Para Penunggu

Para Penunggu
Eps 68 Siluman buaya


__ADS_3

Setelah mengetahui kisah hidup dan penyebab terjadinya kecelakaan pada mario, indra turut bersedih mendengar kenyataanya.


indra pun memutuskan untuk kembali ke tendanya, akan tetapi setelah beberapa langkah dia berjalan menjauh dari sungai, dia melihat ada ombak yang datang seolah mengincarnya.


seperti yang di katakan oleh jin tadi, indra langsung bersiap dan waspada melihat serangan itu..


ombak itu semakin dekat dan ternyata benar saja ada sesuatu di balik ombak itu seolah olah ombak itu di Kendalikan oleh mahluk yang ada di dalamnya.


dalam telepatinya indra mencoba membangunkan kodamnya maung bodas agar membantunya.


" kakek, hei kakek hasan bangunnnn, tolang pinjamkan kekuatanmu kakek? "


ombak itu sudah sangat dekat, tapi kodam indra tidak kunjung keluar..


karna situasinya gawat, indra kemudian memutuskan untuk lari menjauh dari ombak itu tapi..


ombak itu bahkan mengejarnya sampai ke bibir sungai untungnya indra bisa memanjat ke atas pohon sementara ini dia selamat.


" kakek hasannn maung bodas kenapa tidak ada respon? aku belum bisa menguasai teknik kuda kuda pernapasan jadi ini tidak mungkin aku melawanya "


setelah itu siluman buaya merobohkan pohon yang indra naiki, di pun ikut terjatuh dengan pohon yang tumbang.


sementara di bawah air siluman buaya sudah membuka mulutnya lebar lebar siap memakan indra.


" apa ini akhirnya? ibu, ayah, kakak, maafkan aku " ucap indra dalam hatinya


dia pasrah saat jatuh bersama pohon itu, kodamnya juga tidak keluar membantunya...


" aaaaaaaa " teriak indra


saat selangkah lagi saja indra di telan buaya siluman besar itu, tiba-tiba seseorang muncul menyelamatkanya dengan cara menendangnya sampai ke tepi sungai.


 buakkk...


indra terhempas, tetapi karna itu dia selamat. indra berusaha bangkit dan mencoba melihat siapa yang telah membantunya.


" heii siapa kamu " tanya indra


orang itu tidak menghiraukanya dia tetap fokus pada musuhnya, kemudian buaya itu menyerang denga mengendalikan air hingga membentuk ombak besar, dengan gigi gigi tajam buaya di atasnya.

__ADS_1


siummmmmmzzzz..... ombak itu menghampirinya,,


" kuda kuda pertama, busur gliser kelembutan " ujar orang itu


sppppp sizzz...


dia menghempaskan busur ke arah ombak air yang menyerangnya, seketika ombak itu berubah menjadi bongkahan es yang indah.


" apa dia ternyata bisa menggunakan teknik itu? dia dia wanita? " tanya indra dalam hatinya


kemudian setelah melakukan itu, wanita yang entah di ketahui namanya itu oleh indra melakukan serangan balik..


" kuda kuda kedua, badai salju darah "


wanita itu menembakan busurnya ke langit kemudian dari arah busur, tiba-tiba anak panahnya menjadi banyak seolah seperti badai salju yang menyerang tapi salju itu berwarna merah darah.


seketika buaya siluman itu terkena seranganya, buaya itu terluka dan membeku karna terkena serangan dari wanita misterius itu, dengan mudah siluman buaya dia lumpuhkan.


setelah siluman buaya lumpuh wujud jin siluman buaya menghilang dengan sendirinya, kemudian setelah itu muncul cahaya yang keluar dari dalam air, cahaya itu terbang ke angkasa dengan perlahan.


setelah itu dari caya yang sudah ada di langit, tiba-tiba muncul sosok bayangan seorang pemuda yang tampan dari cahaya itu. dia tersenyum pada indra seolah berterimakasih padanya kemudian dia menghilang.


