
Di Dalam Portal ilusi milik Yuda, Jefri Si Satpam Yang tidak Sengaja Membunuh Maria kekasihnya sendiri Menyaksikan kembali Kejadian Pahit Yang di alaminya Beberapa tahun silam, Seolah Membuka Luka Lama Dalam Hidup Jefri.
" Ma ma ria, Tolong Hentikann Ini per pergi sana" teriak jefri yang terkena ilusi.
jefri melihat maria Yang tersenyum padanya, dengan baju yang Berlumuran Darah dan Dada yang bolong karna bekas tusukan jefri.
saat jefri terkena ilusi dia melihat Kejadian berdarah, teriakan,Rasa takut, cemas, dan kesedihan mendalam yang terjadi Di malam Kelam Waktu itu.
" aaa tolong Jangan " teriak maria
" alahhh Diam Kamu Jablay, Ahhh Seger juga Rasa perawan ini hahahhh " ujar Bos begal
" ma ma maria, ti tidak " teriak jefri
" Aaa, je jefri Tolong " teriak maria
" aku ingin menolong mu maria tapi aku tidak bisa Berbuat apapun " ucap jefri sambil menetesakan air mata
dalam dimensi itu jefri terikat di Tongkat pusaka milik Yuda, dia memang sengaja di ikat di sana agar jefri bisa Merasakan Kembali Rasa sakit yang di derita Maria.
" Aahh sempit Sekali Lubang punya mu ya cantik, hahahh tapi aku suka emhhh ahhh " ucap bos begal yang sedang memperkosa maria
" aaaa Tolong udahh sakittt, je jefri Tolong " teriak maria sambil menangis
" hentikannn bangsaddd " teriak jefri
tiba tiba Jefri lari Membawa pisau yang di pegangnya dan akan Menusuk bos begal itu..
tapi itu bukan jefri yang sekarang itu adalah jefri yang dulu.
sekarang jefri melihat dirinya sendiri Di masa itu.
" he heyy jangan, jangan menusuk jangan" jefri berteriak.
jefri berusaha menghentikan dirinya, akan tetapi semua itu sia sia saja karna Itu hanyalah gambaran dari ilusi dirinya di masa lalu.
" awass boss " teriak rekan begal
" apaa "
bos begal langsung Menghentikan Genjotanya Dan Menghindar, berguling Ke bawah.
jelebb.....
" aa,, heaahh ,,je jef jef uhuakk "
darah Mengalir Di bawah kaki Jefri..
" tidakkk " teriak jefri secara bersamaan...
jefri dalam ilusi itu berteriak dan Jefri yang sekarang juga berteriak, mereka berteriak secara bersamaan...
kemudian Jefri tertunduk dan menangis menyesali semua perbuatannya dulu tapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi, nasi yang sudah jadi bubur tidak mungkin bisa kembali menjadi nasi.
setelah itu semua tempat Kembali Gelap, kini ikatan yang membelenggu jefri dan tongkat pusaka Yuda menghilang.
jefri menangis Sekencang kencangnya Tanda penyesalan dalam hatinya, dia menangis Sambil Menutupi wajahnya.
dalam kegelapan terdengar suara.
" kring king king king, king kring, selamanya bersama bersama selamanya ding " suara dari kotak hadiah
" iii ihh Lucu banget jef, ini Buat aku? "
" iya buat kamu maria, kamu suka kan? "
" suka bangett, ko kamu tau sih Aku Suka burung merpati "
" tebakan yang kebetulan "
" tebakan kamu Tepat, "
" kayanya aku udah tepat Milih kamu "
" hah apa jef? "
" maria kamu mau gak jadi pacar aku "
__ADS_1
" emmm gimana yah? "
" mau yah maria pliss "
" hmmm iya aku mau jeff "
" yah iyess, jadi sekarang kita Remi yah mar "
" iyh jef, kenapa kamu baru sekarang bilangnya? aku nunggu kamu tau, aku nunggu momen ini "
Jefri memberikan kotak hadiah Yang berisi replika burung merpati, yang keluar ketika salah satu tombol di pencet.
dia juga menyatakan cintanya Pada maria waktu itu.
setelah melihat kenangan indah itu, tiba tiba semua kembali menjadi gelap, jefri berusaha berdiri meski dalam kegelapan. tapi Setelah beberapa saat dia melihat titik cahaya.
dia menghampiri cahaya itu, saat sampai di sana Jefri bertemu dengan maria. tapi Maria berwujud Bersih dan Cantik Seperti saat dulu, kemudian maria berbicara pada jefri.
