dan kelompoknya yang sudah
menyebar berita tentang Nabila kompak
menunduk lesu, mereka tahu jika lvan sedang
menyinggung perbuatan mereka.
"Pilihan untuk orang-orang yang terlibat
dengan kasus ini hanya tiga, yang pertama,
kalian bisa membuat surat permohonan maaf
yang sudah harus berada di meja ku sore ini,
yang kedua kalian bisa mengundurkan diri dari
perusahaanku... jika kalian masih merasa tidak
bersalah dan tidak mengakui perbuatan kalian,
pilihan yang ketiga, aku akan memecat kalian
dengan tidak hormat..! tegas lvan sambil
menatap Frieska yang tertunduk lesu.
"Pecat saja Pak..!" teriak salah seorang
karyawan pria lvan yang juga ikut marah.
"lya Pak, pecat saja orang-orang itu!" sahut
karyawan pria lainnya.
Ivan tersenyum kepada karyawan pria yang
duduk di bagian kanan aula itu.
"Hanya itu yang ingin aku sampaikan,
Terima kasih..." ujar lvan menutup
pembicaraannya.
Suasana ruangan kembali ramai, para
karyawan saling bertanya tentang permasalahan
yang terjadi, beberapa karyawan wanita yang
tidak ikut menggunjing Nabila melirik ke tempat
Frieska dan kelompoknya berada, dari awal
mereka sudah mengetahui jika kelompok yang
dimaksud oleh CEO mereka adalah Frieska dan
teman-temannya, mereka merasa bersyukur
karena tidak ikut terhasut oleh desas-desus,
yang dihembuskan Frieska dan teman-temannya.
Ivan, Nabila, Jafin dan juga Billy telah
sampai di lantai dasar, setelah mengatakan
kalimat penutup tadi, mereka berempat
meninggalkan ruangan menuju parkiran, Jafin
dan Billy langsung undur diri karena masih ada
pekerjaan lain yang harus mereka selesaikan,
sementara lvan tampak mesra memegang
tangan Nabila menuju mobilnya.
"Ivan, mengapa kamu mengatakan itu di
depan semua orang?" protes Nabila dengan
wajah cemberut.
Ivan yang sedang menyalakan mesin
mobilnya menoleh ke Nabila, "Aku tidak
melanggar janjiku, aku tidak mengumumkan
kepada mereka jika kamu adalah istriku," jawab
Ivan membela diri.
"lvan... dengan caramu tadi
memperkenalkan diriku, semua orang pasti tahu
jika aku adalah wanita yang sudah melepas
predikat jomblomu." keluh Nabila sambil
menekankan kata Jomblo kepada lvan.
"Benarkah? Aku rasa mereka tidak akan
berpikir sampai disitu." jawab lvan santai.
"lvan.." rengek Nabila manja.
Ivan tertawa terbahak-bahak, dia memegang
tangan kanan Nabila menggunakan tangan
kirinya.
"Sudahlah, toh itu juga sudah terjadi,
sekarang bagaimana jika kita makan dirumah,
baru beberapa jam berpisah, aku sudah sangat
merindukan putraku..!!" seru Ivan sambil
tersenyum genit.
"Putramu?!?" mata Nabila melotot tajam
memandanai waiah lvan
"Ah.. maaf, maksudku calon... calon putraku,
benar 'kan?" sela lvan dengan cepat.
"Hah... baiklah..!!" balas Nabila sambil
menghela nafasnya pelan dan menggeleng kecil
kepalanya.
Bisa-bisanya lvan langsung ingin
mempatenkan putranya itu menjadi putranya.
"Cantik sekali kekasihku ini..." gumam kecil
Ivan yang bisa di dengar Nabila. Yang membuat
__ADS_1
Nabila kembali tersenyum malu mendengar
gombalan lvan.