Para Penunggu

Para Penunggu
Eps 60 Buhul


__ADS_3

Pelayan rumah makan kembang telah selesai mengerjakan tugasnya, semua pesanan yang telah di pesan oleh opik, sanip, dan nirwan sudah di hidangkan mereka hanya tinggal memakanya saja.


" silahkan mas mas, di nikmati semoga senang dengan semua menu masakan di rumah makan kami " ucap mbak pelayan


" tapi mbak kami engak mesan makanan sebanyak ini " ucap opik


" silahkan mas, di nikmati saja hidangannya ini perintah dari bos "


" udah santai aja, ini artinya kita dapet rezeki nikmati dan syukuri aja pik jangan khawatir " ucap sanip


" tapi kalo semua makanan ini harus bayar bagaimana?" tanya opik


" itu gampang kita tinggal bilang semua ini sudah di siapkan pelayan " jawab nirwan


" hahhahah.... kalo semua makanan ini kita harus bayar dan kita engak mampu buat bayar paling kita bakalan di suruh cuci piring " ucap sanip


Mereka mendapat semua makan dan minuman yang ada di menu, padahal sejak awal mereka memesan makanan kelas ekonomi bukan kelas sultan.


tapi karna semua makanan sudah terhidangkan mereka tidak punya pilihan lain selain memakan semua makanan yang telah tersedia.


pelayan rumah makan kembang juga bilang kalau semuanya di perintah oleh bosnya jadi opik dan kawan kawan tanpa ragu memakan semua makanan yang telah di hidangkan.


" ayo kita makan, aaaaaa " ucap sanip yang sudah memegang sendok yang penuh dengan nasi sambil memuka mulut


" tu tu tunggu dulu " ucap nirwan


" hah? ada apa ? " tanya sanip


" Sebelum makan kita harus berdoa terlebih dahulu " jawab nirwan


" iya benar, bismillah "


semuanya berdoa …


opik dan sanip langsung menyantap makanan itu, tetapi tidak dengan nirwan dia merasakan ada yang aneh dengan makananya.


nirwan melihat nasi yang ada di piring dan juga teman temanya seperti belatung yang sedang menggunuk, tapi karna nirwan seorang murid di jurusan penyembuhan tradisional dia terkena buhul atau gangguan dari jin jahat.


nirwan merasa jiji dan engan untuk makan karna melihat semua makan yang di hidangkan tidak layak untuk di konsumsi.


" huuh sial, kenapa aku jadi lemas begini aku tidak bisa bergerak sialan siapa yang melakukan ini " ucap nirwan dalam hatinya


opik melihat ke arah nirwan, dia kaget bukan kepalang melihat sosok pocong yang ada di sebelahnya sedang meludahi makanan itu.


lalu opik membacakan doa dan mengusir jin pocong itu agar pergi menjauh, setelah itu opik juga mengambil makanan yang telah di ludahi dan menjauhkanya.


setelah pocong itu menghilang nirwan kembali bisa bergerak dengan keringat yang yang bercucuran di wajahnya.

__ADS_1


" tenang dia sudah pergi " ucap opik


" ta tadi itu apa pik? apa dia penunggu di sini? " tanya nirwan


" entahlah aku juga tidak tau itu bisa saja iya atau tidak " jawab opik


kemudian mereka melanjutkan makan mereka semua makanan yang telah di santap aman tidak terkena ludah dari pocong itu.


mereka pun membicarakan akan hal itu…


" wan, sebenarnya aku tadi melihat hal yang sama seperti sosok yang ada di samping mu barusan " ucap sanip


" wah? benarkah itu? kenapa tadi kamu cuek kalo tau ada sosok itu ? tanya nirwan


" aku lapar, males banget ngurusin begituan bau. tadi aku di toilet bertemu dia aku kira dia hanya penunggu toilet tidak akan ke sini " ucap sanip


" mungkin itu pesugihan " ucap opik


" mungkin saja, tapi berkat itu mata batin aku dan nirwan jadi terbuka lebih jelas meski kami bukan murid pemdekar seperti kamu pik "


" hei itu tidak masalah, tidak peduli di padepokan kalian masuk kelas apa tapi jika bisa membuka mata batin itu hal yang bisa membawa kebaikan iya kan? " ucap opik


" iya tapi aku lebih suka masuk kelas tabib, di sana tenang dan damai " ucap sanip


setelah selesai mereka menuju ke tempat kasir menanyakan berapa harga makanan yang telah mereka pesan.


" permisi mbak itu semuanya jadi berapa yah? " ucap opik


lalu bos rumah makan kembang datang menemui opik dan kawan kawan. bos menyapa mereka dan bersalaman.