" jefri "
" ma maria "
kemudian jefri berlutut di hadapan maria, sambil menangis meminta maaf padanya.
" maafkan aku maria aku, salah aku pengecut, aku ceroboh semua ini salah aku " ucap Jefri
" sudah cukup jefri, sudah kamu jangan terus menerus menyalahkan diri kamu sendiri. semua ini sudah di takdirkan " ucap maria
" Sulit bagi aku menerima semua ini, bagaimana bisa aku menebus semua kesalahan ku ini maria "
" itu mudah jefri, Kamu Tinggal Mengakui kesalahan mu lalu menyerahkan diri. tolong aku sekali lagi aku ingin beristirahat dengan tenang "
" maafkan aku maria karna tidak menguburkan mu dengan layak, aku berjanji akan bertanggung jawab"
" terima kasih jefri, terimakasih buat semuanya Aku tidak pernah menyesali semuanya. kamu udah sangat hebat dan Berani Mengakui kesalahan mu. aku tunggu janji kamu Sayang " ucap maria
kemudian maria perlahan menghilang meninggalkan jefri..
Dalam Portal ilusi itu Jefri melihat merasakan Apa yang terjadi pada Dirinya dan maria dulu, dia Menyaksikan Saat saat Bahagia bersama maria hingga sampai akhir membunuhnya.
" heyy kamu tolong Hentikann semua ini, Aku Sudah faham Semuanya Aku tidak ingin Menjadi pengecut lagi" ucap satpam jefri
" baik Aku akan bertanggung jawab Aku berjanji " ucap Satpam jefri sambil menangis
Sementara di luar portal ilusi, indra Menunggu yuda dan juga Satpam jefri Keluar tapi tiba tiba Datang Tiga orang Misterius yang Menggunakan jubah menghampiri indra yang sedang duduk Di dekat Teras Rumahnya pak satpam jefri.
" Astagfirullah Itu siapa yah Yang pake jubah itu, Sangat Mencurigakan apa mereka maling?" ucap indra dalam hatinya
kemudian tiga orang Misterius itu Datang menghampiri indra…
" Haii adik Kecil lagi apa di sini " Ucap wagul Salah seorang Dari mereka
" ini Om Aku lagi Duduk di sini, lagi nungguin kakak aku" ucap indra
" oh begitu Kakak kamu kemana emang? itu rumah kamu" tanya wagul Salah seorang Dari mereka
" iyh kakak kamu kemana? dan nama kamu siapa Adik kecil" tanya sandi Salah seorang dari mereka
" ka kakak aku Sedang belanja kewarung situ, dan ini sebenarnya bukan rumah aku, Na nama aku indra" ucap indra Sambari ketakutan
Mereka pun tercengang Mendengar Kalo Anak yang ada di hadapanya adalah indra, Salah Satu Orang yang Mereka cari Cari
" hahh indra, " ucap sandi Salah seorang dari mereka sambil sedikit terkaget
" iya om aku indra" jawab indra
" emm kalo begitu Ayo indra ikut Om, Kita Cari kakak indra ke warung Sana. nanti kalo Indra udah ketemu sama kakak indra Nanti Om kasih jajanan di sana yah mau engak" ucap Pocoh Salah satu dari mereka
" engak om maaf tapi indra emang di suruh nunggu kakak di sini, gak boleh ikut" ucap indra
" Tenang ajah indra kakak indra ngelarang indra buat ikut itu karena kakak indra takut kalo indra banyak jajan nanti di warung" ucap wagul Salah seorang Dari mereka
" nah iya indra bener tuh kata om wagul, oh iyh kenalin dulu nih yang ini namanya om wagul, yang itu om sandi yang paling baik, dan Aku Om pocoh yang paling ganteng di antara mereka" ucap Pocoh Dukun penyihir
" oh iyh om salam kenal juga " Ucap Indra
" kalo gitu Ayo indra kami anterin kamu ke kakak kamu" ucap wagul Dukun penyihir
__ADS_1
" engak om gak mau " ucap indra
" udah gak apa apa indra ayo, jangan bandel yah" ucap sandi penyihir dukun
karna indra terus menolak permintaan mereka, akhirnya mereka seolah ingin memaksa indra untuk ikut dengan mereka, Wagul salah seorang dari mereka Mengenggam tangan indra, dan memaksa indra untuk ikut Pada mereka.
akan tetapi Dari dalam Rumah ibu jefri Datang keluar membukakan pintu Rumahnya dan berteriak kepada orang orang Misterius yang akan membawa indra pergi itu.
