
lalu Intan menceritakan apa yang telah dia alami selama ini
" Ayah ku Seorang buruh kuli bangunan dia bekerja Mengukur dan mengecek semua kebutuhan dan alat alat proyek bangunan.
saat itu ayah mendapat pekerjaan di Kota bandung untuk menyelesaikan proyek pembangunan kolam renang.
Kebetulan sekali rekan kerja ayah ada yang menawarkan rumah kontrakan yang cukup bagus, luas, dan nyaman di daerah dekat tempat pekerjaan ayah.
Saat ayah mendapatkan tawaran untuk tinggal di rumah kontrakan temanya itu ayah mengajak ibu untuk ikut pindah ke kota bandung.
ketika itu aku dan ibu masih berada di daerah pedesaan Tasikmalaya kami saat itu belum memikirkan soal pindahan ke bandung.
Suatu hari ayah menelpon mengajak aku dan ibu agar mau Tinggal di bandung.
awalnya ibu ragu dengan ajakan ayah itu karna di kampung kami harus mengurus kebun dan sawah yang kami punya, ibu pun menceritakan rencana ayah untuk mengajak aku dan ibu pindah kepada nenek.
nenek menyetujui rencana dari ibu dan ayah, nenek bilang soal kebun dan sawah nenek dan paman bobi bisa mengaturnya.
Akan tetapi karna aku saat itu sedang melaksanakan ulangan tengah semester tidak bisa di tinggalkan karna terlalu tanggung.
ibu menunda rencana pindah itu karna ibu tidak mau mengganggu kegiatan sekolah ku atau meninggalkan aku di kampung.
Mendengar hal itu lalu ayah memberi saran pada ibu agar menitipkan aku pada Nenek untuk sementara waktu sampai ulangan ku selesai,setela selesai aku akan ikut ibu dan ayah pindah ke kota.
setelah mempertimbangkan semuanya, ayah dan ibu sudah memutuskan semuanya.
ibu akan pergi tinggal bersama dengan ayah di kota, untuk sementara sampai ulang tengah semester ku selesai aku tinggal bersama dengan Nenek.
Sebenarnya pada saat itu hati ku sangat sedih dan entah apa yang terjadi dalam diriku aku merasa seolah akan terjadi Sesuatu yang tidak mengenakan tapi aku tidak menghiraukanya.
aku masih bersyukur karna masih ada nenek dan bibi ku yang mau merawat aku selama aku masih sekolah di kampung.
aku juga harus bersiap untuk pindah dan menyampaikan salam perpisahan kepada teman teman di sini karna setelah ulangan aku akan pindah ke kota.
hari-hari berlalu aku dengan semangat mengisi soal-soal ulangan dengan teliti dan tekun, tidak lupa aku setiap malam selalu membaca baca pelajaran yang sudah di pelajari di sekolah bahkan selepas pulang sekolah Aku belajar dengan Rajin.
karna aku berfikir ini adalah perjuangan terakhir ku di sekolah ini maka dari itu aku berusaha memberikan yang terbaik di akhir akhir ini.
Aku pun sudah menceritakan dan memberitahukan kepada teman teman ku kalau aku akan segera meninggalkan desa setelah ulangan selesai.
__ADS_1
Raut sedih dari teman teman ku tetlihat, tapi mau bagaimana lagi aku juga sebenarnya tidak ingin berpisah dengan mereka hanya saja takdir berkata lain.
karna teman teman ku di sini tahu kalau aku akan pindah Jadi mereka mengajak aku untuk botram makan makan di Salah satu saung di pinggir sawah.
Sepulang sekolah kami langsung pulang lalu membawa makanan masing masing dan berkumpul di saung gubuk yang terletak di pinggir sawah, setelah semua kumpul kami saling membagi makanan dan mengobrol ngobrol hangat.
" Intan jangan lupakan Kami yah, Saat kamu pulang untuk menemui nenek mu nanti ayo kita botram lagi, nanti yang masaknya kita kita yah " ujar salah satu teman intan
aku pun tersenyum mendengar ucapan dari teman ku itu, Aku bersyukur sekali di beri teman teman sebaik mereka.
" kamu hati hati yah di sana intan, jaga diri baik baik Jangan lupa sama kami meski nanti kamu di sana udah punya temen baru.
kalau kamu belum punya temen telepon saja aku nanti aku kasih no hp mama ku " ujar temanya intan
Hari pun berlalu siang yang cerah kini berganti malam yang sunyi, di malam itu aku berkemas membawa barang barang penting dan memasukanya dalam kotak,karna beberapa harilagi ulangan ku selesai.
setelah lelah berkemas dan merapikan kamar malam itu aku tertidur pulas sampai bermimpi sesuatu yang tidak aku mengerti.
Aku bermimpi aneh pada saat itu, di dalam mimpi aku bertemu dengan ayah. dia melambaikan tangan pada ku dengan tatapan kosong dan dingin.
dalam mimpi itu Ayah seolah menyuruh ku menghampirinya, akhirnya aku berlari menuju ayah akan tetapi semakin aku berlari mengejar ayah semakin jauh posisi Ayah berada.
