
Rumah bagi sebagian orang adalah tempat untuk berlindung juga tempat untuk berkumpul bersama keluarga.
Rumah yang sebagian besar adalah istana bagi setiap orang terkadang menyimpan cerita kelam di dalamnya entah itu sebelum rumah itu ada atau sesudah rumah itu ada. tetapi bukan hanya Rumah, Tempat tempat lain pun memiliki ceritanya masing-masing.
Indra adalah anak ke dua dari empat bersaudara dia memiliki kakak bernama andri adik pertama bernama Mustapa dan adik bungsunya bernama rohim, Mustapa dan rohim adalah saudara kembar.
pada saat masih kecil sepulang sekolah indra sudah terbiasa pulang sendirian karna sang ibu yang sibuk berdagang, sedangkan ayahnya bekerja dan sering pulang larut malam.
karna itu indra sering pulang sendirian, seperti biasa sepulang sekolah indra berjalan sendiri menelusuri gang gang sempit dan berjalan di pinggir sungai kota, karena rumah indra berada paling ujung di pinggir sungai.
saat dia berjalan indra memutuskan untuk istirahat sejenak dia beristirahat di bawah pohon sirsak yang tak jauh lagi dari lokasi rumah nya' dia duduk di bawah pohon itu sambil Membuka tasnya dan mengambil botol minum.
setelah dia minum, dia begitu kaget ada yang melempar dia dengan kerikil tapi di sana posisinya sedang sepi karna jalan itu jarang dilalui masyarakat terlebih lagi di siang hari yang terik.
indrapun tidak menghiraukanya akan tetapi setelah beberapa saat kemudia dia di lempar lagi kerikil, memang kerikil itu sangat kecil tapi tetep saja mengganggu karna kesal indra pun berteriak
"heiii siapa yang melempar ini, kena kepala ku tau" teriak indra…
tapi tetap saja tidak ada yang menanggapi itu, saat indra Waspada melirik kekanan dan kekiri pada saat itu lemparan yang ketiga pun meluncur lagi mengenai tangan indra tapi indra melihat kalau arah batu kerikil kecil itu dari atas pohon asalnya.
betapa terkejutnya indra sa'at melihat ke atas pohon, dia melihat seorang perempuan berambut panjang dan kakinya sedang menganyun ngayun sambil memainkan rambut.
karna indra masih polos pada saat itu memang indra masih kelas enam Sd lalu indra bertanya pada wanita itu.
"heiii teteh lagi apa di atas sana? teteh turun nanti jatuh teh jangan lempar aku pake kerikilll dong lumayan sakit tau" ucap indra
wanita itu hanya tertawa di sa'at indra berbicara seperti itu'
"heiii teteh kenapa kamu ini malah ketawa emang apa yang lucu? apa karna aku salah pake seragam hari ini? aku tau ini hari rabu seharusnya aku pake seragam batik, tapi aku malah pake Baju koko, heiii tapi ini karna batik nya aku lupa menyimpanya di mesin cuci jadi tidak tercuci oleh ibu" ucap indra
wanita itu lagi lagi hanya tertawa, indra pun tidak mengerti apa yang lucu pada dirinya lalu ada seorang satpam keamanan lewat, dia bertanya kepada indra.
"heii dek lagi apa di sini? kamu tadi bapak liat dari kejauhan teriak teriak kesiapa?" tanya pak satpam
"itu pak tadi saya di lempar batu kerikil tiga kali sama si teteh yang di atas pohon itu" jawab indra
sambiil keheranan pak satpam melihat ke atas pohon sirsak tapi tidak ada siapa siapa di atas sana.
"mana dek gak ada siapa siapa di sana, mungkin kamu salah lihat "
"engak pak itu dia masih ada sedang memainkan rambutnya, itu tuh rambutnya sejengkal dari kepala pak satpam"
Mendengar hal tersebut pak satpam langsung merinding ketakutan, akhirnya pak satpam memutuskan untuk mengantarkan indra pulang sampai kerumahnya.
mereka pun berjalan pulang....
__ADS_1
ketika sampai di rumah, pak satpam Mengetuk pintu..
"Asslamu'alaikum apa benar ini ibu indra?" ucap pak satpam
lalu ibu indra membuka pintu dan menjawab
"Waalaikum salam iyh pak ada apa yah?" jawab ibu
"ini saya mengantar indra pulang tadi dia bermain sendiri di pinggir sungai saya khawatir terjadi hal hal yang tidak di inginkan makanya saya antar dia pulang" ucap pak satpam
" iya Terimakasih "
ibu langsung menarik tangan indra, kemudian menutup pintunya.