" heii kalian siapaaa?, itu anak saya mau di apakan hah? kalian culik yah tolong tolong ada culik tolong " ucap ibu jefri
" bu bukan bu kami bukan culik " ucap Sandi Salah seorang dari mereka
kemudian para warga berdatangan keluar Rumah…
" ada apa bu ini teriak teriak minta tolong " ucap salah seorang warga
" itu pak mereka bertiga mau Nyulik anak itu" ucap ibu jefri
" wah Parah bajingan kalian yah ayo bapak bapak tangkap mereka" ucap salah seorang Warga
" Gawat ini Ayo kita kabur" ucap wagul Dukun penyihir
" iya ayooo,ibu ibu sialan " ucap pocoh Dukun penyihir
lalu mereka lari Menjauhi Indra.
wagul,sandi dan pocoh Di kejar kejar warga Seolah mereka seperti maling…
" heiii berhenti kalian bajingan " ucap salah seorang warga
" bapak Ada apa ini?" tanya bapak bapak yang sedang nongkrong di pinggir jalan
" itu ada culik, mereka bertiga yang lari itu ayo pak kita tangkap mereka" ucap bapak bapak yang mengejar Pocoh,sandi,wagul
Semakin banyak warga yang keluar dan berbondo bondong memburu Dukun penyihir yang akan menculik indra itu, tapi ketiga Orang itu terus berlari…
" oi pocoh huhhh hhuhh sial Kita Tidak bisa terus seperti ini, keluarkan sihir Mu, Kita Pergi Menjauhi mereka" ucap sandi Dukun penyihir
" kamu benar san, kita bisa mati kalo Tertangkap oleh mereka" ucap Pocoh Dukun penyihir
" huhh benar Ayo cepat lakukan pocoh" ucap wagul Dukun penyihir sambil berlari
" Ajia Situ Darmo, Weungi Ibun hideung cai, Muka" ucap Pocoh Yang mengeluarkan Ilmu sihirnya
lalu Muncul kabut yang berwarna hitam Dari depan mereka, kabut itu Sangat tebal bahkan seperti Asap hitam dari kebakaran, akan tetapi asap itu sangat dingin sedingin es.
ketiga dukun itu menghilang di Kegelapan kabut, Dan berhasil lolos Dari kejaran warga setempat…
" heiii berhenti kalian " ucap warga
" tunggu bapak bapak berhenti itu asap apa lihat apa ada kebakaran " ucap Pak ayub salah seorang warga
" sebaiknya kita periksa bapak bapak, ini lebih penting Dari pada mengurus Ketiga Orang tadi " ucap pak ayub
" tapi pak ayub, kalo mereka muncul lagi dan Membawa salah satu dari anak kita gimana?" ucap salah seorang warga
" kita Urus orang orang itu nanti, Ayo kita cari sumber Asap ini" ucap pak ayub
Ketiga Dukun itu akhirnya bisa lolos, Dan mereka beristirahat di Salah satu bangunan kosong di Pinggir jalan…
" huhh hampir saja warga warga kampungan, lihat saja nanti kalo tujuan kita sudah tercapai orang orang seperti mereka tidak pantas hidup di dunia kita yang baru" ucap Wagul Dukun penyihir
" tapi untuk mencapai tujuan kita, bukanlah suatu hal yang mudah, kita juga sekarang Sudah tahu siapa musuh kita" ucap sandi penyihir dukun
" itu benar kita tidak tahu Kekuatan musuh seperti apa, sebaiknya kita tetap waspada" ucap Pocoh Dukun penyihir
" padahal kita Sebentar lagi berhasil Menangkap Pewaris Harimau putih, tapi sayang kita gagal" ucap wagul Dukun penyihir
" Sepertinya kita harus mengubah strategi kita" ucap sandi Dukun penyihir
" strategi bagaimana magsudnya?" tanya wagul Dukun penyihir
" kita harus berpencar Menangkap, Dua pewaris yang sedang berkeliaran di luar sana, kemudian jika salah satu dari kita menemukan Pondok padepokan moro jaba, kita saling berkomunikasi lewat telepati kita" ucap Sandi Dukun penyihir
" apapun Perintah mu, Kamu pemimpin kami di sini sandi" ucap wagul Dukun penyihir
" iya tetapi kalian harus berhati hati karna aku mendapat informasi dari joko para pewaris itu mereka cukup tangguh dan tidak mudah di kalahkan" ucap sandi Dukun penyihir
__ADS_1
ketiga Dukun itu masih mengincar indra dan yuda, apa yang akan terjadi Selanjutnya? tetap ikuti Petualangan indra dan kawan kawan di Para penunggu.
Bersambung…