
Semua Yang sudah terjadi biarlah terjadi....
yuda yang sudah selesai meyakinkan jefri untuk berani mengakui semua kesalahannya Akan segera keluar Dari Portal ilusi.
" Kuda kuda ilusi portal ilusi leupas" ucap yuda yang mengeluarkan kekuatanya.
Lalu Suasana di sekeliling yuda dan jefri kembali seperti biasanya belenggu yang mengikat jefri pun sudah di lepaskan oleh yuda, Dan seketika mereka akhirnya keluar dari dalam portal ilusi itu dan kembali ke Dunia
" Apa sekarang sudah malam? padahal tadi masih sore Rasanya aku hanya beberapa menit saja di dalam tempat aneh itu" ucap jefri
" Huuhh terkadang memang seperti itu, Waktu yang ada di tempat normal berbeda dengan waktu yang ada di dalam Dimensi" jawab yuda
" sial hari ini aku tidak masuk kerja, iya tapi apa gunanya juga aku masuk bekerja, Karir ku akan hancur dan tamat mulai hari ini besok dan Seterusnya sampai? entah sampai kapan" ucap jefri
" tidak apa-apa jefri, Semua peristiwa yang sudah terjadi baik buruknya itu pasti ada hikmah yang sangat berharga di dalamnya, Masa depan Tidak akan ada yang tau. mungkin suatu hari Kamu Bisa jadi Pebisnis yang sukses atau Jadi apapun itu yang bisa membuat kamu jadi lebih baik " ucap yuda sambil Menepuk Pundaknya jefri
" hehehi ternyata kamu cukup bijak juga yah, padahal kamu lebih muda dari pada aku, berapa usia mu? tanya jefri
" usia ku Dua puluh satu " jawab yuda
" begitu yah kita hanya berbeda empat tahun" ucap jefri
" tu tunggu dulu indra kemana dia " tanya yuda sambil panik Mencari Ke sekeliling rumah jefri
" mungkin dia sudah pulang, atau ayahnya datang kemari menjemputnya, karna kita terlalu lama di dalam Tempat itu ingat" ucap jefri
" mungkin kamu benar, nanti akan aku cek ke rumahnya untuk berjaga jaga saja " ucap yuda
" hei yuda, biarkan aku bermalam di rumah ku sekarang, aku tidak ingin menyerahkan diri pada polisi malam hari beri aku kesempatan untuk tinggal disini malam ini yang terakhir" ucap jefri
" baik aku tidak keberatan lagi pula kamu pantas mendapatkanya " ucap yuda
kemudian ibu jefri datang dan membukakan pintu Rumahnya.
" loh jefri kenapa Kamu sudah pulang sekarang nak? padahalkan belum waktunya " tanya ibu jefri
" iyh ibu aku di suruh pulang Karna ada sesuatu " jawab jefri
__ADS_1
" sesuatu apa itu jef? loh ini siapa teman kamu ? " tanya ibu jefri
" iya ibu saya temanya jefri, nama saya yuda dari garut " jawab yuda
" garut, jauh sekali Kalau begitu ayo silahkan masuk kita Mengobrol di dalam" ucap ibunya jefri
kemudian mereka Masuk kedalam rumah..
" jang Yuda, Kamu Ke sini naik apa? dan Mau kemana? siapa tau ibu bisa bantu " ucap ibu jefri
" kalo saya kesini naik kereta bu, dan saya kesini sengaja Mau ketemu kerabat saya yang ada Di bandung " ucap yuda
" tapi sudah ketemu Rumahnya?" ucap ibu jefri
" belum saya Agak kecapean sih bu, tadinya saya mau cari tempat di dekat sini buat tidur, di pos Kamling juga tidak apa apa" ucap Yuda
" ahhh tidak yuda, jangan di tempat seperti itu tidak baik tau kamu bisa bermalam di sini bersama jefri" ucap ibunya jefri
" wahhh beneran ni bu? saya takut bikin Repot "
" engak ko, Silahkan saja anggap Rumah sendiri "
" iya yuda tidak masalah sekarang kita makan dulu " ajak ibunya jefri sambil menghidangkan Makanan
" sial anak itu seperti tidak percaya saja padaku kalau aku akan menyerahkan diri" ucap jefri Dalam hatinya
jefri, ibunya dan yuda makan malam Seadanya, meski sederhaq tapi Yuda merasa sangat senang bisa makan bersama keluarganya jefri dia seperti punya keluarga baru.