" iya Bu sama sama, aneh banget Ko kesanya Dingin banget yah si ibu, kan ane belum bilang sama sama, huuh " ucap satpam dalam hatinya
pak satpam pun pergi kembali ke pos untuk kembali melaksanakan tugas.
setelah itu..
setelah pulang indra langsung mengganti seragam, lalu makan siang.
"indra kenapa kamu hari ini salah pake seragam? " tanya ibu dengan mimik muka datar
"jadi gini, indra engak salah pake seragam tapi indra lupa memasukan baju seragam batik yang kotor ke mesin cuci jadi tidak tercuci. dari pada indra tidak sekolah yah indra pake ini baju koko" ucap indra
indra merasa aneh dengan sifat ibu,hari ini ibu cenderung Dingin dan mimik wajahnya Seolah Tidak Memiliki ekspresi.
"oh begitu na, lain kali jangan lupa yah" ucap ibu
" ibu, apakah ibu sakit? " tanya indra
..."tidakna, ibu baik baik aja ko" jawab ibu sambil tersenyum pada indra, tapi senyumannya di sertai tatapan mata yang kosong...
indra merasakan kejanggalan ini semakin terasa..
" oh iya ibu, tapi kenapa jam segini ibu udah pulang bu? biasanya kan pulang sore "
" hari ini ibu Pulang cepat na "
" oo i i iya bu, kalo gitu indra mau Ke kamar bu "
indra langsung pergi ke kamarnya setelah makan, dan menyimpan semua peralatan sekolahnya.
sambil beristirahat indra membuka buka bukunya sejenak kalau kalu ada pr yang lupa dia catat, tetapi ternyata tidak ada pr indra pun berbaring di atas kasur sampai dia terlelap ketiduran.
__ADS_1
di saat indra sudah tertidur pulas dia bermimpi.
dalam mimpinya indra bertemu seorang kakek kakek di sudut tembok kamarnya. karna penasaran indra bertanya pada kakek itu
"kakek heii kakek ini siapa?" tanya indra
lalu kake itu menoleh dan membalikan badanya ke arah indra seketika itu pula indra melihat wajah sang kakek.
mukanya rata serta bagian bagian organ dalam perutnya yang terlihat membuat indra sawan setengah mati, indra pun berteriak dalam mimpinya tapi dia tak sanggup untuk itu.
dia mulai merasakan kalau yang sedang di alamainya seperti mimpi tapi bukan mimpi, biasa orang orang menyebutnya hal itu adalah tindihan atau erep erep…
indra merasa ketakutan, dia ingin melawan tapi Sulit untuk dia bergerak. jangankan bergerak bernafas saja susah rasanya.
dengan berdoa sebisa yang di lakukan akhirnya dia bisa bernafas dengan tenang kembali.
lalu indra seolah di bawa ke mimpi yang berbeda sekarang, suasana tempat di dalam mimpinya itu berubah drastis indra berada di tempat yang luas tetapi penuh dengan kabut.
dari kejauhan dia Melihat seekor harimau putih tapi ada seseorang di atasnya yang menaiki harimau itu lalu harimau itu menghampiri indra.
karna indra takut dia mencoba berlari menghindari harimau yang mendekatinya, akan tetapi harimau itu lebih cepat larinya daripada indra..
indra berusaha berlari sekuat mungkin, dia berlari tanpa arah karna dalam mimpinya dia berada di tempat luas tanpa ujung.
karna tak sanggup berlari lagi indra pun pasrah,lalu seseorang yang naik di atas harimau itu berkata.
"sampurasun indra jangan takut jangan khawatir aku ini leluhurmu kamu adalah garis keturunan terpilih untuk mewarisi salah satu kelebih dan tanggung jawab ini" ucap sang kakek Abah
"leluhur kelebihan magsud nya apa?aku tidak mengenal paman, siapa paman ini? tanya indra
"kamu boleh memanggil ku Abah aku ini leluhurmu yang dulu mati di medan perang, jadi aku berwujud muda dalam mimpimu" ucap sang kakek abah
"abah? sebenarnya abah mau apa dari aku?" tanya indra
"nak aku akan menuntunmu menggunakan kelebihan yang kamu miliki itu, kamu memiliki sesuatu yang tidak di miliki saudara saudara mu di luar sana ini akan bermanfaat bagi mu karna kamu adalah salah satu orang yang terpilih. selain itu kamu juga memiliki tanggung jawab atas kelebihan dan kekuatan itu " ucap sang kakek abah
"aku salah seorang yang terpilih? kelebihan? apa maksudnya bah " tanya indra
" iya kamu salah satunya saja, masih ada sembilan orang lagi di luar sana yang memiliki kekuatan yang hampir sama seperti mu "
" Kelebihan yang kamu miliki itu salah satunya adalah Mata hati, mata yang bisa melihat sesuatu yang tidak bisa orang lain lihat" ucap sang kakek Abah
"Mata batin"
Bersambung...
__ADS_1