...^^^" Ayah... Tunggu aku "^^^...
aku sangat terkejut karna di belakang ayah aku melihat seekor ular besar yang melilitnya, aku ingin berteriak tetapi tidak bisa bahkan bergerak pun susah rasanya,dalam mimpi itu ayah berbicara pada ku.
...^^^" Intan…!! to to tolong bebaskan ayah nak "^^^...
Meski aku tidak bisa berteriak tetapi masih bisa berdoa, dalam hati aku memohon kepada yang maha kuasa agar memberiku kekuatan untuk bergerak. alhamdulillah pelan pelan aku bisa menggerakkan badan ku yang kaku.
lalu aku mencoba melepaskan lilitan ular besar itu, tapi tiba tiba dia menatap ke arah ku dan menjulurkan lidahnya, ular itu langsung menelan kepala ku sampai perut.
setengah badan ku sudah berada dalam mulut ular itu, Saat itu hanya kegelapan yang Bisa aku lihat.
Aku masih merasakan diri ku saat itu, aku seperti berada di ruangan luas yang gelap dan hampa tidak ada satu benda pun yang nampak.
Aku hanya berdoa dalam hati sebisa yang aku lakukan aku menyadari kalau ini hanya mimpi tapi anehnya aku Tidak bisa bangun dan sadar dari mimpi itu meski aku sangat ingin sadar.
beberapa saat setelah di telan kegelapan aku melihat cahaya biru yang melayang di hadapan ku, meski cahaya itu sangat kecil aku terus berusaha mengejar hingga dapat.
__ADS_1
setelah beberpa lama aku mengejar cahaya biru itu semakin membesar dan terus membesar hingga membentuk sebuah tombak garpu yang sangat indah.
aku mencoba mengambil tombak yang bercahaya biru itu tapi tiba tiba ada ada seseorang yang berbicara pada ku.
..." Pewaris Selanjutnya temukan aku, bawa aku pada mu.. atau Hal buruk akan terjadi pada dunia ini "...
Aku memdengar bisikan yang menyuruh ku untuk pergi membawa tombak itu entah kemana, Setelah bisikan hilang tombak biru dengan bentuk seperti garpu Itu masuk kedalam tubuh ku, lalu akhirnya aku tersadar dari mimpi ku itu.
semenjak saat itu aku sering mengalami hal hal aneh, setelah aku bangun aku mendapat kabar dari ibu bahwa ayah mengalami kecelakaan di pekerjaannya.
aku sangat kaget dan syok mendengar hal itu, kemudian ayah di bawa ke rumah sakit setempat untuk di tindak lanjuti tetapi sayangnya nyawa ayah tidak bisa terselamatkan ayah meninggalkan di hari itu. "
......" owh maaf aku engak bermagsud membuat kamu sedih, tapi hal aneh aneh apa emang yang kamu alami tan?" indra bertanya......
"Semenjak saat itu aku sering melihat mahluk mahluk aneh dan banyak lagi yang aku alami."
" seperti ular berkepala manusia? " indra bertanya
" kenapa kamu tau itu? "
" cuman tebakan yang beruntung, lalu ayah kamu di makamkan di mana? apa di bawa ke desa ? " tanya indra
" iya ayah ku di makamkan di tempat kelahiran di desa, tetapi sebagian dari tubuh ayah ku terkubur di bawah perosotan naga di kolam renang itu, suuttt jangan ceritakan ini pada siapapun yah " ucap intan
" magsudnya adalah sebagian organ ayah kamu atau bagian tubuh lainnya masih belum di temukan dan terkubur di kolam renang itu? " ucap indra
" iya seperti itu, kamu ternyata cerdas juga "
"tunggu tunggu, tombak garpu indah, lalu jin ular, cahaya biru yang melambangkan air. hmmm itu artinya intan adalah pewaris kedua. " ucap indra dalam hatinya
" Rarrraaumm, tidak salah lagi indra dia adalah pewaris kedua. sepertinya ayah dia adalah pewaris kodam jin ular sebelumnya, tetapi karna kecelakaan kodam jin ular belum sepenuhnya pindah ke dalam diri intan.
yang terwariskan hanya pusakanya saja sementara kodamnya telah di curi saat mencoba keluar dari dalam diri ayah intan yang meninggal. di tambah lagi kematian ayahnya yang kurang wajar membuat jin kodam ke hilangan arah untuk menuju pewris selanjutnya.
kamu harus memberitahukan ini pada pihak padepokan indra " ucap harimau putih dalam hatinya indra
" kenapa kamu bengong indra? " tanya intan
..." Intan.. apa yang kamu magsud hal hal aneh yang sekarang sering kamu lihat itu seperti mahluk yang sedang berada di samping ku ini " ucap indra sambil menunjuk ke sampingnya...
__ADS_1
Sebenarnya apa yang sedang berdiri di samping indra? dan siapa sebenernya ayah dari intan ini? tetap ikuti Petualangan indra dan kawan kawan di Para penunggu.
Bersambung…