" jadi semuanya berapa? jangan terlalu mahal yah pak kami juga tidak memakan semuanya itu masih ada sisa beberapa piring " ucap opik


" sisa? kenapa kalian tidak menghabiskanya? tidak enak yah ? " jawab bapak bos


" ah tidak ko makananya sangat lezat hanya saja yang tidak di makan itu punya nirwan yang sudah du ludahin pocong " ucap sanip


" sanippp " ujar opik dan nirwan


" ups maaf "


" pocong? kalian ini ada ada saja mana nungkin hal seperti itu ada di sini. kalian jangan khawatir semua makanan itu geratis rumah makan ini beberapa hari lagi akan tutup jadi aku ingin beramal dan membantu orang yang kelaparan "


" kenapa begitu? padahal makananya lezat pak " ucap opik


" yah sebenarnya mungkin rumah makan kami tidak bisa bersaing dengan yang lain "


" tidak bisa bersaing? " ucap mereka bertiga

__ADS_1


kemudian bos rumah makan kembang menceritakan semua perjalanan bisnisnya dari awal sampai kini.


pada saat itu sekitar tahun dua ribu lima, aku yang baru lulus sekolah bingung mencari pekerjaan tapi untungnya aku di lahirkan dari keluarga pedagang. karna semua itu aku memutuskan untuk memulai bisnis ku sendiri, dengan membuka warteg biasa di pinggir jalan.


aku mendapat bantuan modal dari kedua orang tua ku, saat itu bisnis berkembang pembeli ramai bahkan aku lewalahan melayani nya, aku putuskan untuk mencari karyawan agar membatu pekerjaan ku di dapur dan melayani pembeli.


bisnis sangat bagus saat itu hingga pada akhirnya aku bisa membeli ruka yang lumayan besar, aku memindahkan semua dagangan ku ke ruko ini.


karna tempat warteg kami sangat sumpek dan terlalu kecil sampai sampai pembeli makan di luar warteg.


setelah pindah ke ruko ini, bisnis menjadi sangat besar aku menambah lagi karyawan untuk membantu di dapur dan menjadi pelayan. saat itu aku mempunyai sepuluh karyawan dan orang yang pertama ikut kerja dengan ku, aku angkat dia sebagai menejer.


tapi setelah bebebrapa tahun berlalu dia membuat kesalahan, menejer yang aku percaya dia menghianatiku dengan menyelewengkan dana untuk belanja dan memotong seenaknya gaji para karyawan.


saat itu aku sedih dan kecewa mengetahuinya, agar dia jera aku melaporkannya ke polisi. dia ditahan satu tahun kurungan penjara sebelumnya dia memohon agar tidak di laporkan tapi aku bertindak tegas padanya.


setelah satu tahun berlalu mantan menejer ku itu keluar dari tahanan penjara. dia menemui ku di rumah makan ini dan berkata aku harus membayar semua ini.


lalu dia pergi dengan amarah yang masih tersimpan di dadanya. beberpa bulan berlalu setekah kedatangannya aku mendapat informasi dari karyawan lain bahwa mantan menejer ku itu kini membuka usaha makanya sendiri di daerah dekat sini, jaraknya hanya beberapa kilometer saja di perempatan lampu merah.


aku senang mendengarnya semoga saja usahanya bisa lancar.


dan benar saja dalam beberapa bulan ushanya sudah sangat ramai pembeli, tapi aku malah sebaliknya. "


" jadi begitu yah, mungkin dia menggunakan buhul untuk memperdaya pembeli " ucap opik


" buhul? apa itu buhul? " tanya bos


" itu adalah sejenis ilmu sihir yang sering di gunakan untuk mengganggu orang lain " ucal opik


" hmmm, tapi aku kurang yakin sama yang begituan mas " jawab bos


" kalo bos gak percaya gini deh aku bisa membuktikan tapi ada syaratnya, berikan kami tempat tinggal untuk satu dua hari "


" untuk memangnya kalian mau apa tinggal dua hari di sini? " tanya bos


" yah sudah pasti untuk membantu bos, malam ini juga aku akan melakukan pembersihan dan besok saat rumah makan kembang ini buka dia akan ramai lagi, tenang kami akan bantu jika ramai nanti anggap saja itu bayaranya gimana bos? " tanya opik yang memberikan penawaran.


" hmm baiklah gak ada salahnya di coba, kita diel yah " ucap bos sambil berjabat tangan dengan opik


" heh pik, terus misi kita buat cari pakis hanoman gimana?


" tenang kita masih ada waktu satu minggu, aku yakin si tobi masih bisa bertahan " ucap opik


" benar tapi keadaanya bakalan gitu gitu aja kalo belum mendapatkan racukan obat pakis hanoman " ucap nirwan


" tenang saja para tabib ku yang perhatian. aku akan menyelesaikannya dengan cepat " ucap opik

__ADS_1


Bagaimana kelanjutannya? Tetap ikuti Petualangan indra dan kawan kawan di Para penunggu


Bersambung …


__ADS_2