
Suasana Di Sekolah indra sangat kacau di tambah pertarungan yang belum usai, Ada bangunan yang sudah Runtuh bahkan teman teman indra Ada yang Tewas Karena tertimpa Reruntuhan bangunan.
Sekarang semuanya Sedang dalam masa sulit, Yuda Juga bertarung habis habisan. Yuda melihat ke arah bangunan Sekolah Dekat indra tetapi Sayang Yuda tidak bisa melihat Kondisi indra di sana karena Buto ijo Mengeluarkan kekuatanya Kabut hijaunya efek dari kabut itu membuat Jarak pandang Agak Terganggu.
Sementara itu di tempat lain Om tigor,tobi dan Dewi Sudah Berangkat Mencari Sumber dari semua ini. Mereka mulai bergerak mencari Titik lokasi dari musuh.
Dalam penghalang Kubah ke dua Yuda Dan Dukun penyihir wagul Saling tahan menahan Serangan.
Kali ini Wagul Agak tenang dan berhati hati dalam menyerang tidak Seperti pada awal awal.
Melihat musuhnya yang belum menyerang yuda Memanfaatkan situasi untuk mencari orang orang yang ikut terperangkap dalam kubah penghalang.
kemudian yuda Berlari Menuju bangunan bangunan rumah yang ada di dekatnya.
Di saat yuda Berlari ternyata Wagul yang sudah sangat waspada pada pergerakan yuda langsung mengambil Respon cepat, Wagul tidak memberi celah pada yuda kemudian wagul Dukun penyihir menendang Yuda Hingga terhempas.
" dukkkk, Jangan jadi pengecut " ujar wagul Sambil menendang Yuda
" bruakkk " suara Yuda yang terjatuh
tapi yuda tidak menyerah dia bangkit dan terus berlari ke beberapa Rumah warga yang Terkena Efek dari penghalang kubah itu. ada Lima Rumah Di sana dan Satu warung kantin.
" Heheii jangan lari lari seperti itu Ayo lawan aku dengan seluruh kemampuan kamu, Aku dengar kamu Adalah pendekar muda yang cerdas dan kuat di moro jaba. ayo lawan aku jangan Kabur kabur begitu dong " ucap wagul Dukun penyihir elit
setelah Berlari kesana kemari Melihat Situasi ternyata yuda barusadar Pertarunganya Melibatkan orang orang yang tidak bersalah.
" Aku gagal faham, Aku kira tidak akan Seperti ini ternyata dunia seperti ini yang mereka magsud, Kekuatan Supranatural jadi kenyataan di dunia nyata. Setelah aku Berkeliling ternyata Hanya ada dua rumah Saja yang terselamtkan sisanya sudah terbakar Juga Dengan orang orang di dalam rumahnya. cihkkk aku gagal menganalisis situasi " ucap yuda dalam hatinya Sambil meneteskan air mata.
" hahh hahh Kenapa? kamu menangis hmmm hehehehe Aku tahu kamu pasti sudah Prustasi kan? hahahaha " ujar wagul sambil tertawa
__ADS_1
" Kenapa Kalian Melibatkan Orang Orang itu Mereka tidak bersalah Dan Sekarang Sebagian dari mereka Sudah tewas apa ini yang kalian magsud Dunia ideal " tanya yuda
Sebagian Orang Yang masih selamat yuda lindungi dengan kekuatan Benteng Kuya miliknya.
" ketika Kita Menaiki sebuah perahu di lautan tiba tiba perahu itu Kelebihan muatan Dan ternyata Semua Barang barang di perahu sudah di buang tetapi masih tetap saja perahu itu akan tenggelam jika tidak ada beberapa orang yang turun dari perahu.
Sudah pasti Beberpa Dari mereka akan Berkoban untuk turun dari perahu Entah itu dengan cara di undi atau suka rela. Bisa di bilang Orang Orang yang tidak tahu apa apa dan Mati pada saat ini Mereka seperti orang orang yang berkorban di perahu itu.
