Para Penunggu

Para Penunggu
Eps 59 Rumah makan kembang


__ADS_3

Rumah makan kembang


Setelah mereka bertiga sampai di daerah banten, sebelum sampai ke gunung yang di tuju opik dan kawan kawan sejenak berhenti di pinggir jalan lalu duduk duduk di kursi yang ada di pingiir terotoar.


Saat itu waktu sudah lumayan larut malam, mereka bingung akan bermalam di mana mereka juga sudah lapar.


opik melihat ke sebrang jalan, ternyata di sana ada Rumah makan yang kebetulan masih buka.


opik mengajak teman temanya untuk menanyakan rumah makan itu masih buka atau tidak dan apakah masih ada makanan yang bisa mereka beli.


" heii teman teman lihat ke sana, itu ada rumah makan, kelihatanya mereka akan tutup tapi semoga saja masih ada Makanan yang bisa kita beli. Kalian juga lapar kan? " tanya opik pada temanya


" hmmm, Rumah makan Kembang parna, boleh lah ayo kita coba, aku juga sudah kelaparan " ucap nirwan


" iya bener banget, cacing cacing di perut udah pada demo nih dari tadi " ucap sanip


" hahh? memangnya kamu selama ini memelihara cacing di perut kamu? " tanya opik


" kamu baru tau pik? Haduhh kemana aja kamu? selama ini dia kan memelihara cacing makanya badan dia kecil karna cacingan " jawab nirwan


" jirr ngeledek, itu cuman pribahasa aja " jawab sanip


" hahah iya sori sori, yaudah ayo lah gas kita ke sana keburu tutup " ucap opik


Lalu mereka bertiga langsung pergi ke Rumah makan itu..


" Asslamu'alaikum, punten mbak apa masih buka ? " tanya opik


" Waalaikumsalam, waduh mohon maaf ka, kita udah mau tutup " jawab si mbak pelayan rumah makan


" memangnya sudah habis semua yah mbak? masih ada nasi gak yah? Atau apa aja yang bisa di makan kami lapar " ucap opik


" maaf ka, tapi kami sudah tidak melayani lagi pelanggan, kalau mau besok aja kakak kakaknya datang lagi kesini. Kami buka dari jam delapan sampai jam sebelas malam " jawab si mbak


" yah, gimana nih pik? cari yang lain aja? " tanya nirwan


" yaudah mau gimana lagi, kita cari yang lain aja sabar yah sanip Cicang di perut kamu itu belum bisa di kasih makan " ucap opik


" bukan cacing tapi aku yang perlu makan " jawab sanip


" yaudah kalau gitu mbak, terimakasih sebelumnya kami akan mencari tempat lain saja " ucap opik


Mereka pun berjalan meninggalkan rumah makan kembang parna itu..


Tapi sebelum beberapa langkah..


" mas, oii mas sini kami masih buka " ucap seorang pria yang mengenakan jas putih dan celana putih


" ada apa tuh? Bukanya mereka udah tutup? " tanya nirwan


" gak tau, mungkin mereka berubah pikiran " jawab sanip


" yaudah kita sanperin aja dulu " ucap opik

__ADS_1


mereka pun berbalik arah menuju pria tersebut itu.


" ada apa yah pak?" Tanya opik


" mohon maaf, tadi salah seorang karyawati saya melapor ada pelanggan yang mau makan.


tapi di kensel karna sudah tutup, Kami memang sudah tutup tapi kelihatanya mas masnya ini sedang berwisata ke kota ini yah? Kalo keadaan darurat seperti ini kami masih bisa melayani.


Itu pun kalu mas masnya masih mau makan di tempat kami. " ucap pria itu


" gimana nih? Jadi makan gak? " tanya opik kepada teman temanya


" yah hayu gas " ucap nirwan


" oke lah dari pada perut keroncongan " ucap sanip


" baik pak kami pesan tiga porsi makanan kelas ekonomi jangan yang terlalu mahal ya pak " ucap opik


" Kalau begitu silahkan duduk di manapun, kami akan segera menyajikan pesananya mohon di tunggu "


mereka pun menunggu pesanan yang telah mereka pesan, sambil menunggu opik dan kawan kawan melihat lihat sekeliling rumah makan yang sudah sepi itu.


dalam Rumah makan itu terpajang lukisan lukisan pemandangan yang indah serta ada beberapa foto jadul berwarna hitam putih yang terpajang di tembok rumah makan.


