
setelah pertempuran di menangkan oleh opik, ketiga jin pocong itu memperkecil ukuran tubuhnya kemudian masuk kedalam kemeja saku depan opik.
Mereka berjalan menelusuri jalan, ketiga jin pocong itu terus memberikan arahan.
" Sudah sampai tuan, majikan kami adalah pemilik rumah makan ini, sekarang tolong kembalikan tali pocong kami "
" owh jadi di sini, baik akan aku kembalikan tapi aku ada satu pertanyaan lagi " ucap opik
" pertanyaan apa tuan? "
" media apa yang majikan kalian gunakan untuk menggunakan buhul sihir? " tanya opik
" kami tidak bisa memberitahukan secara langsung tuan tapi kami bisa berikan petunjuk " ujar jin pocong
" apa petunjuknya? "
" Rumah terakhir bagi setiap insan "
" terimakasih aku akan ingat itu, sekarang kalian pergi dan jangan kembali ke rumah makan kembang, jika kembali lagi akan aku habisi kalian " ucap opik
" tidak tuan, kami tidak akan kembali "
Setelah mengalahkan jin pocong dan mendapat informasi siapa pelaku yang berbuat jahat pada bos pemilik rumah makan kembang akhirnya opik kembali ke duni nyata untuk membereskan masalahnya.
opik bermeditasi kembali ditempat awal dia mucul di dalam dimensi murni.
" siuzzzz "
setelah beberapa saat opik akhirnya kembali ke dunia nyata.…
" hah, aku sudah kembali ini jamberapa yah ko masih gelap" tanya opik dalam hatinya
kemudian suara adzan subuh terdengar…
" walah, ternyata baru adzan subuh itu berarti sekarang sekitar jam empat tapi aku merasa sudah seharian saja di dalam dimensi murni huahhhh. "
kemudian opik pergi menemui bos dan teman temanya…
opik menaiki tangga menuju ruang lantai dua untuk memberikan Informasi yang telah dia dapat, tapi ternya bos pemilik rumah makan kembang belum bangun begitu juga dengan teman temanya.
opik melihat teman temanya sedang terlelap tidur di atas sofa karna sudah subuh opik membangun mereka untuk melaksanakan sholat subuh.
" hey bangun kawan udah subuh, wan bangun wan, sanip bangun nip "
" huahhhhhh, opik kamu udah balik huaahh " ucap sanip sambil menguap
" iya sekarang udah adzan subuh ayo kita sholat dulu " ucap opik
" lalu bagaimana hasilnya pik? " tanya nirwan
" sudah nanti aku kasih tau hasilnya, oh iya kamar bos di mana? ayo kita aja dia berjamaah " ucap opik
mereka bertiga mengetuk pintu kamar bos, akan tetapi bos tidak mau keluar dari kamar. akhirnya mereka putuskan untuk berjamaah bertiga saja.
setelah sholat selesai opik mengajak nirwan dan sanip keluar menuju belakang rumah makan kembang, mereka bersembunyi di balik bak sampah.
" hei, apa yang akan kita lakukan di tempat sampah ini? bau pik " ucap sanip
" suttt, diam jangan berisik nanti kita akan tau siapa pelakunya " ucap opik
" hah pelaku? jadi sudah kamu temukan ya pik? " tanya nirwan
__ADS_1
" iya suttt diam "
beberapa saat mereka menunggu lalu datang seorang pria menggunakan jaket hitam dan mengenakan masker mengendap endap berjalan di belakang pintu dapur rumah makan kembang.
tingkahnya sangat mencurigakan, opik dan kawan kawan terus mengawasinya. setelah beberapa saat orang itu menaburkan tanah kuburan dan beberapa bunga berwarna ke dekat pintu.
setelah melakukan hal tersebut orang misterius itu pergi meninggalkan lokasi.
" nirwan kamu coba kumpulkan sisa sisa tanah kuburan dan bunga itu, nah untuk sanip kamu cepat ajak bos untuk datang ke halaman belakang "
" siapp " ucap sanip dan nirwan
" ehh suttt, jangan berisik "
mendengar ada yang mengawasinya orang Misterius itu berlari dengan kencang…
" hey tunggu kamu jangan larii " teriak sanip
" bagaimana ini kita kehilangan tersangka " ucap nirwan
" huuhhhh, santai kita akan tau siapa dia biarkan saja dia pergi sekarang kita harus membicarakan ini dengan bos " ucap opik
opik dan kawan kawanya mencoba memberitahukan tentang orang misterius yang mencoba melakukan hal sihir buhul pada rumah makan kembang, akan tetapi bos pemilik rumah makan tidak percaya akan hal itu.
karna sulit bagi opik menjelaskanya di tambahlagi buktinya tidak kuat jadi opik dan kawan kawan memutuskan untuk langsung saja pergi ke tempat pengirim sihir itu.
" bos itu tempatnya apa bos tau siapa pemiliknya? " tanya opik
" i i itu kan, restoran bekas menjer yang dulu aku pekerjakan " ucap bos
" dia pelakunya bos " ucap opik
" dulu dia menyelewengkan dana yang aku amanahkan, tidak menutup kemungkinan dia juga melakukan hal jahat seperti ini "
" baiklah sekarang aku harus bagaimana? ini adalah suatu kejahatan yang tidak bisa di laporkan ke polisi "
" hmm baiklah ini yang akan aku lakukan bos " ucap opik
dari jarak yang cukup jauh opik menyuruh sanip, bos, dan nirwan, untuk menutup mata. kemudian opik mengusap mata mereka satu persatu untuk membuka mata batin yang mereka punya.
lalu opik menyuruh untuk membuka mata pelan pelan…
saat mereka membuka mata pelan pelan, mereka terkejut melihat tiga pocong yang sudah berdiri di hadapan mereka.
bos, nirwan, dan sanip, terkena sima karna kaget dan tak bisa bergerak.
ketiga pocong itu tepat berada di belakang opik, dia menggoyang goyangkan badanya dan melompat lompat.
