Para Penunggu

Para Penunggu
Eps 67 penghuni sungai


__ADS_3

Di dalam tenda indra dan ahzi masih melek, mereka belum tertidur. kemudian mereka saling bercerita satu sama lainya mengenai diri mereka masing masing.


" indra jika kita bisa berhasil lolos dari masa ospek ini dan kita berhasil jadi murid dari padepokan moro jaba. kamu akan masuk ke dalam golongan mana? " tanya ahzi sambil tiduran di dalam tenda


" Aku akan masuk ke dalam golongan pendekar, karna itu tujuan ku masuk padepokan " jawab indra sambil terlentang tiduran juga


" wahhh... kalau begitu kita sama yah, aku juga ingin masuk ke dalam golongan pendekar " ujar ahzi


" semoga berhasil ketua " jawab indra


" oh iya, apa alasan kamu ingin masuk menjadi bagian pemdekar? " tanya ahzi


" eummmm itu... "


indra merenung menatap ke atas tenda, karna ahzi bertanya demikian dia menjadi bingung untuk menjawabnya. dia juga teringat akan kakaknya yang masih belum pulang sampai sekarang, dia sangat ingin cepat cepat menyelamatkan kakaknya yang hilang di dalam portal dimensi. ingatanya terguncang kemudian indra lekas bangun dari tidurnya dan menghela nafas, nafasnya sesak mengingat kakak dan teman-temanya yang hilang di kolam renang itu.


" uhhhkmkk " indra yang sesak nafas mencoba mencari air minumnya..


setelah itu ahzi merasa khawatir akan keadaan dari indra, dia turut ikuut mencari botol air minumbya dan memberikan air pada indra..


" indraaa, apa kamu sakit? ada apa indra? " tanya ahzi


" ukhhhh, tidak apa apa ketua, aku hanya batuk saja itu membuat dada ku sesak " jawab indra


" baiklah kalau begitu kita tidur saja besok, kita akan melakukan perjalanan ke pos satu yang jaraknya lumayan jauh "


mereka tertidur dengan lelap di tengah hutan yang gelap dan dingin, suara jangkring dan sayup sayup angin menemani tidur mereka..


dalam tidurnya indra bermimpi bertemu dengan kakaknya dan juga temanya, indra melihat kakaknya dan teman-temannya sedang di kurung dalam sangkar besi penjara yang penuh dengan duri. penghuni pemjara di siksa oleh jin jin berwujud setengah ular dan setengah manusia, mereka kelihatan tak berdaya dan tak bisa melawan karna tangan mereka terikat.


beruntungnya indra melihat kakak dan teman-temanya masih berada di dalam sangkar penjara, tetapi kemudian jin penjaga penjara itu membuka salah satu sangkar penjara. kemudian salah satu temanya yaitu nendi di sered dengan cara yang sadis, kepalanya di gusur keluar lalu di bawa ke suatu tempat..


di tempat itu nendi di tidurkan di atas meja kemudian Salah satu jin setengah manusia setengah ular itu menghunuskan kampaknya ke kepala nendi..


" sringzzzzz " scukkkkkk


" nennnndiiiii " teriak indra dalam mimpinya


kemudian indra terbangun dari tidurnya dia melamun sejenak kemudia keluar tenda, mencari sungai karna dia ingin buang air kecil..

__ADS_1


indra berjalan menelusuri jalan setapak yang ada, dia membawa peta dan kompas serta di temani senter kecilnya indra pergi sendiri menju sungai karna dia tidak ingin membangunkan dan merepotkan ahzi.


malam itu rembulan sangat terang menyinari bumi, jadi jalan yang indra lalui tidak terlalu gelap. dia menuruni tanggga dan sampailah di pinggir sungai...


kemudian indra buang air kecil di situ, setelahnya dia membasuh muka sebanyak tiga kali, setelah basuhan yang ketiga dalam air dia melihat sosok bayangan kakanya lagi yang sedang tersenyum padanya..


indra kaget kemudian dia memukul permukaan air itu,...


" buzzzzz " suara dari permukaan air yang indra pukul


air yang tadinya tenang berubah menjadi riak, bayangan itu pergi seketika dari hadapan indra, saat itu terjadi kemudian indra melihat ada yang berdiri di tepi sungai..


" huhhh siapa itu, apa dia manusia atau jin? " tanya indra dalam hatinya


sosok itu hanya berdiri saja tidak bergeming membelakangi indra, sosok itu seperti seorang remaja laki laki yang sedang putus asa.


dia mengenakan pakaian serba putih seperti pakaian karate, indra menghampirinya dan menyapa..