" aduh aku kebelet pipis nih " ucap sanip


" ya elah nip nip, yah tinggal pipis atuh jangan curhat " jawab nirwan


" tapi malu euyy sama si embaknya, malu bilang mangsudnya " ucap sanip sambil membisik memelankan suaranya


" cepet tolong tanyain dong toilet nya di sebelah mana? dari pada nanti pipis di sini " ucap sanip


" nyusahin, tinggal bilang juga gampang gak akan nguras tenaga ini " jawab nirwan


" nah, kamu bilang gampang kan? yaudah sok atuh tanyain " jawab sanip


" astagfirullah , sanip sanip " ucap opik sambil menggeleng gelengkan kepalanya


" mbak, kalo wc di mana yah mbak? " tanya nirwan


" oh itu kakak tinggal lurus aja nanti di sebelah kanan dekat tangga di situ toiletnya kak " jawab mbak pelayan sambil memasak makanan mereka


" terimakasih mbak " ucap nirwan


mbaknya hanya mengangguk saja dan melanjutkan pekerjaanya.


" tuh nip di san, na... loh nip sanip kemana dia? " tanya nirwan


" udah cabut dari tadi " jawab opik


" dasar boloho, kenapa tadi dianyuruh " ucap sanip


" yah sudahlah namanya juga sanip " ucap opik

__ADS_1


sanip berjalan menuju toilet itu, dia masuk dan langsung pipis.


ketika selesai pipis dia mencuci tangan di wastafel dan membersihkan muka sembari mengaca.


tapi saat sanip melihat ke arah sudut tembok di toilet Rumah makan itu, dia melihat sekolebat cahaya putih karna itu hanya bayangan saja sanip tidak terlalu mengiraukanya.


kemudia sanip merapihkan rambutnya dia mensisir dan merapikan pakaiannya, tapi ketika kedua kalinya dia melihat ke sudut sisi tembok yang sama.


bayangan itu kembali muncul akan tetapi sekarang bayanganya lebih jelas dan lebih lama menampakan diri.


Sanip sudah menyadari akan kejanggalan itu karna dia juga bisa merasakan akan kehadiran sosok mahluk halus yang mengawasinya.


karna dia adalah salah satu murid padepokan moro jaba, jadi baginya melihat hal yang seperti itu bukanlah hal yang aneh lagi.


sanip bersikap tenang dan cuek dengan apa yang di lihatnya, dia tidak ingin membuat keributan di Rumah makan itu karna dia dan teman temanya datang sebagai pembeli.


lambat laun bayangan itu menghilang dari pantulan cermin.


" Huuhh, kenapa yah di saat seperti ini harus ada yang begitu " ucap sanip dalam hatinya.


setelah selesai sanip keluar dari kamar mandi, kemudia dia menutup kembali pintu toiletnya, saat berbalik arah tiba tiba…


" aaaa maa maakan la lala parrr "


sanip di kejutkan dengan kehadiran sosok pocong yang sudah berdiri tepat di depanya, dia membisikan lapar lapar, kepada sanip.


sosok pocong itu sangat mengerikan dengan kain kafan yang lusuh serta bercak darah yang ada di kainya, muka yang sebagian hancur dan berwarna hitam seperti terbakar serta mata yang merah menyala menatap sanip dengan sangat mengerikan.


sanip terkena sima, dia sejenak tidak dapat bergerak dan berbicara saat itu.


sima sendiri adalah istilah kata dari syok atau kaget yang membuat seseorang menjadi lemas dan sulit bergerak, terkadang ada juga orang yang sampai kesulitan bernafas dan berbicara.


tapi karna sanip sudah di ajari dan di bekali ilmu di padepokanya dia bisa sedikit menetralisir sima itu, dengan bacaan doa yang di kuasai olehnya


meski sanip bukan murid pendekar seperti yuda,dewi dan tobi tetapi sanip mampu keluar dari efek sima yang mengikatnya.


" Astagfirullah, " ucap sanip dalam hatinya


kemudian sanip membaca doa dan mengeluarkan energi yang ada di dalam tubuhnya, sanip mengangkat tanganya perlahan ke arah sosok pocong itu.


" bismillah, ingkah ingkah ingkah " ucap sanip dalam hatinya


sanip gemeteran dan berkeringat, tapi akhirnya sanip bisa mengusir jin pocong itu, jin itu perlahan lahan menghilang seperti asap, dan di iringin bau bangkai setelah kepergianya.


" ti ti tidak, aku la la lapparr " ujar jin pocong itu sambil menghilang


" alhamdulillah, huhh sepertinya ada yang aneh dengan Rumah makan ini " ucap sanip dalam hatinya


lalu sanip pergi meninggalkan toilet dan kembali ke meja makan untuk segera menyantap pesananya.


Sanip menemukan sesuatu yang janggal di Rumah makan itu, mungkinkah ada sesuatu yang terjadi atau ada rahasia kelam di balik mewahnya rumah makan itu?


saksikan kelanjutannya di para penunggu.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2