Meski mereka merasakan Penderitaan yang bahkan Penderitaan itu hanya sejenak tapi karna mereka berkorban banyak orang terselamatkan dan lebih banyak kebahagiaan tercipta dari pada Penderitaan " ucap wagul Dukun penyihir elit
" tapi Mereka yang turun dari perahu tidak harus mati Masih ada harapan Dengan mengunakan Pelampung " ucap yuda
" hmm apa kamu teringat sesuatu Ketika melihat Rumah Rumah itu terbakar atau melihat orang gosong terbakar. bbuah hahah hahah " ucap wagul Dukun penyihir elit
" huhhh haahhhkk " yuda merasa Lemas gemetar dan merasa sedikit pusing
" ukkk akkk yuda Tenang Apa yang terjadi pada dirimu? " tanya okki kodam monyet api
yuda teringat Saat masih kecil ketika dia di asuh oleh bibinya. karna Saat kecil yuda sudah di tinggal ibu bapaknya dia sudah menjadi yatim piatu sejak kecil. kemudian yuda tinggal bersama bibinya, akan tetapi bibinya juga tewas karna kebakaran yang menimpa rumah mereka.
yuda berhasil selamat karna pada saat itu yuda yang masih kecil sedang bermain di Ruang depan rumah
yuda berhasil di Selamatkan warga tetapi bibinya yang di dapur terpanggang hangus oleh api.
sehingga membuat yuda hidup sebatang kara dan akhirnya yuda di bawa oleh guru toni ke padepokan moro jaba dan di angkat menjadi murudnya. entah kenapa tiba tiba saja Yuda teringat kepada almarhumah bibinya.
" iya kamu ingat Sosok bibi yang Menyuapi mu, Yang memandikan mu, Yang menemani kamu jalan jalan di sore hari Sosok bibi yang baik Kasih sayangnya Hampir Sejajar dengan kasih sayang ibu " ujar wagul Dukun penyihir elit
" huhh ahhhh hahhhh " Suara nafas yuda yang kelelahan Karena mendengar ucapan wagul, seolah membawa luka dan trauma kembali padanya
__ADS_1
" apa kamu tidak ingat yuda dengan semua kebaikan itu " tanya wagul
" Sebenarnya si siapa kamu ini " tanya yuda
" hmm Dulu bibi sari, bibi kamu itu Menikah di usia muda dengan Seseorang pria bernama wili gunawan, apa kamu ingat dengan mamang wili? Sebelumnya kita pernah bertemu buka yuda " ujar wagul Dukun penyihir elit
" khuakkk ki kita pernah bertemu " ucap yuda sambil batuk dan sedikit sesak nafas
" Ternyata Anak dari kakak ku Sarif gunawan Sudah menjadi Pemuda yang kuat dan tangguh " ujar wagul Dukun penyihir elit
" hen hentika cepat katakan sebenarnya siapa kamu ini kenapa kamu tahu semua masa lalu lu ku hahhh " tanya yuda yang Sudah lemas
" Coba kamu lihat ini yuda " ucap wagul Dukun penyihir elit
kemudian wagul Membuka jubahnya, Melepaskan bajunya dan Memperlihatkan perutnya. di perutnya itu Ada bekas luka yang dia dapat Saat Sedang menyelamatkan yuda ketika kecil yang terseret ombak sungai.
" tanda itu tidak mungkin paman wili i i ini tidak mungkin terjadi " ucap yuda sambil Mellongo melihat pamanya itu
" ini lihat apa kamu tidak ingat ini? Aku mendapatkanya ketika menyelamatkan anak kecil yang sedang bermain di sungai hingga aku ikut tersered arus sungai dan tergores batu tajam " ujar wagul
" kamu paman wili Apa mungkin ini terjadi " tanya yuda yang masih syok akan kejadian yang sedang menimpanya ini
" aku bukan wili yuda Si wili itu dia sudah mati Saat Bekerja sebagai pemadam ke bakaran sekarang nama ku bukan wili lagi tapi wagul " ucap wagul
" ti tidak kamu bukan wagul ka kamu pamanku Wili kan " tanya Yuda sambil meneteskan air matanya..
Sungguh yuda tidak menyangka musu yang sedang di hadapinya ternyata pamanya sendiri. di sisilain yuda juga merasa sedikit senang karna dia bisa bertemu dengan pamanya itu meskipun dia sudah berbeda tetapi Setidaknya dia tau sekarang selama ini dia tidak hidup sebatang kara masih ada keluarganya di dunia ini.
Bagaimana kelanjutannya Apakah wagul atau wili akan menyerah pada ponakanya atau yuda sebagai keponakanya menyerah pada pamanya? ikuti terus Petualangan indra dan kawan kawan di Para penunggu.
__ADS_1
Bersambung...