karna semua sudah selesai indra memutuskan untuk kembali ke tendanya, tapi sebelum dia pergi dari sungai indra memetik sebuah bunga yang ada di sekitar sungai.


kemudian indra menghanyutkan bunga itu dan membacakan doa untuk korban yang pernah di sakiti oleh siluman buaya itu.


setelah selesai indra langsung masuk ke tendanya lalu dia tertidur lelap...


malam pun berlalu kini berganti pagi yang cerah, ahzi membangunkan semua teman-temanya memberikan arahan agar bersiap untuk melanjutkan perjalanan.


indra, irgi, dan bobi akhirnya bangun setelah bangun mereka merapihkan tempat tidur mereka. lalu mereka membuat sarapan dengan bahan makanan yang telah mereka pilih saat di asrama.


" kita harus menghemat pembekalan kita, sepertinya untuk sampai ke tujuan butuh waktu sekitar tigahari lagi " ujar ahzi


" tiga hari? tapi apa kebutuhan makanan kita tidak akan cukup sampai tiga hari?" tanya indra


" apa tiga hari lagi kita di hutan? haduhhhh mama aku pengen pulang saja " ujar bobi


" ayolah teman teman kita tidak boleh menyerah di sini, lihat tujuan kita ada di puncak gunung itu, indah sekali bangunanya " ujar ahzi

__ADS_1


" tapi yang mengherankan bagi ku adalah kenapa ada bangunan semegah itu di atas sana? apa itu milik padepokan? kelihatan dari jauh bangunan itu sudah tidak berpenghuni " ucap irgi


" mungkin saja itu bekas villa atau penginapan, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana orang membuat bangunan yang sangat besar di tengah hutan belantara yang besar ini, bagai mana cara membawa matrial semen dan bahan bangunan lainya? " tanya indra


" ya mungkin saja membawa matrial itu dengan helikopter, atau dengan cara di jatuhkan dari pesawat " jawab bobi


" ya sudahlah sekarang setelah selesai sarapan kita mandi ke sungai yah, kalian harus mandi agar nanti di dalam tenda tidak bau " ucap ahzi


mereka pergi ke sungai setelah selesai sarapan pagi, sungai yang di hubu oleh siluman buaya sebelumnya, tapi indra dan kawan kawanya bisa mandi dengan tenang karna siluman itu sudah tidak ada lagi.


setelah selesai mandi di sungai mereka melanjutkan perjalanan ke arah rumah atau pos terakhir yang ada di bukit tinggi itu, tapi sebelum sampai ke tempat akhir tujuan mereka harus memasuki pos pos yang lainya.


dengan peta yang di bawa oleh bobi, ahzi melihat jalur yang seharusnya mereka lewati. dari peta tergambar dataran yang tinggi dan menanjak menunggu mereka di depan sana.


" lihat teman-teman setelah kita pergi dari sini kita akan bertemu banyak tanjakan " ujar ahzi


" iya dilihat dari peta daratan berwarna kuning ini adalah tanda kalau itu dataran tinggi " ucap indra


" kalau begitu tidak ada masalah kan? " tanya irgi


" masalahnya adalah jika jalan menuju pos akhir tertutup, di sana bisa jadi ada sarang hewan buas seperti babi hutan atau yang lainya " jawab indra


" dan jangan lupakan soal harimu " ucap bobi


" ha ha harimau? memang di hutan ini ada harimau? " tanya irgi


" tentusaja ada bahkan dia mingkin sedang mengintai lita gi, raaaummm " ucap bobi sambil meraum ke irgi dengan magsud menakutinya.


" aaahh, sialan gak lucu bob, harimau jawa kan udah punah mana ada harimau di sini " ucap irgi


" sudah cukup teman teman, sekarang kita lanjutkan perjalanan "


" Ayoo "


indra dan kawan kawanya berjalan menuju pos akhir yang ada di atas bukit tinggi, apa sebenarnya yang ada di pos terakhir itu?


tetap ikuti Petualangan indra dan kawan kawan di Para penunggu..


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2