" Asslamu'alaikum sampurasun, kang sedang apa di sini?" tanya indra


orang itu tidak bergeming saat indra bertanya ke padanya, baru dia tau ternyata orang itu bukan orang..


setelah beberapa saat....


" waaa waa alaikum salam huahhh " jawab sosok itu sambil terkaget ketakutan


" hei kang, apa yang kamu lakukan di sini? ini di mensi manusia, jangan seenaknya menampakan diri di dunia manusia ini " ujar indra sambil menatap sosok itu


sosok itu menatap balik indra, dan mencoba menakut nakutinya dengan menampakan perawakan mukanya yang hancur dan bagian jeroan perutnya yang terbuka kepada indra..


indra memberikan respon...


" kenapa kamu lakukan ini? cobalah bicara " tegas indra sambil menatap mata jin itu


dari tatapanya indra tidak Menunjukkan rasa panik ataupun takut, malah sekarang jin itu yang ketakutan. saat dari belakang tubuh indra sosok kodam milik indra menampakan wujud penuhnya pada jin itu..


" si siapa kamu sebenarnya? " tanya jin itu pada indra


indra terus menatap sosok jin itu, kemudian dia menjawab pertanyaan dari jin itu...

__ADS_1


" akuu adalah adipati hasan basri Panglima Perang Dinasti pajajaran. Raden Hasan basri Maung bodasss yang di amanati menjaga pintu gerbang Timur oleh Kaisar agung prabu Siliwangi pada masa kejayaanya" jawab indra yang kerasukan kodamnya Maung bodas


" a a a aku ti tidak bermaksud untuk mengganggu kalian, aku hanya merasa sedih dan kesepian saja di sini " ujar jin itu


" kesepian? memangnya mahluk sebangsa mu pada kemana? apa mereka tidak mau menerima kamu? dan apa yang kamu lakukan di sini? " tanya indra


" emm tidak tidak belum bisa pulang ke alam ku, karna masih ada hal yang tertinggal saat dulu aku mati di sini..


magsud bocah ini. aku hanya jin Qorinya " jawab jin itu


" apa yang hilang darinya? dan kenapa dia bisa sampai mati di sini ?" tanya indra


" dia melakukan seperti apa yang kamu lakukan " jawab jin itu


" apa?? " tanya indra


" dulu wujud ini orang ini, dia adalah seorang anak yang baik, dia bisa sampai ada di sini karena dia sama seperti kamu yang sedang menjalani masa ujian. bahkan dia gagal masuk ke padepokan moro jaba karna maut lebih dulu menjemputnya " jelas jin itu sambil terduduk memandangi sungai


" apa jadi dia adalah calon murid moro jaba seperti aku? " tanya indra


" dia sangat semangat sekali ingin masuk padepokan moro jaba " jawab jin itu


" lantas kenapa dia bisa menigal di sini? " tanya indra


" Dua tahun lalu mario mengikuti ujian seleksi ini di padepokan moro jaba, dia mempunyai cita-cita ingin menjadi petarung Tinju Atau MMA internasional. aliran beladiri yang paling di kuasai dan paling dia suka adalah silat, meskipun dia belajar beberapa teknik beladiri lainya tetapi dia sangat suka pada silat, alhasil guru beladirinya dan orang tua mario mendukung semua keinginan dan kepuasanya. gurunya menyarankan jika mario ingin meningkatkan kualitas beladiri silat maka dia harus masuk ke padepokan moro jaba.


singkatnya saat dia berada di area ini, mendirikan tenda dan berkemah di tengah tanah yang lapang di atas itu.


Tengah hari saat itu dia ingin mandi karna cuacanya sangat panas dan gerah, kemudian mario berenang di sungai ini, beberapa menit dia berenang dari arah timur sungai tiba tiba muncul ombak kecil yang menghampirinya.


mario tidak bisa melihat apa yang ada di balik ombak itu, dia panik lalu dia bergegas menepi ke daratan. tapi sayangnya sebelum dia sampai di tepi mahluk itu sudah menyerang mario dengan burutal sampai dia wafat. " ucap jin itu yang bercerita


" me me mangnya apa yang menyerangnya? " tanya indra


" buaya " jawab jin itu


" buaya " ucap indra yang terkejut


" tapi dia bukan Buaya biasa dia siluman " jawab jin itu

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2