" tenang, mereka adalah jin yang di perintah untuk mengirim sihir dan juga mengaktifkanya. tapi sekarang mereka dalam kemdali ku " ucap opik
lalu opik memerintahkan agar pocong itu berdiri terus di depan restoran yang sudah buka itu, dan meniup niupkan mata orang lain yang akan berkunjung. agar restoran itu terlihat tutup atau kosong.
dan benar saja ada pelanggan yang mencoba mengunjungi restoran itu tapi dia balik lagi.
setelah memperlihatkan sosok jin pocong itu pada bos dan teman temanya opik kembali menyadarkan mereka…
" tenag semuanya sudah aman, sekarang kamu percaya kan bos? " tanya opik
" i iya sudah jangan di bahas lagi sekarang ayo kita kembali " ucap bos
mereka akhirnya kembali ke rumah makan kembang, setelah sampai di sana mereka kaget melihat banyak sekali pelanggan yang berkunjung untuk makan di sana, padahal hari belum terlalu siang.
__ADS_1
karna pembeli yang membludak, opik dan kawan kawan membantu pelayanan di rumah makan kembang.
semakin siang pengunjungnya semakin banyak dan ramai itu membuat hati bos senang.
sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul delapan malam, tetapi mereka sudah tutup lebih awal karna semua dangan habis tak tersisa.
" huahh akhirnya semua selesai " ucap sanip
" terimakasih anak anak kerja bagus, nah ini upah untuk kalian "
mereka pun mengambil upahnya…
" sesuai perjanjian kami sudah menyelesaikanya bos, saatnya untuk kami pergi. saya sarankan untuk cari karyawan yang lebih jujur seleksi terlebih dahulu " ucap opik
" iya Terimakasih opik, kamu sudah menyelamatkan saya setelah ini kalian akan melanjutkan perjalanan kemana? " tanya bos
" kami akan kegunung " jawan opik
" gunung? memang apa tujuan kalian sebenarnya? " tanya bos
" kami sedang mencari tumbuhan pakis hanoman " jawab opik
" pakis hanoman? memangnya untuk apa tumbuhan itu " tanya bos
" untuk teman kami yang sedang sakit bos "
" hmm oh begitu yah, kalian ikut saya bertiga sebentar ke lotong " ucap bos
opik dan kawan kawan di ajak oleh bos ke atas loteng untuk menunjukkan sesuatu …
" nah ini kan yang kalian cari "
" pakis hanoman, bagaimana bisa bos? " tanya nirwan
" yah aku memeng suka memelihara tumbuhan, sebenarnya pakis hanoman ini kesayangan ku sih tapi karna kalian sudah membantu, jadi anggap saja ini sebagai tanda terima kasih, lagian tumbuhanya untuk orang sakit kan " tanya bos
" terimakasih bos "
tak terduga akhirnya opik,sanip,nirwan menemukan tumbuhan pakis hanoman yang sesuai dengan foto atau lukisan yang di berikan oleh guru toni.
hanya saja tumbuhanya lebih besar dari yang mereka kira, ukuranya sekitar satu meter seperti bunga bangkai yang hanya ada satu batang dab bunga.
karna mereka sudah menemukan apa yang mereka cari, akhirnya kurang dari satu minggu mereka sudah bisa pulang. dan tak perlu jauh jauh datang ke gunung yang akan di tuju sebelumnya …
Perjalanan yang cukup jauh telah di lalui oleh opik, nirwan, dan sanip. mereka berhasil menemukan obat yang di butuhkan untuk menyembuhkan tobi.
setelah beberapa saat, akhirnya mereka telah sampai di padepokan moro jaba, dengan membawa tanaman pakis hanoman.
mereka bertiga sudah di tunggu di depan gerbang oleh murid murid lainya yang menunggu kepulangan mereka.
opik, nirwan, dan sanip di sambut dan di soraki oleh teman temanya bagaikan seorang pahlawan.
setelah penyambutan itu mereka langsung menghadap ke guru toni.…
" guru kami sudah berhasil menjalankan tugas kami " ucap opik
" terimakasih atas kebaikan dan kerja keras kalian, sekarang bawa tumbuhan itu kepada ketua tabib " ucap guru toni
lalu mereka membawa tanaman obat itu ke ruangan ketua tabib.
" Asslamu'alaikum tabib jafar kami telah berhasil menjalankan tugas kami, sekarang kami serahkan tumbuhan ini atas perintah guru toni " ucap opik
__ADS_1
" Waalaikumsalam, baik terimakasih anak-anak kalian sudah menjalankan perintah dengan baik " ucap tabib jafar
pengobatan pun dilakukan oleh kepala tabib dengan racikan dan khasiat yang di miliki oleh tumbuhan pakis hanoman,semua racun dan buhul yang menempel pada tubuh tobi akhirnya bisa di keluarkan sekarang tobi hanya perlu beristirahat hingga pulih.