Setelah mereka selesai makan, mereka berbicara berbincang bincang dan mengobrol sebentar…
" alhamdulillah kenyang sekali aku, terimakasih ibu makananya mantap" ucap yuda
" iya yuda, kalau masih lapar boleh nambah ko " ucap ibunya jefri
" tidak ibu aku sudah kenyang sekali " jawab yuda
" yud ini tambah lagi " ucap jefri sambil memberikan piring kosong
__ADS_1
" Aku seperti punya keluarga lagi" ucap yuda
" keluarga lagi memangnya keluarga kamu kemana yuda" tanya jefri
" Se sebenarnya aku tidak punya keluarga dari aku kecil, Aku hanya bisa melihat foto ayah dan ibu saat aku masih bayi, tapi aku tidak ingat muka mereka karna satu satunya foto itu habis terbakar api" ucap yuda
" Memangnya orangtua mu kemana yuda? maaf apa sudah Meninggal? " tanya jefri
" jefri, tidak sopan " ujar ibu
" iya Orangtua ku sudah meninggal Aku hanya seorang yatim piatu dari aku kecil, Seingat ku saat itu aku Masih kecil Aku kelaparan di pinggir jalan, tapi pada saat itu Ada seorang yang baik hati membawa aku ke pondok padepokan Sampai aku tumbuh dewasa seperti ini, Guru toni dia sudah seperti Ayah bagiku " ucap yuda
" apa Rumah mu terbakar saat itu yuda?" tanya ibu jefri
" iya saat itu Rumah saya terbakar, Saat Saya masih kecil Sebelum saya bertemu dengan Guru toni dan tinggal di padepokan. Saya tinggal bersama bibi saya bu, pada saat itu Saya sedang main Di tengah rumah tapi tiba tiba dari Dapur ada cahaya yang sangat terang seketika itu api muncul dan membakar Sekeliling rumah.
bibi yang sedang Tertidur lelap tidak sempat menyelamatkan diri. Sementara aku Di bawa oleh warga setempat keluar dari rumahdan saat Warga lainya akan menyelamatkan bibi, sayang bibi sudah hangus terbakar padahal api belum membakar kamarnya. akan tetapi Jasad bibi sudah terbakar duluan " ucap yuda
" cikk Ternyata Masalah yang dia hadapi lebih berat daripada masalah ku, Sejak kecil dia sudah sendiri, Aku Sangat bersyukur sekali masih bisa tinggal bersama ibu ku. meski aku tidak pernah tahu ayah ku di mana sekarang, dan mungkin ini malam terakhir kami semoga saja hukum negara ini meringankan hukuman ku" ucap jefri dalam hatinya
Setelah perbincangan kecil itu, jefri dan yuda memasuki kamar jefri untuk segera tidur dan istirahat…
Sementara di tempat lainya Tiga Dukun penyihir yang sedang mencari keberadaan yuda dan indra merencanakan sesuatu yang lebih jahat, Mereka berkumpul untuk membahas strategi terbaru untuk mencapai tujuanya.
" jadi seperti ini Rencananya kita Berpercan Ke tempat lain, karna tujuan kita sebenarnya Adalah mencari padepokan moro jaba, dan memporak porandakanya kemudian mengambil informasi, dan jika kita bisa menangkap salah satu pewaris, itu merupakan Bonus besar bagi kita ingat jangan sampai kalian tewas " ujar Sandi Dukun penyihir
" kalo begitu kita menggunakan bantuan kekuatan dari jin kita untuk melawan mereka, itu artinya kita Bertarung dari jarak jauh " jawab wagul
" iya seperti itu cara yang paling efektif yang bisa di lakukan sekarang, Setelah kita bisa mengalahkan mereka di dalam portal jin normal, kita bisa merampas Pusaka dan mengalahkan pewaris tanpa harus Membuat keributan di masyarakat. bisa gawat kalau sampe kejadian lagi kita di kejar kejar masa. " ucap sandi Dukun penyihir
" apapun yang kamu perintahkan aku akan menurutinya karna kamu pemimpinya " ucap poco
" Sekarang kalian berpencar cari tempat yang aman, jika dari kita menemukan Pondok padepokan itu, segera hubungi yang lain dan jika salah satu dari kita menemukan pewaris, segera habisi dan rampas pusakanya, ingat kita Harus menentukan Target penyerangan, dan melakukan serangan Secara bersamaan " ucap Sandi Dukun penyihir
Setelah para dukun itu berkumpul akhirnya mereka berpencar untuk bersembunyi Mengendalikan kekuatan besar dari jauh.
Dan pada akhirnya mereka memiliki tempat mereka masing masing. mereka Mencari informasi Menyamar Mencari keberadaan pewaris lain yang mungkin masih berkeliaran…
__ADS_1
Bagaimana kelanjutan tetap saksikan Petualanganya di para penunggu.
Bersambung…